
~ Jangan gantung cita-cita mu setinggi langit, dan jangan berharap untuk jatuh. Karena Saat akan menggapai nya itu akan Sulit, sebab kamu bukan burung yang mempunyai sayap untuk terbang ke langit. Kalo mau masuk NASA, ah bikin repot.
Gantunglah cita-cita mu setinggi apa yang kamu bisa, agar saat akan menggapai nya maka akan mudah untuk meraihnya. Dan jangan berharap jatuh, walaupun itu tidak mungkin sih🤣 ~
so tetap optimis menjalankan hari mu.
cuman Quotes othor jangan di simpan dalam hati😉
...****************...
Alan menceritakan kisah cintanya yang sama sekali tidak berkesan bagi mereka, tapi bagi Alan itu adalah saat-saat yang tak terlupakan.
Tapi lain halnya dengan Laras yang terlihat sangat serius mendengarkan nya. Sembari manggut-manggut.
" Wah... Indah nya kisah cinta kalian ". Ucap Laras dengan mata berbinar nya mendengar kisah cinta Alan.
" Ha! Indah dari mana nya? ".
" Yang kaya gitu indah sayang? ". Andra heran sendiri melihat tingkah Istri nya. Seleranya sungguh luar biasa.
" Iya indah ".
" Kamu waraskan ras?! ". Mai membuka suara
" Iyalah ". Santai Laras
" Tapi kok kaya gitu dibilang indah ". Nisa ikut menimpali. Apa jangan-jangan jiwa di dalam tubuh Laras tertukar yah?.
" Itu namanya, kami punya selera yang sama ". Sama-sama aneh. Alan membela Laras.
" Benar sayang? Kamu suka kisah percintaan alay yang kaya gitu? ". Andra masih tidak percaya
" Iya mas ". Jawab mantap Laras " aku juga heran kenapa bisa suka, padahal kisahnya lebay tapi kok bisa indah ya? ". Yah malah balik bertanya. Mereka tercengang. Katanya indah, kok jadi lebay. Sebenarnya yang benar itu apa!
Oke! Biarlah Laras berfikir itu indah, lagi pula di jelaskan seperti apapun juga tidak akan membuat Laras berubah pikiran.
Mereka kembali melanjutkan obrolannya, tepatnya Laras, Nisa dan juga Mai. Apalagi Laras yang sangat berbeda dari biasanya. Biasanya dia hanya akan santai saja, tapi ini oh... Dia yang paling heboh.
Sedangkan para pria hanya terdiam sembari memperhatikan pasangan nya masing-masing. Takdir sungguh indah. Lihatlah ketiga pasangan itu adalah sahabat nya masing-masing. Tidak perlu cari jodoh yang jauh-jauh, lihatlah sekeliling mu juga. Siapa tau jodoh mu adalah orang yang sedang duduk di samping mu.
Seperti Ardi yang ikut tersenyum saat melihat istrinya tertawa. Dan Alan yang juga turut tersenyum melihat Mai yang membalas perkataan sahabat nya dengan wajah datarnya. Sudah tidak tahu apakah ia senang atau tidak? Sembari Alan yang mengambil ponselnya dan memotret diam-diam wajah Mai yang semua ekspresi nya datar. Membuat Mai geram melihatnya, tapi dilarang juga Alan tidak mungkin mendengar kan.
Lain halnya dengan Andra, ia juga turut tersenyum melihat istrinya tertawa. Tapi, bukan hanya itu yang di lakukan nya. Andra sengaja menciumi leher Laras yang membuat orang-orang disitu risih sendiri, apalagi Alan yang cuman bisa berkata " bawa langsung ke kamar, gak usah keluar sekalian ". Tapi, apa Andra akan memperdulikan nya? Oh.. tentu tidak.
Andra hanya membalasnya dengan senyuman sinisnya " kalo iri gak usah ditahan ". Balas Andra penuh kemenangan. Ia malah sengaja menaruh dagunya di pundak sang istri. Tapi anehnya, Laras sama sekali tidak terganggu atas perlakuan suaminya di depan orang banyak. Ia seperti tidak menganggap Andra ada disitu, dirinya malah fokus bercerita kepada sahabatnya.
Sekali lagi Andra mencium pipi Laras, berharap agar Laras menggubrisnya, tapi sayang itu tidak terjadi.
Membuat mereka yang melihatnya menahan tawanya, sungguh lucu pasutri tersebut.
Andra berdelik kesal, yang tetap menaruh dagunya di pundak Laras, sembari tangan sebelah kanannya ia lingkaran ke pinggang Laras. Laras yang mendengar delikan kesal suaminya, akhirnya menoleh, karena wajah suaminya yang begitu dekat. Alhasil hidung Laras dan juga Andra bersentuhan.
Bukannya ditepis, Andra malah menggosokkan hidungnya ke hidung Laras. Tapi bukan nya Laras menepisnya ia malah diam saja.
Dan itu semua tidak luput dari mereka yang ada disitu, bahkan bi Siti, Dilan dan juga Milea turut memperhatikan nya sembari senyum-senyum sendiri. Mereka bertiga tidak pernah absen
Nisa dan Mai juga turut bahagia, akhirnya sahabatnya itu punya seseorang Yang dapat melindungi nya bahkan amat mencintai nya. Beda lagi dengan Alan yang berdelik melihat tingkah bosnya yang tak tau tempat. Sedangkan Ardi harus menahan hasratnya untuk melakukan hal yang sama pada Istri nya. Dirinya masih mempunyai malu.
Laras tidak memperdulikan perlakuan Andra dan kembali menoleh pada sahabatnya dan melanjutkan obrolannya. Aneh bukan.
Bahkan Andra sendiri heran melihatnya. Bukan hanya Andra, tapi Nisa dan juga Mai heran melihatnya. Sejak kapan Laras jadi agresif dan bersifat bodo amat.
Hingga akhirnya lama mereka mengobrol....
Nisa pamit duluan bersama Ardi, katanya mau menjemput Rani ke rumah ibunya. Sedangkan Mai juga pulang, untuk istirahat sih katanya. Yah walaupun sebenarnya Mai memilih pulang karena muak dengan Alan, ia juga harus merenung memikirkan pasiennya yang ia tinggalkan tadi.
__ADS_1
" Ayo kita ke kamar ". Ajak Andra, dan Laras mengikuti langkah Andra dengan tangannya yang di genggam erat.
Sesampainya di kamar...
Laras langsung membaringkan tubuhnya. Melepaskan lelahnya yang amat banyak hari ini. Tapi dia senang sudah bertemu sahabat-sahabat nya.
Andra ikut duduk di samping Laras yang tengah berbaring.
" Ahhh kok lelah bangat yah mas ".
'siapa yang tidak lelah coba! Habis ngalamin kejadian tak terduga, malah lanjut ngobrol sama sahabatnya'. " Kalo gitu tidur ajah sayang... ".
" Iya deh. Mas juga ayo ikut tidur ". Ajak Laras. Andra mengerutkan keningnya. Tidak biasanya Istri nya mengajaknya seperti ini. Biasanya juga Andra lah yang mengajak nya.
" Iya ". Balas Andra, lalu membaringkan tubuhnya di samping Istrinya.
" Peluk mas... ". Manja Laras. Eh! Ini benar Laras kan?
Terkejut Andra mendengarnya, ada apa dengan Istri nya? Apa kejadian tadi siang membuat nya menjadi manja seperti ini?. Tapi, tak ayal ia tetap melakukan apa yang dikatakan Laras, oh walaupun tidak disuruh pun Andr tetap akan melakukan nya.
" Mas... Cium... ". Lagi! Laras seperti nya ingin di manja suaminya.
Lagi-lagi Andra heran melihatnya. Bukan masalah sih, malahan ia senang.
Dengan cepat Andra mendaratkan bibirnya di bibir Laras, yang membuat Laras langsung berdelik dan menjauhkan kepalanya.
" Ada apa sayang? Katanya minta di cium? ".
" Bukan disitu mas.. tapi di kening ku ". Protes Laras. Ia menunjuk keningnya. Aduh... Banyak maunya nih.
" Ha!? Apa bedanya? ". Sama-sama di cium
" Isshh beda mas.. pokoknya ulang, cium di kening ku ". Andra hanya bisa pasrah, kesempatan jangan di buang sia-sia.
" Kalo gitu ayo sini ". Laras mendekat kan kembali kepalanya.
" Iya iya ". Andra pun mencium kening Laras. Lama... Ia menempelkan bibirnya.
" Udah? Kaya gitu? ". Tanya nya saat sudah melepas ciumannya.
" Iya... Kalo gitu ayo tidur ".
" Kamu kenapa sih sayang? Tidak apa-apa kan? ". Akhirnya keluar juga pertanyaan yang sedari tadi ditahannya
" Memangnya aku kenapa mas? ". Jawab Laras dengan wajah polosnya. Yah balik tanya.
" Kamu gak bertingkah kaya biasanya loh sayang ".
" Iya sih mas... Aku juga heran, tapi kenapa yah? ". Tidak mungkin kesambet kan
Andra menyerngitkan dahinya. Rupanya Laras juga merasa aneh dengan tingkahnya sendiri
" Udah gak usah di pikiran. Ayo tidur ajah ". Dan Laras mengangguk.
Tidak perlu terlalu dipikirkan, lagi pula perubahannya tidak merugikan Andra, malahan perubahannya menguntungkan nya.
Sudah lama ia berharap agar Istri nya mau bermanja ria dengannya. Dan sepertinya keinginan nya terkabulkan.
.........
Pagi menjelang...
Kedua pasutri itu masih asik di dalam selimut nya. Saling berpelukan, berbagi kehangatan. Tidak ada yang ingin melepaskan.
Hingga...
__ADS_1
Laras lari menuju kamar mandi nya. Yang membuat Andra tersentak kaget, saat tiba-tiba apa yang ia peluk hilang.
Ia terduduk, dan tak lama terdengar suara di kamar mandi.
Hoek... Hoek...
Andra bangkit, dengan sedikit berlari ia menghampiri Istri nya di dalam kamar mandi yang pintunya Memang tidak di tutup.
" Ada apa sayang? ". Pake tanya lagi, sudah melihat istrinya bermuntah ria. Memangnya Laras dangdutan di dalam.
Laras tidak menjawab, dan kembali muntah yang hanya mengeluarkan cairan bening saja.
Andra memijiat-mijat tengkuk Laras " kenapa sayang? Ada yang sakit? ". Dan dibalas gelengan kepala Laras
" Beneran? Mas panggil Rasya aja yah ". Masih setia memijiat-mijat tengkuk Laras
" Gak pa-pa mas... Aku baik-baik ajah ". Akhirnya acara muntah nya selesai.
Laras keluar dari kamar mandi dan diikuti oleh Andra " beneran? Sekarang gak usah ke kantor yah, istirahat saja dirumah ". Andra masih khawatir.
Laras menggeleng " enggak mas... Laras gak pa-pa ". Menampilkan senyuman manisnya
" Tapi kan.. "
" Gak pa-pa mas, mungkin masuk angin ". Katanya sembari memijat tengkuk nya.
Andra duduk di samping Laras yang sedang berada di atas kasur. Ia ikut memijat tengkuk Laras.
" Beneran? ". Tanya nya lagi. Dan Laras mengangguk.
" Oh yah mas... Mas liat gak sama kantong kresek hitam di dalam tas ku. Aku cari-cari kok gak ada yah. Apa diambil orang yah, tapi siapa juga yang kurang kerjaan mengambil nya ". Nah orang yang kurang kerjaan itu ada di samping mu
'tes pack pasti'. " Udah mas buang ". Jujur Andra
" Ha? Kok dibuang si mas ".
" Kan mas udah bilang, jangan di paksain. Insyaallah kalo udah rezeki pasti di kasi sayang ". Jelas Andra dengan lembut. Ia tidak mau Istri nya terlalu terbebani
Laras diam, apa yang di katakan suaminya itu benar. " Tapi mama sama papa... ".
" Hussstt " menaruh telunjuknya di bibir Laras " gak usah terlalu di pikirin. Ikutin ajah alur nya. Mama sama papa juga pasti gak maksa kok ".
" Iya deh mas ". Akhirnya mengalah " maaf mas, kalo Laras selalu bikin repot ".
" Hahaha apa sih sayang... Mas malah senang di repotin sama istri mas sendiri ".
" Hmm makasih mas.. i love you ". Wah langkah ini
Andra Terkejut mendengar nya, untuk pertama kalinya Laras mengatakan perasaannya terang-terangan, selain saat mereka bercinta.
" Apa sayang, coba ulangi? ".
" Makasih.. i love you? ".
" Lagi-lagi ". Andra masih ingin mendengar nya " tapi yang akhirnya ajah ".
Laras memiringkan kepalanya, dia bingung. Tapi tetap di katakan nya " i love you ". Ucap polos Laras
" Ahhhk manis bangat sih.. ". Langsung mendarat kan bibirnya singkat ke bibir Laras.
Setelahnya ia memeluk Laras sembari mengelus rambut Laras.
" Ada apa sih mas? ".
" Gak pa-pa... Mas juga cinta sama kamu ".
__ADS_1
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya