
*┉━◌⑅●♡💓Mutiara Hikmah💓♡●⑅◌━┉*
"Jangan Menyerah Ketika Yang Diinginkan Belum Bisa Didapatkan. Karena Sesuatu Yang Berharga Biasanya Tidak Mudah Untuk Diraih.
Tetap Semangat Untuk Memandang Ke Depan.
Lakukan Apapun Yang Terbaik Hari Ini.
Agar Kebaikan Juga Berpihak Pada Kita Di Masa Depan."
Tetaplah Optimis !!!
Hari Ini Akan Lebih Baik Dari Hari Kemarin.
Tetap Semangat Dan Selalu Berdo'a Yang Terbaik.
In shaa Allah, Keinginan Akan Kita Raih.😉
So, Jangan Menyerah Tetap SEMANGAT!
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┉━❖💓◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌💓❖━┉*
Kirana dan Salsabila, pun langsung pergi meninggalkan taman tersebut. Mereka terus berjalan berdua sambil sesekali bercanda. Hingga akhirnya, mereka berhenti tepat didepan rumah Billa yang memang jaraknya memang tidak begitu dari rumahnya Kirana.
Setelah berbasa-basi melakukan salam perpisahan. Kirana pun langsung pergi, Ia bahkan mempercepat langkah, agar secepatnya ia Sampai dirumahnya. Dan setibanya ia didepan rumah, Kirana melihat Adnan sedang membuka pintu mobilnya. Karena ia masih sedikit ngos-ngosan akibat ia sempat berlari tadi, membuat ia sulit mengeluarkan suaranya.
"Ha..ha..Pak.. Guru ha..mau kemana ha..ha..?" tanyanya sedikit tersengal-sengal.
"Ya mau cari kamulah! Tadikan saya bilang jangan lama-lamakan! Tapi kenapa kamu lama sih? Dan itu habis ngapain, kenapa kamu sampai ngos-ngosan gitu sih?" tanya Adnan bertubi-tubi, dengan wajah terlihat kesal, dan juga heran.
"Hehehe... Maaf Pak Guru, urusannya tadi sedikit panjang, jadi lama deh." balas Kirana seraya cengengesan, sambil menggaruk pipinya yang sebenarnya tak gatal.
Adnan mengernyitkan dahinya. "Lalu kenapa nafas kamu sampai tersengal-sengal begitu hm?" tanyanya lagi.
"Itu.. hehehe, tadi saya habis lari-lari pak biar cepat sampai" balas Kirana masih terlihat cengengesan.
__ADS_1
"Oh, ya sudah ayo kita pulang" ajak Adnan yang kembali membuka pintu mobilnya.
"Eh, loh kok pulang Pak? Sayakan belum mencari.."
"Batas waktu kamu sudah habis! Siapa suruh tadi kamu malah pergi! Jadi sekarang jangan membantah ayo cepat naik!" potong Adnan, terdengar tegas.
"Yaah, Pak Guru kok gitu sih? Inikan bukan maunya saya Pak! Lagian tadikan Pak Guru sendiri yang memberikan izin," protes Kirana, yang sepertinya ia enggan mengikuti perintah suaminya itu.
"Kenapa jadi menyalahkan saya hm? Tadikan saya sudah mengatakan jangan lama-lamakan? Jadi menurut kamu salah siapa hm?" kata Adnan terdengar datar.
"Umm ya salah Billa dong Pak, kan dia yang mengajak saya!"
"Sudah! Jangan banyak alasan cepat masuk! Kamu ingatkan tidak boleh..?"
"Iya iya, ingat! Huh! lagi-lagi itu mulu yang keluar! Huh, dasar Pak Guru egois!" umpat Kirana, sambil ia menyentakkan kakinya. Yang kemudian ia pun langsung masuk ke mobilnya Adnan, dengan wajah yang terlihat kesal. sambil memuncungkan bibirnya. Membuka Adnan yang melihatnya tersenyum lucu.
Setelah Kirana berada didalam mobilnya, Adnan langsung menyusul masuk, dan setelah berada didalam mobilnya ia pun mulai melajukan Kembali mobil tersebut dengan kecepatan sedang. Selama dalam perjalanan, suasana mobil begitu hening. Namun itu hanya sesaat karena pada akhirnya Adnan membuka suaranya.
"Apakah ada yang ingin kamu makan Kana?" tanya Adnan dengan lembut.
"Tidak ada!" jawab Kirana singkat dan terdengar ketus.
"Tidak!" jawab Kirana semakin singkat dan tetap ketus. Adnan yang mendengar itu, pun tak ingin bertanya lagi. Alhasil suasana mobil kembali hening. Sampai mobil memasuki area perparkiran apartemen milik Adnan.
Setelah Adnan memarkirkan mobilnya dengan sempurna. Kirana pun langsung turun, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Bahkan ia langsung menyelonong pergi begitu saja tanpa mau menunggu Adnan yang masih berada di dalam mobilnya.
"Haiiis..Istri labilku ambekan banget ya orangnya? Ah sudahlah biarkan saja, nanti juga dia baik sendiri," gumam Adnan sambil memandangi kepergian Istrinya. Lalu tak lama ia pun ikut turun dari mobilnya, setelah menutup pintu mobilnya Adnan pun langsung berjalan memasuki lobby apartemennya, dan terus berjalan hingga memasuki lift menuju kelantai atas tempat apartemennya berada.
Setibanya ia depan apartemennya, Adnan menggelengkan kepalanya, karena ternyata Kirana, masuk tidak langsung menutup pintunya kembali, ditambah lagi, ia suasana apartemen masih gelap.
"Haiiis.. tuh bocah main nyelonong aja ya kekamarnya. Tanpa mau menutup pintu bahkan tak mau menghidupi lampu?" gumam Adnan sambil ia mengunci pintu apartemennya dan juga langsung menghidupkan lampunya. Setelah itu ia pun juga langsung pergi kekamarnya.
______
Sementara Kirana yang didalam kamarnya.
"Huh! Pak Guru menyebalkan! Selalu aja omongannya yang harus didengar! Dasar egois!" gerutu Kirana, sambil ia melempar tasnya, begitu juga dengan sepatu yang baru ia pakai, ia campakkan kesembarangan. Bahkan hijab yang baru ia buka juga seperti itu, sehingga kamarnya terlihat sangat berantakan.
__ADS_1
"Au akh! Bikin kesal aja tuh Guru killer! Mendingan gue mandi dah!" gumamnya yang kemudian ia langsung pergi ke kamar mandi. Dan tak berapa lama ia kembali keluar dengan memakai handuk kimononya saja. Setelah itu bukannya memakai baju terlebih dahulu ia malah membanting tubuhnya ketempat tidur. Dengan posisi telentang dengan kaki masih terganu dibawah.
"Akh, jadi kangen Bunda sih? Biasanya setiap ada masalah. Pasti Bunda akan bertanya, sambil mengusap-usap rambutku. Umm Bunda Kana kangen banget sama bunda," gumam Kirana sambil ia memejamkan matanya. Namun di sudut pelupuk matanya sudah mengalir air bening.
"Jangan menangis Nak, katanya anak Bunda wanita yang hebat, masa begini saja kok nangis?"
Mendengar suara yang amat ia kenali, Kirana langsung membuka matanya. Dan terlihat seorang wanita paruh baya sedang tersenyum manis padanya. Dan kirana pun langsung memeluknya.
"Bundaaa! Kana kangen Bunda hiks..Kana tahu kalau Bunda sangat menyayangi Kanakan? hiks.." ujar kira yang kemudian ia pun mencium pipinya wanita yang ia panggil Bunda itu. Namun tiba-tiba wanita itu mendorong tubuh Kirana seraya ia berkata.
"Bunda tidak sayang kamu lagi! Karena kamu tidak pernah mau mendengarkan omongan Bunda. Sekarang kamu sudah menjadi Anak nakal, Bunda tidak mau mempunyai anak yang nakal seperti kamu!" pungkas wanita itu, dan ia pun langsung pergi begitu saja.
"Tidak Bunda, jangan katakan itu! Bundaaa, jangan pergi Bunda.. huhuhu.. Kana janji tidak akan nakal.. hiks.. Bundaa Kana juga janji akan mendengar kata-kata Bunda..hiks.. hiks.. Jangan pergi bunda.. hiks ...hiks... Bundaaaaaaaa!!" teriak Kirana sejadi-jadinya memanggil-manggil sang Bunda. Di saat bersamaan, ia juga mendengar seorang pria memanggil namanya.
"Kana! Kana! Bangun Kana! Bangun!"
Kirana pun langsung tersentak, dan ia melihat Adnan tepat didepannya. "Pak Guru.. huaahuhu.. hiiks..hiks.." sahutnya Dan ia pun langsung memeluk Adnan dan menangis sejadi-jadinya.
"Sssth.. kamu kenapa Kana? Kamu bermimpi buruk ya?" tanya Adnan sambil mengusap-usap punggungnya Kirana.
"Bunda pak Guru, hiks.. hiks... Bunda bilang benci sama Kana.. heuheuheu.."
"Sssth.. itu hanya mimpi Kana, dan hanya bunga tidur itu Sayang. Jadi mana mungkin Bunda kamu membenci kamu" ucap Adnan lembut masih mengelus punggung serta kepala Kirana penuh kasih sayang. Bahkan ia juga memberikan kecupan lembut pada puncak kepalanya Kirana.
"Tapi itu kayak nyata Pak Guru, hiks..hiks.."
"Itu hanya Mimpi buruk, makanya kamu tidur itu yang benar dong masa anak perempuan tidur seperti ini sih, dan cuma pakai handuk aja lagi!" tegur Adnan yang ternyata ia tadi sempat melihat handuk Kirana yang di bagian bawah tersikap, hingga menampakkan sesuatu yang sedang ia hindari.
"Haiiis, cobaan apa ini? Kenapa bocah ini sembrono banget sih! Haiis gawat, junior langsung beraksi, sebaiknya gue cepat keluar dari sini, bisa bahaya kalau terus disini"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏