KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
KEJAHILAN KIRANA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈


"Ujian dikehidupan bukan menjadi batu sandungan untuk kita terus melangkah. Karena ujian adalah pernak-pernik kehidupan yang harus dilalui. Dan untuk "sukses" hanya ada satu syarat yaitu pernah "gagal."


Namun bila kita menjalaninya dengan KEIKHLASAN dan KERJA KERAS. In shaa Allah Ridho-Nya, akan mewarnai di kehidupan kita."


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Keesokkan harinya setelah mereka sholat subuh berjamaah, Adnan memilih tidur kembali. Membuat Kirana heran, karena biasanya ia akan selalu bersiap-siap untuk bekerja, hari itu bukan hari libur. Kirana pun bergegas melihat kalender.


"Bukan hari merah kok, tapi kenapa Pak Guru nggak siap-siap bekerja ya?" gumam Kirana, yang kemudian ia pun menghampiri Adnan yang terlihat masih tertidur diranjangnya.


"Pak Guru, bangun...ini sudah jam delapan loh! Emang Pak Guru nggak kerja apa?" ujar Kirana sembari ia menggoyangkan tubuh suaminya.


"Umm... Mas masih ngantuk Sayang," balas Adnan bersuarakan serak ciri khas orang bangun tidur, dengan matanya yang masih terlihat terpejam. Membuat Kirana semakin ingin mengusilinya. Dan Kirana tersenyum nakal saat ia melihat sebuah kamoceng berbulu ayam sedang tergantung, di sudut kamar, didekat pintu kamar mandi.


Kirana langsung beranjak menghampiri tempat kamoceng berbulu itu tergantung. Dan kemudian ia mencabut salah satu bulunya, lalu ia mengambil tissue basah untuk membersihkan bulu ayam tersebut. Setelah selesai ia kembali menghampiri Suaminya, dan mulai mengerjainya dengan memasukkan bulu tersebut ke telinga suaminya.


"Ummm..." Adnan menggeremeng sambil mengucek telinganya yang terasa geli, akibat dijahili istrinya. Kirana yang melihat itu ia pun tertawa lirih.


"Hihihi.. geli ya pak Guru?" tanyanya namun dengan suara lirih, agar tak terdengar oleh Adnan. Dan ia kembali memasukkan bulu ayamnya ketelinga Adnan saat ia melihat Adnan kembali tenang dalam tidurnya.


Adnan yang merasa terusik dari jahilan pertama Kirana, sebelum sudah terbangun. Bahkan ia juga mendengar perkataan lirih istrinya itu. Namun ia masih menahannya karena ingin melihat keberanian istrinya kembali. Hingga jahilan kedua Kirana mendarat lagi ditelinganya, namun kali ini ia langsung menarik tangan Kirana sehingga ia terjerembab keatas tubuhnya. Namun dengan cepat ia memutarkan posisinya yang kini Kirana dibawah kukungan Adnan.


"Umm... Dasar istri nakal! Sepertinya minta dihukum ya!" ujar Adnan geram. "Rasakan ini, pembalasan suami yang terjahilin!" lanjutnya sembari ia mengelitiki tubuh Kirana yang berada dibawahnya. Dengan spontan Kirana tertawa terbahak-bahak akibat kelitikannya Adnan.

__ADS_1


"Hahahaha.. hahahaha... ampun Pak Guru! Hahahaha.." ucap Kirana, yang tak henti-hentinya ia tertawa terbahak-bahak akibat ulah suaminya.


"Tidak ada ampun bagi istri yang nakal seperti kamu hm.." balas Adnan yang masih terus menggelitikin istrinya itu.


"Aaakh..! Hahahaha... Maaf Pak Guru.. hahaha... ampuuuun...hahaha..!" teriak Kirana namun masih terdengar tertawa kekelnya.


Mendengar kata Maaf Adnan langsung menghentikan kejahilannya. "Sudah kapok, belum hum?" tanya Adnan, yang posisinya masih diatasnya Kirana.


"Hu'um, kapok Pak Guru! Enggak lagi," balas Kirana, dengan nafasnya yang tersengal-sengal, akibat glitikan nya Adnan.


"Bagus! Makanya jangan jahil, kalau tidak mau di jahilin kamu Paham?"


"Tapi Kanakan bermaksud membangunkan Pak Guru! Emang Pak Guru nggak kerja apa?"


"Kana, Suaminya kamu ini Bos! Jadi mau kerja mau enggak, itu suka-suka Suami kamukan? Jadi kamu tidak perlu khawatir kalau Mas tidak bekerja oke?"


"Kalau nggak bisa gimana hm? Emang kamu pikir, Mas sudah selesai memberikan hukuman untuk kamu hm?" balas Adnan, dengan menyempilkan senyuman nakalnya.


"Apa hukuman lagi?!"


"Iya sayang, hukuman yang sebenarnya belum terlaksanakan," balas Adnan sembari ia mengedipkan sebelah matanya. Lalu ia mengusap bibir Kirana, sembari lidahnya membasahi bibirnya, seperti mengisyaratkan, bawah ia menginginkan sesuatu. Kirana yang seperti paham dengan isyarat sang Suami, ia langsung menutup mulutnya.


"Aah, tidak! tidak! Nanti pasti arahnya kesana! Yang kemarin aja masih sakit Pak Guru!" protes Kirana yang ia langsung teringat pada peristiwa di kamar mandi. Melihat Kirana yang ketakutan membuat Adnan malah gemas.


"Hahaha... Tapi, tidak terlalu sakit, seperti diawalkan Sayang?" tanya Adnan sembari menaik turunkan alisnya.


"Iya sih! Tapi tetap aja masih pedih!"

__ADS_1


"Itukan masih yang kedua sayang, kalau yang ketiga pasti udah nggak sakit lagi. Mau dicobaa hm?" kata Adnan kembali ia mengedipkan mata genitnya.


"Tidak! Tidak! Pokoknya Kana nggak mau!"


"Hahahaha, baiklah, karena hari ini Mas ingin membawa kamu ke suatu tempat, maka hukumannya, Mas akan tunda. Sekarang kamu pergilah bersiap, karena kita akan segera pergi." ujar Adnan, sembari ia melepaskan Kirana dari kungkungannya.


"Pergi? Mau kemana Pak?" tanya Kirana penasaran.


"Ada deh, Rahasia dong," jawab Adnan kembali lagi ia mengedipkan sebelah matanya.


"Iis, kok main rahasia-rahasiaan segala sih Pak? Kalau begitu Kana nggak mau ikut ah!"


"Ooh, baiklah kalau begitu, kita lanjutkan saja hukumannya ya tadi, gimana?" goda Adnan sembari ia menaik turunkan ke dua alisnya.


"Ay, iya iya Kana siap siap!" serunya yang kemudian ia berlari tunggang langgang kekamar mandinya. Adnan yang melihat itu langsung tertawa gemas.


"Hahahaha, Istri nakalku selalu bikin gemes! Arrrrrr!" gumam Adnan, yang kemudian ia langsung bergegas turun dari ranjangnya. "Sebaiknya aku mandi dikamar sebelah sajalah, biar cepat selesai" gumamnya lagi lalu ia pun langsung melangkah keluar dari kamarnya.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2