KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
FADHIL FAZL.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


"Tidak masalah Jika orang tidak mengerti masalahmu. Begitulah Hidup, karena sejatinya yang paling mengerti dirimu adalah dirimu sendiri dan Allah.


So, Hadapilah semuanya nikmati dengan rasa Syukur. Dan terimalah semua ujian dengan rasa sabar. In shaa Allah akan indah pada waktunya nanti.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Satu Minggu hampir mendekati.


Membuat Fadhil semakin gelisah, hingga membuat dirinya menjadi tidak fokus dalam pekerjaannya. Membuat Rizwan Ayahnya Adnan, sedikit heran. Karena yang dia tahu, asisten anaknya itu tak pernah sekalipun melakukan kesalahan. Hingga ia menjadi orang kepercayaan bukan hanya Adnan saja, tapi dirinya juga sangat mempercayai Fadhil. Bahkan ia sudah menganggap Fadhil sebagai anaknya sendiri.


"Ada apa dengan dirimu Nak? Mengapa kamu melakukan kesalahan begini besarnya?" tanya Rizwan tatkala mereka berada diruang rapat. Karena sepertinya mereka baru mengadakan rapat dan setelah rapat, Rizwan meminta Fadhil untuk tinggal bersamanya karena ia ingin bicara empat mata dengannya.


"Padahal kamu tahukan kalau proyek ini sangat diharapkan oleh Adnan, sampai dia enggan pergi berbulan madu. Tapi karena Papa menyakininya bahwa kamu bisa menghandlenya. Makanya dia setuju pergi, tapi kenapa faktanya bisa meleset seperti ini sih Nak?" tanyanya lagi.


"Maaf Om, saya.." balas Fadhil, namun belum lagi ia menyelesaikan Rizwan langsung memotongnya.


"Om lagi! Sudah berapa kali Papa ngomong, kalau Papa tidak suka kamu memanggil Om! Paham tidak sih kamu Fadhil?" senggak Rizwan terlihat kesal karena Fadhil selalu memanggilnya Om.


"Maaf Om, Eh Pah, Fadhil karena belum terbiasa," balas Fadhil terlihat canggung.


"Kamu tahukan? Sedari Ayah kamu menjadi Asisten Papa, kamu sudah Papa anggap anak Papa. Dan Papa juga sudah berjanji pada Almarhum Papa kamu. Kalau kamu sudah menjadi tanggung jawabnya Papa, jadi Papa tidak suka yang setengah-setengah Fadhil. Jadi kamu harus terima faktanya? Kalau Papa ini adalah pengganti Papanya kamu! Kamu paham Nak?" tegas Rizwan dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Paham Pah..maafkan Fadhil," ucap Fadhil lirih sambil menundukkan wajahnya, karena sudah pasti ia sedih, tatkala Rizwan menyinggung orang tuanya.

__ADS_1


Yaa, Fadhil Fazl berusia 27 tahun itu adalah anak Asisten Rizwan sekaligus sahabat dekat Rizwan, yang telah meninggal akibat kecelakaan mobil sepuluh tahun yang Lalu. Saat mereka hendak pulang dari perjalanan bisnisnya diluar kota. Dan ternyata ada salah satu saingan bisnis Rizwan yang tidak terima atas kemenangannya. Sehingga ia berbuat kotor dan bermaksud membunuh Rizwan. Dengan cara memutuskan tali rem mobil Rizwan.


Alhasil mobil tak bisa dikendalikan, membuat mobil akhirnya memasuki sebuah jurang. Namun sebelum mobil itu benar-benar masuk, Ayah Fadhil sempat mendorong tubuh Rizwan, sehingga ia terselamatkan, dan hanya mendapatkan luka yang lumayan parah, namun bisa tersembuhkan. Berbeda dengan Ayah Fadhil yang meninggal didalam mobil yang masuk kejurang itu bahkan mobil itu meledak ketika mencapai bawah jurang.


Jadi jelaslah sudah, mengapa saat ini Rizwan menjadi penanggung jawab, sekali gus sebagai wali untuk Fadhil. Itu karena ia merasa bersalah, pada sahabatnya itu, karena tak bisa menyelamatkannya. Malah justru dirinya yang terselamatkan oleh ayahnya Fadhil.


****


Melihat anak sahabatnya terlihat sedih, Rizwan langsung mendekati Fadhil yang sedang duduk di hadapannya. "Nak, sebegitu beratnyakah bagi kamu memanggilku Papa?" tanyanya yang kini ia sudah berdiri di sebelah kursi tempat Fadhil duduk. Dan bahkan kini tangannya sedang membelai lembut rambut Fadhil.


Fadhil tersentak kaget , saat mendengar perkataan Rizwan, apalagi saat tangan Rizwan menyentuh kepalanya, yang ia rasa semenjak ayahnya meninggal, kepalanya itu tak pernah disentuh oleh siapapun. Mendapatkan rasa disayang lagi setelah sekian lamanya menghilang membuat hati Fadhil menghangat. Sehingga dengan spontan ia memeluk pinggang Rizwan, dengan posisi ia masih duduk, sedangkan Rizwan posisi berdiri.


"Tidak Pah, tidak..! Justru Fadhil senang, karena Fadhil bisa merasakan sosok Ayah Fadhil, pada Papa," balas Fadhil didalam pelukannya Rizwan.


Mendengar perkataan Fadhil, apalagi saat putra Sahabatnya itu memeluknya, membuat Rizwan. Tersenyum bahagia, karena selama ini, melihat sifat dingin, dan pendiamnya Fadhil, membuat ia begitu sulit mendekati anak sahabatnya itu.


"Iya Pah, In shaa Allah," ucap Fadhil, sembari ia melepaskan pelukannya pada Rizwan. "Fadhil juga mau minta maaf Pah, karena telah gagal mendapatkan proyek yang begitu diharapkan oleh Adnan," lanjutnya, dengan raut wajah yang terlihat merasa bersalah.


"Sudahlah Nak, lupakan saja, mungkin proyek itu memang belum rezekinya kita Nak. Ikhlaskan saja, in shaa Allah, akan ada penggantinya yang lebih baik lagi Nak," balas Rizwan yang kini ia memilih duduk di sebelah kursinya Fadhil.


"Aamiin.." ucap Fadhil lirih.


"Oke, karena masalah ini sudah clear. Kita sebaiknya beralih kemasalahmu! Sekarang Katakan pada Papa, masalah apa yang sedang kamu hadapi Fadhil?" tanya Rizwan to the poin. Membuat Fadhil tersentak kaget.


"Eh, Ma-maksudnya Papa apa ya?" tanya Fadhil menjadi gugup.


"Sudah nggak usah basa-basi, cepat katakan! Atau kamu mau Papa cari tahu sendiri, tapi setelah itu kamu tanggung akibatnya! Kamu mau itu hm?" kata Rizwan sedikit mengancam.

__ADS_1


"Eh, tidak-tidak Pah! Fadhil kasih tahu!" balas Fadhil, sedikit bergidik, karena ia tahu bagaimana caranya Rizwan mendidik, terlihat tenang, namun menakutkan.


"Bagus! Sekarang katakanlah!" tegas Rizwan.


" Um..Itu Pah, humm.. Fadhil, diminta untuk menikahi Billa, temannya istrinya Adnan, Pah," ujar Fadhil terlihat gugup.


"Siapa Dia yang kamu menikahi gadis itu hm?" tanya Rizwan, penasaran, sembari ia menahan senyumnya. Karena sebenarnya ia amat senang mendengarnya.


"Um itu Pah..hum..orang tua gadis itu Pah, umm maksudnya Papa gadis itu, dan tanggal yang jadi penentunya kemungkinan besok Pah," jawab Fadhil apa adanya namun tetap masih terlihat gugup.


Kembali Rizwan tersenyum tipis. "Alhamdulillah, Bagus kalau begitu! Ayo sekarang kita pergi!" ajaknya semabri ia bangkit. Lalu ia langsung menarik tangan Fadhil keluar dari ruangan Rapat.


"Eh, kita mau kemana Pah?"


"Mempersiapkan pernikahan kamu!" balas Rizwan yang masih menarik tangan Fadhil.


"Hah! APAA!!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2