KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
CITA-CITANYA KIRANA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈


"Ucapkan bismillah jika mau memulai sesuatu.


Dan Ucapkan hamdalah jika setelah melakukan sesuatu. Ucapkan bersyukur atas semua kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita. Maka In shaa Allah, Nikmat Allah akan bertambah, sesuai dengan janji-Nya.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim ayat: 7)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Mendapatkan hadiah yang begitu diimpikan oleh semua orang. Kirana langsung menatap suaminya, dengan tatapan haru. Dan ia seakan tak percaya, dengan apa yang ia pegang saat ini. Seketika air matanya mengalir, karena ia teringat akan cita-cita dan Bundanya.


***


Flash back on.


"Kana, bangun Nak! Kamu itu ya, kalau sudah waktunya sekolah susah banget dibanguninnya! Nanti kalau hari libur aja, cepat banget bangunannya!" tegur Erliana, ibunya Kirana, disaat ia masih ada. Erliana terlihat kesal tatkala, putrinya sulit sekali untuk dibangunkan.


"Iya Bun, sebentar lagi," sahut Kirana dengan mata yang terlihat masih terpejam.


"Haiis.. susah banget ya bangunin kamu! Gimana cara kamu bisa sukses Nak, kalau sekolah saja males seperti ini?" tegur sang ibu lagi.


"Bukan sekolah saja yang bisa bikin sukses Bunda, tapi uang juga bisa bikin sukses. Intinya banyak uang pasti orang menjadi sukses," balas Kirana, dengan mata yang masih terpejam.


"Yaa ampun ini anak ya, membantah orang tua aja ya! Cepat bangun nggak heh!" geram Erliana, sembari ia menjewer telinganya Kirana.


"Aw! aw aw..! Ampun Bunda, ampuun! Iya Kana bangun!" teriak Kirana kesakitan, akibat dijewer oleh sang Ibu.


"Rasain kamu! Makanya kalau di bangunin itu, langsung bangun! Ini malah membantah!" ujar Erliana masih terlihat geram pada anaknya.


"Maaf Bunda, ya sudah Kana mandi dulu ya," balas Kirana, yang kemudian ia pun beranjak dari tempat tidurnya, dan langsung pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Sedangkan Erliana, langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat anak semata wayangnya itu. Setelah, semuanya tersedia Erliana langsung memanggil putrinya itu.


"Kanaa.. kamu sudah siap Nak? Kalau sudah cepat sini kita sarapan!" seru Erliana memanggil Kirana.


"Iya, sebentar Bunda!" teriak Kirana, dari dalam kamarnya. Dan tak berapa lama, Kirana pun muncul, dengan berpakaian seragam abu-abunya terlihat sudah rapih.


"Duduklah Nak," titah sang ibu, sembari ia menyodorkan sepiring nasi goreng lengkap dengan telur mata sapinya, dan ia letakkan kemeja tepat didepan kursi biasa anaknya duduk.


"Terimakasih Bunda," ucap Kirana, yang kemudian ia langsung duduk, dan bahkan ia langsung melahap nasi goreng yang ada dihadapannya.


"Nak, Bunda perhatikan, beberapa hari ini kamu kok males-malesan sih sekolahnya? Emang kamu nggak kepingin ya kayak orang-orang yang sekolah tinggi, lalu mereka menjadi sukses. Nah Bunda berharap kamu juga seperti itu Nak," tutur sang ibu dengan lembut, sembari ia memperhatikan anaknya yang sedang sarapan.


"Bunda tenang aja deh, anak Bunda ini pasti akan sukses. Dan asal Bunda tahu yaa, seorang anak yang bisa dikatakan sukses itu. Dia yang mampu membawa orang tuanya ke Mekkah Bunda. Jadi kalau hanya titel tinggi tapi ia tak membawa orang tuanya ke Mekkah itu mah belum sukses Bunda." balas Kirana santai, dengan mulut yang lihat penuh dengan nasi goreng.


Mendengar perkataan buah hatinya, tiba-tiba bulu kuduk Erliana berdiri, ia merinding mendengar perkataan Kirana, ia tak menyangka anaknya yang cuek dan sedikit nakal itu, bisa berkata seperti itu.


"Memangnya kamu tidak punya cita-cita Nak?" tanya Erliana semakin penasaran, dengan buah hatinya itu.


"Cita-cita Kana cuma satu Bunda, yaitu membawa Bunda ke Mekkah!" jawab kirana begitu lugas membuat sang ibu menjadi terharu, hingga tanpa terasa air matanya langsung mengalir.


"Aamiin, nanti kita sama-sama pergi ke Mekkah ya Bunda?" ujar Kirana didalam pelukan sang Ibu.


"Iya Sayang, in shaa Allah, bila Allah mengizinkan kita akan sama-sama ke Mekkah, yaa Sayang."


Flash back off


********


Melihat kediaman Kirana, di tambah melihat Air matanya yang langsung mengalir deras. Membuat Adnan maupun orang tuanya kaget.


"Loh kok malah nangis Nak? Emang kamu nggak suka hadiah Mama dan Papa hm?" tanya Sari dengan lembut, sembari mengusap kepala Kirana yang tertutup oleh hijabnya.


"Hiks..hiks.. Maaf Mah, Kana bukannya nggak suka hadiah Mama, hiks..hiks..tapi Kana nggak mau kesana, Mah hiks..hiks.." balas Kirana, sembari mengembalikan amplop yang ia pegang kepada Sari, yang kemudian tangisnya pun pecah, karena teringat akan almarhum sang Ibu.


"Emangnya kenapa kamu tidak ingin kesana Nak?" tanya Rizwan yang menjadi penasaran, pada anak mantunya itu.

__ADS_1


"Hiks..Kana pernah punya cita-cita Pah, hiks..Kana pernah berjanji sama Bunda, hiks akan membawa Bunda ke Mekkah..hiks..hiks..tapi belum sempat Kana membawanya, Bunda sudah meninggaal.. heuhuhu hiks...hiks.. heuhuhu.." balas Kirana, yang akhirnya mengutarakan prihal cita-citanya. Sehingga tangisnya benar-benar pecah, saat ia mengatakan Bundanya sudah meninggal.


Adnan yang melihat istrinya begitu sedih hatinya menjadi sakit, dan ia pun langsung memeluk istri kecilnya itu. "Sayang, jangan menangis, hati Mas jadi sakit Sayang," ujarnya sembari ia mengusap air mata istri kecilnya. "Sayang, kamu bisa kok Badalkan Haji atau Umroh untuk Bunda, bahkan Ayah kamu juga," lanjut Adnan lagi, sembari ia memegang kedua pipi Kirana, dan menatapnya dengan tatapan kasih sayang.


"Benar Nak, kamu bisa Badalkan kedua orang tua kamu yang sudah meninggal," timpal Rizwan. "Tapi dengan syarat, kamu harus terlebih dahulu Haji atau umroh dulu Nak, baru kamu Badalkan orang tua kamu," lanjut Rizwan lagi.


"Benar kata Papa Sayang, badal atau mengumrohkan orang yang sudah meninggal, sebenarnya tidak ada dalil langsung yang menyebutkan kebolehannya. Namun, para ulama terdahulu mengqiyaskannya dengan hukum badal haji. Badal haji memiliki dalil yang jelas dari hadist Rasulullah salallahu’alayhi wa sallam.


Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang mengucapkan, “Labbaik ‘an Syubrumah (aku memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah, atas nama Syubrumah.”


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Memangnya siapa Syubrumah?”


Ia menjawab, “Syubrumah adalah saudaraku atau kerabatku.”


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bertanya, “Engkau sudah berhaji untuk dirimu?”


Ia menjawab, “Belum.”


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas memberi saran, “Berhajilah untuk dirimu dahulu, barulah berhaji atas nama Syubrumah.” (HR. Abu Daud, no. 1811 di sahihkan oleh Syaikh Al-Albani)


Para fuqaha (ahli fiqih) secara umum membolehkan menunaikan umroh untuk orang lain karena umroh sama halnya dengan haji boleh ada badal di dalamnya. Karena haji dan umroh sama-sama ibadah badan dan harta." jelas Adnan panjang lebar, membuat hati kirana lebih tenang.


"Jangan sedih lagi ya Sayang, kamukan masih bisa kok mengujutkan cita-cita kamu pada Bunda, tapi syaratnya kita harus pergi kesana, kamu maukan Sayang?" rayu Adnan, dengan menyelipkan kata cita-citanya Kirana, agar istrinya bersedia pergi bersamanya. Mendengar pertanyaan suaminya Kirana langsung mengangguk.


"Alhamdulillah," ucap Adnan dan kedua orang tuanya Secara bersamaan.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2