Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Mengumbar kebahagiaan


__ADS_3

Typo bertebaran dimana-mana, harap maklum saat membacanya 😌


Alan kembali ke kantornya dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari bibirnya.


Aura kebahagiaan nya sangat-sangat terasa, hingga melewati Laras dan juga Ardi


" Assalamualaikum teman-teman ". Ucap nya dan langsung masuk kedalam ruangan Andra.


" Waalaikum salam ". Ardi dan Laras bengong.


" Ras tadi kamu liat kan bunga-bunga itu... ". Masih melihat jejak Alan di pintu masuk.


" Iya.. aku juga liat ada bunga-bunga di sekitar Alan ". Laras juga bengong melihat jejak Alan.


Ceklek ...


" Assalamualaikum bos.. aku kembali membawa sejuta cerita dan kesenangan... ". Benar apa yang dikatakan Laras dan Ardi, ada banyak bunga-bunga di sekitar Alan. Sampai-sampai menyentil kening Andra yang melihatnya dengan datar.


" Waalaikum salam... Huuufffhhhhh orang lebay datang lagi nih ". Andra hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Alan duduk di atas sofa " karena sekarang gue lagi seneng. Gue maafin semua kesalahan yang pernah lo lakuin ke gue ". Wisss langsung berubah jadi baik.


Andra mendongak " Kayanya lagi dapat durian runtuh nih ". Senang? Tentu saja. Siapa sih yang tidak senang saat semua kesalahannya di maafkan. Karena Andra juga merasa kalau dirinya memang banyak salah sama Alan.


" He.. he.. ya iyalah. Bukan durian runtuh lagi, ahhhh seneng banget ". Bunga-bunga nya masih terlihat.


" Memangnya ada apa sih? ". Kini Andra juga ikut penasaran. Melihat tingkah Alan yang senangnya keterlaluan, tentu saja membuat nya penasaran.


" Mending lo siapin cuti satu bulan gue ajah deh ". Sekarang Alan yang memerintah, disini bosnya siapa sih.


" Ha?! Cuti? Emangnya lo mau kemana? Gak ke sang pencipta kan ". Candaannya benar-benar tidak lucu.


" Sialan lo, yah kali. Gue mau honeymoon.... ". Belum nikah sudah mau bulan madu.


Andra bengong... Otaknya loading, mencerna cerita Alan.


" Nikah ajah belum udah mau honeymoon. Kalo ngehalu itu ada batas nya Lan ". Sepertinya temannya itu sudah mulai gesrek.


" Yah persiapin ajah dulu. Entar lagi undangan nya gue bagi deh ". Sungguh percaya diri.


" Lo nerima perjodohan yang dibuat nyokap lo? ". Sama seperti Andra, Alan juga selama ini sering di jodoh-jodohkan dengan putri sahabat mamanya atau putri dari kolega papanya. Tapi semuanya ia tolak. sekarang bukan jamannya siti Nurbaya yang nyari jodoh kudu di jodoh-jodohin segala, Nah pasti bilang seperti itu kalau di jodohkan


" Enggaklah lo kira sekarang jamannya siti nurbaya. Gue udah punya calon sendiri lah ". Ucapnya bangga, padahal belum diterima sudah di umbar-umbar.


Pulpen yang di pegang Andra seketika langsung jatuh saat mendengar Alan sudah punya calon pasangan sendiri " lo udah punya calon? Jangan ngadi lo. Nikah tuh gak main-main bro, kita bersumpah dengan disaksikan oleh yang maha kuasa loh. Kalo cuman buat nepis perjodohan yang dikasi sama nyokap lo, gua bakalan bantu jelasin deh ". Bukannya Alan tidak berpengalaman, hanya saja sampai membawa seorang wanita ke pelaminan sungguh hal tabu buat Alan.


" Makasih atas nasehat dari ustadz Andra yang terhormat, tapi itu gak perlu. Karena gue emang cinta ama tuh orang ". Sekarang wajah Alan yang berubah Datar. Ia sama sekali tidak tahu jalan pikiran temannya yang satu itu.


" Haaa!!!! Lo jatuh cinta???? Gak salah?? ". Reaksi yang sangat tidak di harapkan.


" Cik, jahat banget lo. Emangnya lo pikir gue brengsek apa, yang cuman mainin anak orang. Gue juga bisa jatuh cinta ". Alan mulai kesal.


" Tapi ini gak salah nih? Kapan nikah nya. Ah.. bukan, maksud gue kapan lo jatuh cinta sama tuh cewek ". Biasanya Alan memang akan menceritakan keluh kesah nya, bahagia nya kepada Andra. Sudah seperti wanita saja kan.


" Tadi ". Santai Alan.


Andra bengong " haa???! Tadi? Maksudnya? ".


" Yah tadi pas gue pergi ke rumah sakit temenin Dion. Gue jatuh cinta pada pandangan pertama. Sama dokter lagi. Ahhh mana cantik lagi. Tapi galak sih hahah ". Tertawa sendiri saat mengingat wajah Mai yang marah tapi berekspresi datar.


" Tunggu dulu... Seorang Alan yang playboy nya udah mendarah daging, yang katanya jatuh cinta adalah hal tabu buatnya, jatuh cinta pada pandangan pertama? Situ oke? ".


" Haiiissss ini nih, yang namanya teman gak ada akhlak. Teman lagi seneng soalnya jatuh cinta, malah dianggap gila. Oke fine, gue mending balik kerja ajah. Biar gue pendam sendiri kebahagiaan ini ". Sungguh dramatis


Andra yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng saja.


Dia memang terkejut dengan beritanya, tapi itu adalah jalan yang diambil sendiri oleh sahabatnya. Dia hanya bisa berdoa semoga wanita yang dia cintai tidak salah.


Dan ia juga bahagia, akhirnya ia sudah tidak punya saingan, Alan juga pasti tidak lagi mendambakan Laras. Padahal kan Alan hanya bercanda.


Alan keluar


" Assalamualaikum guys ". Alan kembali mengumbar kebahagiaan nya.


" Waalaikum salam ". Jawab kedua orang yang sedang fokus dengan laptopnya. Tapi terganggu dengan aura kebahagiaan yang diumbar Alan.


"Ada apa Lan? Kayanya kamu bahagia banget nih ". Karena penasaran Ardi memilih untuk Bertanya. Karena ia tahu Alan datang kepada mereka dengan mengumbar kebahagiaan nya agar ditanya.

__ADS_1


" Iya kok kaya dari tadi bahagia banget ". Laras ikut menimpali


" Mau tau banget apa mau tau ajah?... ". Dan keusilan Alan dimulai


Laras dan Ardi menatap nya datar dan kembali melanjutkan kerjaannya tadi.


" Iya.. iya bakalan gue kasi tau. Kalian ini cepat banget ngambeknya ".


Laras dan Ardi kembali mendongak dan melihat Alan " jad? Kamu kenapa kok bahagia banget? ". Laras membuka suara.


" Jadi gue bakalan nikah... ". Belum diterima sudah bilang mau nikah.


Ardi bengong 'Sih Alan bakalan nikah?'.


'wanita mana yang sial, mendapatkan Alan sebagai calon suaminya'. Batin Ardi dan Laras.


" Waa... Selamat... Siapa nih wanita yang beruntung? ". 'aku berdoa semoga wanitanya bisa tahan'. Lain diluar lain didalam


" Ada deh. Nanti gue kasi tau ".


" Tapi kamu beneran bakalan nikah kan Lan? Calonnya udah setuju kan? ". Ardi masih ragu dengan beritanya.


" Hmmm ". Alan berfikir dan berakhir dengan mengangkat kedua bahunya.


" Ha? Maksudnya ". Karena deja vu' Laras mulai curiga.


" Entahlah... Tadi sudah ku lamar sih. Tapi dia malah anggap gue gila. Tapi gak pa-pa semangat gue gak bakalan pudar ". Semangat empat limanya langsung keluar.


" Jadi baru di kejar? Belum mau nikah? ". 'aku kira udah mau nikah'. Batin Laras, benar-benar tidak ada yang percaya dengan berita Alan, karena memang itu tidak benar.


" Belum, tapi pasti nikah. Udah deh gue pergi. Assalamualaikum ". Langsung pergi begitu saja.


Laras hanya menggeleng melihatnya dan kembali fokus pada kerjaannya.


Sedangkan Ardi masih bengong melihat jejak Alan 'punya atasan kok gini bangat yah'. Menggeleng dan kembali pada kerjaannya.


Jam makan siang akhirnya tiba


Seperti biasanya Laras akan makan siang bersama suaminya.


Andra yang merasa dirinya di tatap, mendongak dan mendapati istrinya yang melihatnya.


Dan tentu saja Laras yang kedapatan Langsung salah tingkah, wajahnya sudah memerah.


Andra yang melihatnya tersenyum tipis " apa saya seganteng itu sampai kamu tatap terus ". Godaan Andra pun dimulai


" Ehh ... Ehh hmmm hmmm ". 'iya ganteng banget ahhhhkk'. Laras gelagapan.


" Hahahha kamu lucu bengat ras ". Mengusap kepala Laras. Yang tentu saja semakin membuat wajah Laras memerah.


'ahhhhkk malu banget'. " Hmm mas katanya Alan bakalan nikah yah ". Walaupun sudah tahu itu tidak benar, tapi untuk mengalihkan pembicaraan nya ia haru mengungkit sesuatu yang tidak mungkin.


" Ah! Bukan nikah. Tadi katanya masih lamaran, yah dadakan gitu. Alan bilang kalo dia kena cinta pada pandangan pertama ". Dan Laras berhasil mengalihkan pembicaraan nya.


" Wah! Cinta pada pandangan pertama? Hebatnya ". 'ahhh enaknya jadi wanita itu. Dincatai saat pertama ketemu. Pengen..'. seharusnya kamu bahagia karena itu memang kenyataan.


'asal kamu tau ras, gue juga cinta pada pandangan pertama pada mu'. Seharusnya kau mengatakannya dengan keras.


" Oh iya, tiga hari lagi kita bakalan keluar kota ". Andra membuka pembicaraan.


Yang sontak membuat Laras batuk-batuk tersedak makanannya 'apa kita mau pergi honey moon. Aduhhhh aku belum siap'. Pikirannya sudah kemana-mana, belum dibilang akan pergi kemana, tapi pikiran nya sudah mengarah pada honeymoon.


Dengan sigap Andra memberikan air putih " kamu gak pa-pa ras? ". Terlihat wajah khawatir Andra.


" Uhuk.. uhuk... Gak pa-pa mas. Tapi buat apa kita keluar kota mas ". Mencoba untuk tenang.


" Dinas, kita mau pergi dinas ". Jawaban yang diberikan sangat tidak terduga dari yang dikira Laras.


" O.. oh .. dinas yah ". 'ahhh harapan aku terlalu tinggi. Aduh.. kok pikiran ku jadi mesum gini sih'


" Iya, kamu ingat dengan klien kita sih.. hmmm siapa yah namanya ". Berfikir, kan... Andra memang tidak akan mengingat orang yang tidak penting baginya. Walau klieannya sekalipun.


" Bu Risa mas? ". Tebak Laras. Klien yang Laras tahu hanya Risa.


" Ah! Iya sih Risa. Kita akan mengerjakan proyek nya di kota Surabaya ". Ini bukan cerita lama yang menggunakan judul dengan menaruh kata 'si' sebelum namanya. Ahhh Andra memang seperti itu.


" Ohh... Hmm berapa hari kita dikuar kota mas? ". Sebenarnya hati Laras masih dongkol saat mengingat jika suaminya itu tergoda dengan gundukan Risa. Padahal tidak.

__ADS_1


" Cuman tiga hari. Mau ngeliat perkembangan nya ".


" Untung bukan lebih lama ".


" Kenapa? ". 'apa Laras gak suka pergi liburan'. Padahal niatnya juga mau mengajak Laras jalan-jalan.


" koi-koi ku mas, takutnya gak ada yang kasi makan ". Yah rupanya yang dipikirkannya yang itu.


'yaelah. Koinya lebih penting dari kerjaannya apa!'.


" Tenang ajah, para pelayan akan memberikan makanan pada KOI-KOI mu ". Menekankan kata-kata koi-koi.


" Ah iya yah. Hahha syukur lah ". Memang benar, koinya lebih penting dari kerjaannya. Secara koi itukan makhluk hidup, bukan seperti kerjaan yang cuman seonggok kertas dan tulisan atau sekedar laporan, itu tidak bernyawa.


Para kertas merasa terhina.


" Kamu kayanya sayang banget sama koi mu ".


" Haha iya mas ". Tersenyum manis


" Kalo saya? Sayang gak? ". Mulailah gombalan Andra.


" Eh!?... Eh... Ke.. kenapa mas tanya seperti itu? ". Gugup Laras 'iya! Sayang banget'. Tidak bisa di ucapkan nya.


" Haha saya cuman bercanda. Jangan anggap serius ". Tidak ingin melihat Laras gugup seperti itu 'kayanya level gue lebih rendah dari koi-koi nya.... Huufff tenang, pasti akan indah pada waktunya'. Andra masih tidak pupus semangat.


Di kantin kantor,


Ardi sedang duduk sendiri sambil mengunyah makanannya. Para teman makannya yang biasa sedang sibuk dengan urusannya sendiri.


Andra lebih memilih untuk makan bersama Laras, sedangkan Alan seperti nya kembali ke rumah sakit untuk mengambil hati Mai.


Drrt.. drrt.. drrt


Ardi melihat ponselnya yang berbunyi dan memperlihatkan nomor seseorang yang menelponnya.


'Istri bawel ku😘'.


Senyum Ardi langsung mengembang, dan tentu saja para karyawan yang melihatnya sudah menduga siapa yang menelfon nya.


'pasti istrinya'. Batin semua karyawan yang memang sedari tadi melihat sekretaris utama Anastasia Corp.


Memang dari saat Ardi masuk kedalam kantin, ia sudah menjadi pusat perhatian. Ini kedua kalinya Ardi ke kantin untuk makan siang.


Ardi mengangkatnya


" Assalamualaikum yah ". Suara lembut nan cempreng terdengar dari seberang.


" Waalaikum salam yank ada apa nih? Gak biasanya bunda nelpon ". Dan tentu saja tindakan Nisa itu membuat nya sangat senang.


'yank? bunda? Fiks pasti Istri nya' para karyawan masih penasaran dengan obrolan keduanya, walaupun ada beberapa karyawan yang memang tidak tertarik dan memilih kembali ke ruangannya.


" Gini yah. Ayah gak dipecat kan? Soalnya aku udah ngatain suami Laras ".


" Haha enggak bun, semuanya baik-baik saja ". 'asal tidak dikatakan pada orangnya'.


Semua karyawan tentu saja terkejut melihat Ardi yang tertawa seperti itu. Sungguh langkah


" Alhamdulillah... Mas Bunda rindu nih ". Yah jadi tujuan utamanya memang lain yah.


" Jangan rindu yank, itu berat. Ayah juga rindu ". Mengumbarkan kebahagiaan nya, tanpa memperhatikan sekeliling nya. Ia sudah tidak perduli.


" Ihhh cepat pulang yah. Kalo gitu bunda tutup yah ".


" Iya yank. Tunggu suamimu yang ganteng pulang ". Dunianya serasa milyil berdua, walau hanya lewat ponsel. Dan semua karyawan nya serasa di gantung.


" Iya yah. Assalamualaikum ".


" Waalaikum salam ".


Ardi melihat ponselnya dan tersenyum senang. Moodnya jadi lebih baik setelah mendengar suara Istri nya.


Benar-benar Keluarga yang bahagia.


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya, jangan lupa hadiahnya 🙂

__ADS_1


__ADS_2