Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Alat Terkutuk


__ADS_3

Brak...


Bruk...


Bruk...


" Brengsek!! Ba*ingan!! Berani nya menyentuh istriku ". Andra tidak segan-segan melayangkan tinjunya ke wajah Bonjo. Biar mati sekalian


" Sudah tuan muda... Kalo anda memukul nya lagi, bisa-bisa dia mati ". Seorang bawahan Andra menahan Andra agar tidak memukul Bonjo Lagi. Yap dia adalah mata-mata yang selama ini diutus Andra untuk menjaga Laras.


Andra mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena marah. Datang-datang ia harus melihat istrinya yang hampir saja di nodai oleh pria tua yang hampir mati dipukul Andra.


Andra beralih melihat istrinya yang sedang duduk sembari menangis. Andra mendekat " kamu gak pa-pa sayang? ". Membelai pipi Laras.


Laras menggeleng pelan " hiks.. hiks.. ".


Andra memeluk erat tubuh Laras lalu menggendongnya. " Apa pipi mu ini di kotori sama babi itu ". Dan Laras mengangguk


Andra kembali melihat Bonjo yang sekarang sudah duduk dengan wajah yang tidak terbentuk lagi.


" Farhan!! ". Pria yang tadi melerai Andra maju


" Iya tuan muda ".


" Potong tangan babi ini!! Yang sudah menampar istriku ". Ucap Andra menatap tajam Bonjo yang sudah terlihat ketakutan.


Laras yang melihatnya juga menjadi takut. Ini pertama kalinya ia melihat tatapan horor suaminya, tatapan yang tidak pernah di berikan Andra untuknya.


" Baik tuan muda ".


" Tuan muda saya mohon... Ampuni saya. Saya tidak tau kalau Laras adalah istri tuan ".


" Tutup mulut mu. Nama istriku tidak pantas kau sebut ". Perkataan yang lantang itu mampu membuat keadaan menjadi sunyi tidak ada yang berani angkat bicara. Bonjo juga tidak dapat berkutik. Bahkan Laras sendiri juga tidak bisa berkata-kata


" Jahit mulut babi ini Farhan!! ".


" Baik tuan muda ".


Bonjo menggeleng kuat dengan air matanya yang sudah mengalir " tidak tuan muda... Saya mohon.. ". Bersujud


Andra tidak menggubrisnya dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


" Kita ke rumah Lan ".


" Baik tuan muda ". Alan pun melakukan mobilnya menuju rumah Andra.


Laras ia sandarkan di dadanya


" Maaf sayang... Maafin mas yang gak bisa menjaga mu ". Mencium wajah Laras bertubi-tubi


" Enggak mas.. makasih sudah datang. Aku senang bangat melihat mas datang ". Membelai rahang Andra yang keras.


Oh.. kalau kalian penasaran kenapa tiba-tiba Andra muncul. oke!! Kita Mundur ke beberapa waktu lalu....


Flash back on


Andra yang tengah fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba mendapat telepon dari salah satu bawahan nya yang mengatakan sesuatu terkait Istri nya.

__ADS_1


Brak...


" Apa!!! Bodoh!! Tunggu aku kesana ". Setelah mematikan sambungan sepihak, Andra langsung berlari keluar ruangan nya.


" Ada apa bos ".


" Cepat Lan... Istriku sedang ada masalah!! ".


Alan yang mendengarnya ikut berlari di belakang bosnya.


Setelah di tempat parkir, Alan cepat-cepat menjalankan mobilnya menuju tkp.


Sesampainya di tkp....


Andra tidak percaya melihat nya, istrinya yang sedang duduk di tanah dengan lelehan air matanya.


Sedangkan Bonjo terlihat berada di atas tanah dan terlihat dipukuli oleh Farhan.


Dengan langkah cepat nya Andra mendekati Laras.


" M.. mas... A.. aku takut ".


Andra mendekap Erat Laras " tenang sayang... Mas udah sampe ". Membelai lembut rambut Laras.


Ia mengangkat wajah Laras, matanya membulat sempurna melihat bekas merah di pipi Laras. Kemarahannya memuncak. Rahangnya mengeras, tangannya ia kepalkan erat-erat, bukan lagi urat-urat sekitar lehernya sudah kelihatan karena marah.


Andra berdiri lalu menggantikan Farhan memukuli Bonjo.


Flash back off


Mobil sampai di rumah Andra. Andra turun di bukakan Alan. Sembari menggendong Laras yang sudah tertidur di dalam pelukannya, Andra membawanya masuk kedalam.


" Ssst jangan berisik bi ".


Bi Siti membungkam mulutnya menggunakan tangan nya. Lalu ia mengangguk.


Andra kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Andra menurunkan perlahan tubuh Laras di atas kasur.


" Maafin mas sayang... ". Mencium kening Laras lalu turun ke bibirnya.


Setelahnya ia kemudian masuk kedalam Walt it close untuk mengambil pakaian ganti untuk Laras. Pakaian ganti tersebut Andra pakaikan ke tubuh istrinya. Tidak perlu pake pelayan lagi untuk mengganti nya, tinggal dirinya saja. Lagipula ia sudah melihat seluruh tubuh Laras. Walaupun ia harus menahan hasratnya yang meronta-ronta ingin segera di penuhi, adiknya yang sudah ingin masuk kedalam lubangnya. Urungkan lah niatmu itu.


Setelah melalui tekanan batin dan hasrat yang panjang, akhirnya selesai juga. Andra keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang kerjanya.


Ceklek..


Sesampainya di ruang kerjanya, rupanya Alan dan Farhan sudah menunggu nya di dalam.


Raut wajah Andra berubah.... Tatapan horor nya kembali. Ia menatap tajam Farhan diiringi dengan membawa tubuhnya ke kursinya.


" Jelaskan!! ".


" Be.. begini tuan... ". Farhan pun menceritakan kejadian yang ia ketahui. Dimulai saat Banjo datang menghampiri Laras, hingga saat mereka berdua adu mulut itulah yang dilihat Farhan. Sampai saat Bonjo memaksa Laras dan menamparnya lalu hampir memasukkan Laras kedalam mobil nya. Barulah Farhan bergerak untuk membantu Laras.


Plakk...

__ADS_1


Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Farhan. Farhan bergeming, ia menerimanya. Semuanya adalah salahnya yang lambat bergerak.


" Bodoh!!! ". Rahang Andra mengeras mendengar cerita Farhan. " Kenapa tidak langsung kau datangi saja waktu pertama kali melihatnya ". Lantang Andra


Farhan tertunduk, ia juga menyesali perbuatannya " maafkan saya tuan muda ". Niatnya Farhan ingin melihat kondisi terlebih dahulu barulah ia bergerak, tapi jalan yang ia ambil salah besar.


Andra memijit pelipisnya


" Sebaiknya Anda istirahat tuan muda ". Alan ikut angkat bicara. Sudah dibilang kan, tugas Alan yang sebenarnya adalah saat-saat seperti ini.


" Hmm ". Dan entah mengapa Andra bisa menurutinya begitu saja.


Andra Keluar dari ruangan begitu saja tanpa pamit.


Ia kembali ke dalam kamarnya. Andra tersenyum mendapati istrinya yang masih terlelap di atas tempat tidur.


Saat Andra akan ikut tidur di samping Laras, ia tidak sengaja melihat sesuatu di atas nakas, seperti nya itu barang-barang Laras yang berceceran dari dalam tasnya.


Diambil barang itu " inikan tes pack ". Memandangi tes pack tersebut, lalu beralih Melihat Istri nya " Dasar benda terkutuk!! ". Gerutu Andra. Ia membuang tes pack itu ke dalam tempat sampah.


Tapi, benda terkutuk?? Iyya terkutuk gara-gara benda itu membuat Laras sempat bersedih berhari-hari.


Hmm kita flash ke beberapa Minggu lalu....


Dimana saat Laras keluar dari kamar mandi dengan wajah sedihnya. Baru pagi sudah berwajah yang tidak enak dipandang.


" Ada apa sayang? ". Menghampiri Laras yang baru keluar dari kamar mandi


Laras menggeleng lemah " gak pa-pa ". Ucapnya sih begitu, tapi dari raut wajahnya mengatakan hal yang tidak sama.


Kepekaan nya sebagai seorang suami dan pria diuji lagi sekarang. Andra harus mencari tahunya sendiri.


Hari demi hari semakin membuat Andra gundah, Istri nya semakin sedih. Apa Laras akhirnya menyesal menikah dengannya? Ah.. itu tidak mungkin. Lalu, kenapa??. Rasanya Andra ingin berteriak.


Karena penasaran, pada suatu pagi. Saat Laras masih tidur, Andra memeriksa kamar mandi nya. Tempat awal mula Istri nya itu menjadi murung. Di perisaknya sekeliling, tapi tidak mendapatkan apa-apa. Andra yang ingin keluar dari kamar mandi, karena memang tidak menemukan sesuatu. Ia malah tidak sengaja menabrak tempat sampah kamar mandi, yang pastinya membuat tempat sampah itu jatuh dong...


Saat Andra akan memungut sampah yang berceceran, ia tidak sengaja mendapatkan alat yang asing, tapi tidak juga. Dibukanya internet nya dan ia mulai mencari, apa sih sebenarnya benda panjang yang di pegangnya?


Lama dan... Akhirnya ia mendapatkan nya. " Tes pack? Ini alat untuk memeriksa kandungan kan? ". Melihat tes pack nya. Kemudian beralih melihat kembali ponselnya.


" Kalo garis satu, negatif. Sedangkan garis dua positif ". Gumam Andra. Yaelah kaya ngitung matematika saja. Anak IPA langsung angkat tangan nih. Eh!! Bukan matematika yang itu yah.


Matanya kembali memeriksa tes pack tersebut, memeriksa berapakah garisnya, hingga membuat mood istrinya selama beberapa hari ini menjadi tidak enak. Apakah satu? Atau dua?. Sebenarnya sudah tahu sih berapa, melihat tingkah Laras selama ini. Tapi biar lebih dramatis kita tetap periksa.


" Oh.. jadi ini toh yang membuat mood Laras akhir-akhir ini sedih mulu ". Membuang kembali tes pack tersebut kedalam tempat sampah.


" Alat l*cknut. Jangan datang lagi ". Bilangnya sih kaya gitu, tapi sekarang... Eh!!? Malah datang lagi.


Sudah dikatakan agar tidak usah memaksakan diri, Laras malah memaksakan dirinya. Bisa jadi stres tuh.


Oke flash nya kita off kan. Kembali lagi pada masa sekarang.


Setelah membuang alat tes pack yang menurutnya terkutuk, Andra naik sembari merangkak pelan-pelan keatas kasur.


Ia tidur di samping istrinya yang masih terlelap. Damainya mukanya... Seperti hal tadi tidak pernah terjadi.


Andra mendekap tubuh mungil Istri nya dan ikut masuk kealam mimpi.

__ADS_1


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya


__ADS_2