Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Mimpi yang jadi kenyataan


__ADS_3

Kadang-kadang Andra menggerakkan nya ke kiri dan ke kanan, untuk mencari titik nyamannya.


Setelah cukup lama, Andra melepaskan ci*mannya dan menatap mata Istri nya yang indah. Laras juga menatap mata suaminya yang tajam namun menghanyutkan.


Andra kembali pelan-pelan mendekatkan bibirnya ke bibir Laras lalu kembali me**matnya.


Cukup lama Andra ******* nya, sampai Andra membimbing Laras ke atas ranjang.


Ia melanjutkan acara ci*mannya dengan Laras di bawah kung-kungannya.


Tidak puas hanya di bibir istrinya, Andra melanjutkan nya di leher Laras, yang tentu saja membuat Laras melenguh.


Tentu, Andra yang mendengarnya semakin dibuat bersemangat.


Tapi, ia segera tersadar. Ia menarik kepalanya dari leher Laras , lalu menatap wajah istrinya itu. Yang rupanya sudah terlena dan sepertinya tidak tahan lagi.


Wajah Laras sudah memerah dan nafasnya juga ngos-ngosan. Kelihatan sekali jika dia menginginkan nya. Tapi, Andra lah yang lebih menginginkan nya.


" Ras.. mas boleh? ". Harus dapat izin dulu sebelum memulainya. Walaupun ia harus mengatakan nya dengan nafas ngos-ngosan dan hasrat yang tertahan.


Laras diam, ia kembali melihat wajah suaminya yang sudah memerah. Dan akhirnya mengangguk lemah.


Andra tersenyum dan langsung menyerang kembali Laras dengan kecupan-kecupan dan juga ******* di bibir dan leher Laras.


Ia kemudian membuka pakaian olahraga nya yang memang tadi ia pakai untuk joging.


Hal itu terus berlanjut, sampai entah sejak kapan di tubuhnya dan juga di tubuh istrinya sudah tidak ada sehelai benang pun.


'indahnya'. Monolog Andra saat melihat gunung kembar milik istrinya itu, ia membelainya sebentar dan langsung **********. Yang tentu menyebabkan suara ******* dan lenguhan Laras. Yang sangat indah di telinga Andra.


" Ras... Mas mulai ". Laras hanya mengangguk lemah.


Dan...


" Ahk... ". Laras melenguh


" Tahan sayang.... Sebentar lagi ". Andra berusaha memasukkannya lebih dalam dan....


" Ahhkk ". Laras memeluk erat tubuh suaminya, dan tanpa ia sengaja dirinya malah menggigit pundak Andra.


Tapi, apa Andra merasakannya? Tentu tidak. Ia lebih fokus dengan yang dibawah.


'selamat dek.. akhirnya terkabul juga'. Masih sempat-sempatnya ia mengatakan nya.


Laras merasakan sebuah cairan hangat keluar di alat ***********. Sekarang dirinya sudah tidak perawan lagi. Kesuciannya sudah di rebut. Eh! Bukan, tapi sudah ia berikan pada suaminya.


Andra menggerakkan pinggulnya dengan perlahan, karena ini pertama kalinya baginya dan tentu bagi istri nya, ia memainkan nya dengan lembut.


Dan... Terjadilah gempa di atas ranjang, dimana di iringi dengan Alunan musik yang berasal dari ******* dan lenguhan Laras dan Andra.


Serta bermandikan air hujan. Eh ralat maksudnya keringat.


Di sela-sela mereka beradu, tak henti-hentinya Andra membisikkan kata-kata cinta nya.


" Aku mencintaimu sayang ".


" ah... I love you ". Tadi bahasa Indonesia, sekarang malah ke bahasa Inggris.


" Ah.. a.. ahh aku juga mencintaimu mas ah... ". Laras akhirnya mengutarakan perasaannya.


Andra diam, bahkan ia juga berhenti menggoyangkan pinggulnya.


" Ken.. napa ma... s? ". Sedang seru-serunya malah berhenti, tidak lihat Istri mu yang seperti menahan hasratnya.


" Apa tadi kamu bilang sayang? ". Mata Andra berbinar.


" Aku... Aku juga men... Mencintaimu mas ". Memalingkan wajahnya, ia malu untuk menatap wajah suaminya.


Andra yang mendengarnya langsung kembali membungkam mulut istrinya dan melanjutkan permainannya, tapi kali ini ia lakukan dengan cepat. Dirinya terlalu senang mendengar pernyataan cinta dari Istri nya.


" Laras... Laras... ".


" Ah.. mas.. mas.. Andra.. ".


Kedua insan itu saling memanggil-manggil nama pasangan yang di cintainya.


...----------------...


Drrt... Drrt... Drrt...


Suara ponsel Andra berbunyi, yang membuat pemiliknya bangun dari tidurnya.

__ADS_1


" Cik, berisik ". Suara serak khas bangun tidur.


Andra ingin mengambil ponselnya yang ada di atas nakas, tapi ia langsung sadar jika dirinya sedang telanjang dan di sampingnya ada Istri nya yang masih terlelap, dan juga telanjang.


Andra tersenyum lalu mencium pucuk kepala istrinya. " Makasih sayang. I love you ". Lagi, Andra lagi-lagi menghujani surai Laras dengan ciuman nya.


Drrt... Drrt... Drrt... Suara ponselnya kembali berbunyi, dan dengan cepat Andra mengangkat nya. Takut jika suara ponselnya malah mengganggu tidur istri nya itu.


Andra memilih untuk duduk dan bersandar di sandaran ranjang nya.


Tangan kirinya ia gunakan untuk mengangkat ponselnya di nakas, sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk membelai lembut rambut Laras.


" Assalamualaikum Lan.. ada apa? ". Andra berbicara, tapi dengan suara yang berbisik.


" Waalaikum salam tuan muda. Itu.. apa tuan tidak akan pergi ke kantor? ". Alan masih mencoba untuk sopan. Padahal sekarang dirinya kesal karena bos yang ditunggu-tunggu nya tidak kunjung datang.


Andra menjauhkan ponselnya dari telinganya dan melihat jam, yang rupanya sekarang sudah jam 10 lebih.


Ia kembali meletakkan ponselnya di telinganya


" Enggak, gue gak masuk hari ini ". Andra ingin tertawa mendengar cara bicara Alan, tapi karena di sebelah nya ada Istri nya yang masih terlelap, ia pun memilih untuk mengurungkannya.


" Ha??! Lo gak masuk? Kenapa? ". Sebelum Alan berteriak seperti itu, sempat terdengar hembusan nafas leganya. Mungkin ia lega karena bosnya sudah kembali seperti dirinya kembali.


" Cik, berisik lo. Entar istri gue bangun. Ah udahlah gue tutup nih" .


" Tu.. ".


" Assalamualaikum ". Langsung menutupnya dengan sepihak.


" Haiss ganggu ajah nih orang ". Meletakkan kembali ponselnya di atas nakas, dan kembali tertidur di dalam selimut di samping Laras. Sambil memeluk kembali Istri nya itu.


......................


Sayup-sayup Laras membuka matanya.


" Hmmm ". Suaranya tertahan, seperti nya sekarang suaranya susah akan keluar.


Ia memandang wajah suaminya, hatinya begitu berbunga-bunga mengingat perkataan cinta sang suami.


Tapi, dirinya juga malu dan tersipu mengingat gelutan mereka tadi.


Sekarang dirinya tidak bisa bergerak, pelukan suaminya benar-benar erat, tapi bukan hanya itu tenaganya juga terkuras habis tadi, akibat olahraga Pagi nya yang epic.


" Aku mencintaimu mu mas ". Lirih Laras. Ia masih mengelus-elus bawah dagu suaminya itu.


Laras kembali mengingat pernyataan cinta Andra tadi, sebelum pergelutannya dimulai.


" Hihihi ". Ahhh sungguh sangat menyenangkan.


" Eughhh ". Andra melenguh, sepertinya akan bangun.


Laras langsung panik, dan hanya satu yang terpikir olehnya. Yaitu pura-pura tidur.


Laras kembali menutup matanya.


" Hoammm ". Andra sempat menguap beberapa kali, hingga ia melihat istrinya. Andra mengira Istri nya masih tidur, itulah yang dipikirkan Laras.


Tapi sayang, Andra melihat mata Istri nya itu yang gerak sana sini, yang artinya Istri nya itu sudah bangun.


Andra tersenyum licik " ahhh karena sekarang istriku masih tidur, mending lakukan kebiasaan wajib saat bangun tidur ". Ucap Andra


'kebiasan pagi? Tapi apa?'. Monolog Laras


Andra mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya lalu menghujani nya dengan ciumannya.


'a.. apa... Aduh.. apa jangan-jangan selama ini mas Andra'. Wajah Laras memerah tetapi masih menutup matanya.


Andra kembali tersenyum licik " apa kau sangat menikmati ciuman suamimu ini sayang ". Lirihnya, suaranya benar-benar seksi.


Laras sontak membuka matanya.


Ia melihat suaminya yang tersenyum kepadanya.


" Em.. emmm ". Gugup Laras. Ia kalang kabut, tidak tahu harus bagaimana menanggapi pertanyaan suaminya.


Hingga diirinya memilih membenamkan wajahnya di dada suaminya. Dengan wajahnya yang sudah memerah.


" Hahaha sini mas peluk ". Andra kembali memeluk Laras " makasih sayang, aku senang kamu membalas perasaanku ". Andra membali kepala Laras.


Laras mendongak, ia menyerngitkan dahinya.

__ADS_1


" Ada apa ras? ".


" Enggak... ". Menggeleng kan kepalanya pelan. Suaranya serak.


Andra kembali mencium singkat bibir Laras, yang tentu membuat Laras terkejut dan langsung tersenyum.


Andra melihat jam, dan sekarang pukul 11 lebih, sudah hampi masuk waktu Dzuhur. " Kalo gitu aku mau mandi dulu ". Dan diangguki oleh Laras.


Andra beranjak dari tempat tidur nya, tapi sebelum itu ia kembali mencium kening Laras. Sungguh candu wajah istrinya itu.


Sedangkan Laras Kembali ke dalam selimut nya, badannya masih terasa pegal. Apalagi di bagian bawahnya.


Buk...


Andra tidak sengaja menendang guling yang ada di lantai.


" Ha? Apaan nih? ". Gumam Andra, ia Mengambil guling itu. " Kok bisa ada di lantai sih? ".


Andra memperhatikan sekelilingnya


" Astagfirullah... Kok kamarnya jadi kaya kapal pecah yah ". Bukan! Bukan seluruh kamarnya, tapi hanya bagian sekitar ranjang saja.


Bantal yang tadinya di atas ranjang, kini sudah berserakan di lantai. Sprei ranjang yang sudah tidak terpasang dengan bagus.


Bahkan selimut nya juga tadi hampir jatuh sebagian, tapi sebagian lagi masih digunakan oleh Laras.


" Hahhh kayanya gue kelewatan deh ". Gumam Andra dan segera masuk kedalam kamar mandi.


Setelah beberapa saat di dalam kamar mandi, Andra pun keluar.


Ia mendekat kearah ranjang, dan mendapati strinya yang masih nyaman di bawah selimut. Tentu, hal itu membuat Andra heran, biasanya Laras sudah berdiri dan akan segera masuk ke dalam kamar mandi. Jika dirinya sudah selesai, tapi ini dia masih ada di bawah selimut.


" Sayang... Gak mau mandi? ". Wah... Panggilan nya sudah berubah. Ya iyalah, sudah di beri jatah tentu saja makin sayang.


Laras perlahan membuka matanya


" Mau ". Lirih Laras, pelan. Suaranya masih serak.


" Kamu kenapa sayang? ". Duduk di samping Istrinya dan segera membantu Laras untuk ikut duduk.


Andra Segera memberikan air minum pada Laras, yang entah sejak kapan ada di atas nakas. Atau memang tadi pagi sudah ada.


" Enggak papa mas ". Kali ini suaranya sudah sedikit jelas. Ia memberikan gelas kosong itu kepada suaminya. Dan segera Andra taruh kembali ke atas nakas.


" Badan Laras cuman pegel-pegel semua ". Memijiat-mijat pundaknya.


" Ha? ". Andra sempat terkejut. Lalu ia segera sadar, kalau yang membuat Istri nya menjadi seperti itu, yah dirinya sendiri.


Entah berapa kali ia keluar saat olahraga nya tadi bersama istrinya.


Sampai Laras harus tidur duluan karena kelelahan, barulah Andra berhenti.


Dia terlalu bersemangat, hingga melupakan kalau ini baru pertama kalinya bagi Istri nya dan tentu baginya juga.


" Ahk.. mas.. ". Pekik Laras, ia terkejut saat Andra tiba-tiba menggendongnya.


" Biar saya yang antar masuk kedalam kamar mandi yah. Maafin saya yang gak bisa nahan diri tadi ".


" Enggak pa-pa mas ".


Andra pun menggendong Laras sampai kedalam bathub.


" Saya bantu mandi, gimana? ". Andra menawarkan dirinya, setelah menaruh Laras di dalam bathtub.


" Eng.. enggak perlu mas. Laras bisa sendiri ". Tolak Laras.


" Beneran? ".


" Iya mas? ".


" Tapi saya maunya mandiin kamu, gimana dong? ". Andra merengek.


'ya ampun mas Andra imut banget. Ahhh jadi gemes'.


" Mas ishhh Laras bisa sendiri. Entar gak kelar-kelar lagi mandinya ". Dan malah jadi aktivitas lainnya.


" Hmm oke. Kalo gitu saya keluar yah. Kalau sudah selesai panggil saya saja ". Andra berdiri


" Iya mas ". Laras menanggapi nya sambil mengangguk..


TBC

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like, komen dan vote nya


__ADS_2