
" Tidak, Ada apa sayang? ". 'kayanya Laras gak dengar'. Lega Andra dan juga Rasya. Rupanya Laras sama sekali tidak mendengarkan pembicaraan mereka. Walaupun suaminya yang bicara, Laras pasti tidak akan menguping. Biar bagaimanapun ia adalah wanita yang di didik dengan baik.
" ada apa sayang? ". Mengulang pertanyaan nya
" Ayo kita pulang, atau mas mau ke ruangan ibu? Dulu? ". Ajak Laras
" Sudah mau pulang? ". Dan Laras mengangguk " kalo gitu mas pamit sama ibu dulu ". Berjalan menuju ruangan bu Aminah, bersama Laras.
Setelah mereka berpamitan, mereka berdua pun berjalan menuju mobilnya yang akan membawanya sampai ke rumahnya.
Rumah tempat mereka berdua melepas letihnya dari kesibukan nya di luar sana. Rumah yang pastinya suatu hari nanti di isi dengan kebahagiaan keluarga kecilnya, dengan tawa anak-anak nya yang berlarian kesana kemari.
Tempat berpulangnya anaknya jika mereka sudah berkeluarga.
Dan harapan itu belum tentu mustahil, mengingat Andra yang memang sudah belah duren.
Ayo kita beri aplos pada Andra yang berhasil menembus goa istrinya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Di kamar
Andra mendudukkan bokong nya di sofa dalam kamarnya.
" Mas mau mandi duluan? ". Tanya Laras, ia juga sudah mendudukkan bokong nya di samping suaminya.
" Nanti ajah, kamu duluan saja ". Ucap Andra
" Baiklah ". Laras pun berdiri dan berjalan menuju kamar mandi
" Hahhhh ". Menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
" Apa gue kasi tau Laras ajah yah. Tapi kalo dia sedih, gue harus gimana ". Tentu Laras sedih jika mengetahui sebenarnya.
Andra menarik kembali kepalanya dan duduk dengan tegak " gue kepikiran sama kata-kata ibu. Maksudnya apa yah ". Mengingat kembali perkataan bu Aminah Kepad Andra saat dia berpamitan padanya.
" Jaga baik-baik anak ibu. Laras adalah harta berharga ibu dan ayah Laras, bahagiakan anak ibu selalu, jangan membuat nya menangis. Laras adalah cahaya bagi ibu, harapan ibu. Jadi ibu mohon agar jaga Laras baik-baik ". Perkataan bu Aminah itu membuat Andra frustasi sendiri. Seperti mengatakan amanah dan kata-kata terakhirnya.
" Biar gak dikasi tau, pasti akan gue jaga istri gue sendiri ". Dan itu tidak diragukan lagi
Ceklek...
Pintu kamar mandi akhirnya terbuka setelah hampir 20 menit, dan keluar lah Laras dari dalam lengkap dengan piyamanya.
Andra berdiri lalu masuk kedalam kamar mandi, melewati Laras begitu saja, tanpa ada sapaan atau sekedar melihat Laras. Ia fokus dengan lamunannya.
Laras berbalik melihat pintu kamar mandi yang perlahan-lahan tertutup " sebenarnya mas Andra kenapa? ". Sudah dari tadi Laras menyadari ada keanehan dari suaminya setelah dari ruangan Rasya.
Tapi Laras mengabaikannya saja, sampai di saat ini yang sekarang membuat nya bertanya-tanya. Apa suaminya itu ada simpanan yang lain? Oh tentu itu tidak mungkin.
Tentang pekerjaan nya? Entahlah Laras tidak tahu.
Skip..
Sekarang di atas tempat tidur, tidak biasanya Andra hanya terlentang tanpa memeluk Laras.
Laras berbalik dan melihat suaminya dengan mata yang terpejam sembari menghadap ke langit-langit kamarnya. Dan lengannya ia jadikan bantalnya.
Laras mendekat dan langsung melingkar kan tangan nya di tubuh suaminya. Walaupun tanganya sedikit kesusahan untuk memeluk seluruh pinggang suaminya, secarakan posisi Andra sekarang sedang telentang.
Sontak Andra langsung membuka matanya, ia menunduk dan mendapati istrinya yang sedang memejamkan matanya sembari memeluknya.
__ADS_1
Andra tersenyum, ia kemudian memiringkan tubuhnya. Lalu membalas pelukan Istri nya. Kalau sekarang ia tidak sedang banyak pikiran, sudah dipastikan habis Laras diterkamnya. Mungkin besok Laras sudah tidak bisa berjalan.
" Ada apa sayang? ". Lembut Andra. Ia membelai rambut Laras
" Gak pa-pa ". Singkat Laras, tanpa membuka matanya.
Sebenarnya Laras selalu terpikir tentang sikap suaminya yang aneh. Tapi ia tidak berani menanyakannya, masih sungkan. Karena terbawa dari kemarin-kemarin.
" Beneran gak pa-pa, hmm? ". Kata-kata legenda yang selalu dikatakan wanita, sekarang dikatakan oleh Laras. Dan jawabannya pastilah kebalikannya.
Tidak terhitung buku mengenai sifat wanita sudah dibaca Andra, hany agar ia bisa menjadi pria dan suami yang peka. Tidak ingin ditinggalkan, tentu siapa sih yang mau ditinggalkan hanya Karena tidak peka.
Laras membuka matanya, dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah dada bidang suaminya. Walaupun dilapisi dengan piyamanya.
" Aku gak pa-pa, tapi kayaknya mas yang gak apa-apa ". Ucap Laras tanpa beralih melihat dada suaminya. Dada suami nya itu sungguh menggoda. Dilihat dari luarnya saja sudah luar biasa, bagaimana jika di dalam nya. Ah.. Laras sudah pernah melihat nya, bahkan pernah merasakannya.
" Eh! ". Andra terkejut 'apa Laras menyadari nya yah'. Siapa sih yang tidak akan menyadari tingkah mu yang tidak biasa
Andra semakin mempererat pelukannya, lalu ia mengecup pucuk kepala istrinya " saya gak pa-pa sayang. Bukan masalah besok kok ". Kembali mengecup pucuk kepala Laras.
Laras mendongak " beneran? ". Ucapnya, wajahnya sungguh menggemaskan.
" Iya sayang ". Sangking gemasnya, Andra mengecup singkat bibir Laras.
Laras tersenyum, sikap suaminya kembali lagi.
" Kalo gitu kita tidur yah mas ". Kembali memejamkan matanya
" Iya ". Andra pun ikut memejamkan matanya. Kedua pasutri itu tidur sambil berpelukan. kebiasaan saat tidur, sudah seperti Teletubbies saja yang suka berpelukan.
€€€€€€€€€€€€€€€€€€€
Dua hari kemudian.
Dan ... Ini adalah hari yang selalu ditunggu-tunggu oleh kalangan muda dan tua di dunia ini, apalagi kalau bukan akhir pekan.....
Libur telah tiba, walau besoknya harus masuk lagi. Hari senin memang tidak bisa di pindahkan.
Andra berniat untuk bersantai bersama istrinya seharian penuh, di rumahnya.
Tapi sebelum itu, ada yang harus di urusnya dahulu, dan tentu itu melibatkan Alan. Kasian nya Alan yang masih bekerja saat akhir pekan.
Di ruang kerja
" Gimana, jadikan? ".
" Oh iya jelas bos ". Ucap mantap Alan dari seberang telepon
" Tapi, kayanya nanti siang baru bisa gue bawa kesitu bos ".
" Terserah lah, asalkan hari ini juga semuanya harus sudah beres! Gue gak mau kecolongan lagi ". Serius Andra
" Iya, tenang ajah. Gak bakalan ada kuntilanak kedua di rumah tangga lo ". Alan meyakinkan
" Amin.. , udah deh gue tutup dulu ".
" Cie... Yang lagi kasmaran. Buatin gue ponakan yang banyak ".
" Pastinya, tenang ajah ". Kalau soal itu, Andra jagonya. Tapi hanya bersama istri nya pasti.
" Udah ah.. gue tutup. Assalamualaikum ".
__ADS_1
" Hahaha waalaikum salam ". Andra yang berniat menutup telponnya, setelah mendengar Alan menjawab salam nya. Malah di dahului, Alan langsung menutup sambungan telepon nya.
" Dasar kutu kupret! Sama bos gak ada akhlak nya! ". Menyumpahi ponsel yang di genggamnya
" Hp nya ada salah apa mas? ". Tiba-tiba Laras nongol entah dari mana. Mungkin sekarang jadi kebiasaan Laras datang tiba-tiba seperti hantu seperti itu.
'Astaghfirullah'. " Enggak sayang, ini tadi Alan. Baru pagi-pagi gini udah ngajakin ribut ". Untung sayang, kalau tidak sudah di buang ke laut Laras.
" Ada apa? Kok nyusul mas? ". Selama dua hari ini, Andra mencoba untuk tidak memperlihatkan kegelisahan lagi. Ia masih harus memikirkan bagaimana agar Laras tidak akan sedih saat ia mengetahui yang sebenarnya tentang kondisi ibunya. Walaupun itu tidak mungkin.
Tapi, tetap saja Laras masih bisa menyadari nya. Walaupun ia mencoba untuk tidak mengungkitnya, wanita memang sangat peka. Mungkin itu adalah masalah tentang perusahaan Anastasia Corp. Pikir Laras
" Oh ini mas, aku bawain kopi sama gorengan ". Sarapan pagi ala-ala orang Indonesia.
" Wah... Ini kamu yang buat? ". Duduk di sofa ruang kerjanya dan diikuti oleh Laras, sembari membawa piring berisi gorengan nya.
" Enggak, cuman ngeliatin doang. Hihihi ". Menaruh nya di meja
" Baguslah, jangan terlalu capek sayang ". Kalau pingsan lagi, kan tidak lucu
" Iya mas ". Jawab Laras
Mereka berdua pun memakan sajian sarapan yang tidak sehat dan berminyak itu. Tapi walau begitu, sarapan nya tetap habis dan membuat siapapun pasti akan tambah. Sangat cocok di lidah masyarakat Indonesia.
Tok... Tok... Tok...
Andra berjalan membukakan pintu " ada apa bi? ". Sungguh mengganggu acara, kedua pasutri itu
" Emmm ny.. nyonya dan tuan besar datang tuan ". Gugup bi Siti. Saat melihat wajah Andra yang kesal karena diganggu
" Mama datang? ". Kau melupakan papamu. Terkejut Andra, kedua orangtuanya sama sekali tidak mengabarinya kalau akan berkunjung ke rumahnya.
" Iya tuan ".
" Baik, nanti aku kesana. Berikan minuman atau cemilan saja dulu ".
" Baik tuan ".
Andra kemudian masuk kembali ke dalam ruangan nya
" Ada apa mas? ". Tanya Laras
" Mama sama papa datang ". Ucapnya dan langsung duduk
" Eh! Kalo gitu ayo cepat kita temuin mama sama papa ". Berdiri, sedangkan Andra masih betah duduk sembari memakan gorengan nya. Santai
" Mas... Ayo mas... ". Menarik tangan Andra, dan yang ditarik malah mengambil kopinya dan menyeruput nya.
" Santai ajah sayang, kita makan dulu ". Menaruh kembali cangkir kopi nya
" Astagfirullah mas... Ayo mas... ". Menarik kembali tangan Andra, kali ini dengan tenaga nya. Walaupun untuk membuat Andra berdiri hanya dengan tenaganya itu tidak mungkin.
" Iya sayang... Iya... ". Akhirnya berdiri
Mereka berdua pun beriringan melangkah bertemu mama Ani dan juga papa Rangga. Dengan bergandengan tangan. Lebih tepat nya, Andra yang menggenggam tangan Laras. Dan Laras juga tidak bisa mengelak, malahan ia membalasnya
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya.
maaf baru bisa update, jaringan ku tiba-tiba ngeleg
__ADS_1