Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Deal!


__ADS_3

~Mencintai seseorang itu..... jangan seperti Dilan yang rela memukul sahabat nya demi seorang wanita.. jangan seperti Dilan yang rela memutus tali persahabatan nya demi seorang wanita... jangan seperti Dilan yang rela melanggar aturan demi dekat dengan seorang wanita... jangan seperti Dilan yang rela memukul gurunya hanya untuk berdekatan dengan seorang wanita.. jangan seperti Dilan yang bilang rindu itu berat.. ehhh!!! belum tau ajah kalo hidup itu lebih berat! apalagi kalo udah jadi manusia🤣~


So.. tetap optimis jalani hari mušŸ˜‰


...*Happy reading...


Kalian saling kenal? ". Mai angkat bicara setelah melihat kedua orang tersebut bicara tanpa memperdulikan nya.


Alan dan Rasya menoleh ke arah Mai " iya ". Jawab mereka serentak.


" Oh ". Mai hanya ber-oh ria. Dia juga tidak tahu harus menjawab apa.


" Rasya itu dokter pribadi di keluarga Ansari ". Alan menjelaskan.


" Eh! Benarkah? ". Melirik ke arah Rasya


" Iya, kami sudah kenal sejak kecil ". Ucap Rasya


" Oh.. ". 'aku baru tau'.


Keadaan kembali hening, Rasya dan Alan saling tatap. Atmosfer di keduanya menjadi tegang.


Mai melihat jam tangannya " aku masuk dulu. Ada pasien ku yang harus ku tangani pagi ini Assalamualaikum ". Pergi begitu saja meninggalkan dua pria yang masih bersitegang lewat tatapan mata.


" Waalaikum salam ". Jawab keduanya. Mengalihkan pandangannya sebentar ke arah Mai.


Mereka kembali bertatapan. Eittsss.. jangan sampai jatuh cinta.


" Kayanya kita perlu bicara ". Rasya membuka suara.


" Oke tapi bukan disini ". Dan Rasya mengangguk.


...----------------...


Oke disini lah kita, di sebuah cafe di dekat rumah sakit tersebut.


Di pojokan, sudah duduk Alan dan juga Rasya. Suasana nya tegang, tidak ada pembicaraan sama sekali. Terlihat aura hitam dari atmosfer mereka berdua.


Alan dan Rasya saling tatap dengan tatapan tajam. Tidak ada yang mau mengalah, saling membandingkan kekuatannya.


Bahkan pelayanan yang datang membawa pesanannya tidak berani menatap matanya. Setelah menaruh pesanan kedua lelaki yang tengah bersitatap, pelayan itu langsung lari dari situ.


" Kapan.. ". Rasya bersuara


" Apanya? ".


" Kapan kau mengenal nya. Bahkan men-cap nya sebagai calon istrimu ".


Alan tersenyum sinis " Memang nya lu harus tau. Enggak kan ".


" Tci, jawab ajah deh ".


" Sejak gue mengenalnya. Puas! ".


" Tepatnya? ".


" Waktu gue antar ponakan gue ".


" Dion? ". Memastikan


" Yoi ".


" Heh berarti baru-baru dong ". Tersenyum sinis


" Apa masalahnya ".


" Aku udah kenal dan suka Mai sudah dari 3 tahun lalu. Mending kamu jangan berpikiran ingin membuat Mai sebagai istri mu deh ". Menjelaskan.


" Heh! ". Sekarang Alan lah yang tersenyum sinis " 3 tahun lalu, tapi masih tidak menyatakan perasaan lu padanya. Malah suka diam-diam. Lu laki kan? ". Tidak ada sikap jantan-jantan nya sama sekali. " Biasanya cuman cewek yang kaya gitu bro.. ".


" Liat dong gue... Baru pertama kali kenal, udah nyatain perasaan gue. Nah lu... Miris gue liat lu ". Hei.. seharusnya Alan tahu kalau tidak semua orang seperti dirinya.


" Kamu pikir, semua orang tidak tau malu sama kaya situ ". Nah itu benar


" Terserah.. lagi pula gue tinggal bilang ke calon mertua gue. Pasti udah di nikahin " Memperlihatkan senyuman kemenangan nya.


" Cih.. penyalah gunaan kekuasaan ".


" Heh terserah gue, tapi jangan pernah larang gue buat dekat sama Maimunah ku. Oh.. dan tenang ajah gue juga gak bakalan ngelarang lo. Tapi, kalo situ udah ngelewat batas, jangan salain gue kalo lo harus pindah ke kutub Utara beternak beruang ".


" Oke! Kita bertarung dengan cara sehat ".


" Deal ". Mengulurkan tangannya sembari tersenyum


Rasya yang mengerti pun menyambut nya " deal ". Sambil tersenyum.


Nah begini kan bagus. Tidak perlu membuat tali persahabatan mereka putus hanya gara-gara seorang wanita, yang bahkan belum tentu jodohnya. Sedangkan seorang sahabat yang tulus, sangat sulit untuk di cari.

__ADS_1


...****...


Oke di sisi lain...


Laras tengah asik menonton di kamarnya, akhir-akhir ini ia tidak punya mood untuk kebawah menonton. Ia lebih memilih menonton di tv kamarnya.


" Cih dasar pelakor... Kaya udah gak ada laki-laki lain di dunia ini, pake rebut suami orang ". Memaki pelakor yang ada di tv sambil Memakan cemilannya


" Mana wanita nya lemah bangat lagi! Dikit-dikit nangis.. ". Sekarang istri yang terzolimi lagi yang di maki.


" Suaminya kecentilan! Woi... Udah punya bini lo.. jaga mata. Minta di colok ". Pemeran utama pria nya tak luput di caci maki.


Selama Laras hamil ia sudah jarang menonton drakor. Dirinya lebih suka menonton istri-istri terzolimi yang pasti membuat darah mendidih di setiap adegannya.


Brak..


Tikk..


Bruk..


Suara dari bawah, membuat perhatian Laras pecah. Ia penasaran dengan apa yang terjadi di lantai bawah.


Laras pun berinisiatif untuk memeriksa nya.


Saat baru di tangga, ia melihat beberapa pria memakai baju kuli di rumahnya dan seperti sedang membangun sesuatu.


" Ada apa ini? ". Gumamnya memperhatikan para pekerja tersebut.


Laras memutuskan untuk turun langsung dan bertanya pada para kuli itu, yang mungkin tidak menyadari keberadaan dan kedatangan Laras.


" Ah.. nyonya muda.. apa yang anda lakukan? ". Laras langsung berbalik dan melihat bi Siti.


Para pekerja yang mendengar nyonya muda.. juga ikut beralih dan menghentikan pekerjaannya. Mereka langsung tunduk.


'ini nyonya muda.. cantiknya'


'nyonya muda cantik sekali'


'wisss cantik bangat dah.. mau jadi istri kedua ku gak yah'


'pantasan tuan muda sangat menyayangi nya.. cantik bangat rupanya'. Batin para pekerja disitu.


Yap mereka memang sudah biasa membangun rumah atau dekorasi dari keluarga Ansari. Bisa di bilang mereka salah satu bawahan Andra.


" Mereka sedang apa yah bi? ".


" Oh.. mereka sedang membangun lift nyonya ".


" Saya juga kurang tau nyonya, bagaimana jika anda bertanya langsung dengan tuan muda ". Bi Siti memberi saran.


" Hmm Baiklah bi.. kalo gitu aku naik dulu bi, semuanya.. ". Tersenyum melihat para kuli tersebut.


Mereka hanya mengangguk.


" Assalamualaikum ".


" Waalaikum salam ". Jawab serentak mereka.


Laras pun kembali ke kamarnya, di sepanjang jalan ia selalu memikirkan tentang pembangunan lift di rumahnya yang secara tiba-tiba. 'mas Andra ngapain bangun lift yah'.


Laras kembali duduk menonton tv nya yang memperlihatkan istri-istri tersakiti bin terzolimi. Mana lagu nya juga ikut mendukung.


Membuat bumil yang satu ini menangis hanya karena mendengar lagunya saja, belum melihat adegan utuhnya. Karena kan tadi sempat di tinggal. Tapi eh!! Baru juga duduk langsung di suguhi pemandangan sang heroin (pemeran utama wanita) menangis di bawah guyuran air shower, eh! ralat maksudnya air hujan, mana di tengah jalan lagi. Kalau ada kendaraan yang lewat kan tidak lucu. Di tambah dengan lagu nya 'Ku Menangis..' komplit deh kesedihan nya.


" Huuu hiks.. hiks.. kasihan bangat ". Melap air matanya.


" Jahat bangat suaminya.. minta di tenggelamin di Palung Mariana ".


Ceklek ...


Andra masuk " Assalamualaikum.. ". Laras menatap sumber suara.


" Waalaikum salam ". Ingin berdiri tapi, Andra langsung berlari ke arahnya.


" Astaghfirullah.. kenapa nangis sayang? ". Memeluk Laras sembari mengelus pipinya. Siapa lagi yang membuat Istri kesayangan nya menangis.


Laras diam, lalu menunjuk tv yang masih menyala. Andra mengikuti apa yang di tunjuk istri nya.


" Huuuhh ". Helaan nafas lega berhasil keluar dari mulut Andra. Ternyata hanya aktris-aktris dan aktor-aktor dalam tv.


Andra mengambil remote tv lalu membunuh tv nya. Untung tidak berdarah.


" Cepat bangat pulang mas.. ".


" Mas rindu kamu sama anak kita ". Mengelus perut Istri nya.


Andra menuntun Laras ke sofa. Setelah sampai mereka pun duduk. Andra melepas jas dan dasinya lalu menggantung nya di sandaran sofa.

__ADS_1


'mas Andra ganteng bangat.. ' batin Laras 'pasti banyak wanita yang suka sama mas Andra huh!'. Memang susah punya suami tampan, karena harus was-was dengan pelakor.


" Ada apa sayang? ". Andra bertanya saat menyadari Istri ny menatapnya dengan tatapan tidak bisa di artikan.


Laras menggeleng cepat " enggak ".


" Oh yah mas... Di bawah kenapa harus bangun lift? ". Melontar kan pertanyaan yang di tahannya dari tadi.


" Untuk di pake naik ke lantai atas ".


" Tapi kan udah ada tangga ".


" Ini untuk kamu sayang... kalo lift nya udah jadi, kamu harus pake lift untuk naik atau turun. Jangan pake tangga lagi ".


Laras bengong. Hanya karena dirinya hamil, suaminya sampai-sampai membangun lift. Sungguh kaya.


" Tapi aku bisa pake tangga ".


" Enggak... Gak ada bantahan. Harus pake lift. Nanti mas beli in kursi roda, biar kalo mau pergi keluar pake kursi roda, tidak perlu berjalan ".


" Eh! Gak perlu mas... Gak pa-pa kalo soal lift, tapi gak usah pake kursi roda segala ". 'aku bukannya lumpuh'.


" Tidak ada bantahan! Kandungan mu masih lemah, pokoknya harus ikuti perintah mas oke?! ".


" Tapi berjalan untuk bumil itu bisa bikin sehat mas.. ". Laras tetap kekeh.


" Ha?! Kamu becanda kan sayang! Mana ada itu, pokoknya harus pake kursi roda ". Andra juga tidak mau kalah.


Laras menghela nafasnya " huuuhh baiklah terserah mas ajah.. ". Sekarang sebaiknya mengalah, karena kalau sudah begini suaminya tidak akan ingin perkataan nya di bantah.


............


Dan benar saja dengan apa yang di katakan Andra, kini Laras benar-benar ada di kursi roda. Apalagi saat Rasya tidak membantah dan mengatakan kalau memang lebih baik pakai kursi roda.


Hal itu membuat Andra tersenyum menang " kan sayang.. sebaiknya pakai kursi roda saja ".


Laras berdelik, tapi tetap mengangguk.


Nanti saat kandungan Laras sudah semakin besar, barulah kursi rodanya tidak terlalu perlu. Karena memang lebih baik berjalan saja. Itu yang dikatakan Rasya.


Perkataan Rasya berhasil membuat Andra menyerngit kan dahinya. " Kalau sudah dalam kehamilan tua, perut Laras akan semakin besar. Itu akan semakin berat. Dan seharusnya kursi rodanya sangat di perlukan ". Andra tak terima.


" Memang kaya gitu Andra... Agar nanti kalo mau ngelahirin, lebih gampang dan mudah ". Jelas Rasya.


" Tapi kan..__ ".


" Udah mas.. itu memang benar, aku juga udah baca di buku kehamilan ". Yap, selama Laras hamil ia sangat suka membaca buku tentang kehamilan. Membayangkan anaknya akan keluar, membuat nya tambah semangat.


" Itu benar Andra... Sebaiknya kamu nonton film dan baca buku tentang kehamilan ". Sebenarnya Andra sudah membaca dan menonton film tentang kehamilan, saat ia senggang di kantornya. Dan itu benar, kalau berjalan-jalan saat hamil tua akan membuat proses keluarnya anaknya akan semakin lancar.


Tapi, tetap saja Andra tidak terima. Kan hamil besar dan pasti berat, harus pake kursi roda dong. Pikir Andra. Ia bahkan merobek kata-kata itu di dalam buku kehamilan yang ia baca.


" Cik, kita pikir kan hal itu saat memang sudah waktunya ". Tidak ada gunanya di pikirkan sekarang.


Bukannya Laras senang, tapi ia malah mencebik. Karena pasti suaminya akan memaksanya memakai kursi roda saat hamil tua juga. Benar-benar sudah seperti orang lumpuh.


Tin.. tin...


Suara klakson mobil berbunyi di luar rumahnya. Dengan sigap bi Siti membuka pintu. Agar orang yang bertamu bisa masuk.


Dan benar saja terlihat rombongan masuk kedalam rumah Andra. Ada Ardi sang sekretaris beserta istrinya, dan Alan sih asisten serta Mai yang di anggap nya calon istrinya.


" Assalamualaikum... ". Ucap serentak mereka.


Andra, Laras, dan Rasya yang memang kebetulan ada di ruang tamu. Langsung membalas salam mereka " waalaikum salam ".


" Laras... Gimana keadaan mu bebzz.. ". Nisa berlari dan langsung memeluk Laras yang duduk di sofa.


" Hahha Alhamdulillah baik.. ".


" Alhamdulillah.. ". Mai menimpali.


" Hai Mai.. ". Rasya memulai aksinya mendekati Mai.


" Hai senior ". Tatapan Alan sudah tajam melihat Rasya.


" Kalian saling kenal? ". Laras membuka suara.


" Iya ... Mai junior ku di tempat bimbingan dulu ". Rasya menjelaskan. Dan Mai hanya mengangguk.


" Cuman junior.. gak lebih.. ". Alan menyahut.


" Cih! ". Rasya mendelik. Sedangkan Mai biasa-biasa saja. Apalagi ia malah memasang wajah papan datar. Seperti tidak mendengar hal tadi.


Semua orang disitu mengerti ada cinta segitiga di antara merek. Namun sayang, wanitanya tidak menyadari.


Sedangkan Ardi khawatir, takutnya tali persahabatan mereka goyah hanya gara-gara seorang wanita.

__ADS_1


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya


__ADS_2