Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Datang Tamu?


__ADS_3

Andra menyesap dan mel*mat Bibir menggoda istri nya itu. Apalagi saat Laras juga ikut membalasnya, birahinya langsung naik.


Ia turun ke leher Laras, mengecup-ngecup nya, lalu menggigitnya. Menyisakan tanda merah disitu.


" ah.. ma.. mas.. ". Desah Laras


Ia langsung sadar saat Andra menggigit nya. Ia berusaha melepaskan diri nya. Tapi sekali lagi itu sangat sulit. Lalu dia lebih memilih menahan tangan Andra yang sudah naik kedalam bajunya.


" Ma.. mas.. le.. ah.. pas.. ". Sudah tidak jelas apa yang dikatakannya. Desahannya lebih mendominasi, tidak bisa dia pungkiri kalau sentuhan dan lu*ata*, suaminya itu membuatnya nikmat.


" Ma..s.. ". Andra sama sekali tidak mendengarkan, tangannya sudah meremas dua gundukan Laras. 'apa ini saatnya aku merelakan apa yang ku jaga selama ini'. Air matanya berlinang, ia belum siap. Takut


Saat air mata Laras mengenai wajah Andra yang memang masih ada di leher Laras, ia langsung sadar. Dan segera melepas kecupannya.


'Astaghfirullah apa yang udah gue lakuin'.


" Hiks.. hiks.. ". Tangis Laras pelan, sontak membuat Andra mendongak dan melihat wajah istrinya yang sudah berlinang air mata.


Tangannya ia angkat dan mengusap air mata Laras yang berlinang di pipinya. Di tangkupnya pipi Istrinya itu.


" Maaf ras.. maafin mas ". Menyesal. Seharusnya dia bisa menahannya.


" Maaf ras... Mas gak sengaja ". Andra merapikan kembali baju Laras yang sedikit terangkat, akibat dirinya.


Ia kembali membelai lembut pipi Laras menggunakan kedua tangannya. Di tangkupnya kembali lalu mengusap-usap linangan air mata yang masih jatuh dari mata Laras. Walaupun tidak ada rintihan yang keluar dari bibir Laras, tapi air matanya tetap jatuh.


Sakit. Hatinya benar-benar sakit melihat nya. Tidak terhitung dirinya merutuki kebodohannya yang tidak bisa menahan nafsunya.


" Maaf yah.. maafin mas ". Ucapnya lembut, entah sudah keberapa kali kata maaf yang diucapkan nya.


Laras melihat Andra, walau samar karena air matanya yang menutupi nya, tapi tetap ia bisa melihat wajah penyesalan suaminya itu. Apalagi kata maaf yang diucapkan nya sudah banyak dengan nada penuh penyesalan.


Laras ingin berkata, tapi suaranya tertahan. Ia masih belum punya tenaga untuk membalasnya, dan akhirnya ia hanya mengangguk.


Dengan lembut Andra mendekap Laras, menyandarkan kepalanya di dadanya, lalu mengusap-usap kepala Laras dan di barengi dengan kecupan-kecupan kecil.


Dengan kata-kata maaf nya yang tak bisa luput dari bibir nya. Sekarang dirinya benar-benar sudah seperti orang bejat.


Setelah merasa Istri nya itu tenang, ia melepaskan dekapannya tapi masih memeluk pinggang nya. Andra melihat mata dan hidungnya yang memerah. Sungguh menggemaskan.


Andra menangkup kembali wajah istrinya itu dan mengecup singkat bibir nya.


Lalu ia mengusap-usap bekas merah di leher Laras yang telah dibuatnya.


" Ayo kita masuk ". Laras mengangguk.


Andra kemudian menggiring Laras menuju ruang keluarga, dimana disitu ada sebuah tv.


Ia membawa Laras duduk di sofa dan diikuti oleh dirinya yang ikut duduk di samping Istrinya.


" Maafin mas yah ". 'khilaf gue kebangetan'.


" Hmm iya mas ". Masih sesegukan dia.


Andra kemudian memeluk kembali Laras dan menyandarkan kepala Laras di dadanya, Laras tidak menolak, hanya menerima nya saja.


" Maaf banget yah Ras. Mas janji gak akan ngulangin lagi ". Ucapnya menyesal, walau Laras sudah memaafkannya, tapi tetap saja ia menyesal. Apalagi jika mengingat Laras yang baiknya memang keterlaluan.


" Gak pa-pa mas, lagian mas juga bisa melakukannya sepuasnya ". Ucapnya dan menjauhkan kepalanya dari dada Andra.

__ADS_1


Mata Andra membelalak, tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Apa Laras sudah mencintai nya juga?.


'lampu hijau nih.. lampu hijau nih'. Tak bisa dipungkiri senang nya dalam hati nya.


" Itukan sesuai dengan kontrak nya ". Lanjut Laras pelan, rasanya hatinya sakit saat mengingat pernikahannya hanya sebatas kontrak saja. Yah, walau memang kontrak nya yang seperti itu. Tau ajahlah.


Bruk..


rupanya masih lampu merah, masih proses. Lampu hijaunya mungkin di pending dulu.


" Gak usah bawa-bawa kontak nya ". Menarik kembali kepala Laras kedalaman dadanya. " Mas gak suka ". Lanjutnya.


" Ha? ". Mendongak, dan yang dilihatnya hanya wajah tampan suaminya yang terlihat kesal.


Inginnya ia bertanya tentang perkataan Andra tadi, padahal dia yang membuat kontraknya kok malah dia juga yang tidak senang saat kontraknya di singgung.


Laras pasrah dalam dekapan suaminya. Tidak bisa ia pungkiri, kalau sekarang ia juga sangat nyaman di dalam pelukan Andra. Dada suaminya yang keras dan lebar itu, namun wangi dan nyaman. Wanita mana sih yang akan menolaknya.


Beruntung? Iyya Laras Sangat beruntung. Walau dia belum mengetahui perasaan Andra yang sebenarnya, tapi diperlukan seperti itu juga sudah membuat nya senang.


Dirinya sendiri juga belum tahu perasaannya yang sebenarnya.


Andra mengambil remote tv dan menyalakannya. Inilah jalan satu-satunya yang bisa membuat Laras tenang kembali, yah apalagi kalau bukan menonton drakornya. Dan Andra tahu itu, ia mengira jika Istri nya itu masih shock. Walau memang benar, tapi sudah tidak terlalu.


" Kita nonton ajah yah ". Saat Tv nya dianyalakan, oppa-oppa sudah terlihat disitu. Benar-benar sudah mendominasi layar tv.


" Iya mas ". Jawabnya, karena niat nya memang dari awal ingin menonton tv setelah berkeliling.


Andra dan Laras sama-sama menonton di atas sofa, dengan Laras yang masih ada di dalam dekapan Andra.


Mereka berdua fokus dengan apa yang ada di dalam tv.


" Ya ampun.. cha *** wo ganteng banget ". Gumamnya, tapi masih bisa didengar oleh Andra.


Setelah beberapa lama mereka menonton, Andra yang sudah tidak mendengar gumaman-gumaman Laras, ia menunduk melihat istrinya yang rupanya sudah tidur nyenyak di dadanya.


Andra tersenyum, ia kemudian mematikan tv lalu beralih kembali melihat istrinya yang sedang tidur layaknya anak kecil. Sekitar matanya masih merah dan juga hidung nya.


Andra kemudian mengangkat tubuh Laras pelan dengan gaya bridal style. Ia kemudian membawanya ke kamarnya dan menidurkan nya pelan di ranjangnya.


Tangan Andra menarik selimut untuk menutupi tubuh Laras, cuman sampai dadanya saja.


" Eummm ". Laras berbalik memunggungi Andra yang masih jongkok.


Andra kemudian naik keatas Kasur dan berbaring di depan samping istrinya.


Andra membelai pipi Laras, lalu melihat kearah leher Laras yang terdapat tanda merah disitu. 'tanda kepemilikan gue tuh'. Bangga nya, padahal tadi ia sangat menyesal.


" Good night my wife ". Mencium kepala Laras. Lalu membelai pipi Laras, ia menyingsing rambut yang menutupi wajah cantik Istri itu.


" makasih kamu masih mau memaafkan saya yang sudah berbuat seperti itu. Jujur saya sangat senang ". gumamnya


" I love you my cute wife ". lanjutnya kemudian, lalu ikut menutup matanya setelah berdoa.


Andra mendekapa tubuh istrinya itu kedalam pelukannya, untuk pertama kalinya ia tidur sambil memeluk istrinya dengan keadaan Istri nya yang mengahadapnya, biasanya Laras malah memunggunginya.


...****************...


Keesokan paginya..

__ADS_1


Laras merasa sesuatu mengalir di bagian daerah intimnya.


" Eummm.. apa nih ". Ucapnya masih menutup matanya, ia masih mengantuk.


Tapi tiba-tiba ia sadar, dia pun segera lari kedalam kamar mandi dan memeriksa nya.


Andra yang merasa tangannya di pindahkan secara kasar oleh seseorang, mau tidak mau harus membangunkannya dari alam tidurnya.


Ia melihat kesamping nya, dan tidak mendapati istrinya.


Sontak saja ia langsung bangun 'apa Laras kabur'. Pikirannya sudah kemana-mana. Panik dia, apalagi saat mengingat tingkahnya yang bejat terhadap Laras semalam.


Saat akan turun dari kasurnya, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, dan terlihat Laras keluar dari dalam.


Andra tersenyum lega melihat nya, rupanya istrinya itu tidak kabur.


Andra kemudian melirik kearah jam " udah mau sholat subuh ras? Kenapa gak bangunin mas? ". Biasanya memang Laras membangun kan Andra jika waktu sholat subuh sudah di mulai.


" Kenapa mas bangun? ". Tidak menjawab malah balik bertanya.


" Ditanya malah balik nanya ".


" Eh? Haha maaf mas, tapi Laras bukannya mau sholat subuh, tapi.. ". Malu dia mengatakan nya.


" Tapi kenapa? ".


" Laras lagi datang tamu mas ". Ucapnya malu-malu.


" Ha??! ". 'tamu? Siapa yang bertamu sesubuh ini'. Heran Andra, apalagi saat melihat wajah istrinya yang sedang malu-malu seperti itu. Membuat nya semakin penasaran.


Andra berdiri dan menghampiri Laras " mana ras, siapa dia? Laki-laki apa perempuan? ". Kesalnya. Ia tidak menyangka kalau Laras akan menyembunyikan seseorang.


" Ha? Siapa apanya mas? ". Tidak ada siapa-siapa disitu kecuali mereka berdua.


" Yah tamu yang kamu bilang tadi ". 'berani-beraninya membawa pria lain kedalam rumah'. Yah kesalah pahaman nya sudah tidak ter-elakkan. Belum tentu pria juga kan


" Ha? ". Laras terlihat berpikir sejenak. 'Kenapa mas Andra Sampai marah-marah. Lalu cari tamu lagi?'. Ucapnya dalam hati.


'ah.. ' akhirnya sadar.


'apa di sembunyikan dalam kamar mandi? Apa yang mereka lakukan!!'. Kesalnya


" Tamu nya bukan manusia mas ". Ucap Laras menjelaskan.


" Bukan manusia? ". 'masa dedemit.. ah gak mungkin lah'.


" Maksudnya Laras itu, tamu bulanan untuk perempuan mas ". 'kan udah aku duga, pasti Dikira nya orang lain. Tapi kenapa mas Andra sampai semarah itu. Hmm mungkin dia tidak mau ada orang yang masuk tanpa izinnya kali'.


" Eh? Jadi bukan pria lain? ".


" Bukan mas ".


'alhamdulillah.... Iya juga yah, gak mungkin Laras selingkuh. Ada-ada ajah gue'.


" Kalo gitu saya mau sholat dulu ". Ucapnya, seperti kejadian tadi tidak pernah terjadi.


" Iya mas ". Laras masih heran melihat tingkah suaminya itu. Ia masih berdiri melihat punggung lebar Andra hingga menghilang di balik pintu kamar mandi.


TBC

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya.


jangan lupa share juga yah, bagiin sama teman-teman seperhimpunan pembaca novel, akut 🤣


__ADS_2