KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
KENGEN BERAT


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈


"Orang tua adalah sosok yang sangat berharga dan paling berjasa di kehidupan kita. Selain berjasa karena telah melahirkan kita dunia, orangtua juga selalu menyediakan waktu dan tenaganya untuk mendukung keberhasilan anaknya. Pengorbanan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak memang tiada duanya. Ungkapan terima kasih dan berjuta kata-kata untuk orangtua tak akan mampu membalas kebaikannya.


So, Cintailah mereka setulus hati, beri mereka perhatian selagi mereka masih ada disisimu.


karena ketika mereka sudah tidak ada, kamu bukan hanya merasakan sepi saja. Namun akan hilang juga ladang pahala terbesarmu.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Kirana terlihat begitu bahagia, ketika Adnan memutuskan untuk tinggal bersama orang tuanya untuk sementara waktu. Namun semenjak Kirana tinggal bersama kedua orang tuanya Adnan. Mereka jadi jarang ketemu. Dengan alasan Adnan melakukan perjalanan bisnis, keluar kota bahkan hingga keluar negeri. Dan itu membuat Kirana menjadi kesal, karena harus menahan rindu berkepanjangan.


Seperti saat ini sudah hampir tiga bulan mereka tidak bertemu. Karena saat ini Adnan sedang berada diluar negeri. Karena kebetulan perusahaan cabang mereka yang berada disana sedang oleng. Jadi mengharuskan Adnan yang turun tangan sendiri. Sampai batas yang tidak bisa di tentukan.


Pada awalnya, mereka masih sering mengobrol lewat handphone dengan cara video call. Membuat rasa rindu Kirana sedikit terobati setelah melihat wajah suaminya, lewat layar handphonenya. Namun belakangan ini, Adnan sangat sulit dihubunginya. Bahkan nomernya tidak pernah Aktif membuat Kirana menjadi uring-uringan, karena harus menahan rindunya.


"Boi Lo kenapa sih? Gue lihat beberapa hari ini Lo uring-uringan mulu deh?" tanya Billa saat mereka sedang di kantin sekolah dijam istirahat.


"Nggak papa kok, itu perasaan Lo aja kali?" kata Kirana yang terlihat sedang menutupi sesuatu.


"Perasaan dari mana? Orang gue lihat kok Lo bertingkah aneh begitu."


"Aneh bagaimana sih? Orang gue biasa aja pun!"


"Ah, sudahlah Lo mah emang gitu! Selalu tidak mau terbuka ma gue!" cetus Billa, sangat terlihat ia sedikit kecewa sama Kirana. Disaat bersamaan, seorang pria tampan berseragam warna yang sama dengan Kirana dan Billa datang menghampiri mereka.


"Hai, kamu Dhita ya?" sapa pria tersebut, membuat Kirana dan Billa, pun menoleh secara bersamaan pada Pria itu.


"Iya bener! Emang ada apa ya?" tanya Kirana ketus.

__ADS_1


"Eh, kamu anak baru ya? Soalnya, gue baru lihat Lo hari ini deh?" sela Billa. Sambil ia memandang instens pria tersebut dari atas ke bawah.


"Ah iya, perkenalkan saya Steve Shagara, anak baru di sekolah ini dan pernah menjadi lawan kamu dibalap liar setahun yang lalu," ucap pria yang nyebut namanya Steve Shagara itu. Sembari ia mengulurkan tangannya kearah Kirana. Namun tidak di sambut oleh Kirana.


"Ooh.." ucap Kirana, memasang wajah malesnya. Sembari ia melipatkan tangannya di bawah dadanya.


Melihat uluran tangan Pria tampan itu dicuekin oleh Kirana. Billa jadi nggak sampai hati, makanya ialah yang menyambut tangan Steve seraya ia memperkenalkan dirinya. "Gue Salshabila cewek cantik dan imut disekolah ini."


"Ooh.. Salam kenal Salsha," bales Steve sembari tersenyum manis pada Billa. Dan Billa pun membalas senyumannya sedikit tersipu.


"Oh iya Dhit, gue ingin nantang Lo balapan liar lagi, dengan taruhan motor gue, apa Lo bersedia?" sambung Steve pada Kirana.


"Gue nggak tertarik!" balas Kirana ketus, sembari ia melangkah pergi meninggalkan Steve dan Billa begitu saja. Melihat temannya pergi begitu saja, membuat Billa melongoh.


"Eh, kok gue ditinggal? Woy, Boi! Tunggui gue ngapa!" teriak Billa, sembari ia hendak mengejar sahabatnya itu. Namun ia menyempatkan menoleh kearah Steve. " Senang berkenalan dengan Lo Dhio!, Bey, sampai ketemu lagi!" serunya karena ia sambil melangkah pergi. Dan dibalas Steve dengan acungan jempol saja.


"Heh, sombong sekali dia? Membuat gue jadi tertantang Ingin mendekatinya," batin Steve, yang terlihat masih memandang kepergian Kirana dan Billa.


Sementara itu Kirana dan Billa, yang masih melangkah pergi meninggalkan Steve. Ternyata mereka pergi menuju ke kelas mereka. Sesampainya dikelas Kirana, terlihat cuek pada Billa, membuat gadis yang sedari mengikutinya Jadi bingung melihat tingkah lakunya Kirana.


"Lo sebenarnya kenapa sih Boi? Sikap Lo akhir-akhir ini berubah banget deh! Tambah jutek lagi, apalagi sama anak baru tadi," tanya Billa heran.


"Bodo amat emang gue pikirin! Dia aja sok kenal banget!" balas Kirana ketus, tanpa melirik sedikit pun pada Billa.


"Ya udah, anggap itu angin lalu aja dah! Terus sekarang katakan Lo kenapa? Apa yang terjadi sebenarnya, mengapa Lo beda banget sekarang?" tanya Billa terlihat begitu penasaran. Namun sekali lagi perkataan sahabatnya itu tidak direspon oleh Kirana


"Ini pasti tentang Pak Gurukan? Apa belum ada kabar ya dari Pak Guru?" tanya Billa lagi masih penasaran.


"Sudah nggak usah ngebahas Pak Guru sialan itu! Seenaknya aja nggak ngasih-ngasih kabar! Mana nomernya nggak aktif-aktif lagi! Bikin gedek aja dah! Nggak tahu apa gue kangen berat!" ujar Kirana yang akhirnya ia mengeluarkan isi unek-unek dihatinya yang ternyata ia sedang kesal oleh suaminya tak sudah lama tak memberikan kabar padanya.


"Kok bisa sih? Bikin curiga aja deh?" kata Billa, sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa maksudnya elo? Curiga sama siapa?" tanya Kirana terlihat bingung.


"Ya Ama laki Lo lah! Soalnya ada dua kemungkinan, bila laki-laki nggak ada kabar. Satu mati, kedua dia kawin lagi,"


Mendengar perkataan Billa seketika hati kirana seperti disayat-sayat sembilu, terasa begitu sakit.


"Awas saja kalau itu terjadi! Gue nggak akan pernah memaafkan Pak Guru lagi!" cetusnya yang kini raut wajah langsung berubah menjadi geram.


"Boi, Minggu depankan kitakan sudah lulus-lulusan tuh. Gimana setelah lulus Lo langsung nyusul dia Boi, kan enak tuh sekalian Lo bisa bulan madu Ama Paka Guru," ucap Billa memberikan ide pada Kirana.


Kirana mengerenyitkan dahinya, mendengar kata bulan madu dari sahabatnya itu. "Bulan madu itu apa?" tanyanya polos.


"Hah? Lo nggak tahu bulan Madu?" tanya Billa sedikit kaget. Kirana pun menggelengkan kepalanya.


"Masa sih? Jangan-jangan Lo nggak pernah melakukan itu ya" kata Billa sambil menyatukan dua jari telunjuknya.


"Itu apa?" tanya Kirana polos.


"Yang gini-gini loh!" kembali Billa menyatukan kedua jari telunjuknya. Membuat Kirana terlihat semakin bingung.


"Haiis, ini nih, akibat suka mangkir kalau pelajaran biologi, akhirnya gaptek Lo kan?" gerutu Billa kesal karena Kirana nggak paham dengan isyaratnya.


"Apa hubungannya, Biologi dan gini-ginian?"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.

__ADS_1


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2