KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
WANITA PERTAMA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Kalam Habaib.🤍❀◆•✾••┈


"Jika engkau merasakan di dadamu keresahan, di dalam jiwamu kesulitan, dan dihatimu kegelisahan. Maka perbanyakkanlah membaca:


لا حَوْلَ وَ لا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّهِ


Kerana sesungguhnya itu ubat yang bermanfaat dan meliputi keseluruhannya"


Al-Imam Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Hari-hari telah berlalu, Honeymoon mereka juga telah berakhir. Dan kini mereka juga sudah kembali ketanah Air. Sepulang dari honeymoon, Fadhil langsung membawa istrinya kerumah peninggalan orang tua. Pada awalnya, orang tua Billa menginginkan mereka tinggal di rumahnya.


Karena Billa juga anak tunggal bagi orang tuanya. Makanya Herman begitu berat mengizinkan Fadhil membawa putrinya. Namun setelah ia mendapatkan pencerahan dari Sahabatnya, yang kebetulan, sedang berkunjung saat Fadhil, meminta izin untuk membawa Billa.


"Herman, Ketika seorang wanita telah memutuskan untuk menikah, ia memiliki kewajiban kepada keluarga barunya terutama suami. Bahkan kewajiban tersebut melebihi kepada orangtuanya sendiri." jelas Sahabat Herman, yaitu Denis.


"Sudah kewajiban seorang istri, mengikuti kemanapun suaminya pergi. Kamu tidak bisa menahan anak kamu Herman. Karena ia sudah menjadi tanggung jawab suaminya.


Hanya saja, islam melarang keras, bagi para suami menempatkan istri di tempat yang sangat tidak nyaman, dengan maksud untuk mendzalimi istrinya. Sebagaimana islam juga melarang suami tidak memberikan nafkah kepada istrinya karena ingin mendzalimi istrinya.


Allah berfirman,


أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَارُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ


“Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.” (QS. at-Thalaq: 6)


Yang dimaksud, ‘janganlah kamu menyusahkan mereka’ adalah menyusahkan istri dalam masalah tempat tinggal dan nafkah. Disebabkan suami hendak mendzalimi istrinya" jelas Dhenis lagi.


"Tapi Dhenis, Bukankah, Islam mengajarkan bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu. Lantas, bagaimana dengan wanita yang sudah menjadi istri, apakah surga istri ada pada ibu atau suami?" tanya Herman yang terlihat jelas, ia masih belum mengikhlaskan anak semata wayangnya itu.


" Herman? Perintah seorang istri untuk taat kepada suami disampaikan oleh Rasulullah ﷺ dalam beberapa riwayat hadits. Bahkan, jika bukan karena Allah yang patut disembah, Rasulullah memerintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka.

__ADS_1


Hal tersebut dijelaskan dalam hadits Rasulullah ﷺ bersabda:


“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi)


Nari dari hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa kepatuhan pertama dan utama seorang istri adalah kepada suaminya. Sebab, seorang suami adalah imam dan pemimpin dari keluarga yang dibangunnya nanti.


Oleh karenanya, seorang suami harus mengerti agama sehingga ia dapat menjadi suami yang baik dan bisa membimbing istrinya agar terhindar dari api neraka. Dosa istri adalah dosa suami, ketika istri tidak diarahkan ke jalan yang benar oleh suaminya. Namun bukan berarti seorang suami harus mengekang istrinya untuk selalu berdiam diri di rumah dan mengikuti semua perintahnya. Apalagi jika istri memiliki orangtua yang juga harus diperhatikan.


Suami yang baik akan selalu memberikan kebebasan kepada istri untuk melayani orangtuanya. Begitupun sebaliknya, seorang istri tidak akan menjauhkan suaminya dari keluarganya.


Sebagaimana pepatah mengatakan bahwa


"surga istri ada pada suaminya, surga suami ada pada ibunya."


Pepatah tersebut didukung hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Istri mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi)


Jadi, dapat disimpulkan bahwa surga istri ada pada suami. Sebab, hak seorang suami lebih besar daripada hak orang tuanya. Selain itu, istri yang taat kepada suami mendapat keistimewaan dari Allah dapat memilih pintu surga dari mana saja.


“Apabila seorang perempuan sholat lima waktu, puasa selama sebulan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya, “masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad)


"Seorang istri hendaknya selalu taat kepada perintah suami, asalkan tidak melanggar agama. Yang utama kalau Billa ingin mendapatkan izin memasuki pintu surga mana saja maka Billa..


"Harus Selalu menjaga harta suaminya. Berhias hanya untuk suaminya. Selalu menutup aurat.


Meminta izin kepada suami ketika akan keluar rumah. Menunaikan puasa sunnah atas izin suami.


Berusaha memenuhi ajakan suami untuk bersenang-senang. Menghormati suami. Menghormati keluarga suami. Selalu setia kepada suami. Dapat mendidik anak-anak dengan baik.


Pandai mengurus rumah tangga. Dapat menjaga aib suami. Pandai mengelola keuangan dan mensyukuri nafkah yang diberikan suami."


Setelah mendengar penjelasan dari Dhenis, baik Herman, Fadhil, maupun Billa, akhirnya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Terutama Herman, yang akhirnya ia mengikhlaskan putrinya, untuk mengikuti suaminya.


*****

__ADS_1


Kini Fadhil, dan Billa sudah berada di rumah peninggalan orang tuanya Fadhil, yang terlihat cukup besar, bila hanya tinggal berdua saja. Namun, mereka tidak hanya berdua saja, karena Fadhil, memiliki seorang pembantu, yang amat menyayanginya. Karena, dialah yang mengurus Fadhil, setelah ibunya meninggal. Dan Fadhil, juga sudah menganggapnya sebagai ibu baginya.


"Assalamu'alaikum Mbok Inah," ucap Fadhil saat ia baru memasuki rumahnya.


"Wa'alaikumus salam Den Adhil, Ma shaa Allah, ini istri Aden ya?" balas seorang wanita tua, yang di panggil Mbok Inah itu, dengan wajah yang terlihat senang tatkala Fadhil membawa istri barunya Salsabillah.


"Iya Mbok, kenalkan dong, Dia Mbok, sekalian ajarin dia berbagai hal ya Mbok," ucap Fadhil sembari ia melangkah meninggalkan Billa dan Mbok Inah, yang masih terlihat canggung.


"In shaa Allah, Den," ucap Inah, sebelum Fadhil menjauh. "Assalamu'alaikum Neng, kenalkan Nama saya Inah, panggil Mbok Inah saja ya Neng," lanjutnya lagi pada Billa, seraya ia mengulurkan tangannya, pada majikan barunya.


"Wa'alaikumus salam Mbok, Saya Salsabillah Mbok, panggil Billa saja ya Mbok," balas Billa ramah.


"Iya Neng, Ma shaa Allah, neng cantik banget ya? Terimakasih loh Neng sudah mau menjadi Istri Den Adhil, Mbok sudah hampir putus asa. Soalnya Mbok pikir, Den Adhil, nggak bakalan bisa punya istri Neng," ujar Inah membuat, Billa mengerenyitkan Dahinya.


"Emangnya kenapa Mbok?" tanya Billa yang terlihat, sudah nyaman bercerita pada Mbok Inah. Bahkan ia menjadi penasaran dengan kehidupan suaminya sebelum ia menikah dengannya.


"Ya itu Neng, Den Adhilkan selalu dingin sama perempuan. Bahkan, melirik mereka saja pun tidak mau. Makanya Mbok jadi takut Neng, gimana kalau Mbok sudah nggak ada nanti, dan dia belum juga punya istri. Makanya Mbok selalu khawatir melihat sikap dinginnya Neng," jelas Inah.


"Ooh, jadi kak Fadhil nggak pernah pacaran dong Mbok?" tanya Billa, penasaran.


"Ya nggak pernah Neng, siapa juga wanita yang mau sama Pria dingin begitu Neng,"


"Eh, berati saya wanita pertama, yang mau sama Pria dingin itu dong Mbok?"


"Iya Neng. Enenglah wanita pertama, yang hadir, di kehidupan Den Adhil,"


Mendengar perkataan Mbok Inah Billa tersenyum-senyum dengan wajah yang terlihat bersemu terlihat sekali ia senang mendengar perkataan dari Mbok Inah. Di saat bersamaan, tiba-tiba suara bariton milik Fadhil mengagetkannya.


"Mengapa kamu senyum-senyum begitu hm?"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dengan VOTEnya Dong biar semangat nih. 😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah serta komentarnya ya guys 😉.

__ADS_1


__ADS_2