
Mentari mulai terlihat terbit malu-malu, melihat kedua pasutri yang masih sedang tertidur sambil berpelukan dengan mengenakan mukenah dan baju kokoh.
Yap Laras dan Andra kembali tertidur setelah sholat subuh, mereka masih memakai mukenah dan baju kokoh nya.
Laras menggeliat, dan perlahan-lahan membuka matanya.
Saat membuka matanya, ia tersenyum simpul melihat suaminya yang sedang mendekap nya dan terdengar suara nafasnya yang menandakan ia sedang tertidur pulas.
ia memperhatikan wajah tampan suaminya itu. 'ganteng banget mas ku ini. jadi makin cinta'
Setelah puas
Laras perlahan-lahan menyingkirkan tangan Andra di tubuhnya, lalu beranjak dari tempat tidur, dan beberapa kali meregangkan otot-otot tubuhnya.
Dilihatnya jam di ponselnya " ha?? Udah jam stengah sembilan? ". Dengan gerakan cepatnya , Laras melepas mukenanya dan segera berlari ke kamar mandi.
Biasanya Laras akan di dalam kamar mandi selama 15 atau 20 menit, tapi sekarang mungkin hanya 5 atau 10 menit.
Dengan cepat Laras keluar dari dalam kamar mandi.
" Astagfirullah... Aku belum kemasi barang-barang ku lagi... Sebentar lagi pesawat nya akan berangkat ". Kemarin mereka memang sudah memesan tiket pesawat untuk kembali ke Jakarta pada hari ini. Dan penerbangannya sekitar jam sembilan pagi.
Ia buru-buru memakai pakaiannya. Setelah nya barulah ia mengemasi barang-barang nya, sangking buru-buru nya, ia belum sempat menyisir rambutnya. Bahkan melupakan suaminya sendiri yang masih terlelap.
gedubrak...
glubrak...
gubrak...
Terdengar suara barang jatuh di sana sini, yang berhasil mengganggu Andra dari tidurnya.
Andra perlahan-lahan membuka matanya " haisss berisik bangat... ". Suara serak khas bangun tidur, terdengar. Tapi sayangnya tidak ada yang mendengarnya, Laras masih sibuk dengan barang-barang nya.
" Astagfirullah... Ini kok kamar jadi kapal pecah ". Andra terkejut saat bangun dari tidurnya. Saat baru bangun, bukannya Istri nya yang di dapatinya tapi malah di beri pemandangan yang sangat langkah. Dan sungguh tidak di percaya kalau Laras akan berbuat seperti itu.
Dimana kopernya yang terbuka lebar dan berisi pakaian-pakaian yang di masukkan asal-asalan di dalam koper yang tergeletak di lantai begitu saja, bukan lagi dengan jubah mandi yang berhamburan di lantai. Beberapa pakaian tercecer dilantai begitu saja.
Dan yang lebih mengejutkan nya Andra melihat istrinya itu sedang berlari kesana-kemari, dengan kemejanya yang belum di kancing sempurna, rambutnya tidak tertata rapi.
Andra duduk, ia memperhatikan gerak-gerik Istri nya sampai..
Brakkk....
Laras jatuh tersandung kopernya sendiri.
" Auuuu, ini apaan sih ". Kesal Laras. Padahal dia sendiri yang menaruhnya disitu, tapi dia juga yang kesal sendiri
Andra langsung lari turun dari ranjang dan membantu Laras berdiri.
" Eh? Mas? Kok bisa ada disini? ". Nah kan otaknya belum singkron
" Mas yang mau nanya. Kamu lagi ngapain lari sana sini, untung tadi jatuhnya enggak keras. Nah coba liat kancing bajumu saja belum di kancing ". Baru bangun, hasratnya sudah dibikin naik.
" Astagfirullah... " Laras dengan cepat membalikkan badannya dan mengancing bajunya
'aku baru ingat kalo mas Andra tidur disini.. ahhk malu-maluin'. iya, itu sangat memalukan
" Astaga bukan itu mas! Cepat siapin barang-barang mas. Hari ini kita pulang kan, penerbangannya sebentar lagi ". Laras kembali panik.
'ha? Bukannya kita pulang pake jet pribadi yah'. Heran Andra melihat istri nya sampai.. 'ah!! Gue lupa kalo kemarin beli tiket pesawat, buat ngelabuhin sih kuntilanak itu'. Dan yang salah disinu adalah Andra yang tidak mengatakan nya dulu pada Laras.
" Udah tenang, kita pulang pakai jet pribadi ".
__ADS_1
" Tapi, tiket yang sudah dibeli itu untuk apa? ". Kalau sudah punya jet, buat apa membeli tiket pesawat, yang pastinya cuman buang-buang uang saja
" Bukan apa-apa. Buang ajah ". Santai Andra dan beranjak kembali ke bibir ranjang untuk duduk.
Laras mengikutnya dari belakang.
" Ha?? Tapikan mubazir mas... ". 'inikan gak murah'. Hei... kau melupakan suamimu itu siapa
" Saya gak akan bangkrut hanya karena dua tiket pesawat yang dibuang ". Dan itu benar.
" Tapi kan tetap ajah mas ". Laras masih kekeh. Sungguh keras kepala. Karena Laras memang pernah merasakan mencari uang, yang memang tidak mudah.
" Kamu lupa saya siapa? ". Oke, sifat arogant nya akhirnya muncul.
'haha iya aku tau mas. Suamiku adalah CEO dari Anastasia Corp, sebuah perusahaan yang sangat besar'. Dan pastinya uang nya tidak akan habis-habis.
" Iya mas.. terserah mas ajah deh ". Dari pada cari masalah lagi, mending mengalah saja
" Nah bagus. Mas mau mandi dulu, kamu pesan makanan dulu yah, buat sarapan ". Ia baru ingat jika semalam mereka tidak makan sama sekali.
" Iya mas ". Andra pun beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamar mandi.
Laras berdiri lalu membersihkan barang-barang yang sudah dia hamburkan
" Hahhhh aku tau mas Andra itu kaya, tapi tidak seharusnya dia membuang-buang uangnya begitu saja ". Itu benar, uang bukanlah daun yang bisa jatuh dari pohon. Perlu usaha dan doa untuk mendapatkan uang.
" Sia-sia Dong, tadi aku lari sana lari sini. Mana sempat jatuh berapa kali lagi ". Rupanya bukan hanya satu kali dia jatuh gara-gara salahnya sendiri.
Setelah beberapa lama mereka berdua bertarung dengan urusannya masing-masing, akhirnya mereka pun sarapan yang terlambat.
Di sela-sela makannya, Laras mengingat lagi kejadian tadi malam. Ia memang percaya kepada suaminya karena sudah menjelaskannya dengan jelas.
Tapi tetap saja masih ada menjanggal dalam hatinya.
" Ada apa? ". Mendongak melihat Laras
" Emm.. anu.. semalam, sebenarnya apa yang dilakukan bu Risa di kamar mas? ". Laras mengatakannya secara hati-hati. Andra memang sudah mengatakan kalau Risa menggoda nya, tapi apa Andra tergoda atau tidak, masih belum diketahui secara pasti oleh Laras.
Andra menarik nafas panjangnya dan mengeluarkan nya pelan-pelan 'masih dibahas lagi nih'.
" Biar kamu percaya, mas akan cerita ". Untuk meyakinkan kembali Laras, terpaksa Andra harus mengingat kembali kejadian tadi malam.
Andra pun mulai bercerita
Flashback on
Andra yang baru saja keluar kamar mandi, tidak sengaja melihat pepper bag yang rencananya akan di berikan kepada Laras.
Inginnya Andra memberikan nya setelah ganti jubah mandinya dengan pakaian kasual, Tapi karena takut nanti semakin malam, akhirnya Andra akan menyerahkannya tanpa ganti pakaian.
" Lagi pula Laras itu istri gue. Jadi gak apa-apa lah ". Andra mengambil pepper bag itu .
Saat membuka pintu kamarnya, ia terkejut melihat Risa yang sudah ada di depan pintu kamarnya dengan senyuman manisnya.
'ngapain lagi nih kuntilanak!'.
Belum sempat Andra mengusirnya, Risa langsung masuk begitu saja. " Keluar " tegas Andra
" Kamu tidak perlu munafik, bukannya kamu membuka pintu karena tau aku datang. Dan lihatlah kamu bahkan sudah membersihkan dirimu ". Risa tersenyum senang.
Lain halnya dengan Andra Yang menatapnya dengan tatapan jijik.
Ia dengan mendorong Risa keluar dan ia juga ikut keluar
__ADS_1
" Tu.. tunggu dulu .. ".
Brukk
Refleks Andra menoleh dan mendapati istrinya yang sedang mematung melihat mereka.
Akhirnya
Dan disitulah kesalahpahaman terjadi.
Flashback off
" Jadi gitu. Udah percaya? ".
Laras mengangguk " tapi emang nya mas mau ngapain keluar pake jubah mandi? ". Andra tidak menceritakan kalau dirinya ingin memberikan gaun kepada Laras.
" Mau ke kamar mu ".
Sontak Laras terkejut " buat apa? ". 'mana pake jubah mandi lagi'.
" Memangnya salah seorang suami ke kamar Istri nya sendiri ". Dan yah itu tidak salah.
'benar juga sih. Ah! Bukan itu, pertanyaan nya kenapa harus pakai jubah mandi'. Dan Laras tidak berani menanyakannya.
Laras diam, dan Andra mengartikan nya kalau Laras sudah mengerti dan tidak akan bertanya lagi.
Setelah selesai makan
" Mas, kenapa jadwal kepulangan kita di pending? Trus kapan dong kita pulang nya? ".
" Nanti sore ". Singkat Andra
'nanti sore? Jadi ngapain ajah kita disini'. " Memang nya masih ada urusan yang belum diselesaikan yah mas? ".
" Enggak ada, semuanya sudah beres ". 'lagian gue juga udah batalin kerjasama nya'.
" Jadi ngapain kita enggak pulang ". Pertanyaan Laras tidak ada habisnya
" Menurutmu? Enaknya ngapain? ". Andra balik bertanya. Ingin membalikkan keadaan.
'kok jadi aku sih'.
" Hmm Laras terserah ajah mas ". Dan keluarlah kata-kata yang sering sekali digunakan para wanita.
'nah gini nih, kalo ditanya mau apa dijawab terserah. Pas ditawarin salah satunya, malah nolak. Ditanya lagi bilang terserah lagi. Huffhhh merepotkan'. Dan makhluk yang seperti itu adalah para kaum hawa.
" Gimana kalo kita sekalian liburan ". Semoga saja tidak dijawab terserah.
" Kok liburan mas? Emangnya kita udah gak ada kerjaan? ".
" Tapikan emang udah enggak, nah jadi mau apa? ". 'pasti dijawab terserah nih'.
" Hmm terserah mas ajah ". Dan tebakan Andra benar.
Andra berdiri dari duduknya.
" Ayo ikut mas ".
" Kemana? ".
" Udah ikut ajah ". Laras akhirnya mengikuti Andra. Entah mau dibawa kemana dia.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya.