KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
BALAS DENDAM.


__ADS_3

Sementara di tanah air.


Setelah mengantar kedua majikannya, Fadhil bermaksud ingin meninggalkan bandara tersebut. Namun disaat ia baru saja ingin melanjukan mobilnya tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan mobilnya. Dengan terpaksa ia menunda laju mobilnya. Dan dengan terpaksa ia juga harus menunggu mobil yang didepan mau pun dibelakangnya pergi baru ia bisa pergi.


Dan disaat kesabarannya masih teruji oleh mobil yang berada didepan mobilnya tak juga kunjung pergi. Membuat mata Fadhil menjadi penasaran, dan ia pun menatap tajam mobil yang berwarna putih di hadapannya, dengan wajah yang terlihat menahan emosi.


"Haiis sialan tuh mobil! Gue udah sabar, tapi dia nggak pengertian juga ya! Mobil siapa sih? Nggak sopan banget ngadang jalan gue!" gerutu Fadhil dengan mata menatap tajam ke arah kaca belakang mobil putih tersebut.


Namun disaat Fadhil memperhatikan mobil kaca mobil putih tersebut, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang ganjal. "Eh, apa itu?" gumam Fadhil sembari ia semakin mempertajam matanya kearah kaca mobil tersebut.


"Apa aku tidak salah lihatkah? Mengapa aku merasa ada seorang wanita, sedang memukuli kaca mobil itu?" gumamnya semakin mempertajam matanya kearah kaca mobil depan yang memang sedikit gelap.


Disaat Fadhil semakin penasaran, tiba-tiba seorang pria berjas hitam, yang nampaknya baru datang entah dari mana, cuma sudah pastikan ia habis melakukan perjalanan jauh lewat jalur udara. Fadhil menatap pria yang baru saja datang, entah mengapa ia merasa, wajahnya Pria itu seperti familiar baginya.


"Siapa dia? Kenapa gue merasa pernah berjumpa dengannya tapi dimana ya?" gumam Fadhil, sembari ia memperhatikan pria itu yang sepertinya ia ingin masuk ke mobil putih tersebut. Namun saat pintu terbuka seorang wanita keluar dari mobil dan mendorong tubuh pria itu. Dan nampak wanita itu ingin lari namun pria itu langsung menarik rambutnya hingga Wanita itu menjerit.


"Toloooong! Toloooong saya...!" teriak wanita itu dengan matanya mengarah ke Fadhil. Seketika jantun Fadhil berdetak kencang, dengan mata yang terlihat sedikit membulat saat melihat wajah wanita itu.


"Aaah! Bukankah itu temannya bini Adnan? Siapa namanya hum...Ah Billa yaa? Tapi mengapa pria itu menahannya? Huh! Sebaiknya gue tak perlu ikut campur dengan urusan mereka" gumam Fadhil, yang kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Wanita yang terlihat sedang dipaksa masuk oleh Pria berjas hitam tersebut. Namun matanya sulit untuk beralih.


Karena rasa penasaran mata Fadhil kembali melihat adegan kekerasan itu. Bahkan jantungnya semakin berdetak kencang saat Pria itu menampar pipi wanita tersebut, yang ternyata ia adalah sahabatnya Kirana, yaitu Salsabila.


"Sialan! Dasar Pria nggak punya etika main tampar didepan umum! Tidak bisa dibiarkan kalau begitu!" gumam Fadhil terlihat geram lalu ia pun langsung turun dari mobilnya, dan bermaksud menghampiri mobil putih tersebut. Namun ia kalah cepat karena mobil itu keburu pergi membawa Billa dengan paksa.


"Aakh! Brengsek, mereka langsung kabur! Sebaiknya gue kejar mereka!" gerutu Fadhil yang kemudian ia kembali memasuki mobilnya, lalu dengan cepat ia menyalakan mesin mobilnya, dan tak berapa lama mobil pun melaju dan mengikuti mobil yang membawa sahabatnya Kirana tersebut.


Aksi kejar-kejaran pun terjadi, karena sepertinya supir yang membawa mobil putih itu tahu kalau, mobil mereka sedang diikuti oleh Fadhil. Dan sepertinya ia juga sangat lihai dalam mengemudikan mobilnya. Sehingga Fadhil sedikit kewalahan, dalam mengejar mobil tersebut.


Namun sepertinya Fadhil memiliki trik tersendiri, ia sengaja memperlambat mobilnya, hingga sang supir mobil putih menyangka ia telah terbebas dari kejaran, Fadhil. Hingga akhirnya mobil putih itu memasuki sebuah gerbang dari sebuah gudang yang nampaknya sudah tak terpakai lagi.


"Heh, sepertinya gue nggak bisa masuk sendiri kesana! Sebaiknya gue panggil anak-anak buah gue dulu!" gumam Fadhil, yang ternyata ia sudah memarkirkan mobilnya, tak berapa jauh dari gudang tua tersebut. Dan tak mau nunda-nunda waktu ia pun langsung menghampiri benda pipihnya, lalu dengan segera ia menghubungi beberapa anak buahnya agar segera datang ke lokasi yang tempatnya berada.


Karena memang anak-anak buah Adnan dan Fadhil adalah orang-orang pilihan, membuat mereka, dengan mudah dan cepat sudah berada di lokasi tempat Fadhil berada, dan mereka juga datang di lengkapi dengan senjata-senjata api pilihan.


"Baiklah apakah kalian sudah siap?" tanya Fadhil, sembari ia memakai rompi anti peluru, yang baru saja diberikan salah satu anak buahnya.


"Siap Bos, tapi kalau boleh tahu, apa misi kita kali ini Bos?" tanya salah satu anak buahnya.


"Misi kita kali ini, menolong seorang wanita, teman dari istri Bos kita. Jadi kalian berhati-hatilah, jangan sampai melukainya! Apa kalian paham?!" jelas Fadhil terdengar tegas.

__ADS_1


"Paham Bos!" jawab mereka dengan serentak.


"Bagus! Sekarang ayo kita bergerak Sekarang!" tegas Fadhil lagi, yang kemudian, mereka pun berjalan mendekati gudang tua tersebut dengan perlahan tapi pasti.


*****


Sementara didalam gudang.


Terdengar suara jeritan Billa yang begitu kencang, dan dibarengi dengan suara tertawa terbahak-bahak dari beberapa pria, yang terlihat sedang menyaksikan, Bosnya sedang menarik dan merobek baju si wanita, yang terlihat tangan dan kakinya sedang diikat.


"Toloooong...saya mohon tuan, saya tidak tahu apa-apa! Lepaskan saya!" teriak Billa dengan wajah sudah dipenuhi dengan air matanya.


"Benarkah kamu tidak tahu apa-apa? Bukankah kamu adalah temannya hah?" bentak laki-laki yang terlihat sedang mencengkram erat dagunya Wanita tersebut. "Kamu tahu, akibat ulah teman kamu, adikku mati bunuh diri dipenjara! Jadi gue harus segera membunuhnya, agar arwah adik gue ada yang menemaninya!" ujar pria itu lagi dengan tatapan mata yang dipenuhi dengan dendam.


"A-anda A-abangnya Pasha?" sentak Billa, dengan suara terdengar bergetar karena rasa takutnya.


"Iya, Gue Abangnya Pasha! Dan gue datang dari luar negeri untuk balas dendam atas kematian adik gue!"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


Iklan Novel.


Oh iya, selagi menunggu Author update, kunjungi yuk, Novelnya Author ♥️ Erma_Roviko ♥️


temannya Author, yang In shaa Allah ceritanya seru loh guys. Dan ini Covernya 👇



Biar tambah penasaran author kasih deh Cuplikannya cus cekidot! 😉👇


...*♥️Si Cupu Untuk Tuan Samuel ♥️*...


Karya: erma _roviko

__ADS_1


Bab 7 - Pelayan dadakan


"Astaga…jangan sampai pria ini mengenaliku," batin Eve yang menelan saliva dengan susah payah. "Kau orang ke seratus yang mengatakan hal yang sama," jawabnya seraya tercengir kuda.


Samuel memperlihatkan ponsel mahalnya di hadapan gadis itu, tatapan menusuk dan tajam terus mengarah ke Eve. "Akibat ulahmu yang sangat ceroboh membuat ponsel mahalku rusak," kesalnya.


"Aku tidak sengaja melakukannya, tolong…maafkan aku!" bujuk Eve yang tersenyum simpul.


"Memaafkanmu? Karena kau membuat aku rugi ratusan juta," ujar Samuel yang menahan amarah, telepon penting dengan kesepakatan menjadi gagal akibat kecerobohan gadis kecil itu.


"Saat itu aku ketakutan dan hampir putus asa, aku hanya melihatmu dan meminta pertolongan. Maaf, jika aku membuatmu rugi." jelas Eve yang memelas.


"Tidak semudah itu aku memaafkanmu."


"Aku sudah meminta maaf, sebenarnya apa kemauanmu!" ucap Eve yang meninggikan suara, membalas tatapan tajam dari pria itu dengan cara mendongakkan kepala, mengingat tingginya hanya sebatas dada pria tampan yang ada di hadapannya.


"Ck, berani sekali kau berteriak di hadapanku. Di sini kaulah yang bersalah!"


"Katakan yang sebenarnya, apa keinginanmu?" tanya Eve yang sudah pasrah.


"Aku ingin kau mengganti rugi ponsel mahal limited edition, tapi melihat penampilanmu yang sederhana membuat aku sedikit ragu." Samuel tersenyum merendahkan, berpikir jika gadis kecil itu hanya orang miskin.


"Ck, kau hanya melihat covernya saja. Berhentilah menatapku begitu!" lantang Eve, tapi seketika dia kembali berpikir. "Pria ini sungguh menjijikkan, playboy cap kapak, dia sama saja dengan kak Niki." Batinnya.


"Ya sudah kau perlihatkan saja isinya!" celetuk Samuel dengan enteng.


"Aku bukan wanita seperti itu."


"Tidak perlu basa-basi, cepat ganti rugi ponselku yang kau rusak!"


"Aku tidak punya uang," jawan Eve santai, dia tak ingin melibatkan keluarganya dengan masalahnya.


"Ck, sudah kuduga ini akan terjadi. Karena aku ini termasuk pria yang sangat baik dan bermurah hati, kau bekerja di apartemen ku menjadi seorang pelayan."


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


Hayooo penasarankan 😉


cus Akh kepoin yuk, dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga ya 😉 Syukron 🥰🙏**

__ADS_1


__ADS_2