
┈••✾•◆❀🤎 Mutiara Hikmah.🤎❀◆•✾••┈
"Selama masih ada impian, harapan akan selalu ada. Selama masih ada harapan, kebahagiaan hidup pasti akan kita dapatkan. Asalkan kita tidak pernah lepas dari kata, berikhtiar, berdoa dan bersyukur. In shaa Allah impian dan kebahagiaan akan menghampiri kita dengan sendirinya.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤎❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Kirana, amat terkejut, saat matanya ditutup oleh tangan seseorang. Dan ia juga sudah bertanya siapa yang telah menutup matanya, namun tidak ada jawaban. Akhirnya ia memutuskan untuk mencubit tangan orang tersebut, dengan sekuat tenaga. Sehingga dengan spontan terdengarlah suara teriakkan seorang pria.
"Aw, aw aw..! Sakit Sayang ampun!" teriaknya, membuat Kirana bisa langsung menebak kalau yang menutupi matanya adalah Suaminya sendiri.
"Hubby! Bikin kaget aja sih!" tegur Kirana, terlihat kesal.
"Maaf Sayang, habis kamu sih, baca buku serius banget sih? Sampai-sampai, suaminya pulang, diabaikan!" protes Adnan, dengan memasang wajah antara sedih dan kesal.
"Eh, maaf By, Kana nggak sengaja," balas Kirana semabri ia menyalami tangan suaminya, serta dikecupnya.
"Iya nggak papa Sayang," balas Adnan, sembari ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya Kirana.
"Oh iya Hubby kok pulang cepat banget? Ini masih jam tiga sorekan? Biasanyakan jam lima kadang juga sampai habis magrib jugakan?" tanya Kirana terlihat heran, saat melihat suaminya pulang begitu cepat.
" Loh emangnya Biby nggak boleh ya pulang cepat?" tanya Adnan, sembari ia melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya, dengan wajah datarnya.
"Ya boleh dong By, Kanakan tadi cuma heran kenapa Hubby pulangnya cepat? Kalau nggak mau ngasih tau alasannya ya udah nggak papa, tapi jangan masang muka datar gitu dong! Kan nggak enak banget lihatnya!" protes Kirana, ikut melipatkan kedua tangannya juga dibawah dadanya.
__ADS_1
"Hehehe, maaf sayang, Biby pulang cepat, karena Biby mau mengajak kamu Bebymoon Sayang," balas Adnan, sembari ia memeluk tubuh Kirana, dan juga memberikan kecupan sayangnya di puncak kepalanya Kirana.
"Bebymoon, Asik dong. Emangnya kita mau Bebymoon kemana By?" tanya Kirana terlihat begitu penasaran.
"Boleh rahasia dulu nggak Sayang? Biar suprise gitu loh?" tanya Adnan, yang sepertinya ia takut kalau Kirana akan marah lagi.
Kirana tersenyum lembut pada suaminya, seraya ia menganggukan kepalanya, tandanya ia setuju kalau Adnan merahasiakan dulu kemana mereka hendak pergi.
"Alhamdulillah, Terimakasih sayang," ucap Adnan, yang kemudian ia kembali memberikan kecupan lembutnya yang kali ini ia berikan didahi istri kecilnya.
"Sama-sama By," balas Kirana masih melihatkan senyuman manisnya pada suami tercintanya.
"Oh iya ngomong-ngomong kamu tadi membaca apa sih Sayang? Sampai serius banget Biby lihat" tanya Adnan, sembari ia mengambil buku yang terjatuh tadi. Lalu ia pun membaca sampul buku tersebut.
"Iyaakan nggak papa By, untuk jaga-jaga, biar saat Kana melahirkan nanti, jadi tahu cara apa yang harus dilakukan By," balas Kirana, terlihat santai.
"Tapi Sayang, emangnya kamu nggak ngeri apa membaca buku ini? Apalagi ini ada gambarnya segala. Yang ada nanti kamu jadi takut Sayang," ujar Adnan, semabri ia menutup buku yang tadi ia sempat melihat isi dalam buku tersebut.
"Sudah jangan dibaca lagi buku ini, Biby nggak suka kamu baca buku beginian!" lanjut Adnan lagi terdengar tegas.
"Tapi By, itukan pelajaran juga By. Biar Kana nanti melahirkan mudahkan?" balas Kirana, sembari ia hendak mengambil buku yang ada di tangannya Adnan.
"Jangan membantah Sayang, Biby nggak suka kamu membaca ini," ujar Adnan, sembari ia melemparkan buku tersebut, kedalam danau buatan yang kebetulan memang sengaja dibuat, di dekat sekitar taman mansion mereka.
"Eh, kok dibuang sih By! Kana bacanya juga baru sedikit By!" protes Kirana terlihat kesal karena buku yang baru ia beli sudah dibuang kedalam air Danau.
__ADS_1
"Tenanglah sayang, kamu tidak usah khawatir. Percaya pada Biby, kamu pasti akan gampang melahirkan anak kita. Karena Biby punya tips sendiri, agar kamu gampang melahirkan nanti," balas Adnan, sembari ia merangkul pundak istrinya.
"Hubby, punya tips sendiri? Emangnya apa tipsnya Hubby?" tanya Kirana terlihat begitu penasaran.
"Rahasia dong Sayang," balas Adnan sembari ia mengedipkan sebelah matanya.
"Iiss Hubby! Kok main rahasia-rahasiaan segala sih! Bikin bete deh!" protes Kirana terlihat kesal pada suaminya.
"Hmm, gue nggak mungkin bilang jugakan, kalau tips gue tips hot," batin Adnan, dengan senyum seringainya.
"Iiikh, Hubby kok malah bengong sih! Bukannya jawab pertanyaan Kana!" tegur Kirana, karena melihat Adnan yang lagi membatin.
"Hehehe... Sabar dong Sayang, nanti deh Kalau usia kandungan kamu, sudah mau memasuki sembilan bulan, baru deh Biby mainkan tipsnya setiap hari. Agar kamu gampang banget pokoknya melahirkannya," ujar Adnan, sembari ia mengelus kepala Kirana penuh kasih sayang.
"Huh! Tetap aja bikin penasaran! Udah akh Kana mau mandi saja!" balasnya seraya ia melangkahkan Kakinya meninggalkan Adnan begitu saja.
"Loh sayang! Biby kok ditinggalin sih!" seru Adnan, karena Kirana terlihat sudah semakin menjauh.
"Biarin habisnya Hubby, sudah main rahasia-rahasiaan sih sama Kana!" balas Kirana, namun ia tak mau menoleh ke arah suaminya, yang kemudian ia langsung memasuki mansion mereka.
"Haiis.. kayaknya ngambek dah tuh bini kecil gue, gara-gara tips hot yang gue masih rahasiain sih!" gumamnya Adnan
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.
__ADS_1