
Andra mendongak melihat Alan di sofa yang sedang senyum-senyum sembari memainkan ponselnya.
Bukannya bekerja, malah main ponsel.
" Woi Lan, lo udah gila yah? ". Senyum-senyum sendiri sambil lihatin ponsel, padahal itu cuman benda pipih. Apa benda itu akan tersenyum saat di senyumi? Tentu tidak
Alan beralih Melihat bosnya " iya, gue udah gila. Tapi gila cinta hahahha ". Sungguh garing
Andra hanya geleng-geleng " emang nya siapa sih namanya? Dia doktet kan ".
" Mau tau bangat atau mau tau ajah? ". Sifat nya yang tidak mengenakkan akhirnya keluar
" Gak usah, gak jadi ". Ketus Andra. Asistennya itu sungguh suka membuat orang naik darah
" Namanya Siti Maimunah Rasyad. Biasanya orang-orang panggil dia Mai, tapi kalo gue tetap manggil Maimunah ". Jelas Alan
Andra diam, ia mencerna kata-kata Alan " dia dokter anak kan? ". Dan Alan mengangguk " ada fotonya gak? ". Sekarang Andra kepo
" Di aku Gi nya ada. Ini ". Menyodorkan ponselnya, dan diterima dengan senang hati oleh Andra.
Andra terkejut, lalu " Hahah kepentok juga lo ". 'kalo Laras tau sahabatnya itu di kejar-kejar sama orang kek Alan, reaksinya kaya gimana yah'. Andra sudah pernah melihat foto Mai dan Nisa di ponsel Laras, saat ia sembunyi-sembunyi mengintip galery nya.
" Maksudnya? "
" Bukan apa-apa ". Elak Andra. Ia tidak mau terlalu ikut campur dalam urusan percintaan asistennya itu. Jika ada hal yang kelewatan barulah ia bergerak
" Cantikkan ". Kembali memandang wajah Mai di ponselnya. Tiap hari kerjaannya cuman memandangi wajah kekasih hatinya yang bertepuk sebelah tangan.
" Iya iya.. tapi istriku lebih cantik ". Andra tentu tidak mau kalah
" Cik, dimana-mana suami yang baik itu hanya melihat istrinya yang paling cantik ". Oh apakah itu benar
" Bukan suami baik, tapi suami yang memang mencintai istrinya ". Timpal Andra
" Hahah iya juga yah ".
...----------------...
Laras berjalan menuju ke pantry, tempat yang tidak pernah ia absen.
" Wahh jarang-jarang nih banyak orang ". Saat sudah sampai, rupanya bukan hanya Rina dan Kevin yang ada, tapi ada beberapa orang juga
" Assalamualaikum ". Ucap Laras
" Waalaikum salam ". Ucap mereka yang ada di situ.
Tiga wanita langsung menghampiri Laras " mbak.. mbak.. rumor yang beredar itu benar gak sih? ". Salah satu orang yang menghampiri nya bertanya.
" Itu gak benar kan mbak... ".
" Itu pasti benar, aku dengar sendiri sama orang nya ".
" Iya, aku juga dengar. Pak Andra berteriak seperti itu ".
" Itu benar apa ennggak mbak? "
" Eh! Tu.. tunggu dulu ". Laras mengentikan mereka dengan mengangkat kedua tangannya sedada.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya diam " ini maksudnya rumor apa yah? ". Laras selama ini tidak terlalu menghiraukan rumor-rumor yang beredar.
" Gini Ras. Ada rumor yang beredar kalo CEO kita itu udah nikah ". Rina akhirnya angkat bicara
Deg...
'siapa yang menyebarkan nya. Semoga mereka gak tau kalo aku Istri nya'. Padahal kalau wanita-wanita di luar sana, pasti akan sangat senang jika di umbar.
" Eh! Emangnya siapa yang nyebarin? ". Mencoba untuk tetap tenang
" Jadi itu emang benar? ". Kevin juga ikut angkat bicara.
" Mm kurang tau juga sih ".
" Masa gak tau sih mbak, padahal kan mbak sekretaris nya ". Salah satu di antara mereka menimpali
" Kan aku bukan sekretaris utama, yang selalu mengekori pak Andra. Kalo mau tau tanya ajah sama pak Ardi ". Kata mas nya langsung berubah jadi pak. Tapi itu hanya untuk formalitas saja
" Gak ah, gak berani. Nanti di liat sinis lagi ". Mereka semua langsung bergidik.
__ADS_1
'Ardi, sepertinya kamu di mata mereka tidak beda jauh sama mas Andra'. Turut berduka cita
" Emangnya yang nyebarin rumor kaya gitu siapa? ". Penasaran Laras. Siapa yang berani menyebarkan nya, padahal yang tahu hanya beberapa orang saja. Itupun para atasan karyawan
" Kalo gak salah dua hari kemarin, pak Andra turun buru-buru. Trus memaki salah satu satpam, karena tidak menghentikan Istri nya yang turun ". Rina menjawab " tapi aku gak liat yah, cuman dengar-dengar ajah ". Lanjut nya
" Mungkin mereka salah liat kali ". 'hahhh ini semua kesalahanku yang pergi begitu saja'. Rupanya yang menyebabkan terjadinya rumor itu adalah suami nya sendiri.
" Aku liat. Pak Andra lari-lari, bahkan biasanya yang jalannya penuh wibawa sudah tidak terlihat waktu itu. Mukanya panik, kaya habis kedapatan selingkuh ". Timpal salah satu dari mereka.
Deg...
Hati Laras langsung tercabik, ia baru mengingat kalau dirinya belum mendapatkan penjelasan dari suaminya mengenai apa yang dilihatnya waktu itu. Gara-gara langsung diterkam, jadinya semua masalah yang dipikirkannya langsung sirna terbawa kenikmatan nya.
" Hmm entahlah, aku juga kurang tau ". Laras mengangkat kedua bahunya.
" Yah sia-sia dong kami tunggu disini. Yaudah kami pergi ajah deh ". Ucap salah satu dari mereka bertiga
" Emangnya ngapain kalian kesini, kalau bukan buat minum kopi atau minuman? ". Heran sendiri Laras dengan kata-kata mereka
" Mereka kesini buat nyari kebenaran dari rumor itu ". Kevin menimpali. Padahal dirinya sudah pede kalau dirinya lah alasan para gadis itu datang. Rupanya pedenya masih saja tinggi.
" Iya, kami menunggu mbak Laras, siapa ajah tau ". Memang tahu, tapi tidak mungkin ia katakan yang sebenarnya.
" Haha mana berani aku ngotak-atik tentang kehidupan pak Andra ". Dan itu benar.
" iya sih, kalo gitu kami pergi ajah deh ". Mereka bertiga pun pergi dari situ.
Dan sekarang tinggal Laras, Kevin, Rina dan seorang wanita berhijab yang sedang membuat kopi. Sedari tadi dia hanya diam mendengarkan.
" Kalo gitu aku juga balik yah ras ". Membuang tempat kopinya
" Eh! Padahal aku baru mau minum nih ".
" Soalnya udah dari tadi aku disini. Sayangkan waktunya ". Ingat! Time is money
" Yaudah deh ".
" Gue juga yah ras ". Kevin menimpali, dan Laras hanya mengangguk.
Hening...
Tidak ada yang membuka suara, keduanya dilanda kecanggungan.
" Hmm hai aku Laras ". Laras membuka suara, ia mengulurkan tangannya
" Saya Aisyah mbak. Panggil ajah Aisy ". Wanita itu tersenyum ramah. Ia menerima uluran tangan Laras dan menjabat nya. Sepertinya bukan musuh.
" Aisy kamu anak magang yah ". Melihat kartu di leher Aisyah. Rupanya wanita itu memang masih muda.
" Iya mbak, baru masuk kemarin ". Mengangkat kartu tanda pengenal nya.
" Jangan panggil mbak, panggil kakak ajah. Biar lebih akrab ". Entah rasa darimana, tapi Laras manyukai keramahan dan senyuman tulus Aisyah. Ia merasa seperti punya adik sendiri
" Hahaha iya ka ".
" Masih kuliah? ". Tanya Laras, bukan basa basi. Dirinya memang penasaran.
" Udah enggak kak, baru lulus bulan lalu. Dan ini pertama kalinya aku magang. Semoga lancar dan diterima jadi karyawan tetap ".
" Amin... Umur mu berapa? ".
" Masih 22 ke 23 kak. Kalo kakak? ". Kan.. masih muda
" Wah masih muda yah. Kalo aku udah 26 hampir 27 malahan ". Sudah hampir kepala tiga.
" Ah! Ya ampun. Aku duluan yah, udah kelamaan rupanya aku disini ". Buru-buru menghabiskan minumannya.
" Hahaha iya kak ". Gemas sendiri Aisyah melihat tingkah Laras yang seperti anak yang kecil, bahkan ia juga terkejut saat mendengar penuturan umur Laras. Dilihat dari tampilan nya, Laras terlihat seumuran dengan nya, bahkan dirinya seperti lebih tua jika dibandingkan dengan Laras.
Laras pun pergi meninggalkan Aisyah sendiri.
" Eh! Astagfirullah... Aku juga udah kelamaan disini ". Rupanya dia sendiri tidak menyadari kecerobohan nya. Aisyah pun ikut pergi kembali ke tempatnya.
Sedangkan kini disisi lain
" Syut.. Ardi ". Kode Laras saat dia sudah cukup beberapa lama kembali di tempatnya
__ADS_1
Ardi menyerngitkan dahinya " kenapa? ". Jawab santai Ardi.
" Di, kamu udah tau belum tentang rumornya pak Andra? ". Laras berbisik. Takut akan ada orang yang mendengarnya, benar-benar anehkan
" Apa sih ras. Gak usah ikut-ikut para karyawan lain deh. Kalo mau tanya, pake cara biasa ajah ". Jengah sendiri Ardi, Melihat tingkah Laras yang pastinya meniru para karyawan yang hendak bergosip di jam kerja
" Hehe.. cuman mau ngikutin ajah ". Menggaruk kepalanya yang tak gatal. " Tapi kamu udah tau? Tentang rumor itu? ". Kembali ke pertanyaan sebelumnya
" Iya, udah. Pas aku datang rumor itu udah heboh ".
" Emangnya waktu aku lari itu. Mas Andra bikin heboh yah? ". Sampai-sampai timbul rumor, yang bisa dibilang benar.
" Huh! Kamu gak tau ajah ras, gimana tuan muda mau ngobrak nih gedung sampai-sampai mau ngehancurin nih gedung cuman buat nyari kamu. Untung Alan sama pak Supri bisa nenangin tuan muda ". Bagaimana tidak para karyawan tidak melihat aksinya.
" Hahhh mas Andra kelewatan ". Dengus kesal Laras
" Haissss makanya jangan seenak lari gitu ajah ". Sungguh berani menasehati nyonya muda nya. Mungkin karena kebiasaan sebelum Laras jadi istri tuan muda nya.
" Hehe iya..___ ". Ting... Sebuah pesan masuk di ponsel Laras dan juga Ardi, seperti nya itu dari grub kantor.
Mereka berdua bersama-sama melihat isi pesan tersebut, dan nampak nama Andra yang sedang mengirim pesan.
Setelah beberapa saat mereka membacanya, mata Laras langsung membelalak, terkejut melihat isi pesannya.
'jadi, aku selaku CEO dari Anastasia Corp, ingin menginformasikan rumor yang beredar tentang diriku.
Rumor yang mengatakan kalau aku sudah menikah adalah benar, jadi aku harap kalian semua para karyawan tidak lagi penasaran atau membuat keributan karena hal ini. Dan juga bekerjalah dengan benar'. Jelas Andra panjang lebar.
" Astaga... Mas Andra kok ". Laras sudah tidak tahu harus berkata apa.
Sedangkan Ardi hanya mengangkat kedua bahunya. Ia sudah tahu kalau nanti ujung-ujungnya memang seperti ini.
Setelah pesan tersebut dibaca oleh para karyawan. Dilantai bawah langsung rusuh, dan itu terdengar sampai ke atas.
Ting... Satu pesan masuk lagi berasal dari grub kantornya, dan sekarang yang mengirim adalah Alan.
'Sudah dikatakan agar tidak ada yang rusuh gara-gara ini! Kalau ada yang rusuh lagi, sekalian langsung hengkang saja dari perusahaan!!!'. Oh.. peringatan keras akhirnya keluar.
" Haissss mereka berdua memang menyeramkan di saat-saat seperti ini ". Laras menghela nafasnya. Dia tidak bisa membantah sekarang.
" Hahah sabar ajah. Ini semua pasti sudah diperhitungkan oleh tuan muda ". Ucap Ardi " tapi kamu gak mau masuk kedalam ruangan tuan muda buat cari kejelasan? ".
" Ini masih jam kerja, entar ajah kalo udah jam makan siang ". Benar-benar karyawan disiplin. Yang begini patut dicontoh.
" Haha masih sempat Kepikiran kesitu rupanya ".
" Ya iyalah ".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Oke kita skip ...
Jam makan siang pun tiba.
Dengan buru-buru Laras Merapikan mejanya dan masuk kedalam ruangan suaminya sembari membawa bekalnya, tanpa disuruh.
Ceklek...
" Assalamualaikum mas ". Ucap tiba-tiba Laras
Andra mendongak lalu tersenyum, ia sudah tahu kalau Istri nya itu akan buru-buru datang, karena berita itu " waalaikum salam ". Berpindah tempat ke sofa.
" Kenapa sayang? Kok cepat bangat kesininya, biasanya mas yang perlu manggil ". Menggoda Laras
" Gak usah ditanya, mas udah tau kan ". Duduk di samping Andra.
" Hahah iya, kenapa? Gak suka? ". Tanya lembut, ia menyelipkan rambut Laras di belakang telinganya.
" Bukannya gak suka, tapi kok tiba-tiba sih ". Memanyunkan bibirnya. Padahal bilang tidak apa-apa, tapi dari ekspresi nya mengatakan yang sebaiknya. Wanita memang merepotkan.
Andra yang melihatnya tentu dibuat gemas. Ia mengangkat istrinya dan mendudukkan nya di pangkuannya. Tubuh istrinya itu benar-benar ringan
" Ahhkk mas.. ". Pekik Laras
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya
__ADS_1