
Andra keluar dari kamar mandi. Ia melihat kearah ranjang. Dan menghela nafasnya.
" Gue udah kelewatan kayanya ". Berjalan menuju ranjang.
Saat akan memperbaiki sprei yang sudah tidak terlihat rapi, ia tidak sengaja melihat noda merah di sprei itu.
Sontak ia tersenyum lebar. Dan Dengan sigap mengambil ponselnya yang ada di nakas.
Dibukanya dan.. cekrek.. cekrek.. cekrek.., fix dia sudah gila.
Entah berapa foto yang diambil nya dengan berbagai gaya. Padahal nanti hasilnya sama saja. Noda merah itu tidak akan bergaya sesuai instruksi nya.
Setelah puas mengambil foto beberapa potret bekas kesucian Istri nya yang telah di ambilnya. Andra kemudian masuk kedalam dress room, untuk memakai pakaian nya.
Setelah memakai kemejanya, sedangkan jas nya belum ia pakai. Niatnya Andra akan ke kantornya untuk memilih lihat saja. Dan mengumbarkan kebahagiaan nya.
Andra turun untuk menyuruh bi Siti mengganti spreinya, dan menyuruh Milea untuk membawakan sarapan. Ah... Lebih tepatnya makan siang.
Tentu, bi Siti langsung mengiyakan dan naik ke atas kamar tuan mudanya, dengan Andra yang ada didepannya.
Di dalam kamar
" Sepertinya tuan muda lagi bahagia, tapi kenapa? ". Gumam bi Siti yang diam-diam melihat Andra di sofa kamar nya sedang senyum-senyum.
Sedangkan dirinya sedang sibuk mengganti sprei.
" Eh ini! ". Mata bi Siti membulat melihat noda yang ada di spreinya, kemudian ia melirik kembali kearah tuan mudanya menggunakan ekor matanya. 'sebentar lagi rumah ini akan di penuhi sama tangisan bayi'. Belum hamil sudah di gadang-gadang.
'tapi, tanda merah yang di leher nyonya muda waktu itu...'. lihat di episode #tanda merah.
Karena tidak ingin terlalu ikut campur dengan urusan majikannya. Bi Siti memilih untuk diam, dan menanggapi nya seolah-olah memang tidak ada yang terjadi.
Setelah bi Siti mengganti spreinya, ia pun keluar kamar dan turun dengan keadaan luar yang sangat tenang, tapi di dalam sungguh heboh. Dia sudah tidak sabar menyebar kan beritanya.
Sedangkan di dalam kamar mandi
" Aduh... Gak bawa baju ganti lagi. Ahhhh handuk juga gak bawa. Gimana dong ". Laras mengacak-acak rambut nya. Frustasi, ia masih terlalu malu untuk meminta bantuan pada suaminya.
Tenaganya sekarang sudah terkumpul, tidak seperti sebelum ia mandi.
" Kok Laras lama bangat yah ". Andra mulai khawatir karena Laras mandi tidak sesuai waktu yang biasanya.
" Aduh. Apa jangan-jangan ada yang... ". Karena khawatir Andra langsung berdiri dan akan membuka pintu kamar mandi. Tapi ia terhenti saat ada sahutan dari dalam.
" Mas... Mas Andra... ". Teriak Laras.
Setelah beberapa lama ia bergelut dengan pikirannya, akhirnya ia memutuskan untuk meminta bantuan kepada suaminya. Apalagi tadi Andra memang mengatakan nya, kalau sudah mandi Andra harus dipanggil.
Walaupun pasti Laras canggung, apalagi sekarang ia masih dalam keadaan yang telanjang.
Ceklek..
Setelah mendengar suara istri nya, detik kemudian ia langsung membuka pintunya.
'Astaghfirullah. Cepatnya mas Andra datang'.
" Udah mandi nya sayang? ". Mendekat ke arah Laras.
" Hmm ". Laras menanggapi nya dengan mengangguk. Ia masih canggung dengan suaminya, apalagi sebutan dirinya dari suaminya sekarang. Benar-benar asing di telinga Laras.
Tanpa aba-aba Andra langsung menggendong Laras.
" Astagfirulla mas.. kemejanya jadi basahkan, seharusnya bawa baju ganti atau handuk ajah mas ". Laras mengomel. Cucian bi Siti bertambah lagi kan.
" Hahaha iya sayang... Iya... ". Andra hanya menanggapinya dengan tawanya. Istrinya sangat menggemaskan saat mengomel seperti sekarang ini.
Apalagi dalam keadaan telanjang begini, sungguh membuat birahi naik.
" Mas ambilkan handuk ajah mas. Malu kalo kaya gini ". Menutupi bagian dada dengan tangannya.
" Hmm kenapa malu? Memangnya bagian tubuhmu yang mana, yang belum saya lihat? ". Dan jawabannya tidak ada.
__ADS_1
" Ihh mas... ".
" Hahaha iya sayang ". Andra mengambil handuk yang ada di sofa, lalu melilitkan nya di tubuh istri nya.
" Kalo gitu turunin aku mas. Mau ganti baju ".
" Iya sayang... ". Andra pasrah. Sekarang dirinya sudah mempunyai pawang yang akan mengatur-atur dirinya. Tapi, apa Andra keberatan? Ohh jangan ditanya lagi. Dia malahan sangat senang.
Laras langsung lari ke dress room, sambil mengenakan handuk selutut.
" Hahah gemes banget. Ahhk sabar de, nanti malam kita dapat jatah lagi ".
" Ahk.. pinggang ku masih sakit ". Laras memegang pinggang nya.
" Hahhh dibiasakan ajah ras ". Menyemangati dirinya sendiri.
Sesaat Laras mengingat pergelutannya tadi, ah.. wajahnya langsung memerah.
Setelah beberapa saat, akhirnya Laras keluar dari dalam dress room, dan mendapati suaminya yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Bedanya sekarang ia sudah mengganti kemejanya yang basah tadi, dengan baju kokoh.
Andra yang melihat Laras keluar dari dalam dress room menggunakan mukenanya, ia langsung berdiri.
" Sepertinya pemikiran kita sama sayang. Pengen sholat Dzuhur kan? ". Waktu dzuhur memang baru sudah terlewati
" Haha iya mas ".
Mereka berdua pun sholat dzuhur berjamaah. Dan ini untuk yang pertamakali nya, biasanya mereka sholat di Mushola kantor.
Di dalam doanya, Laras mengucapkan syukur nya atas apa yang telah diberikan nya pada nya.
Dan juga rupanya suaminya itu juga mencintai nya. Walaupun mungkin kedepannya tidak akan selalu mulus, tapi itulah suatu hubungan. Pasti selalu ada cobaan dan hambatannya.
Maka dari itu, kepercayaan dan doalah adalah kuncinya agar hubungan tetap jalan.
Setelah mereka berdua sholat
" Sayang ayo makan dulu ". Menaruh pecinya di atas meja sofa.
Laras kemudian ikut duduk di sofa, samping Andra.
" Wahhh ini pasti buatan Dilan nih ".
" Yah Dilan memang jago memasak, dia mewarisi keahlian memasak dari ibunya ". Mengambil makanannya.
" Mas Andra kenal ibunya Dilan? ". Tentu Laras terkejut.
" Iya, dia dulu koki di keluarga Ansari tapi tidak lagi, dan sekarang Dilan lah yang menggantikan nya ".
" Ohh ".
" Rata-rata para pelayan di mansion utama itu, adalah generasi sesudah ayah atau ibu mereka. Jadinya kami seperti keluarga, walaupun mereka kadang canggung ". Memakan makanannya, dan diikuti oleh Laras.
" Wah... Jadi rata-rata bawahan mas Andra juga generasi penerus dari orang tua mereka? ". Andra mengangguk
" Kalo gitu, Alan juga? ". Lagi-lagi Andra mengangguk. " Kalo dokter Rasya? ".
" Hmm ".
'wahhh Keluarga kaya emang beda yah. Pelayan nya ajah udah kaya warisan'.
" Hmm kalo mas Ardi? ".
Andra menghentikan makannya. Ia sebenarnya sudah muak dengan pembicaraan mereka ini, yang hanya berhubungan dengan orang lain, bukan hubungan mereka. Padahal dia yang mulai
" Iya sayang... ". Menekankan kata-kata nya. 'kayanya mas Andra marah deh. Lagian aku sih, banyak ngomong'. Laras menelan susah salivahnya.
"Jangan memanggil pria lain dengan sebutan mas, kecuali suami mu ini ". Sifat arogant nya kembali, sepertinya sekarang ia sedang mode cemburu.
Laras langsung mengangguk cepat, tidak ingin membuat suaminya itu tambah marah.
...****************...
__ADS_1
Andra bersiap akan ke kantornya. Ia sudah mengganti pakaian kokohnya dengan kemejanya. Sedangkan jas nya masih tergantung di sandaran sofa, beserta dasinya. Yang selalu ada pastinya.
" Mas mau ke kantor? ". Laras bertanya, ia sekarang duduk di ranjang. Dengan memakai piyamanya, berbalut selimut. Tubuhnya masih sakit.
Andra mendekati Laras " iya, mau melihat-lihat ajah. Emangnya kenapa sayang? ". Ikut duduk di samping Laras
" Hmm aku mau ikut ". Ragu Laras. Sebenarnya ia masih sakit pinggang, hanya saja jika dirinya hanya duduk seperti itu. Sungguh tidak nyaman yang dia rasakan
Andra mengerutkan keningnya, hingga alisnya bersatu " enggak boleh, kamu masih sakit ". Tegas Andra
" Tapi mas.. aku bosan kalo duduk di kamar ajah ". Rengek Laras
'ahhhh gemesnya, astaga gue hampir terlena dan mengizinkan nya'. " Enggak boleh sayang... Mas gak mau kamu jadi cepek lagi dan pingsan kaya kemarin ". Andra masih tidak mau mengizinkan nya.
" Kalo bosan, kan bisa panggil Milea atau bi Siti buat nemenin. Tapi gak boleh turun kebawah, apalagi kalau sampe bantu-bantu ". Ohoo sekarang sifat Posesif nya semakin dia perlihatkan.
Laras terkejut " kenapa mas? Kok Laras gak boleh bantu-bantu? ". Yah biasanya kan dirinya tidak dilarang
" Mas sudah bilang kan. Mas gak mau kamu pingsan gara-gara kecapean lagi ". Tegas Andra
Laras yang mendengarnya mendengus kesal dan mengerucutkan bibirnya.
'ahkkk gemes banget sih sayangku ini. Sabar... Sabar... Bisa gak jadi ke kantor nih'. Andra mengatur nafasnya.
" Tapi Laras bisa kerja yang ringan-ringan ajah ". Laras masih kekeh
" Tidak! Pokoknya tidak boleh ". Oh.. tentu saja Andra juga kekeh
" Gini ajah, kalo kamu memang mau bantu-bantu di bawah, boleh.. ".
Laras yang mendengarnya langsung tersenyum
" Tapi, kamu tidak boleh bekerja di perusahaan lagi ". Menaikkan satu alisnya. Ia tersenyum licik.
Senyuman Laras langsung sirna.
" T.. ".
" Ini tidak bisa dibantah ". Oke, ini benar-benar tidak bisa diganggu gugat
Laras terlihat berfikir sejenak dan " baik, Laras akan kerja di kantor ajah. Laras gak akan bantu-bantu dibawah lagi ". Laras mencoba untuk tegas.
'bagus'.
" Nah gitu kan. Nanti di kantor mas akan kasi tau Ardi supaya ngasih kamu tugas-tugas yang ringan ". Sebenarnya Andra heran dengan Jawaban Istri nya yang lebih memilih kerja di kantor suaminya, dari pada tinggal dirumah dan menikmati kekayaan suaminya.
" Eh.. enggak per_ ".
" Ini juga gak bisa dibantah ".
Laras pasrah, dan hanya bisa menurut saja. Rupanya suaminya itu benar-benar Arogant.
" Mas.. ambil jas nya yang ada di sofa dong ". Menunjuk jas yang ada di sofa. Untuk merubah moodnya, harus ada yang dia lakukan
Tidak ingin basa basi, Dengan segera Andra mengambil jas dan juga dasinya dan memberikannya kepada istrinya itu.
Dengan senang hati Laras menerima nya. Ia menarik tangan suaminya, lalu berdiri sedikit dan bertumpu pada kedua lututnya.
Laras kemudian memakaikan dasi suaminya, dengan telaten ia melakukan nya. Sedangkan Andra tersenyum senang melihat istrinya yang berinisiatif sendiri.
" Oke! Selesai ". Menguatkan ikatan dasi.
Andra langsung mencium singkat bibir Istri nya itu dan beralih di keningnya " makasih sayang ".
" Sama-sama mas ". Walaupun masih canggung, tapi untung saja Laras berhasil.
Dan mulai sekarang, keseharian Laras dalam menjalani kehidupan nya akan sangat berubah.
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya. masukkan di favoritnya yah😗
__ADS_1