Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Setelah Hujan Pasti ada Pelangi!


__ADS_3

Mai keluar dari restoran tersebut dengan perasaan bersalah. Seharusnya sudah lama ia menolak Rasya, tapi tak ada keberanian untuk mengatakan nya.


Mai terus berjalan hingga sampai ke parkiran. Untung ia bawa mobil sendiri, jadinya tidak perlu menumpang dengan Rasya.


Saat sudah sampai di parkiran, tak sengaja Mai Melihat seseorang yang sangat dikenal dan di rindunya.


Tapi, pemandangan apa-apaan ini! Ada seorang wanita di samping nya, dan bahkan mereka terlihat sangat akrab. " Apa kesibukan yang di katakan nya tentang ini ". Geram Mai. Dirinya serasa di tipu.


" Kenapa coba aku harus marah, aku juga bukan siapa-siapa nya Alan ". Sedih? Tentu. Tidak ingin melihat hal itu lama-lama, Mai memutuskan untuk masuk ke dalam mobilnya.


Tapi, perasaan nya semakin tidak karuan melihat wanita itu menggandeng tangan Alan. " Ahhhkk sialan ". Mengacak-acak rambutnya.


Mai keluar dan membanting pintu mobilnya. Dirinya sungguh geram. Katanya sedang sibuk bekerja! Tapi ini.


Mai berjalan mendekati kedua orang tersebut. Mau melabrak, biarlah jika dirinya di katai aneh. Kalau soal malu bisa di tanggung di belakang. Itulah pikiran Mai.


" Hai sayang... Ngapain kamu disini ". Mai langsung mengalungkan tangannya di lengan kekar Alan. Sembari mengatakan hal yang menurut nya sangat langkah.


Mai mengatakan sayang? Mimpi apa semalam Alan.


" M.. Mai ". Alan mematung. Sayang? Ha!! Sayang? Hanya itu yang ada di pikiran Alan sekarang.


Wanita yang bersama Alan tadi menatap Mai dengan tatapan heran. Ia memicing kan matanya.


" Kak.. siapa wanita ini ". Wanita itu angkat bicara.


Mai menyerngitkan dahinya. Kak? Maksudnya kakak?. Pikir Mai


" Ah! Oh yah Mai.. kenalin di Alina adik sepupu ku ". Tersenyum manis.


" Dan Alina kenalin dia Mai kekasihku ". Ucapnya dengan bangga sembari tersenyum lebar. Kekasih? Iyyya kekasih, tidak dengar tadi Mai memanggil nya dengan sebutan sayang.


Mai bengong, ia melirik kearah Alan dan yang dilihatnya memberikan senyuman manis. 'adik sepupu? Hah!!'. Mai langsung menarik tangan nya, namun sayang Alan malah menjempit tangan Mai di ketiaknya.


" Wah.. ini kekasih mu kak. Cie.. cie.. halo kak aku Alina. Kakak Mai kan ".


Mai hanya mengangguk.


" Udah kamu pulang ajah gih ". Alan mengusir. Ia ingin cepat-cepat mendapatkan penjelasan tentang panggilan sayang tadi.


" Ck oke.. oke.. lain kali kita ketemu lagi yah kak Mai. Assalamualaikum ". Ucapnya dan langsung pergi.


Setelah punggung Alina tak terlihat lagi. Keadaan canggung, sebenarnya hanya Mai yang merasakan nya. Sedangkan Alan tentu tidak malahan ia senyum-senyum sendiri, apalagi mengingat perkataan Mai tadi.


" Ehem.. ". Deheman Alan memecah keheningan di antara mereka. " Sayang~~~ ". Ucapnya sembari mengangkat sebelah alisnya. Mai langsung menoleh melihat Alan.


" Sayang? ". Goda Alan. Ia mengulang perkataan nya dengan nada manja seperti yang di lakukan Mai tadi kepadanya.


Mai yang mendengarnya membuang mukanya ke samping, dengan brrsedekap dada. Wajahnya sudah memerah. 'ahh bodoh! Kenapa tadi aku bilang kaya gitu siih...'.


'telinganya memerah... Manisnya'. " Ehem.. kenapa nih telinga nya memerah ". Menoel telinga Mai.

__ADS_1


" Isshh jangan... ". Menepis tangan Alan, tapi masih dalam posisinya. Tidak melihat wajah Alan sama sekali.


" Mana nih panggilan sayang nya hmm? ". Goda Alan. Ia ingin agar Mai mengakui perasaannya sendiri.


Blusshh..


Wajah Mai yang tadinya sudah memerah, kembali di tambah memerah seperti kepiting rebus.


Mai akhirnya menoleh, namun ia menunduk. Tangannya saling meremas. " Sa.. ya..ng ". Ucapnya dengan wajah memerah sembari menunduk, Ia tidak berani menatap mata Alan. Kondisi wajahnya juga sudah tidak datar. Mai benar-benar tersipu! Langkah!!


Alan tersenyum senang. Dengan cepat ia memeluk Mai masuk ke dalam dekapannya. " Iya sayang.. baby.. honey.. cintaku padamu.. ". Ucap Alan, yang tiba-tiba kelebaiannya keluar. Sembari mengecup-ngecup kepala Mai.


Mai kembali tersipu mendengar perkataan Alan. Ia semakin membenamkan wajahnya di dada Alan. Menutup wajahnya yang sudah merah.


Alan melerai pelukannya, ia memegang kedua bahu Mai dan menatap matanya. Sesaat kedua netra itu saling bertatap. Namun detik kemudian Mai langsung mengalihkan pandangannya.


Alan Terkekeh " jadi, sekarang kita sudah sepasang kekasih kan!!. Tidak ada penolakan !! ". Apakah seperti ini cara menembak seseorang. Ahh Alan hanya mengikuti gaya CEO Arogant di novel-novel yang ia baca.


Mai mengangguk pelan, dan pastinya hal itu membuat Alan semakin senang. Walaupun Mai tidak mengakui perasaannya, namun dengan anggukannya dapat Alan ketahui bagaimana perasaan nya pada nya.


Alan kembali membawa Mai kedalam dekapannya, Mai membalas pelukan Alan. sesekali Alan mencium pucuk kepala Mai.Hei.. kalian belum mahram. Ah.. Alan tidak memikirkannya lagi. Karena sekarang ia benar-benar bahagia.


Cintanya sungguh terbalaskan!!


Alan melepas pelukannya, ia kembali menatap wajah cantik Mai yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya. Di kecup singkat kening Mai yang semakin membuat Mai malu bukan kepayang.


" Ayo ke KUA ". katanya masih memeluk Mai.


" Daftarin pernikahan kita lah ". Ucap Alan enteng.


" What!! ". Pekik Mai


" Hahaha aku udah gak sabar cepat-cepat miliki kamu seutuhnya ". Mengedipkan sebelah matanya. Wajah Mai kembali memerah. Ahhh.. sungguh penggoda.


Alan terkekeh melihat wajah bersemu Mai. Ia menarik tangan Mai dan memasukkan nya ke dalam mobilnya. " Hei mobil ku ".


" Tenang saja.. nanti aku suruh bawahanku membawanya ke apartemen mu ". Menggunakan sabuk pengaman nya.


" Kita mau kemana? ". Tanya Mai saat mobil Alan sudah melesat.


" ke KUA ".


" Cik.. aku serius ".


" Aku lebih serius ".


" Ahh sudahlah ". Mai memutar bola matanya. Kekasihnya sungguh meresahkan. Padahal mereka baru jadian lima menit yang lalu, tapi Mai sudah di buat kesal. Untung cinta.


" Hahaha sorry.. sorry.. kita bakalan ke rumahmu ".


" Ngapain? ".

__ADS_1


" minta restu papa kamu lah biar langsung dinikahkan ".


Mai menatap Alan dengan tatapan datarnya


" haha enggakk.. enggak.. kita bakalan ke rumahnya Andra ". kali ini Alan serius.


" ngapain? ". bukan ambil cuti untuk menikahkan. Kalau iyya Mai akan langsung mendorong Alan keluar dari mobil.


" Buat umumin tentang hubungan kita lah ". Harus diresmikan


" Hah!! Kamu gak waras yah! ".


" Haha iya.. aku gak waras karena cinta mu ". Goda nya, sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Ck ". Mai memutar bola matanya. Ia memilih melihat ke arah jendela. Bukan karena apa! Tapi ia benar-benar ingin mengubur dirinya sekarang juga! Ahhhh hati nya meleleh melihat Alan.


Saat kedua orang tersebut sedang berbahagia atas peresmian hubungan nya. Lain halnya dengan seorang pria ini yang sempat melihat kemesraan kedua sepasang kekasih baru tadi. Yap dialah Rasya.


" Kau sungguh kejam Mai! Padahal tadi kau baru saja menolak ku! Tapi sekarang kau langsung pergi ke pelukan pria lain ". Lirih nya.


" Dan aku sangat bodoh! Padahal aku sudah tahu kalau aku pasti di tolak tapi rasanya tetap sakit. Sia-sia aku membulatkan tekadku kalo tetap sesakit ini ". Menunduk.


" Relakan dia jika dia bisa bahagia bersama orang lain. Jangan mengekang dirimu sendiri. Sesungguhnya puncak sebuah cinta saat kau rela melepaskan nya demi kebahagiaan nya ". Seorang wanita berhijab tiba-tiba datang sembari menepuk bahu Rasya.


Rasya mendongak, ia menyerngitkan dahinya saat melihat wanita cantik itu. Siapa dia? Kenapa tiba-tiba mengatakan hal seperti itu padanya?


" Ah.. maaf tadi aku melihat mu saat di tolak di dalam tadi. Aku tidak bermaksud untuk menasehati mu, tapi aku mengatakan nya agar kau tidak tambah sakit hati ". Ucap wanita itu lagi.


Rasya diam.. ia memikirkan perkataan wanita yang ada di depannya. Sungguh ironis bukan dirinya? Sampai harus di kasihani oleh seorang wanita yang tidak dikenal nya, dan bahkan terlihat lebih muda darinya.


Wanita berhijab yang tidak mendapat kan jawaban langsung pergi begitu saja.


" Hei tunggu.. ". Panggil Rasya. Wanita itu pun menghentikan langkahnya, ia berbalik.


" Siapa nama mu? ".


Wanita itu tersenyum " Aisyah.. ". Jawabnya dengan suara lembut dan langsung pergi dari sana. Dan yah rupanya dia Aisyah atau biasa di panggil Aisy. Masih ingatkan dengan Aisyah.


Rasya hanya tersenyum melihat kepergian Aisyah. Entahlah kesedihan yang melandanya tadi langsung sirna saat melihat senyuman Aisyah.


" Ya Allah apakah kebahagiaan akan datang pada hamba mu ini ". Lirihnya. Ia memegang dadanya yang berdegup kencang. Dan ini pertama kalinya ia merasakan nya


" Jika dia memang jodoh ku semoga kami di pertemukan kembali. Aamiin ".


Mungkin ini yang di sebut akan ada pelangi setelah badai dan hujan melanda. Setelah kesedihan nya beberapa jam yang lalu, kini kesedihan nya itu diganti dengan kebahagiaan yang bisa saja inilah yang terbaik untuk nya.


TBC


part untuk cerita nya Mai dan Alan othor buat singkat ajah. Soalnya nih novel emang Andra sama Laras pemeran utamanya 😁


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya

__ADS_1


__ADS_2