
*═══❉্͜͡💓Mutiara Hikmah.💓❉্͜͡═══*
"Jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Dan jangan pula lelah berdoa, hanya karena merasa belum ada yang terkabul. Karena Allah Kuasa dari segala mengabulkannya dengan wujud pengkabulan yang tak pernah kita duga. Dan dengan cara terindah-Nya."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•═══════•❉্᭄͜͡💕❉্᭄͜͡•═══════•
Dua Minggu telah berlalu.
Sudah dua minggu juga Kirana berserta bayinya dirawat di RS kepulauan KA. Walaupun kondisi istrinya sudah mulai membaik. Namun karena kondisi Baby triplets mereka, belum sepenuhnya normal seperti layaknya seorang bayi yang sehat. Membuat Adnan dan Kirana, harus tetap bertahan di kepulauan kecil tersebut.
Karena Adnan selalu kepikiran dengan perusahaannya. Akhirnya ia memerintahkan Fadhil untuk lebih dulu pulang ke kota JK. Untuk menggantikan dirinya menangani perusahaannya dikota JK. Karena ia tak mungkin meninggalkan istri dan anak-anaknya dikepulauan tersebut.
"By, sampai kapan kita akan berada disini? Bukankah anak-anak kita sudah terlihat normal, lihatlah mereka, sudah mulai kuat menyusuinya sampai-sampai Kana, harus balak-balik makan tau By," tanya Kirana, yang terlihat sedang menyusui bayi perempuannya.
"Sabar ya Sayang, kirana kita harus menunggu keputusan dari dokter dulu. Kalau dokter sudah memberikan izinnya. Maka secepatnya kita akan pulang Sayang," balas Adnan, yang terlihat ia juga sedang memangku kedua bayi laki-lakinya.
"Semoga hari ini ya By, dokter mengizinkan kita pulang, Kana sudah tidak betah berada di rumah sakit ini By," ucap Kirana, penuh pengharapan.
"Aamiin, semoga saja ya Sayang, Biby tahu kok, kamu sudah tidak betah. Tapi demi anak-anak kamu harus bersabar ya Sayang," balas Adnan dengan lembut. Sembari ia menatap lembut pada istri kesayangannya itu. Namun seketika ia kembali melihat bayinya, karena ia merasakan gerakan pada bayinya.
__ADS_1
Adnan langsung tersentak saat melihat mulut sang baby boy, terlihat seperti mencari sesuatu didada bidangnya. "Eh! Sayang apakah baby girl Biby belum kenyangkah? Lihatlah Sayang, Baby Boy onenya Biby seperti sudah lapar lagi loh Sayang. lihat nih dia mencari susunya kedada Biby," ujarnya sembari ia tersenyum lucu saat melihat baby boynya yang terlihat mulutnya yang sedang mangap-mangap.
Mendengar perkataan suaminya, mata Kirana langsung membulat, karena terkejut. "Hah! Lagi? By, tadikan Baby Boy onekan sudah tadi By, malahan dia yang pertama menyusui loh By," balasnya, dengan wajah yang terlihat bingung.
"Hahahaha, namanya baby boy Sayang, sudah pasti ia akan kuat menyusui," kata Adnan yang terkekeh, setelah melihat wajah kebingungan istri kecilnya.
"Tapi By, ininya Kana sudah sakit banget!" keluh Kirana, sembari ia menunjuk ****** ***********. "Untung saja Baby girl, menyusuinya tidak kuat seperti mereka berdua, jadi Kana masih bisa nahannya By," lanjutnya lagi.
Mendengar keluh istrinya, Adnan pun tak sampai hati, karena memang sejak tadi ia sudah melihat, wajah Kirana yang terlihat sedang menahan sesuatu. Namun sepertinya Kirana berusaha untuk kuat demi anak-anaknya agar secepatnya seperti bayi yang normal. Adnan pun meletakkan meletakkan, kedua bayinya kedalam boX bayinya.
"Kamu yang sabar ya Sayang. Kamu juga harus kuat. Karena ini demi kebaikan Anak-anak, Sayang," ujar Adnan sembari ia berjalan menghampiri istrinya yang terlihat masih menyusui bayi perempuannya.
"Alhamdulillah, Biby tahu itu Sayang, Biby sangat tahu kalau kamu adalah wanita yang kuat. Membuat Biby semakin menyayangi kamu Sayang," ujar Adnan, sembari ia membelai lembut kepala Kirana penuh kasih sayang, dan tak lupa ia juga memberikan kecupannya di puncak kepala istri kecilnya dengan penuh kasih sayang.
Setelah memberikan kecupan pada istrinya, Adnan juga membelai kepala putri mungilnya dengan kasih sayang juga. "Putri cantik Ayah juga kuat loh Bunda, lihat nih, pipinya sudah mulai gembul," ucapnya yang kemudian ia juga mengecup dahi putri kecilnya.
"Iya dong Yah, siapa dulu Bundanya, Kirana gitu loh Yah, iyakan Nak?" sambung Kirana, yang juga ikut memberikan kecupan lembut pada dahi putrinya.
"Iya deh, Ayah akui kalau Bunda, wanita yang kuat, makanya, anak-anaknya juga ikut kuat seperti Bundanya," ujar Adnan sembari ia menoel gemas hidung Kirana.
"Sepertinya Baby girl sudah kenyang sayang, sini biar Biby taruh di boxnya," kata Adnan lagi sembari ia mengambil bayinya dari tangannya Kirana. Setelah itu ia pun langsung menaruhnya di box bayinya.
__ADS_1
"Sekalian bawa kesini Baby Boy onenya By, biar Kana susui lagi," ujar Kirana, masih dengan posisinya semula yang berada diatas ranjangnya.
"Sudah kamu sebaiknya istirahat saja Sayang. Biar Baby Boy onenya, nanti Biby bikinin susu botol saja. Dokter juga mengatakan, kalau bisa Baby kita dibantu dengan susu khusus, untuk bayi prematur Sayang,'' jelas Adnan, sembari ia melangkah menuju ke meja yang tak berapa jauh dari tempat tidurnya Kirana.
"Alhamdulillah, kalau begitu Kana tidur deh, soalnya mata Kana sudah ngantuk banget by," balas Kirana sembari ia merebahkan tubuhnya.
"Iya Sayang, kamu tidurlah, pasti kamu sudah capekkan," kata Adnan, yang terlihat ia sedang fokus membikinkan susu Anaknya. Dan saat ia membalikkan tubuhnya.
"Eh! Sudah nyenyak! Cepat banget Bunda anak-anak tidunya?" sentak Adnan saat melihat istrinya yang ternyata sudah terlelap.
"Kasihan istriku, sepertinya dia capek banget ya, sampai tidurnya mendengkur begitu. Baru ini aku melihat Kana mendengkur," gumam Adnan, yang kemudian ia membenarkan selimut istrinya. Setelah ia pun memberikan kecupan lembut pada dahinya.
"Selamat tidur sayang, semoga kamu mimpi yang indah ya," bisik Adnan ditelinga istrinya. Dan setelah itu, ia pun mrmbawa botol bayi, yang sudah berisikan susu itu, menuju ke box Baby Boy one.
"Ini sayang susunya, pasti kamu sudah lapar banget ya?" kata Adnan sembari ia memberikan botol DOT berisi susu pada Baby Boy onenya.
Belum habis Baby Boy one menyusui, tiba-tiba bayi boy two yang berada di sebelah baby Boy one ikut menangis. Membuat Adnan langsung menepuk jidatnya.
"Ay, alamaak Baby Boy two bangun juga?!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈,...
__ADS_1