KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
GURU KILLER.


__ADS_3

Mendengar ejekan dari Adnan, Kirana mencibirkan bibirnya, ia terlihat kesal, sekaligus malu. Karena sebetulnya ia juga tak menyadari bisa makan Segitu banyak. Tapi itu juga di karenakan makanan yang di bawa Adnan.


"Kenapa? Apa saya salah hm? Bukankah hanya orang memiliki perut karet saja yang bisa menghabiskan segitu banyak makanankan?" tanya Adnan datar.


"Apaan sih Pak? Kan Pak guru sendiri yang ngasih saya! kenapa protes sih!" ketus Kirana, semakin sebel melihat wajah Adnan.


"Kata siapa saya protes? Justru itu bagus! Karena itu artinya kamu sudah sehat, jadi besok seharusnya kamu bisa sekolah lagi." terang Adnan.


Mendengar kata sekolah, wajah Kirana langsung berubah. "Sekolah? Buat saya sekolah lagi? Selama ini juga saya sekolah karena saya tidak ingin mengecewakan Bunda. Dan sekarang Bunda sudah tidak ada! Jadi saya tidak perlu lagi sekolah Pak!" balas Kirana terlihat ada kesedihan serta kesal di raut wajahnya.


"Dasar anak bodoh! Kamu pikir setelah Bunda kamu meninggal dia tidak akan tahu begitu hm?"


Mendengar kata Bodoh terlihat Kirana menjadi kesal kembali pada Pria yang memang amat ia tidak sukai itu.


"Bapak senang sekali ya mengatakan saya bodoh!" kata Kirana dengan tatapan kebencian pada Adnan.


"Memang faktakan kamu bodoh? Kalau kamu tidak bodoh kamu tidak akan berpikir seperti itu! Asalkan kamu tahu, walaupun Ibu kamu sudah meninggal beliau tahu apapun yang kamu lakukan. Dan kamu tadi bilang apa? Tidak ingin mengecewakan beliau? Justru pemikiran sempit kamu sekarang saja mungkin beliau sudah sedih. Jadi saya tidak salahkan mengatakan kamu bodoh, hm?" terang Adnan dengan memasang wajah datarnya.


Mendengar perkataan Adnan Kirana terdiam. Namun kekesalan di wajahnya masih terlihat jelas. Apalagi disaat Adnan yang berkali-kali mengatakan kata bodoh. Membuat ia rasanya ingin membungkam mulut Pria tersebut.


Adnan yang mengetahui kalau istrinya amat membencinya tidak mau ambil pusing. Karena ia sengaja melakukan itu, agar Kirana terpicu untuk bersekolah lagi.


"Kenapa kamu diam hm? Dan kenapa kamu menatap saya seperti itu? Apakah perkataan saya salah?" tanya Adnan secara beruntun. Namun Kirana terlihat enggan menjawabnya.


"Dhita, apakah kamu berpikir ibu kamu benar-benar sudah pergi dari mu hm?" Kirana masih diam seribu bahasa. "Gini saja deh, coba kamu pejamkan mata kamu. Dan rasakan apakah ibu kamu benar-benar sudah pergi juga di dalam hati kamu? Kalau beliau sudah tidak ada disana itu artinya ibu kamu sudah sangat kecewa sama kamu"

__ADS_1


Mendengar perkataan Adnan, membuat Kirana jadi penasaran, ia pun segera memejamkan matanya. Untuk membuktikan perkataan Adnan. Sedangkan Adnan tersenyum tipis saat melihatnya. Dan terlihat sekali ia seperti memiliki sebuah rencana.


"Bagaimana apakah kamu bisa merasakan di hati kamu, Ibumu ada?" tanya Adnan lirih. Kirana membalasnya dengan gelengan kepala saja.


"Wah, sepertinya ibu kamu benar-benar sudah kecewa, itu mungkin karena kamu yang sudah berhari-hari tidak sekolah." ujar Adnan, dengan senyum seringainya, saat melihat Kirana masih terpejam.


"Sudah cukup! Saya rasa, kamu tidak akan pernah merasakan kehadirannya, selagi kamu masih mengecewakannya. Jadi percuma kamu berlama-lama memejamkan mata. Tapi mungkin kalau kamu mau memperbaikinya, saya rasa kamu akan bisa merasakannya kembali. Jadi semuanya tergantung kamu!" kata Adnan lagi, sambil ia berjalan menuju kesofa.


"Sekarang istirahatlah, semoga besok pagi kamu sudah kembali sehat" lanjut Adnan lagi sembari ia membaringkan tubuhnya di sofa.


Kirana masih terdiam, ia masih mencerna perkataan Adnan, "Apakah yang di katakan pak guru benar? Bunda.. apakah bunda benar-benar kecewa dengan Kana? Maafin Kana Bunda, Kana janji tidak akan mengecewakan Bunda lagi, tapi jangan tinggalkan Kana ya Bunda" ucap Kirana di dalam hatinya dan tanpa terasa air matanya keluar begitu saja. Namun ia menahan Isaknya agar tak terdengar oleh Adnan.


"Sebaiknya aku secepatnya pergi dari sini. Aku tidak mau berlama-lama, berada satu ruangan dengan guru killer ini!" batin Kirana lagi, sambil mengintip apakah Adnan sudah benar-benar tertidur.


Setelah mengambil tas, dengan perlahan juga ia pun berjalan menuju pintu keluar. Namun langkahnya terhenti sejenak. "Maaf pak gurun killer, saya harus pergi dari sini. Terima kasih untuk makanannya malam ini." ucapnya di dalam hati saat Kirana melihat wajah Adnan yang sedang terlelap. Lalu ia melanjutkan langkahnya kepintu.


Sebelum keluar Kirana mengintip sekitar luar ruangan, yang terlihat sepi karena memang waktu sedang tengah malam. Setelah merasa aman Kirana pun langsung pergi meninggalkan ruangannya. Dengan tergesa-gesa karena takut ketahuan oleh pihak rumah sakit. Sesampainya di luar ia langsung mencari taksi agar secepatnya ia sampai kerumahnya.


********


keesokan paginya.


Adnan tersentak dari tidurnya, karena mendengar suara ketukan pintu dari luar. Seketika ia pun terduduk dengan mata memandang kearah tempat tidur yang terlihat kosong.


"Kemana bocah itu?" gumam Adnan, sembari ia beranjak dari sofa, dan langsung berjalan menuju ke kamar mandi. "Dhita.. Kamu di dalam?" panggilnya saat ia telah sampai di depan pintu kamar mandi. Karena tidak ada sahutan dari dalam, Adnan langsung mendorong pintu tersebut.

__ADS_1


"Eh, kosong? Kemana perginya tuh bocah?" gumam Adnan lagi lalu ia pun melangkah menuju ke meja yang terletak di samping tempat tidur. Lalu ia membuka laci yang terdapat di meja tersebut.


"Ay.. tasnya sudah tidak ada? Huh! Dasar bocah main kabur aja dia!" gumam Adnan lagi terlihat kesal, "Hah! Sudahlah sepertinya dia sudah pulang. Sebaiknya aku pulang saja, sepertinya terkejar bila aku ngajar hari ini." lanjutnya yang kemudian ia pun melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut.


********


Sementara itu di rumah Kirana.


Terlihat Kirana sudah bersiap-siap memulai kegiatan yang beberapa hari ini ia tinggalkan. Dan terlihat juga ia sudah memakai baju seragam sekolah. Karena sepertinya hari ini ia mulai masuk sekolah kembali.


"Aku tak ingin mengecewakan Bunda, jadi aku harus mengwujudkan keinginannya" gumam Kirana sambil ia memakai sepatu sekolahnya.


Setelah di rasa sudah rapih, Kirana pun mulai bergegas keluar rumah dengan terburu-buru. Karena ia tak ingin terlambat lagi kesekolah seperti kebiasaannya selama ini. Dan benar saja kali ini ia datang tepat waktu. Sehingga saat ia memasuki gerbang sekolah ia mendapatkan acungan jempol dari penjaga sekolah.


"Wah akhirnya Neng Dhita datang tepat waktu juga. Nah gitu dong jadikan Mamang nggak terus-terusan dapat teguran dari kepala sekolah" ujar penjaga gerbang saat Kirana sudah mendekat.


"Hehehe.. Maaf ya Mang, in syaa Allah setelah ini nggak lagi kok mang" balas Kirana sambil cengengesan. "Ya udah ya Mang Dhita masuk dah Mang." lanjut Kirana sambil berjalan cepat sebelum penjaga itu mengeluarkan kata-kata yang lainnya, karena disana masih banyak murid yang baru datang. Melihat Kirana yang tergesa-gesa penjaga gerbang hanya menggelengkan kepalanya saja.


Sesampainya di depan kelas, Kirana langsung menghentikan langkahnya, karena ia melihat Adnan, ternyata sudah berada di dalam kelasnya.


"Haiiis..aku lupa inikan jam pelajaran guru killer!"


________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😞

__ADS_1


__ADS_2