
Andra langsung berlari ke dalam mobil sembari mengangkat Istri nya.
" Pak cepat pak, bawa ke rumahku saja ". Dengan sigap pak Supri melakukan mobilnya menuju rumah Andra. Bukan di mansion utama. Entah semburan apa yang akan didapatkan Andra jika kedua orang tuanya tahu. Atau mungkin orang tuanya malah akan diam saja melihat kemarahan anaknya itu, mereka berdua sudah trauma melihat kemarahan anak sulungnya itu.
Kepala Laras Andra sandarkan di dadanya, beberapa kali ia mengusap-usap pipi Laras. " Bangun dong sayang... Ras... ". Air mata Andra sudah mau keluar. Sekarang imej nya sudah tidak penting.
Andra merogoh kantong nya dan mengambil ponselnya lalu menghubungi Rasya agar segera datang ke rumah nya.
Tentu Rasya langsung mengiyakan nya, walau di rumah sakit masih ada beberapa pasien yang belum ia tangani, tapi Rasya memang dokter pribadi keluarga Ansari. Jadi ia tidak bisa menolak.
Beberapa menit perjalanan dan akhirnya mereka pun sampai di rumah Andra.
Pak Supri dengan cepat membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya.
Setelah pintu terbuka, Andra langsung keluar sembari menggendong Istri nya. Dia ingin berlari secepat mungkin, tapi itu tidak mungkin. Bagaimana jika dia malah tersandung. Untung-untung kalau cuman dirinya yang terluka, tapi bagaimana jika itu juga melukai Istri nya.
Andra masuk kedalam rumahnya ". Rasya... Rasya.. ". Teriak histeris Andra, tapi dia tidak mencari tapi malah langsung naik ke atas kamarnya.
Dan membaringkan tubuh Laras di atas ranjang.
Hei Rasya dimana kamu. Ini sedang tidak bercanda.
Tiba-tiba Rasya muncul dari balik pintu kamarnya.
" Rasya cepat periksa istriku ". Andra memberi perintah. Dan tentu itu tidak bisa dibantah. Lagi pula memang nya Rasya berani membantahnya? Jangan tanya lagi, karena itu tidak mungkin.
" Baik tuan ". Dengan sigap Rasya memeriksa nyonya mudanya itu.
Andra mengamati semua yang dilakukan Rasya. Sebenarnya ia kesal melihat Rasya yang sedari tadi memegang tangan Laras. Tapi, apa boleh buat karena memang begitu cara pemeriksaan nya.
Kalau ada cara pemeriksaan tanpa sentuh fisik, sudah dari dulu Andra kirim Rasya untuk belajar.
Tapi itu tidak mungkin, kecuali untuk mengusir dedemit. Tidak perlu sentuh fisik. Nanti Rasya malah jadi dukun dan pensiun dari kedokteran, tapi itu tidak mungkin.
" Bagaimana? Istriku kenapa? ". Sungguh tidak sabaran.
" Sepertinya nyonya muda hanya kelelahan sehingga membuat nya pingsan seperti ini ". Rasya berdiri dan menjelaskan semuanya.
" Tapi kenapa sampai pingsan segala ".
" Mungkin itu di akibatkan karena nyonya muda ketergantungan pada obat tuan ". Dan obat apakah itu.
" Obat? Obat seperti apa? ". Semoga bukan obat terlarang
" Misalnya seperti obat sakit kepala tuan. Ketergantungan nya ini akan membuat nya tidak sadarkan diri saat kelelahan, dan juga pingsannya juga akan lama, mungkin sekitar 8 jam ". Rasya menjelaskan nya, gugup? Tentu tidak. Ia sudah sering dapat omelan dari bosnya itu.
" Ha? Kau pikir dia tidur? Dia cuman pingsan ". Nah kan dapat omelan lagi.
" Tapi memang seperti itu tuan. Tapi ketergantungan nya ini bisa di lepaskan ". Dan jalan satu-satunya untuk keluar dari zona omelan bosnya adalah, mengatakan sesuatu hal yang Baik.
" Hmm baiklah. Kau bisa turun kebawah ". Dan yah, itu berhasil
" Baik tuan ". Rasya keluar dari kamar Andra dengan senyuman kemenangan.
" Tunggu dulu ". Andra menghentikan langkah Rasya.
'aduh ada apa lagi nih'. Senyuman kemenangan nya langsung sirna.
Rasya berbalik " iya? Ada apa tuan? ". Mencoba untuk tetap tenang
" Panggil bi Siti naik ". Perintah Andra
" Baik tuan ". 'haaahhh aku kira kenapa'. Rasya berbalik kembali, dan melanjutkan langkahnya keluar. Kali ini diiringi dengan senyuman leganya.
Tak lama kemudian, bi Siti datang sambil tergopoh-gopoh.
" Tuan, ada yang bisa saya bantu? ". 'ya Allah nyonya muda kenapa?'. Bi Siti ikut panik melihat nyonya muda nya berbaring di atas ranjang
" Ganti baju istriku ".
" Baik tuan ".
__ADS_1
Andra pun keluar dari kamarnya.
Ia turun dan mendapati Rasya yang sedang duduk sendiri di sofa.
Saat melihat Andra turun, Rasya refleks berdiri 'aduh ada apa lagi nih'.
" Rasya apa kau tidak melihat Alan? ". Yah rupanya bukan Rasya yang dicari. Sia-sia sudah kekhawatiran nya
" Ti.. ".
" Tuan muda apa anda mencari saya? ". Alan tiba-tiba datang dari pintu masuk, dan memotong kata-kata Rasya.
" Lan ikut saya ke ruang kerja ". Ucapnya
" Baik tuan ".
" Dan kau Rasya, tunggu disini sampai istriku sadar ". Lanjut Andra dan langsung melangkah orang begitu saja, bersama Alan.
'memangnya nyonya muda kenapa?'. Alan
'HAA???! nunggu sampe nyonya muda bangun? Berarti delapan jam lagi dong'. Monolog nya dalam hati. Sekarang dirinya benar-benar ingin menabok tuan mudanya itu.
Sebaiknya jangan, kalau masih sayang nyawamu
Ia kemudian melirik ke jam tangannya, dan sekarang jam 14 lebih, yang artinya nyonya muda nya itu akan bangun sekitar jam 22.
Rasya hanya bisa menghela nafasnya dan beranjak dari tempatnya menuju ke dapur, untuk mengganjal isi perutnya. Cacing di dalam perutnya sudah berdemo untuk diberi makan.
Sedangkan kini di dalam ruang kerja Andra.
" Gimana Lan, tugas yang ku berikan? ". Andra duduk di kursi kerjanya, sedangkan Alan berdiri didepan nya. Kalau sekarang Andra sedang mode biasanya, maka Alan juga akan ikutan duduk di sofa.
" Semuanya sudah saya bereskan tuan. Saya jamin, besok Wanita itu sudah tidak akan merasakan indahnya dunia dan menikmati kenikmatan dunia ini ". Jadi ini sebenarnya Risa di apakan yah.
Andra tersenyum tipis " Bagus lah. Kalau tugas yang aku berikan pada Ardi ".
" Apa saya perlu menyuruh Ardi untuk kesini tuan ? ". Itu adalah jalan cepat, agar bisa langsung tahu jawabannya.
" Tidak!... Tidak perlu, sekarang dia sudah punya keluarga nya sendiri. Sudah ada yang menunggu nya dirumahnya ". Walaupun Andra orang yang kejam, tapi dia juga mempunyai sisi yang baik seperti ini.
" Sepertinya Ardi juga sudah menyelesaikan tugas nya dengan baik tuan. Anda bisa melihat nya di berita ". Alan Menyodorkan ponselnya. Dan memperlihatkan berita, yang meliput tentang kebangkrutan perusahaan Cantika grub.
Andra tersenyum sinis melihatnya " setelah nyonya muda sadar. Bawa Sih kuntilanak itu untuk menghadapku. Untuk meminta maaf kepada istiku ". Andra masih tidak terima dengan kelakuan Risa, yang membuat Laras jadi seperti ini.
" Baik tuan ".
Sedangkan di bawah
" Assalamualaikum Dilan, Milea. Seperti biasa kalian ini kompak bangat yah ". Rasya datang menghampiri kedua pasangan itu.
" Waalaikum salam ". Dilan dan Milea menghentikan aktivitas nya.
" Sebenarnya tuan muda kenapa Rasya? ". Pertanyaan yang sedari tadi menghentui pikiran Dilan akhirnya di keluarkan.
Sebenarnya rata-rata pelayan dirumah itu adalah anak dari pelayan sebelum nya, karena itu diantara mereka tidak ada yang canggung-canggung.
" Gak tahu juga, nanti kita tanya Alan ".
" Jadi kenapa dokter Rasya kesini? ". Milea membuka suara. Yah dia jadi pengganggu disitu.
" Buatkan aku makanan yah. Lapar bangat nih ". Langsung duduk di kursi bar disitu. Oh tidak, dia sudah dari tadi duduk disitu.
" Oke, aku buatkan makanan. Nasi goreng telur kan ". Seleranya ala-ala Indonesia yah.
" Hehe tau ajah ".
Bi Siti turun dari kamar Andra, lalu langsung menuju ke dapur, dimana ada tiga orang pemudi dan pemuda.
" Tuan muda kemana? ". Hal pertama yang ditanyakan Bi Siti saat turun
" Ada di ruang kerjanya bi ". Dilan menjawab
__ADS_1
" Kalo gitu aku pergi panggil tuan muda dulu ". Bi Siti hendak pergi ke ruang kerja Andra, tapi ditahan oleh Rasya
" Gak usah bi. Nanti juga keluar sendiri, dan sepertinya tuan muda dan Alan sedang membicarakan hal penting ". Dan itu benar
Perkataan Rasya membuat Bi Siti mengurungkan niatnya.
Tak lama kemudian terlihat Andra dan diikuti oleh Alan keluar dari ruang kerjanya.
" Nah itu tuan muda sudah keluar ".
Andra berjalan menuju mereka berempat yang sedang ada di tempat duduk bar dapur.
" Tuan, saya sudah mengganti pakaian nyonya muda ". Bi Siti melaporkan hasil tugasnya.
" Bagus. Lain kali jangan biarkan istriku bekerja di dapur lagi ". Kali ini Andra akan benar-benar memperhatikan istrinya itu.
Pingsan karena kelelahan, adalah kesalahan Andra yang membiarkan istrinya itu berkutik di dapur. Pikir Andra
" Baik tuan ". Jawab bi Siti.
" Rasya, Alan tunggu disini sampai istriku sadar ". Lagi-lagi ia mengingatkan. Dan sekarang Alan juga ikut serta.
" Baik tuan ". Ucap keduanya.
Andra pun naik ke atas kamarnya, tanpa beban sama sekali.
" Hahhh kok gue juga ikut-ikutan sih ". Duduk di salah satu kursi bar di dapur, di samping Rasya.
" Hahaha jalani ajah. Kita kan sama-sama udah sering kena omel ". Yah, dan itu benar sekali. Diantara bawahan plus sahabatnya Andra, hanya mereka berdua yang sering kena marah.
Sedangkan Ardi adalah orang yang sangat jarang kena marah. Ardi lebih sopan kepada Andra, walaupun terkadang Ardi membuat masalah, ia akan mengurusinya sendiri. Lain hal nya dengan kedu orang itu.
Karena itulah Ardi adalah salah satu orang yang sangat dipercaya oleh Andra, dan paling di andalkan nya dalam mengurusi perusahaan.
" Iya juga yah. Jadi pengen cepat-cepat nikah. Jadinya bisa langsung pulang gak usah kena omel kaya Ardi ". Keluh Alan
" Hahah sama njir.... " Rasya tertawa namun seperti orang menangis.
" Oh yah, Lan. Sebenarnya apa yang terjadi sih? ". Dilan datang dan menaruh nasi goreng telur yang sudah dia buat di depan Rasya.
" Iya sebenarnya ada apa? Kenapa tuan muda bisa semarah itu ". Rasya ikut menimpali.
" Jadi gini.. ". Alan mulai menceritakan nya, dan tentu bi Siti dan Milea langsung mendekat ke mereka bertiga.
.
.
.
.
.
.
" Wah... Parah tuh cewek ". Rasya langsung berkomentar saat Alan selesai bercerita.
" Benar. Aku heran sama para wanita-wanita yang nyari perhatian sama tuan muda. Sudah ditolak tapi masih saja ngotot ". Dilan menimpali
" Jadi seperti itu ceritanya. Pantasan tuan muda sangat marah ". Tahu-tahu nya bi Siti juga tidak mau kalah dalam berkomentar.
" Yah semoga saja mereka bisa baikan ". Sekarang Milea yang angkat bicara.
" Eits.. tunggu dulu, sejak kapan tempat ini jadi kaya tempat ngeghibahin orang ". Alan terkejut melihat dirinya sudah dikelilingi orang-orang yang ingin tahu.
" Hahah namanya juga penasaran ". Rasya juga ikut tertawa.
" Hahaha.... ". Mereka berlima tertawa bersama.
Melupakan kemarahan Tuan mudanya tadi.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya 😌