
┈••✾•◆❀💗 Mutiara Hikmah.💗 ❀◆•✾••┈
"Jangan pernah menyerah untuk mendapatkan impian yang belom tercapai dan Jangan pernah lelah untuk menjadi yang terbaik
Percayalah, akan ada hasil indah yang menanti disetiap perjuangan yang kita lalui, karena Allah itu Maha Adil. Tetaplah terus bersabar, berdoa, dan berusaha. Semangat!"
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
"Apakah kamu benar-benar sudah siap Kana?" tanya Adnan begitu lembut, dengan posisi dahi mereka masih menyatu satu sama lainnya dengan mata keduanya yang terlihat sama-sama terpejam. Karena merasa tidak mendapatkan jawaban, Adnan membuka matanya, dan ia melihat istrinya masih memejamkan matanya.
"Kana?" panggil Adnan dengan lembut.
"Humm?" balas Kirana hanya hmm ria.
"Apakah kamu sudah siap sayang?" tanya Adnan mengulangi pertanyaannya, namun kali ini disertai kata sayang.
"Siap Pak Guru, tapi Kana ngantuk," jawabnya dengan suara yang terdengar lemah dan malas, serta mata yang masih terpejam dengan sempurna.
Mendengar jawaban dari istri kecilnya, Adnan terlihat kaget, hingga ia melepaskan penyatuannya dari dahinya Kirana. Alhasil kepala Kirana pun langsung terjerembab ke dada bidangnya Adnan. Membuat Adnan sedikit tersentak dan ia langsung melihat wajah istrinya yang ternyata sudah tertidur pulas.
"Hah! Dia tertidur?" gumam Adnan dan ia pun langsung menepuk jidatnya sendiri. "Huh! Dasar bocah! Bikin orang gemas saja sih! Tadi begitu memaksa orang, eh sekarang malah di PHPin! Humm!" gumam Adnan lagi, sambil ia mencium gemas pipi istrinya yang masih memakai mukena itu
"Humm, Pak Guru, sakit!" rancau Kirana dengan bibir yang ia manyunkan, dan dengan mata yang masih terpejam. Membuat Adnan tersenyum gemas saat melihat bibir istrinya yang terlihat lucu dimatanya, hingga ia pun memberikan kecupan singkat pada bibir merah merona itu.
"Hmm, ya sudahlah, kalau sudah begini, mau diapain lagi? Sabar sajalah Adnan, masih ada hari esok. Jadi sekarang biarkan saja dia tertidur." gumam Adnan lagi, sambil ia membuka mukenanya Kirana, setelah mukena terlepas, Adnan pun langsung mengangkat tubuh Kirana, dan kemudian ia baringkan tubuh itu keatas ranjangnya.
Setelah Adnan menyelimuti tubuh kecil milik istrinya itu. Ia pun beranjak meninggalkan Kirana yang sudah terhanyut didalam mimpinya itu. Setelah ia mematikan lampu kamar Kirana, dan hanya memberikan lampu yang sedikit meremang. Lalu ia pun langsung pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
Setibanya didalam kamar, Adnan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya. "Aah.. Kenapa tubuhku jadi merasa lelah begini sih? Apa karena sejak tadi aku menahan hasrat ya? Hah, sudahlah, sebaiknya aku tidur jugalah," gumam Adnan, sambil ia memejamkan matanya, dan tak berapa lama akhirnya ia pun terbuai dalam lelapnya
********
05:00 pagi.
Alarm hp Kirana berbunyi, membuat Kirana tersentak, dan ia pun langsung membuka matanya. Dan seketika ia teringat pada Adnan, lalu ia pun langsung membalikkan tubuhnya, karena seingatnya Adnan, tidur bersamanya. Namun ketika ia melihat kesamping kanannya ternyata Adnan tak lagi ada disampingnya.
"Loh Pak Guru kemana? Bukankah tadi malam dia tidur disini?" gumam Kirana, dengan suara yang terdengar serak, ciri khasnya orang bangun tidur. "Haiis, sesak, kamar mandi dulu deh," gumamnya lagi, lalu ia pun berlari-lari kekamar mandi, dan tak berapa lama, ia kembali dengan, tubuh yang sudah memakai handuk, nampaknya ia baru selesai mandi.
Setelah ia memakai bajunya, ia langsung memenuhi kewajibannya terhadap Rabb-nya, dan setelah ia menyelesaikan sholat subuhnya, Kirana pun langsung keluar dari kamarnya. Dan bermaksud mencari Adnan, baru saja ia menutup pintu kamarnya. Ia sudah dikagetkan oleh suara bariton yang ia kenali, tepat di belakangnya.
"Kamu sudah bangun?"
"Eh, Pak Guru! Bikin kaget aja sih?" keluh Kirana, sambil ia membalikkan tubuhnya. "Oh iya, kenapa tadi Kana bangun Pak Guru nggak ada? Apa Pak Guru, nggak jadi bobo sama Kana ya?" tanyanya dengan wajah terlihat polos.
"Iya, soalnya saya tidak bisa tidur! Karena tadi malam di PHP-in sama kebo!" jawab Adnan asal. sambil ia melangkahkan menuju ruang makan.
"Pak Guru, apa maksudnya pak Guru tadi? Kana kok nggak paham ya?" tanya Kirana terlihat begitu penasaran.
"Sudah lupakan saja! Sekarang kamu cepatlah sarapan, karena saya harus secepatnya kekantor," balas Adnan sembari ia menyeruput secangkir kopinya.
"Iiss, jelaskan dulu Pak, baru Kana sarapan," kata Kirana, terlihat memaksa.
"Harus banget ya, saya menjelaskannya?"
"Iya dong, biar Kana tidak mati penasaran Pak!"
"Kamu ngomong apa sih Kana? Pakei mati di bawa-bawa sih?"
__ADS_1
"Ya Habis Pak Guru, nggak jelas banget sih ngomongnya, kan Kana jadi penasaran Pak?" balas Kirana, yang kembali ia menunjukkan bibir manyunnya, curi khasnya kalau sedang kesal.
"Ya sudah saya minta maaf, emangnya apa yang harus saya jelaskan hm?" tanya Adnan terlihat mengalah.
"Ya itu tadi loh Pak, yang di PHPin kebo? Maksudnya apa coba?" tanya Kirana mengulangi pertanyaannya.
"Coba deh kamu ingat, tadi malam, siapa yang merengek minta Suaminya untuk menyenangkannya diatas ranjang hm? Terus saat suaminya sudah ingin mengikuti keinginannya tiba-tiba dia malah tidur itu sama aja kamu PHPin akukan? Nah menurut kamu apa coba nama yang cocok bagi orang yang tidur diapa-apain nggak juga terbangun hm? Kebokan?" jelas Adnan, membuat mata Kirana seketika membulat kaget, setelah mendengar penjelasan Adnan.
"Iiss jadi Pak Guru, membilangin Kana kebo gitu? Jahat banget sih Pak Guru, menyamakan istrinya dengan kebo! Lagian Kana tertidur juga nggak sengaja pun" protes Kirana kesal, karena sudah dirinya disamakan dengan seekor kerbau.
Melihat istrinya yang langsung, memanjangkan bibirnya, Membuat Adnan langsung tertawa, Karena melihat istrinya marah, malah terlihat lucu dimatanya.
"Hahahaha," Kirana yang melihat suaminya malah tertawa, membuat ia semakin kesal.
"Iss! Pak Guru kok malah tertawa sih! Bukannya minta maaf gitu! Bikin sebal aja deh!" seru Kirana yang wajahnya semakin memerah.
"Hahaha, maaf, maaf Kana. Habis wajah kamu kalau begitu lucu sih, jadi aku tidak bisa menahan tawaku Kana." balas Adnan masih terlihat tertawa, membuat Kirana semakin kesal, hingga ia langsung bangkit dari duduknya, dan langsung pergi dengan menyentak-nyentakkan kakinya.
"Huh! Nggak lucu! Pak Guru menyebalkan!" pungkasnya lalu ia pun langsung pergi, dan memasuki kamarnya. dan tak berapa lama ia keluar kembali dengan membawa tas sekolahnya.
"Eh, kamu mau kemana Kana? Kamu belum menyelesaikan sarapan kamu!" seru Adnan, sambil mengejar istrinya yang sudah menyelonong keluar dari apartemennya.
"Kana nggak lapar! Habiskan aja sama Pak Guru!" balas terdengar ketus, lalu ia pun langsung memasuki lift dan menghilang di tutupi pintu lift.
"Haiis.. si kebo merajuk dah tuh!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
__ADS_1
Jangan pelit dong untuk Bonusin Author dengan VOTE nya. Biar Author semakin semangat nih 🥺
dan berikan LIKE , seta Hadiahnya juga ya 😁😁 dan jangan lupa juga KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏