Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Belanja


__ADS_3

Lama Andra membawa mobil. Dan akhirnya ia menghentikan mobilnya. Lalu memarkir nya.


Dan disinilah mereka berdua, tepatnya di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya. Yah kalian mikir-mikir ajah , dimana. Karena ini cuman fantasi author.


Andra masuk dan diikuti oleh Laras " mas ngapain kita kesini? ". Itu pusat perbelanjaan, jadi pikirkanlah apa yang akan kau lakukan jika kesana.


" Belanja lah mau ngapain lagi ".


" Oh ". Laras hanya ber oh ria.


'mungkin mas Andra mau belli sesuatu kali'


Sepanjang jalan, mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian.


Karena yang pria nya tampan dan wanitanya cantik. benar-benar pasangan serasi


ada yang menatapnya iri, dan ada juga yang suka.


'wah... Jadi pusat perhatian dong... Mas Andra kayanya udah biasa deh'. Melirik melihat Andra disampingnya.


Lalu Laras tidak sengaja melihat kearah dua orang wanita yang sepertinya mencari-cari kesempatan untuk mengajak Andra bicara.


Dan tentu itu membuat Laras kesal.


" Mas, emangnya mas mau beli apa? ". Laras sengaja mengeraskan suaranya.


Andra menyerngitkan dahinya. 'ada apa nih? Gak biasanya?'. Lalu Andra melirik melihat ada dua wanita yang curi-curi pandang dengan nya. 'ohh cemburu toh. Hehe manisnya'.


" Kita jalan-jalan ajah dulu ". Jawab nya, dan mengaitkan tangannya dan tangan Laras.


" Ayo ". Laras hanya mengikuti nya saja. Ia senang Andra menggandeng tangan nya seperti itu.


Setelah beberapa saat melangkah, Andra menghentikan langkahnya " kamu mau beli apa ras? ".


" Bukannya mas Andra yang mau beli sesuatu yah ".


" Bukan mas. Tapi mas sengaja bawa kamu kesini. katanya mau beliin mama oleh-oleh ". Rupanya Andra masih mengingat nya.


" Oh iya yah ... Haha aku lupa ". Gugup Laras 'maaf mas udah bohong'.


" Kalo gitu kita cari oleh-oleh buat mama sama papa yuk ". Dan kini Laras lah yang menarik tangan Andra untuk mengikuti nya.


Tentu saja itu membuat Andra senang, akhirnya tanpa disuruh Laras mau memegang tangan nya.


" Mas aku ke toilet dulu yah ".


" Mau saya antar? ".


" Gak usah mas ". Sebelum Andra menjawab Laras sudah pergi Dengan cepat, karena memang sudah tidak tahan. Andra hanya bisa geleng-geleng melihatnya lalu menelpon bawahannya untuk memantau istrinya.


Tak lama kemudian Laras pun kembali dan mereka melanjutkan jalan-jalan nya.


Laras dan Andra memasuki sebuah toko pakaian


" Aku cari pakaian nya dulu yah mas ". Andra mengangguk dan duduk di salah satu kursi disitu.


" selamat siang tuan ". Seorang pria paruh baya datang menghampiri nya. Sepertinya ia pemilik toko itu.


Andra mendongak dan melihatnya dengan datar " hmm awasi Istri ku, jika dia butuh sesuatu langsung berikan saja ". Ucapnya datar.


" Baik tuan ". Pusat perbelanjaan itu sebenarnya adalah milik Andra sendiri. Jadi jangan tanya lagi, kenapa para pegawai Tidka terkejut saat mengetahui bahwa tuan mudanya datang bersama istrinya. Ingat! Sudah dikatakan kan kalau para bawahan Andra sudah mengetahui pernikahannya.


Laras sibuk mencari sana sini, memegang nya lagi lalu menaruh nya. Memperhatikan bahannya dan juga model nya.

__ADS_1


" Hmm ini kayanya bagus deh, cocok juga ditubuh mama yang masih langsing tapi sedikit berisi ". Laras memperhatikan label harganya.


Ia tergelak melihat nya " mahal Banget... Ini sih bisa aku pake makan buat sebulan ". Gumamnya.


Sedangkan seorang pegawai wanita dari tadi hanya melihat nyonya mudanya 'wah.. nyonya muda Ansari cantik banget... Tapi kok dari tadi kayanya ada yang aneh deh'. Karena sedari tadi Laras hanya memegang beberapa pakaian dan setelah memastikan sesuatu ia akan meninggalkan pakaian itu begitu saja dengan raut wajah yang terkejut dan kecewa. Karena penasaran Pegawai itu pun memutuskan untuk mendekat.


" Permisi nyo.. eh mbak.. ada yang bisa saya bantu? ". Ramah dia. 'tidak mungkin karena harganya kan'


" Eh! Eng ... Enggak ada ". Canggung Laras. Sedari tadi ia hanya memegang pakaiannya, dan memperhatikan label nya. Kalau mahal yah ia tinggalkan. 'gak mungkin aku bilang, karena harganya yang kemahalan'.


Andra yang melihat tingkah Laras sedari tadi sebenarnya ikut penasaran, kenapa Istri nya sama sekali tidak memilih satu pakaian pun?.


Ia memutuskan mendekati Laras dan pegawai wanita itu.


" Kenapa ras? ".


" Hmm enggak mas. Kok mas kesini? Capek duduk nunggin Laras yah? ". 'kalau memamg benar. Maaf mas'.


" Bukan.... tapi mas cuman penasaran, kenapa dari tadi kamu gak ngambil satu pakaian pun? ".


'jadi dari tadi mas Andra ngeliat tingkah aku. Ahhkk malunya'


" Gak pa-pa mas. Cuman harganya kemahalan, gak cukup uang Laras buat beli nya ". Laras sedikit berbisik, tapi Masih bisa didengar oleh pegawai itu.


'memangnya uang tuan muda tidak cukup?'. Heran sendiri dia.


" Ya Allah ras... Kan bisa mas yang bayarin. Kalo gak mau pake black card yang mas berikan waktu itu ". Andra memang sudah memberikan Laras sebuah black card, tapi Laras tidak pernah menggunakan nya. Dan ini tidak saya cerita kan yah guys, jadi maklumi saja.


" Kamu juga gak pernah menggunakan nya kan? ".


" Laras punya uang sendiri mas ".


" Iya mas tau, tapi kan sekarang kamu tanggung jawab mas. Jadi setidaknya gunakan lah uang atau kartu yang mas kasi ". Kalau tidak bisa jadi suami durhaka kan.


'ha?? Kok nyonya muda kaya gak mau nerima yah? Padahal kalo wanita-wanita lain pasti langsung girang. Dan salah satunya yah aku sendiri'. Pegawainya menyebarkan aib nya sendiri.


" Kamu, bungkus semua yang sudah istri saya pegang tadi ". Andra mengeluarkan black card nya dan memberikan nya pada pegawai wanita itu.


" Baik tuan ". Pegawai itu langsung pergi untuk menyiapkan semua barang-barang yang sempat dipegang Laras tadi.


" Ha???! Mas... Jangan mas! Banyak banget loh tadi aku pegang nya. Nanti mubazir kan ". Laras tidak percaya dengan tindakan suaminya yang seperti memboros uang. Sultan mah bebas, tinggal gesek kartu sana sini.


" Gak pa-pa ras. Uang saya tidak akan habis hanya karena ini. Kamu juga bisa memakai nya kan ". Santainya


" Tapi itu banyak loh mas. Belum tentu Laras sempat memakai nya semua ". Pakaian yang dipegang Laras tadi memang lumayan banyak. Apalagi harganya juga bukan kaleng-kaleng, yang pasti bisa membuat para kaum menengah ke bawah geleng-geleng kepala melihat harganya.


'duh gimana kalo nanti aku disuruh ganti rugi. Kalo udah diusir'. Dan itu tidak mungkin


" Kan bisa kamu kasi ke sahabat-sahabat mu. Jadikan oleh-oleh ". Andra mengambil jalan pintas.


" Benar juga sih ". Sepertinya Laras mulai setuju. " Tapi memang nya mereka berdua butuh apa? Kalo Nisa, mas Ardi kan sudah punya banyak uang. Kalo Mai juga termasuk golongan orang kaya ". Laras bergumam sendiri.


" Oleh-oleh itu beda lagi Ras. Gak mandang dia kaya atau tidak. Apalagi kalo yang kasi memang sahabatnya pasti akan berkenan ". Andra meluruskan.


" Oh benar juga yah mas. Aku juga mau cari pakaian buat Rina sama Kevin ". Akhirnya sadar kalau dia masih punya teman yang sempat dilupakan nya.


" Kevin? Siapa dia? ". Hanya fokus pada nama kevin yang memang nama seorang pria.


" Oh dia teman kantor ku mas. Bagian devisi keuangan ". Balas santai Laras. Ia masih tidak sadar akan perubahan suasana sekitar yang sudah mencekam.


" Buat apa kau membelikannya segala. Padahal suami mu sendiri kau abaikan ". Kata-kata nya benar-benar menusuk bagi para istri.


Laras terkejut mendengarnya. Kesannya ia menjadi istri yang tidak pandai mengurusi suaminya.

__ADS_1


" Ma.. maaf mas. Laras gak kepikiran ". 'kan mas Andra enggak butuh apa-apa juga kan'.


" Ha?? Enggak kepikiran? Kau memikirkan laki-laki lain dulu, baru memikirkan suami mu? ". Andra sudah naik pitam.


" Enggak mas. Bukan gitu, mas Andra kan bisa menyuruh bawahan mas ajah, kalo mau apa-apa. Jadinya Laras pikir mas gak butuh apa-apa lagi ". Bukan itunya yang jadi inti disini.


" Tapi kalo mas mau, Laras bakalan beliin sesuatu deh ". Laras mencoba untuk membujuk


" Tidak perlu ". Ketus Andra dan langsung pergi kembali ke tempat duduknya tadi.


Laras yang melihatnya tentu saja dibuat panik, ini pertama kalinya Ia melihat Andra merajuk sampai meninggal kannya.


Ia pun menyusul dan duduk di samping Andra.


" Mas.. jangan marah yah, Laras benar-benar enggak sengaja ". Laras masih mencoba untuk membujuknya


" Tidak sengaja melupakan suami mu gitu? ". 'apa-apaan dia, malah memikirkan pria lain'.


" Bukan gitu mas ". 'ahhk rasanya pengen nangis. Aku gak suka mas Andra jutekin aku. Dadaku rasanya sakit'.


Laras mengambil sesuatu di tas nya " hmm ini mas. Sebenarnya Laras udah beli ini Tadi di toko depan. Pas dari toilet. Tapi takut kalau mas Andra gak suka jadinya aku simpan ajah ". 'soalnya itu murah. Pasti gak selevel ama selera mas'. Laras Menyodorkan sebuah kotak.


Andra yang mendengarnya sontak melihat kotak yang disodorkan oleh istri nya itu.


" Ini untuk saya? ". Ia terlihat antusias


" I.. iya mas. Tapi pasti tidak sesuai selera mas Andra ".


Andra tidak mendengarnya, dan malah langsung menyambar kotak itu.


Lalu dengan cepat membuka nya


" Wahhh ini beneran untuk mas? ". Andra menarik sebuah dasi di kotak itu.


" Iya mas ". Laras heran melihat tingkah suaminya yang terlihat sangat senang.


" Makasih ras ". Dia langsung mencium pipi Laras yang pasti sontak membuat Laras terkejut dan malu. Apalagi dilihat oleha beberapa pegawai.


" Dan maaf mas tadi sempat marah-marah ". Sekarang Andra terlihat menyesal.


" Gak pa-pa mas. Laras juga salah karena enggak kasi tau dulu ". Laras memang merasa dirinya juga salah.


Andra tersenyum mendengar penuturan istri manis nya itu.


" Kalo gitu Laras cari pakaian buat Kevin dulu yah mas ". Yah masih dibahas rupanya.


" Harus banget yah? ". Andra sudah terlihat kesal


" Kan Kevin juga teman ku mas. Jadi yah harus ". 'gak mungkin kan, aku kasi Rina sesuatu sedangkan Kevin enggak'.


" Tcik, terserah kamu saja ". Jawab Andra terpaksa.


Laras pun kembali mencari pakaian untuk Kevin dan dibantu oleh Sumianya. Sebenarnya Andralah yang memilihnya asal-asalan.


Dengan berkata " pasti ini yang yang disukainya, saya kan juga pria. Jadi pasti tau ". Padahal ia hanya memilihnya asal-asalan.


Dan Laras hanya menyetujui nya saja. Ia tidak terlalu berpengalaman dalam memilih pakaian untuk pria.


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya.


aku upload langsung dua lagi, buat ganti episode gagal belah duren kemarin 😙

__ADS_1


__ADS_2