Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Bertemu Mertua


__ADS_3

Ting.. ting..


Mobil melaju sampai ke halaman Mansion Ansari. Dengan sigap supir membukakan pintu untuk mama Ani.


Pak Rin yang kebetulan ada di luar untuk menunggu nona mudanya kembali, malah mendapat kejutan. Nyonya nya rupa nya sudah pulang.


Tergopoh-gopoh Pak Rin menghampiri mama Ani.


" Nyonya anda sudah pulang ". Akhir-akhir ini rumah itu penuh dengan kejutan. Dimulai dari tuan mudanya yang bilang akan menikah, nona mudanya yang keramahan nya di atas rata-rata, dan sekarang nyonya nya pulang tiba-tiba tanpa pemberitahuan dan tanpa suaminya.


" Hahhah pak Rin kau tidak berubah yah, selalu sigap ". Satu Minggu di tinggal memangnya bisa langsung berubah.


" Silahkan masuk nyonya ". Mempersilahkan mama Ani masuk.


Mama Ani pun masuk kedalam mansion. " Assalamualaikum.. Andra.. ". Teriaknya. Suaranya bahkan bergema di dalam di segala ruangan. Para pelayan yang mendengarnya juga ikut terkejut, tapi mencoba untuk tetap tenang. Bagaimana pun itu urusan majikannya.


Andra yang berada di ruang kerjanya yang berada di lantai dua langsung turun ke lantai pertama.


" Astaghfirullah mah.. gak usah teriak-teriak kan bisa ". Menuruni tangga dan langsung di hampiri mama Ani. " Mama udah pulang? Kok gak bilang-bilang? ".


" Mama belum pulang masih ada di pesawat, sekarang ini cuman bayangan nya mama Ani doang ". Ketus mama Ani.


Andra menggelengkan kepalanya mendengar perkataan mamanya itu. " Waalaikum salam ". Mencium tangan kanan mamanya. Yah salamnya baru dijawab.


" Mama kok gak bilang kalo mau pulang, kan bisa Andra jemput. Trus papa kemana? Gak mungkin kan mama ninggalin papa ".


" Bukan mama yang ninggalin papa, tapi papa yang ninggalin mama ". Duduk di sofa dan diikuti oleh Andra.


" Maksud nya? ". Bukan meninggalkan karena wanita lain kan, Itu tidak salah sih karena papa Rangga memang pergi menemui mantunya itu, yang pastinya seorang wanita.


" Katanya papa ada urusan tadi, jadinya mama disuruh pulang duluan pas di bandara ".


" Oh.. Andra kirain karena ada api ".


" Ishhh gak mungkin lah papa mu berani, oh yah mantu mama Kemana? ". Padahal sudah tahu kalau Laras tidak ada, tapi masih bertanya. Mungkin supaya tidak di curigai.


" Istriku lagi keluar, ketemu sama teman-temannya ". Tidak mungkin dia ikut kan.


" Oh.. ".


Ting.. ting.. ting..


Suara klakson mobil terdengar di luar. 'apa istri manis ku udah pulang yah'. Tiba-tiba suasana hatinya menjadi berbunga-bunga. Dengan cepat dia berdiri bangkit dari duduknya den menuju ke pintu. Niatnya ingin menyambut Laras.


Mama Ani yang melihatnya menjadi tersenyum senang, melihat jika anaknya itu memang sangat bersungguh-sungguh dengan istrinya.


" Assalamualaikum ". Sayang yang datang nyatanya bukan Laras melainkan papa Rangga. Dan seketika raut wajah Andra menjadi kecewa dan datar.


" Eh.. Andra ngapain kamu didepan pintu? Jangan-jangan kamu mau menyambut papa? ". Tidak seperti biasanya kan, pede sekali dia.


" Waalaikum salam ". Mencium tangan kanan papanya.


" Andra kira istri saya yang pulang ". Kepedean papa Rangga tiba-tiba jatuh.


" Cik, papa kira papa yang disambut ".

__ADS_1


" Udah selesai urusannya pah? ". Mama Ani ikut mencium tangan suaminya.


" Iya udah ". Tersenyum.


Tak lama kemudian suara klakson mobil lagi-lagi berbunyi, sepertinya sekarang barulah yang ditunggu-tunggu yang datang. Rumah nya sekarang benar-benar seperti ada hajatan saja. Sudah ada tiga mobil berbeda yang datang.


Seketika raut wajah Andra menjadi cerah kembali, Mama Ani dan papa Rangga yang melihatnya juga ikut bahagia.


" Ehem ". Memperbaiki kembali wajahnya yang senyum tadi menjadi datar kembali, supaya imejnya lebih terjaga.


Andra keluar pintu dan melihat istrinya menuju ke arahnya. " Assalamualaikum mas ". Mencium tangan kanan Andra.


" Waalaikum salam, kenapa lama sekali? ". Marahnya hanya ada diluar, tapi sebenarnya di dalam dia merasa senang, karena Laras pulang dan tidak kabur. Tapi siapa sih yang akan kabur, jika di berlakukan seperti itu.


" Ma.. maaf mas, tadi kami sempat lama ngobrol nya ". Menunduk sambil meremas pinggir bajunya .Bagaimana kalo suaminya itu marah dan tidak mengizinkan nya lagi keluar?.


Andra yang melihatnya menjadi gemas sendiri, istrinya benar-benar manis disaat-saat seperti itu.


" Wah... Mantu mama udah pulang ". Mama Ani Langsung berhamburan memeluk Laras. Laras hanya diam, bergeming. Terkejut sudah pasti. Siapa wanita paruh baya ini? Yang langsung memeluk nya tiba-tiba. Pikirannya sudah merantau kesana-kemari.


'mantu?.. haaah!! Mantu??, Jadi dia...'. Yah baru sadar. Laras melirik melihat Andra dan di angguki olehnya. Andra seperti bisa tahu apa yang ada dipikiran Laras.


" Udah mah.. kasian mantu kita. Coba lihat dia nampak terkejut ". Papa Rangga kemudian membuka suara, saat melihat sebagaimana terkejut nya Laras, dan juga ia ingin menggoda Laras. Bagaimana nanti terkejutnya Laras saat melihat pria yang ditolongnya rupanya ayah mertuanya sendiri.


" Oh iya, maaf yah. Ah... Mama senang banget ". Akhirnya melepas pelukannya.


" Haha gak pa-pa tante ". Canggung Laras


" jangan panggil Tante dong, tapi mama ". Tersenyum dia mengatakan nya.


Laras yang baru sadar kalau tadi dia sempat mendengar suara tidak asing di telinganya itu, kemudian menengok kebelakang mama Ani. Seketika pupil Laras membulat. 'pria itu'.


" Hai Laras kita ketemu lagi ". Andra dan mama Ani yang mendengar perkataan papa Rangga. Menjadi bertanya-tanya sendiri. Bertemu lagi? Maksudnya?.


" Ahh tuan??.. kenapa anda bisa ada disini? Bagaimana dengan luka tuan? Apa sudah dibawa ke rumah sakit? Tapi sepertinya tuan sudah tidak apa-apa ". Dikira akan kaget karena kedatangan papa Rangga, ini malah kaget karena rupanya tuan yang ditolongnya itu berdiri dengan sangat sehat. Berbeda sekali saat bertemunya tadi.


" Haa?? Luka? Pah.. papa gak apa-apa kan? ".


" Hahah enggak, tadi papa cuman isengin mantu kita ajah ".


" Ha!? Papa ngisengin istri Andra? ". Dan diangguki oleh papa Rangga, Andra terkejut saat mendapat tanggapan anggukkan. Ia langsung melirik kearah Laras yang sedang mematung entah apa yang dipikirkannya.


Yang membuat pikiran Andra jadi kemana-mana. 'sebenarnya apa yang dilakukan papa sama istri ku?'. Ingat bukan yang macam-macam yah. Kan tidak lucu kalau judul novelnya berubah jadi 'hubungan gelap ayah dan istriku' atau cintaku berlabuh di mertuaku atau mantuku?' malah jadi novel poligami.


'papa?.. haa!! Ma.. maksudnya tuan ini ayah mertuaku gitu? '. rupanya pikiran Laras malah mengarah kesitu. tapi siapa sih yang tidak terkejut dalam kondisi seperti itu.


" Ras kamu gak apa-apa kan? Gak di apa-apain sama orang tua itu kan ".


" Ah.. gak pa-pa mas, Laras cuman terkejut saja ". Muka terkejutnya masih ada.


" Pah.. sebenarnya apa yang papa lakuin ke istriku ". 'cik, bawahan gue gak becus banget'


" Iya pah, sebenarnya apa yang papa lakuin ke mantu kita ". Mama Ani juga ikut penasaran.


" Baiklah papa bakalan jelasin, tapi kita masuk dulu. Biar nyaman bicaranya ". Saran papa Rangga dan diangguki ketiganya.

__ADS_1


Di sofa


Terlihat dua pasangan duduk saling berseberangan. Dan di mejanya sudah ada minuman, entah kapan minumannya ada disitu.


" Tadi, papa cuman ngisengin Laras ". Papa Rangga mulai menjelaskan nya.


" Yah, ngisengin gimana pah? ". Potong Andra tak sabar. Pikirannya sudah kemana-mana dari tadi. Bagaimana jika istri nya itu tidak di terima oleh papa nya? Memangnya Andra pikirin? Yah enggak lah.


" Mas, tadi tuan.. ".


" Bukan tuan.. tapi papa ras ". Lagi-lagi potong Andra.


" Eh iya, tadi papa cuman... ".


" Biar papa ajah yang jelasin ". Tiba-tiba potong lagi Andra. Sepertinya sekarang kebiasaan Andra bertambah lagi. Suka sekali dia memotong perkataan orang lain.


" Jadi gini... tapi sebelum nya papa minta maaf yah ras ". Perkataan nya itu semakin memperkuat tanggapan nya yang tidak-tidak tadi.


" Eh.. iya pah, gak pa-pa ". Untung Laras baik.


" tadi papa cuma menguji Laras, hanya itu. Dan rupanya dia lulus ". Penjelasannya benar-benar padat singkat dan jelas.


" Menguji? Menguji apa? ". Andra tetap curiga pada ayahnya, walau tidak seperti tadi. Malahan sekarang ia sedikit senang karena katanya Laras lulus.


" Iya menguji apa pah? Emangnya ada ujian gitu yah ". Yah tidak mungkin lah " terus kenapa tadi Laras bilang papa terluka, apanya pah? ".


" Nanti papa ceritain ". Dan diangguki oleh istrinya. Sedangkan papa Rangga memberi kode pada Andra agar nanti Laras sendiri yang bisa menjelaskan nya.


Dan Andra pun mengerti.


" Oh yah, kapan kalian akan mengadakan resepsi? ". Mama Ani sudah tidak sabar menyiapkan WO dan perlengkapan pernikahan nya.


" Kalo soal itu... " Laras menggantungkan perkataan nya dan menunduk.


" Kami tidak 'belum' mengadakan resepsi ". Ucap Andra mewakili perkataan Laras yang menggantung tadi.


Mama Ani dan papa Rangga menjadi heran sendiri. Mereka berdua saling tatap dan kembali menatap kedua pasutri yang ada didepannya. Wanitanya yang menunduk dan laki-lakinya bermuka datar dan sedikit tidak rela.


'pasti ada yang salah'. Batin mereka berdua. Rupanya setelah menjadi suami-istri selama bertahun-tahun, membuat kedua batinnya pun terhubung.


" Ras, pasti kamu lelah. Gimana kalo kamu pergi istirahat saja dulu? ". Saran mama Ani lembut.


Laras mendongak, dan melirik kearah Andra lalu diangguki oleh nya " baik ma, Assalamualaikum ". Laras pun berdiri


" Waalaikum salam " jawab ketiganya. Kemudian Laras berjalan kearah kamarnya. Dia tahu kalau itu hanya akal-akalan mama mertua nya agar Laras bisa pergi dari situ. Mungkin ada yang ingin dibicarakannya dengan keluarga nya pikir Laras. Tapi hatinya mendadak jadi sakit. 'apa aku juga bukan bagian keluarga nya?' keluar dari lift dan menuju kamarnya


" Ya ampun Laras, sadar! Kau hanya jadi istri kontraknya saja, sadar dengan posisimu. Kamu tidak pantas bersanding dengan seorang Andra dan menjadi bagian keluarga Ansari ". Bicara pada dirinya sendiri. Perkataan nya malah membuatnya sakit sendiri dan tiba-tiba semangatnya semakin berkurang.


Plak


Laras menampar kedua pipinya menggunakan kedua tangannya " semangat Laras. Hidup itu memang tidak mudah ". Menyemangati dirinya sendiri adalah kartu andalannya saat tidak semangat atau dalam terpuruk.


Laras kemudian membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam.


TBC

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like, komen dan vote nya. buanyakin please😌


__ADS_2