KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
MENJELASKAN KEBENARANNYA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


"Jangan menilai sesuatu dari luarnya saja. Buruk dimatamu belum tentu buruk dimata orang lain. Kenali sebelum menghakimi.


"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." – (Q.S Al-Baqarah: 216)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Melihat sang Ayah memukul Fadhil dengan secara tiba-tiba. Membuat Billa kaget ia jadi merasa tidak enak pada Fadhil, yang sudah menyelamatkannya dari cengkeraman Rasyah. Makanya saat sang ayah hendak melayangkan kembali tinjunya dengan cepat ia pun langsung menahan tangan sang Ayah.


"Papa! Hentikan" teriak Billa, saat melihat sang ayah ingin melayangkan kembali tinjunya. "Jangan pukul dia Pah! Dia..." belum selesai Billa menjelaskan pada sang Ayah. Pria paruh baya itu langsung mendorong tubuh Billa, sehingga putrinya langsung terhempas.


"Diam kamu! Sudah seperti ini kamu di buatnya masih ingin membelanya hah? Kamu diam disitu! Kalau kamu masih membelanya. Maka kamu juga akan menanggung pukulan dari Papah!" bentak Pria itu terlihat kesal.


Karena sudah pasti setiap orang tua akan kecewa. Apabila ia mendapatkan anaknya yang kondisinya seperti itu. Karena sudah pasti akan menimbulkan kesalah pahaman.


"Mah pegang anak kamu ini!" seru Pria itu pada seorang wanita yang Sejak tadi diam, ia juga terlihat Syok saat melihat kondisi Billa


"Baik Pah!" katanya yang kemudian ia langsung memegang tangannya Billa.


Setelah ia menyerahkan Billa pada istrinya, Pria itu kembali menatap Fadhil. Dengan tatapan yang begitu geram padanya. Hingga ia kembali lagi ingin menghajar Fadhil, yang sepertinya ia enggan untuk menjelaskan kebenarannya. Sehingga ia membiarkan ayahnya Billa kembali memukuli dirinya. Membuat seorang pria yang menjadi tamu Ayah Billa langsung menahan tangannya ayah Billa.

__ADS_1


"Hentikan Herman!" seru Pria itu, "Kamu tidak bisa main hakim sendiri Herman, kamu bisa membunuhnya kalau seperti ini!" seru Pria itu lagi, memberikan peringatan pada Ayah Billa, yang di panggil Herman itu.


"Lepaskan aku Dheni! Aku memang ingin membunuhnya! Karena pria ini sudah mencoreng keluargaku, jadi dia tak pantas hidup" teriak Harman terlihat ia sangat marah sekali, karena menyangka, kalau Fadhillah yang telah membuka baju Billa.


"Kalau kamu membunuhnya bagaimana dengan Anak kamu hah?! Apa tidak sebaiknya kamu menikahkan mereka saja Herman! Karena ini sudah kepalang tanggung jadi lebih baik menikahkan mereka maka terlepaslah tanggung jawab kamu pada putri kamu Herman," ujar pria yang di panggil Dheni itu. Yang terlihat ia masih menahan tubuhnya Herman, agar ia tak memukuli Fadhil lagi.


"Menikahkannya? Apa pantas pria ini menikahi anakku Dhenis? Saat seperti ini saja ia sudah tidak menghargai putriku!" balas Herman yang masih menatap Fadhil dengan tatapan mematikan.


"Tidak ada pilihan lain Herman! Karena siapa lagi yang akan menerima putri kamu yang sudah seperti itu hm? Jadi aku rasa hanya dia yang mau menerima putri kamu apa adanya," ujar Dhenis lagi, membuat Ayah Billa terlihat lemas, ia bahkan langsung terduduk sedih. Karena ia sebenarnya mengakui kalau perkataan temannya benar adanya.


"Huh! Mengapa ini terjadi pada putriku, padahal aku banyak menaruh harapan padanya. Lalu bagaimana dengan anak kamu Dhenis?" ucap Herman, terlihat sedih ia juga merasa tidak enak pada sahabatnya itu.


"Kamu tenang saja Herman, soalnya aku juga belum mengatakan apa-apa pada anakku. Jadi aku sarankan sebaiknya secepatnya kamu menikahi mereka sebelum hal yang lebih memalukan akan terjadi," jelas Dhenis sembari ia tersenyum lembut pada Herman.


"Hai, kamu duduklah disitu!" titah Herman pada Fadhil yang terlihat sudah babak belur, dilantai ruang tamu, ia terlihat sedang bersimpuh tanpa mengeluarkan sepatah katapun untuk membela dirinya.


Billa yang sejak tadi hanya menangis menyaksikan Fadhil di pukulin, kini langsung berontak, sehingga genggaman sang ibu pun terlepas. Lalu ia langsung menghampiri sang Ayah sembari ia bersimpuh di depannya.


"Pah, dengarkan penjelasan Billa dulu Pah! Bukan Pak Fadil yang melakukan bila seperti ini! Justru dia yang telah menyelamatkan Billa Pah! Jadi jangan paksa Pak Fadil untuk menikahin Billa Pah," jelas Billa yang terlihat ia masih bersimpuh, dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Diam kamu! Pria ini sudah melihat tubuh kamu seperti itu, kamu masih ingin membelanya hah? Kamu sudah seperti wanita yang nggak punya harga diri lagi!" bentak Herman terlihat geram melihat anaknya itu. Ia juga seperti tak mau mendengarkan penjelasan dari Billa.


"Ndari! bawa Bawa anak kamu ini kekamarnya! Jangan biarkan dia keluar dari kamar, sebelum pria brengsek ini menikahinya!" lanjut Herman lagi pada Istrinya, yang di panggil Ndari itu.

__ADS_1


"Baiklah Pah! Ayo Nak kita ke kamar," ajak wanita paruh baya yang dipanggil Ndari itu oleh Herman.


"Tapi Mah, Pah! Pak Fadhil nggak salah Mah! Dia hanya menolong Billa! Karena yang salah sebenarnya adalah Roy Mah pah!" jelas Billa, yang masih berusaha menjelaskan kebenarannya pada orang tuanya.


"Cepat bawa dia Ndari!" bentak Herman lagi, yang sepertinya ia benar-benar tak percaya pada penjelasan Billa.


"Iya Pah, ini juga mau di bawa! Ayolah nak, biarkan Pria itu menjelaskan pada Papa kamu!" ajak Ndari, yang akhirnya Billa menurut karena ia tak ingin Papanta marah pada sang ibu.


"Dan Kamu cepat duduk disini! titah Herman pada Fadhil.


"Baik Pak!" balas Fadhil yang akhirnya ia pun duduk di hadapan Herman.


"Apa kamu keberatan hah? Untuk menikahi Anakku?" tanya Herman dengan ya yang sangat dingin pada Fadhil.


"Saya tidak keberatan Pak! Saya akan menikahi anak bapak, tapi sebelumnya saya ingin mengatakan sesuatu dulu, apakah bapak mau mendengarkannya?" tanya Fadhil yang terlihat, begitu tenang.


"Baiklah saya akan dengarkan! Sekarang cepat kamu katakan!" tanya Herman yang masih melihat Fadhil dengan tatapan kebencian.


"Saya ingin mengatakan, bahwa yang dikatakan anak bapak benar adanya!"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2