
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈
Seberat apa pun cobaan yang kamu hadapi akan terasa ringan jika kamu selalu mengingat dua hal.
****
Pertama Allah tidak pernah memberikan ujian yang melampaui batas kemampuan hamba-Nya, dan kedua, Allah sangat mencintai orang-orang yang bersabar.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
"Kalian berdua dengar baik-baik! Yang dia katakan benar! Kalau Dia adalah ISTRIKU!"
Mendengar perkataan Bosnya yang bahkan menekan kata 'Istriku' membuat kedua Scurity yang sempat mentertawakan Kirana, begitu kaget. Bahkan bukan hanya mereka saja yang terkejut akan pengakuan dari bosnya. Namun semua karyawan yang ikut menyaksikan pertempuran itu pun ikut kaget. Karena memang mereka tidak pernah mendengar kabar kalau CEO mereka telah menikah.
"Ma-maaf P-Pak, ka-kami tidak tahu!" ujar Scurity tua, terlihat begitu ketakutan sehingga suara terdengar bergetar, bahan ia juga menjadi gagap.
"Bukan dengan saya kalian minta maaf! Tapi pada istriku!" ketus Adnan dengan tatapan dinginnya.
"Ma-maafkan kami Nyonya! Kami salah karena tidak mendengar perkataan Anda!" ucap Scurity tua itu lagi pada Kirana. Sambil ia membungkukkan tubuhnya yang mengisyaratkan ia benar-benar merasa bersalah. Namun, ucapan maafnya tidak direspon oleh Kirana, ia hanya mendengus kesal.
"Humm!" dengusnya lalu ia langsung membuang wajahnya, dengan tangan yang ia lipatkan dibawah dadanya. Adnan yang melihat itu langsung menyuruh kedua Scuritynya untuk pergi.
"Kalian pergilah! Dan ingat, jangan sampai kejadian ini terulang kembali, kalau kalian masih ingin bekerja disini! Apakah kalian paham?!" ujar Adnan masih menatap dingin pada kedua Scuritynya.
"Baik Pak, kalau begitu kami permisi," balas Scurity tua, dan hanya dibalas Adnan dengan lambaian dua jarinya saja.
Setelah kedua Scuritynya pergi, Adnan pun langsung menghampiri Kirana, yang terlihat sedang memandang sinis kepadanya. "Mengapa kamu tidak sekolah hm?" tanyanya saat ia sudah berdiri dihadapan istri kecilnya yang wajahnya terlihat masih memerah karena amarah.
__ADS_1
"Bukan urusan Pak Guru!" ketus Kirana, sembari ia membuang mukanya. Adnan tersenyum tipis saat melihat bibir istrinya yang sudah memanjang. Begitu lucu didalam pandangannya.
"Ay, apakah dia masih marah, karena soal yang tadi pagi? Tapi nampaknya ia sangat marah sekali, ada apa sebenarnya? Sudahlah sebaiknya bawa keruanganku dulu saja!" batin Adnan.
"Baiklah kalau begitu saya tidak akan bertanya lagi. Oh iya kamu kesini ingin menemui sayakan? Kalau begitu ayo kita ke ruangan saya," ajak Adnan, sembari ia bermaksud merangkul pundak istrinya itu. Namun langsung ditepis oleh Kirana.
"Jangan sentuh saya! Saya bisa berjalan sendiri!" ketus Kirana dingin.
"Kenapa tidak boleh menyentuh kamu? Apakah ada larangan seorang suami menyentuh istrinya hm?" tanya Adnan yang kemudian, ia langsung menarik tangan Kirana, seraya ia berkata. "Sudah tidak usah di jawab, ikut saja keruanganku!" katanya sambil ia menggandeng tangan istrinya, dan membawanya memasuki pintu lobiy kantornya.
Hampir semua mata yang berada di lobby tersebut, memandang, Adnan yang sedang menggandeng seorang gadis, berseragam abu-abu itu. Mereka juga tidak menyangka kalau bos mereka bisa memperistri seorang gadis yang masih pelajar.
______
Sementara itu Adnan dan Kirana kini sudah berada didalam lift khusus untuk para petinggi dikantornya. Setelah pintu lift tertutup, Kirana langsung menyentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman Adnan.
"Lepaskan tangan saya Pak!"
Namun saat mereka melewati meja yang diatasnya terdapat tulisan sekertaris, Adnan pun berhenti sejenak, di depan meja tersebut.
"Hani! Tolong pesankan saya makanan seperti seperti biasa oke!" titahnya, dan tanpa menunggu jawaban dari wanita yang sedang duduk di belakang meja tersebut. Adnan langsung berlalu, memasuki ruangannya dengan masih menggandeng tangan istrinya. Hani terlihat kaget saat melihat baju yang dikenakan oleh Kirana.
"Hah? Aku nggak salah lihatkan? Bukankah dia istri Pak Adnan yang kemarin? Tapi kenapa dia memakai seragam sekolah?" gumam Hani, sedikit heran dan penasaran. "Ah, sudahlah sebaiknya aku pesan makanan dulu? Nanti akan aku tanyakan langsung saja kalau makanannya sudah datang," gumamnya lagi, lalu ia pun meraih gagang telepon tablephonenya. Yang kemudian ia pun memesan makanan sesuai yang titah bosnya
********
Sementara itu didalam ruangannya Adnan.
"Duduklah Kana! Dan katakan apa yang ingin kamu katakan?" tanya Adnan setelah mereka berada di sofa yang berada diruangannya Adnan.
__ADS_1
"Lepaskan tangan saya Pak!" ketus Kirana sambil menyentakkan tangannya. Dan Adnan pun langsung melepaskan tangannya Kirana. Dan setelah itu Kirana pun duduk agak berjauhan dari Adnan.
"Oke, Sekarang katakan ada apa, kamu ingin menemui saya hm? Apakah, kamu terlalu merindukan saya, sampai kamu bolos sekolah begini hm?" tanya Adnan sambil menaik turunkan alisnya. Dengan posisi kini ia juga sudah duduk di seberangnya Kirana.
"Cih! Rugi banget saya kangen, dengan seorang playboy seperti Pak Guru!" cetus Kirana sambil memutarkan bola mata malasnya.
"Playboy? Siapa yang playboy Kana?" tanya Adnan tampak bingung.
"Ya Pak Gurulah! Siapa lagi emangnya! Dasar tukang selingkuh!" cetus Kirana, dengan tatapan yang terlihat amat marah sekali terhadap Adnan.
"Eh! Selingkuh? Siapa yang selingkuh Kana?" tanya Adnan, yang terlihat sekali ia benar-benar bingung, dengan tuduhan istrinya itu.
"Huh! Sok pura-pura tidak tahu lagi!"
"Tapi saya memang tidak tahu Kana? Dan saya juga merasa tidak pernah selingkuh dari kamu," balas Adnan apa adanya. Melihat suaminya yang masih belum mau mengakui, Kirana akhirnya, mengeluarkan handphone milik Billa setelah ia yang ia cari kelihatan, Kirana pun langsung meletakkan handphone tersebut tepat di atas meja depannya Adnan.
"Nih! Apa Pak Guru masih ingin berdalih lagi hah?" tanya Kirana begitu ketus. Dan Adnan pun langsung mengambil benda pipih itu lalu ia pun langsung melihatnya. Dan seketika ia tertawa terbahak-bahak, membuat Kirana bingung melihatnya.
"Hahahaha... hahahaha.. hahaha!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
Sesuai janji, author akan update kembali, karena Author melihat, vote akhir bertambah. Terima kasih banyak ya guys, terimakasih untuk Votenya.🙏🥰
DAN JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Jangan pelit dong untuk Bonusin Author dengan VOTE nya. Biar Author semakin semangat nih 🥺
dan berikan LIKE , seta Hadiahnya juga ya 😁😁 dan jangan lupa juga KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏
__ADS_1