Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Pernikahan Alan dan Mai


__ADS_3

3 bulan pun berlalu.....


Di hotel ini, sudah banyak orang-orang yang masuk dengan membawa serta undangannya, di dalam aula hotel dekor berawarna pink dengan campuran putih sungguh mewah dan sangat memikat memenuhi aula hotel tersebut.


Di salah satu kursi tersebut terlihat dua pasangan yang sedang bermesraan, yah itulah yang dilihat para tamu undangan yang datang.


Dengan posesif Andra memeluk pinggang Istri nya menggunakan satu tangannya dari samping, bahkan sesekali mengelus perut Laras yang sudah membesar. Bagaimana tidak kandungan Laras sudah memasuki bulan ke-7.


" Mas bisa lepasin gak.... ". Risih Laras melihat tingkah Suaminya yang benar-benar lengket dengan nya, seperti perangko.


" Kalo mas gak mau, gimana dong?! ". Menaik turunkan alisnya. 'istri gue yang cantik ini mau gue lepasin gitu ajah, ehhh gak semudah itu. Entar para mata laki-laki jelalatan lagi!'. Benar saja, tubuh Laras yang mungil, di tambah perutnya yang sudah membesar terlihat seksoy jika dipandang, belum lagi Laras juga mengenakan gaun yang sangat indah, menambahkan kecantikan nya. Apalagi jas yang dikenakan Andra serasi dengan gaun yang dikenakan Laras, sungguh pasangan yang harmonis.


" Tapi mas.. coba lihat kolega bisnis mas, kayanya mereka mau bicara sama mas ". Dan itu benar, ada banyak kolega bisnis Andra yang ingin berbicara dengan nya, tapi tidak menemukan waktu yang tepat.


" Biarin ajah, mas juga gak mau bicara dengan mereka ". 'palingan cuman ambil muka'. Dan jangan lupa mereka juga menjilat.


Huhhhh!


" Aku mau pergi ke ruang rias pengantin dulu mas, mau lihat Mai ".


" Gak usah disini ajah ". Karena pasti Andra tidak akan dapat tempat kalau Laras ke ruang rias wanita, Laras terlalu sibuk dengan teman-teman nya.


" Tapi mas aku mau nyemangatin Mai, biar gak gugup ". Laras tetap kekeh


" Kenapa harus gugup, bukannya waktu kita nikah dulu gak kaya gi..____ ". Andra menghentikan perkataan nya, ia melirik kearah Laras yang sedang menunduk sedih saat mendengar perkataan Andra.


Pernikahan? Bukannya pernikahan mereka hanya di adakan di rumah sakit!!. Pikir Laras 'apa mas Andra tidak tau kalo waktu itu aku juga gugup'.


Andra langsung mendekap tubuh istri mungilnya. " Maaf.. maaf ".


" Gak pa-pa.. lagian itu jugs udah berlalu ".


Andra melerai pelukannya lalu memegang pipi Laras " maafin mas.. kalo saja waktu itu mas bisa sabar...___ ".


Laras menaruh jari telunjuk nya di bibir Andra sehingga memotong perkataan Andra. " Hussstt jangan bilang kaya gitu, harusnya aku bersyukur Waktu itu mas langsung ijab Laras ".


Andra mengambil jari telunjuk Laras dari mulut nya " tapi kamu tidak bisa merasakan jadi pengantin yang sesungguhnya ". Walau bagaimanapun Andra juga menginginkan pernikahan yang layak dan dihadiri banyak orang, menjadi pernikahan yang terkesan dan akan selalu di kenang bukan malah seperti pernikahan mereka yang di adakan di rumah sakit. Tapi karena keegoisan nya sendiri membuatnya seperti ini.


" Gak pa-pa mas... Yang penting itu bagaimana kita jalani rumah tangga setelah pernikahan, lagian menurut ku pernikahan kita waktu itu gak kalah terkesan, bahkan selalu teringat. Kan jarang yang nikah di rumah sakit ". Memperlihatkan senyuman manisnya bahkan gigi rapinya juga ikut terlihat.


Andra tersenyum mendengar nya, bahkan ia juga terharu. Andra mengecup jari telunjuk Laras yang di pegangnya " makasih sayang... I love you ". Ucapnya dengan mata sendu.


Laras tersenyum " I love you too ". Balasnya.


Andra kembali mendekap tubuh Laras " ahh gimana nih ". Katanya di sela-sela ia memeluk.


" Apanya? ". Tanya Laras


" Kita pulang ajah yuk ".


" Kok pulang sih acaranya kan belum mulai ".


" Gimana dong mas cepat-cepat ingin memakan kamu sayang.. ". Bisiknya dengan nada menggoda.


Blushhh...


Pipi Laras langsung memerah. Ia mendorong tubuh Andra agar terlepas dari dekapan Andra. " Ihhh mas apa-apaan sih, mesum!! ". Bersedekap dada.


" Kan mesum sama istri sendiri gak papa kan ". Andra semakin gencar menggoda.


" Ah udahlah ". Laras semakin cemberut. Bahkan bibir nya sudah di monyong-monyong kan.

__ADS_1


Cup..


" Ihh mas.. ".


" Apa, bukannya bibir mu minta di cium ". Katanya dengan memasang wajah tidak berdosa nya.


" Astaghfirullah ihhh mas... Malu tau di liatin orang ihh ". Kesal Laras, cuman diluar. Tapi di dalam sebenarnya ia senyum-senyum sendiri.


" Heheh kenapa malu sih sayang... ". Terkekeh lalu menarik hidung Laras yang tidak terlalu mancung namun tidak pesek juga.


" Ya ampun sweet banget sih~ ".


" Ahh pengen~ ".


" Iri nya... ".


Sahut-sahut para tamu undangan saat melihat kemesraan mereka berdua. Karena dari tadi memang mereka menjadi pusat perhatian para tamu undangan lainnya.


Tak lama kemudian acara pernikahan Alan dan Mai pun dimulai. Terlihat Alan sudah siap dengan memakai jas berwarna pink persik, sedang duduk di hadapan sang penghulu. Walaupun jas Alan berwarna pink persik tidak membuat kegagahan nya berkurang.


" Hahaha warna pink ". Hanya Andra yang tertawa melihat nya, bahkan sangat keras. Laras menyiku lengan Andra.


" Mas... Jangan ketawa ". Bisik Laras, bagaimana tidak para tamu sudah menatap heran Andra. Bahkan ada juga yang tidak percaya kalau rupanya Andra bisa berekspresi seperti itu.


" Hehe maaf ". Kembali ke mode datarnya. Ia melihat para tamu yang melihatnya, Andra langsung memberikan tatapan dingin dan tajamnya sehingga tidak ada lagi yang berani melihatnya.


" Ck dasar sih bos! Ganggu ajah!! ". Gumam Alan.


" Haha gak papa lah Lan, lagian kan biar kamu juga gak tegang ". Timpal Ardi di sebelah Alan 'lagian jas nya kok pink'.


" Huuffh.. iya sih.. ".


Tak lama kemudian sang pengantin wanita pun datang, dengan di dampingi oleh Nisa. Sebenarnya Laras juga ingin mendampingi Mai hanya saja suaminya melarangnya. Dengan alasan kelelahan. Bahkan sangking khawatir nya Andra, ia tidak pernah pergi jauh-jauh dari sisi Laras.


Para tamu undangan terkesima melihat kecantikan Mai, apalagi sekarang Mai sih wajah datar sudah tidak ada. Mai sungguh-sungguh tersenyum simpul berjalan mendekat ke penghulu dan calon suaminya serta papanya.


Gaun berwarna pink persik yang digunakan Mai sungguh serasi dengan jas yanh digunakan Alan. Dengan belahan berbentuk V di bagian punggungnya, dan di depan nya yang tertutup. Serta rambut Mai yang disanggul memperlihatkan leher jenjang Mai, membuatnya semakin cantik dan menawan.


Bahkan Alan yang melihatnya tidak mampu teralihkan lagi 'kayanya gue nikah ama bidadari'. Batinnya.


" Ehem... Mata tuh... ". Sindir papa Angga


" Tenang saja nanti juga sah ". Bahkan pak penghulu juga ikut menyindir.


" Eh! Hehe ". Menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Alan benar-benar malu kali ini, ketahuan seperti ini membuatnya Canggung.


Mai duduk di sebelah Alan. Saat semuanya sudah siap pak penghulu pun mulai mengambil ancang-ancang. Sebenarnya papa nya Mai yang ingin melakukan nya, hanya saja ia terlalu gugup jadinya harus di gantikan oleh pak penghulu.


.........


" Saya terima nikahnya Siti Maimunah Rasyad binti Rasyad Angkara Putra dengan maskawin uang tunai 100 juta dollar Amerika, satu unit apartemen, satu unit mobil BMW terbaru, cin-cin berlian, dan uang seperangkat alat sholat dibayar tunai ". Dalam satu tarikan nafasnya Alan mengatakan nya.


" Bagaimana para saksi? ". Ujar pak penghulu


" Sah.. ".


" Sah.. ".


" Wiss maharnya luar biasa ".


" Itu belum apa-apa, katanya masih ada tapi pengantin wanita nya tidak ingin jika semuanya disebutkan ".

__ADS_1


" Asistennya ajah maharnya udah gak ke hitung, gimana bosnya yah ". Para tamu undangan bisik-bisik setelah Mai dan Alan resmi menjadi suami istri.


" Alan hebat, aku gak nyangka maharnya bisa sebanyak itu ". Ucap Laras. Jiwa misquennya rupanya masih ada.


" Cih, cuman kaya gitu. Itu belum seberapa dengan hartanya, apa-apaan Alan benar-benar pelit!! ". Kesal Andra saat Laras sempat memuji Alan.


" Ihh mas gak mau di kalah bangat sih ". Suaminya sungguh kekanakan.


" Mas emang gak mau dikalah. Padahal mahar mas juga gak kalah banyaknya! ". Rengek Andra


" Emangnya waktu itu mahar mas berapa? ". Tanya Laras, ia memang tidak mengetahui berapa mahar yang di berikan Andra waktu itu. Karena saat di ijab qobul, Andra sama sekali tidak mengatakan nya.


" Eh!! Hmm ". Menggaruk pipinya, dan mengalihkan pandangannya 'gak mungkin kan gue bilang kalo gue memberikan setengah harta gue sebagai mahar. Bisa tidur di luar gue'.


" Mas.. kenapa mas? Berapa maharnya, waktu itukan mas gak nyebutin ". 'aku baru sadar kalo waktu itu maharnya gak di sebutin'. Karena Laras mengira pernikahannya tidak akan bertahan lama makanya ia tidak terlalu penasaran dengan mahar yang di berikan Andra.


" Ehem... Ada deh, ini rahasia ". Mengedipkan sebelah matanya


" Hahaha mas lucu deh. Tapi kok rahasia, padahal kan itu punya Laras ". Sebenarnya Laras tidak terlalu memikirkannya, hanya saja melihat reaksi Andra yang sepertinya menyembunyikan sesuatu membuat nya tambah penasaran.


" Mm enggak... Kan rahasia ". Andra mencoba untuk tidak menatap mata Laras.


" Mas tatap aku.. dan katakan dengan jelas!! ".


Andra melirik melirik melihat Laras dan yang dilihatnya Laras memberikan mata puppy eyes nya yang tak bisa di bantah Andra.


Huhhh


" Stengah harta mas... ". Lirihnya sangat pelan, sampai-sampai terlihat bergumam


" Apa mas!! ". Mendekatkan telinganya


" Stengah harta mas... ". Lirihnya lagi, dan kali ini Laras berhasil mendengarnya.


Laras mematung, ia bergeming di tempatnya. Entahlah ia tidak tahu harus memberikan reaksi seperti apa. Orang terkaya di negaranya memberikan setengah harta nya padanya sebagai mahar!! Langsung jadi sultan!!!.


" Mas serius? ". Tanya Laras hati-hati, dan Andra mengangguk sebagai jawabannya. Andra memang sengaja memberikan Laras stengah hartanya saat sebelum ijab di mulai, sedangkan setengahnya lagi ia simpan untuk anak-anak nya di masa depan.


Menurutnya, melihat istrinya bahagia sudah sangat cukup baginya, tidak perlua harta yang berlimpah untuk suatu kebahagiaan.


Laras kembali mematung, detik kemudian " apa!!! Mas kau gila yah!!! ". Pekik Laras, sampai-sampai para tamu undangan melihat heran kearahnya, ada juga yang kagum saat melihat keberanian Laras mengatakan hal seperti itu terhadap Andra.


" Astaghfirullah sayang... Husst.. jangan kencang-kencang ".


Laras pun diam kembali " mas gak takut yah kalo misalkan aku bawa kabur semua harta mas, atau bisa saja kita bercerai. Mas ini anggap uang itu apa sih, gak gampang loh carinya ". Ucap panjang lebar Laras. Mau bagaimana lagi, ia sama sekali tidak pernah berfikir akan mahar yang diberikan Suaminya. Apa ia tidak berfikir ke depannya, pikir Laras.


Andra diam, ia tahu kalau hal ini pasti terjadi " iya sayang maaf, tapi kan kamu gak kabur dan itu gak akan mungkin ".


" Itukan sekarang mas, gimana coba kalo dulu aku kabur ".


" Itu gak mungkin sayang, karena mas tau kamu itu orangnya terlalu baik ".


" Haisss untung mas nikah nya sama aku, jadinya gak mungkin aku bawa kabur harta mas ".


" Hehhe Alhamdulillah mas nikahnya sama kamu ". 'kalo pun gak nikah sama kamu, gak mungkin mas kasi setengah harta mas sama orang lain'.


" Ck tuh pasangan dua orang gak punya rasa bersalah sama sekali ngacau di pesta pernikahan orang ". Gerutu Alan yang kini sudah ada di atas pelamin bersama Mai bak raja dan ratu.


'Alhamdulillah... Untung waktu aku nikah bos sama Laras gak ada'. Sungguh Ardi merasa beruntung saat menikah bosnya tidak ada.


TBC

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya


__ADS_2