KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI
GADIS NAKAL ITU ADALAH ISTRIKU!


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Hikmah Do'a.🤍❀◆•✾••┈


"Ya Allah karuniakanlah kami hati yang bersyukur


Lisan yang terjaga dan perilaku yang baik.


Berkahilah umur dan rezeki kami serta permudahkanlah urusan kami."


🤲Aamiin🤲


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Satu minggu pun telah berlalu.


Pagi itu, dirumah keluarga Adnan, terlihat senang karena hari ini adalah hari kelulusannya Kirana. Dan yang terlihat paling senang adalah Sari pasalnya, ia jadi teringat akan janji seseorang yang akan datang dihari kelulusannya Kirana. Saking senangnya tanpa terasa ia sering tersenyum sendiri. Apalagi saat ia melirik kearahnya Kirana, yang saat ini sedang menikmati sarapannya.


"Ada apa sih Mah? Kenapa Mama, senyum-senyum begitu setiap lihat Kana?" tanya Kirana yang ternyata, ia memergoki sang Mama yang selalu tersenyum-senyum saat memperhatikannya.


"Nah Papa juga tadi mau tanya begitu Nak, kenapa Mama senyum-senyum sendiri sih sejak tadi?" sambung Rizwan Ayahnya Adnan, yang ternyata ia juga melihat kelakuan aneh istrinya itu.


"Eh, nggak papa kok Pah, Nak, Mama cuma senang, aja karena hari inikan Kana lulus sekolah Pah" dalih Sari, terlihat salah tingkah karena ketahuan oleh Suami, serta anak mantunya.


"Ooh, Papa kira ada apa Mah. Oh iya hari ini Mama saja ya yang menemani Kana keacara kelulusannya disekolah. Soalnya pagi ini ada rapat dikantor, jadi Papa tidak bisa datang kesekolah Kana" ujar Rizwan, sembari ia bangkit dari duduknya, yang sepertinya ia terburu-buru hendak pergi ke kantornya.


"Baiklah Pah , tapi kalau Rapat cepat selesai, Papa nyusul ya ke sekolah Kana?" balas Sari, sembari ia memberikan tas kerja suaminya, yang kemudian ia juga menyalami tangan sang suami serta menciumnya.


"In shaa Allah Mah, ya sudah Papa berangkat ya Assalamu'alaikum" pamit Rizwan, sembari ia mengecup lembut dahi sang Istri.


"Wa'alaikumus salam."

__ADS_1


Setelah mendapatkan jawaban salamnya, Rizwan pun melangkah pergi menuju pintu keluar. Dan menghilang di balik pintu tersebut. Dan ternyata Kirana sering memperhatikan ke mesraan kedua mertuanya itu.


"Mah, Kana boleh tanya?" tanya Kirana ketika melihat ibu mertuanya kembali duduk dan hendak meneruskan sarapannya.


"Boleh dong sayang, Kana mau tanya apa hm?"


"Apakah Papa sama Mama, selalu seperti, kalau sedang bersama?" tanya Kirana terlihat penasaran. Karena, selama ini Adnan tidak pernah melakukan hal yang sama seperti Papanya.


"Selalu dong sayang, karena dalam ajaran Islam, menikah merupakan ibadah dengan kedudukan yang sangat penting dan sakral. Pernikahan disebut sebagai 'mitsaqan ghalizha' dalam AlQuran, berarti perjanjian yang amat kukuh atau kuat." balas Sari begitu sumringah,


Iyaa, sebenarnya ia sangat senang, Karena akhirnya Kirana mulai sedikit peduli, padahal selama ini ia selalu cuek, padahal Sari memang menunjukkan kemesraannya didepan Kirana, bermaksud mengasih pembelajaran sedikit padanya, bila ia nanti bersama suaminya.


"Kamu tahu Nak? Terdapat berbagai berkah di balik pernikahan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Meski aktivitas bersama pasangan halal itu terlihat sederhana, namun sebenarnya bernilai pahala dan sedekah. Selain itu, ikatan suci pernikahan menjamin keharmonisan, kebahagiaan, dan ketenangan, selama dijalankan dengan tulus." lanjut Sari lagi, yang menjelaskannya dengan penuturan yang begitu lembut.


"Ooh, begitu ya Mah?" tanya Kirana sambil memanggut-manggutkan kepalanya, tanda ia mulai memahami perkataan sang Mama.


"Oke deh Mah, ayo kita let's go" balas Kirana dengan semangat, yang kemudian ia pun ikut bangkit dari duduknya. Lalu keduanya pun beranjak dari ruangan makan, menuju arah keluar rumah.


Sesampainya diluar, ternyata mereka sudah ditunggu dengan setia oleh Fadhil, Asistennya Adnan.


"Maaf ya Fadhil, kamu jadi menunggu lama," ucap Sari, merasa tidak enak dengan sahabat anaknya itu.


"Tidak apa-apa Tante, lagiankan sudah menjadi tugas saya jugakan Tante," balas Fadhil sambil membuka pintu mobil bagian belakang. "Silahkan masuk tante" lanjutnya lagi setelah pintu terbuka.


"Terimakasih Fadhil," ucap Sari sembari ia memasuki mobil dan diikuti oleh Kirana yang kemudian ia duduk disebelah Sari.


"Sama-sama Tante," balas Fadhil, yang kemudian ia pun menutup kembali pintu mobilnya. lalu ia pun berjalan memutari mobil, lalu ia pun ikut masuk ke dalam mobil dan duduk dibelakang kemudinya.


Setelah semuanya siap, Fadhil pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Menuju ke sekolahnya Kirana. Hanya membutuhkan waktu empat puluh lima menit, Mobil Fadhil pun memasuki gerbang sekolah Kirana, yang terlihat telah ramai.

__ADS_1


Yaa karena hari itu adalah hari kelulusan murid kelas tiga. Pihak sekolah pun mengundang para wali murid untuk menghadiri acara pelepasan anak-anak mereka di sekolah tunas bangsa tersebut. Dan karena Adnan selaku walinya Kirana, tidak dapat hadir, maka Sarilah yang hadir untuk menggantikan Adnan.


Setelah para undangan telah hadir, pihak sekolah pun akhirnya memulaikan Acara pelepasannya. Di awali dengan kata sambutan oleh ketua panitia pelaksana acara. Lalu disusul dengan kata sambutan dari kepala sekolahTB. Setelah kata sambutan dari kepsek selesai. MC pun memanggil seorang pendonatur terbesar di sekolah TB tersebut.


"Baiklah sekarang mari kita Sambut pendonatur terbesar di sekolah Tunas bangsa ini, yaitu Pak Adnan Rayyan Salim, untuk Pak Adnan dipersilahkan dengan hormat," panggil MC tersebut. Dan dengan spontan para hadirin menyambut dengan tepukan tangan dengan meriah.


Pada awalnya saat MC menyebutkan sebuah nama, Kirana terlihat biasa-biasa saja. Karena memang sebenarnya Kirana paling tidak suka dengan acara-acara seperti ini apalagi harus mendengar kata-kata sambutan, yang menurutnya sangat membosankan. Maka saat MC menyebutkan sebuah nama ia seperti tidak mengenal nama tersebut.


Apalagi saat ini matanya hanya mengarah ke layar HP-nya yang kebetulan ia sedang chatan dengan Billa yang kebetulan duduk mereka sedang berjauh. Sehingga saat ia mendengar suara seorang pria yang sepertinya ia kenal, berasal dari podium. Membuat Kirana dengan spontan mengangkat kepalanya.


"Pak Guru!" sentaknya saat matanya kini mengarah ke podium dan melihat seorang Pria yang begitu gagah memberikan kata sambutannya. Namun bukan senang ia melihat orang yang ia rindukan itu. Kirana malah terlihat kesal, saat ia melihat Adnan seperti tak mengenalnya.


"Huh! Dasar Pak Guru jahat! Kana benci Pak Guru!" teriaknya tanpa sadar, membuat semua mata mengarah kepadanya. Namun Kirana tak memperdulikan itu, ia malah menyelonong keluar dari aula acara tanpa ingin melihat wajah suaminya, yang masih berada diatas podium.


Aula menjadi riuh, setelah mendengar teriakannya Kirana, rasa penasaran para wali murid lainnya, memicu ruangan menjadi semakin berisik. Yaa otomatis, mereka bertanya, "Siapa gadis nakal itu yang berani berteriak pada pendonatur terbesar disekolah TB tersebut."


"Maaf para hadirin atas ketidak nyamanan ini. Tapi saya akan menjawab, pertanyaan para hadirin semuanya, yang bertanya Gadis nakal itu yang tadi begitu berani berteriak pada saya?" ujar Adnan meredam keriuhan yang terjadi di dalam aula tersebut.


"Baiklah saya akan memberikan tahu siapa gadis nakal tersebut. Para hadirin semuanya, Gadis nakal itu adalah istriku! Kirana Ardhita!"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2