Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Beruntungnya jadi ikan


__ADS_3

Setelah sholat Maghrib, Laras turun ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Karena tidak ada pelayan makanya ia menyiapkan nya sendiri.


Laras mengintip isi kulkas " wa... Lengkap banget ini ". Ia mengambil beberapa bahan masakan dan barulah ia memasak hanya sedikit untuk dirinya dan juga suaminya saja. Setelah makanannya jadi, ia berniat memanggil Andra untuk makan.


Laras menaiki tangga menuju lantai 2, kamar mereka, untuk memanggil Andra. Karena tinggi dan jaraknya yang lumayan jauh membuat Laras terengah-engah, apalagi ia memang tidak biasa menaiki tangga setinggi itu.


Di kosannya dan rumahnya dulu tidak mempunyai tangga, saat di mansion juga ia selalu menggunakan lift bukannya tangga, karena memang itu jalan satu-satunya menuju lantai 3. Di kantornya juga dia selalu menggunakan lift karena jabatannya yang memang biasanya tinggi.


Dia juga baru sudah membuat makan malam, dan otomatis itu tambah membuatnya lelah.


Saat Laras sudah sampai di tangga paling atas, ia berpapasan dengan Andra yang terlihat sudah akan turun.


" Kamu ngapain ras? ". Tanya Adnra


" Ah mas.. aku pengen panggil mas turun makan ". Jawabnya, ia mencoba untuk tidak terlihat lelah.


" Ohh kalo gitu ayo kita turun ". Melangkah lebih dulu.


Laras mengikutinya dari belakang


" Seharusnya kamu tidak perlu sampai naik kalo cuman ingin memanggil saya, karena pasti saya bisa turun sendiri ". Ucapnya di sela-sela turun tangga.


" Iya mas ". 'kalo gitu langsung turun dong' kesal Laras.


" Apa kita pekerjaan pelayan yah buat bantu bersih-bersih ". Sebenarnya Andra tidak terlalu ingin memperkerjakan pelayan, ia tidak mau waktunya di ganggu dengan ada nya orang lain selain dirinya dan juga Istri nya dirumah itu, kecuali satpam. Tapi karena dia tidak mau Laras terlalu lelah, ia berinisiatif mempekerjakan pelayan, tapi tentu saja harus se-izin Laras dulu.


" .... ". Tidak ada yang menjawab pertanyaan Andra, dan membuat nya heran. Andra kemudian berbalik dan tidak mendapati istrinya di belakangnya.


Ia celingak-celinguk kan dan berhenti saat melihat istrinya sedang duduk di tangga atas dengan nafas ngos-ngosan nya.


Sontak Andra berlari menuju ke Laras dengan perasaan khawatir. 'seharusnya gue pekerjaan pelayan'. Sudah diputuskan, tidak perlu nego-nego lagi.


" Ras kamu gak pa-pa? ". Berjongkok di depan Laras


" Gak pa-pa mas, Laras cuman kecapean karena gak biasa naik turun tangga ". Apalagi ia memang jarang olahraga, kerjaannya kan cuman di dalam ruangan ber AC dan tidak perlu banyak bergerak.


Ia mencoba untuk tetao tersenyum.


" Maaf ". Lirih Andra " gimana kalo kita pasang lift ajah ". Usulnya


" Gak perlu mas, Laras cuman gak biasa naik tangga, nanti juga kalo udah biasa udah gak kecapean kaya gini ". Seperti kata pepatah alabisa karena biasa.


" Tapi ras tetap saja itu perlu waktu ". Andra tidak ingin sampai Laras kenapa-napa hanya karena sebuah tangga.


" Gak pa-pa mas, Laras juga seperti olahraga kalo naik turun tangga, jadinya lebih sehatkan ". Jelasnya panjang lebar. Ia tidak mau membuat Andra kerepotan lagi.


" Huufff baiklah ". Ucapnya


" Ahhhhhhhkk ". Terkejut Laras saat tiba-tiba Andra langsung menggendongnya ala bridal style. Sontak Laras memeluk leher Andra agar tak jatuh.


" Ma.. mas... Apa yang.. ". Wajahnya sudah memerah.


" Sudahlah diam saja. Biarkan mas menggendong mu, karena ini semua salah saya ". 'apa seharusnya kami tidak perlu pindah yah'. Meragukan pendapat nya sendiri. Ia menyesal karena dirumahnya tidak ada lift, kalau pasang pun memerlukan waktu dan pastinya Laras juga tidak setuju.


'pokoknya gue harus kerjakan pelayan'. sudah tidak bisa dibantah lagi, melihat istrinya kelelahan, membuat hatinya sakit.


" Bukan salah mas kok. Laras yang salah karena jarang berolahraga ".

__ADS_1


" Gak pa-pa, saya hanya tidak mau kamu jadi terlalu kelelahan ". Ucapnya datar tanpa Melihat Laras dan hanya fokus pada jalanan.


Deg...


Jantung Laras seakan dipacu. Ia sangat senang dengan beberapa perhatian Andra ini. 'aduhh jantungku... Sebenarnya ada apa sih sama jantungku'. Benar-benar low dalam urusan percintaan.


Laras tersipu dan menyembunyikan wajahnya di dada Andra. Perkataan Andra benar-benar membuat nya bahagia.


Andra kemudian mendudukkan Laras di salah satu kursi di meja makan dan diikuti oleh dirinya yang ikut duduk.


" Ini semua kamu yang masak? " Melihat ke meja makan yang sudah dipenuhi dengan makanan.


" Iya mas ". 'semoga ajah suka'. Kekhawatiran yang berlebihan. Tenang saja Andra pasti suka apapun yang dimasak Laras, kecuali racun tentunya.


Andra duduk di seberang Laras " seperti nya enak ".


" Semoga mas suka ". Kata Laras dan mengambilkan makanan untuk Suaminya.


Setelahnya barulah ia mengambilkan makanan untuk dirinya sendiri.


Setelah mereka makan dengan diiringi dentingan sendok garpu dan juga piring yang bernyanyi, Laras membereskan piring kotor di meja makan, memungutinya dan membawanya ke westafel dapur lalu mencucinya.


Sedangkan Andra malah asik dengan ponsel nya memfoto diam-diam Istri nya itu.


" Mau nonton TV Ras? ". Tanya Andra setelah melihat Laras selesai dengan cuci piring nya. Biasanya memang itulah yang akan dilakukan Laras, setelah makan malam yaitu menonton oppa-oppa nya.


" Enggak mas ". Tidak biasanya


" Jadi, mau langsung tidur? ".


" Enggak, Laras mau keliling rumah dulu mas. Inikan baru pertama kali Laras datang kesini ". Tadinya ia ingin berkeliling saat mereka sampai, tapi gara-gara insiden pelukan, jadinya tertunda.


" Kalo gitu saya temanin ".


" Eh?.. gak usah mas, Laras bisa sendiri. emang nya mas gak kerja? ". Biasanya memang begitu.


" Enggak.. ayo kita keliling ". Ucapnya dan lagi-lagi langsung menggenggam tangan Laras, menariknya berjalan dan membawanya berkeliling. Layaknya seperti study tour.


Deg...


Jantung Laras lagi-lagi dipacu, ia sama sekali tidak tahu kenapa jantungnya selalu berdetak begitu cepat saat Andra menggenggam tangan nya. 'apa aku sakit jantung yah. Kayanya aku harus periksa'.


Malu, tersipu. Akhir-akhir ini Laras sering kali merasakannya, tapi ia senang. Anehkan.


Andra mengajak Laras berkeliling sambil mengenalkan beberapa tempat. Benar-benar sudah seperti study tour sungguhan.


Laras sangat senang dengan rumah baru untuk diri nya ini, gayanya yang minimalis dan sederhana namun tampak megah, benar-benar rumah yang di impi-impikan Laras sedari dulu. Tapi ia masih tidak menyangka kalau dia akan tinggal dengan suaminya di rumah impiannya itu. Sangking senangnya Laras, dia sudah melupakan rasa malunya yang tadi menyerangnya gara-gara tangan nya yang di genggaman Anda.


Sampai mereka berhenti di sebuah kolam renang yang airnya benar-benar bersih dan jernih.


Dengan cepat Laras berlari dan langsung menunduk melihat isi kolam, berharap apa yang dicarinya ada. Tapi sayang... Tidak ada.


'yah seandainya ada ikannya pasti lebih bagus'. Itu tidak mungkin karena kolam itu memang khusus untuk berenang nya para manusia, bukan tempat berenang nya para ikan.


Andra yang melihatnya menjadi gemas sendiri, Istri nya itu benar-benar suka dengan para ikan, tapi dia juga iri, masa para makhluk air itu sangat disukainya, sedangkan dirinya masih digantung. Benar-benar tidak adil bukan?


Andra kemudian berjalan mendekati Laras " kalo yang kamu cari, itu... Disana ". Tunjuknya di sebelah kolam renang, disitu juga ada sebuah kolam, walau tidak sebesar kolam renang itu, tapi kolam itu tetap luas jika dilihat. Apalagi di pinggir-pinggir lantainya ada gambar ikannya.

__ADS_1


Laras melihat apa yang ditunjuk Andra, seketika matanya langsung berbinar, saat ia melihat gambar ikan disitu. Dengan langkah cepatnya, Laras pergi ke arah kolam itu meninggalkan Andra.


Ia melihat kedalam kolam dan dilihatnya banyak ikan koi berwarna warni melayang di air.


" Wah... Ikannya banyak banget. Besar-besar pula. Mana warna-warni lagi ". Ucapnya terkagum-kagum. Matanya berbinar, benar-benar seperti anak kecil yang diberikan mainan baru.


Andra diam-diam memotret wajah istri nya yang menggemaskan itu.


" Hahaha geli... ". Tawa Laras saat dirinya menaruh tangannya di dalam air dan ikan-ikan disitu malah mengerumuni tangan Laras.


Andra mendekat " kayanya kamu sangat suka dengan ikan yah ". Menarik kembali tangan Laras dari dalam air. 'sialan nih koi, main cium-cium tangan istriku saja'. Yah cemburunya sama ikan.


" Haha gitu deh mas ". Canggung Laras, dirinya benar-benar malu saat mengingat tingkahnya yang seperti anak-anak.


" Mas Andra yang siapin ini? ".


" Iya, kenapa? Kamu suka? ".


" Iya mas, Laras suka ". Semangat dia menjawab. Sudah tidak dibarengi dengan pelukannya, cukup saat sore tadi ia melakukan hal yang menurutnya memalukan dan kurang ajar. Padahal mereka suami istri, itu seharusnya sudah wajar.


" Oh... Kalo gitu seharusnya saya dapat hadiah kan ". Godanya, dengan senyum licik nya.


'eh.. kan dia sendiri yang siapin, kok malah minta hadiah sih'. Hanya di ucapkan dalam batinnya, tidak berani mengatakannya secara langsung.


" Emangnya mas mau hadiah apa? ". Ragu ia bertanya, takut jika permintaan suaminya itu tidak dapat di turuti nya.


" Hmm iya yah " terlihat berpikir " ah.. " seperti mendapatkan ide dengan meninju tangannya kebawah. Lagi-lagi senyuman liciknya mengembang.


Ia maju dan mendekati Laras " bagaimana kalo kamu cium ini ". Menunjuk bibir tipisnya.


Blusshh... Wajah Laras lagi-lagi memerah


" Me.. memang nya tidak ada yang lain mas? ". Gugup Laras, menunduk.


" Kalo gak mau sih gak pa-pa, tapi saya sudah capek-capek membuat kolamnya, masa gak di kasi hadiah sih ". Ucapnya berdramatis. Padahal ia hanya membuat konsepnya saja, yang mengerjakan kan para kuli bangunan.


" Bukan gitu mas, gimana kalo Laras kasi yang lain ajah ". Usulnya yang tidak masuk akal. Sultan memang nya kurang apa. Tinggal jentikan jari, sudah ada.


" Mau kasi apa? ". Menaik turunkan alisnya.


" Hmm misalnya mas mau barang apa? ". 'aduh... Kok barang sih, pasti gak kurang apa-apa lah'. Karena terlalu gugup ia pun menjawab sembarang.


" Hmm gak ada tuh, saya maunya yang pertama tadi, yang sudah di tawarkan ". Nego nya. Masih tidak mau kalah.


" Hmmm " bingung Laras, ia masih tidak tahu harus berbuat apa untuk membalasnya " ba.. baiklah kalo mas gak keberatan ". Ucapnya malu-malu. Andra memang paling hebat dalam negosiasi, makanya ia bisa semakin membesarkan perusahaan Anastasia Corp.


Laras langsung mengecup bibir Andra, saat akan dilepasnya. Andra menahan tengkuk Laras dan memperdalam ci*umannya.


Laras mencoba memberontak, tapi tidak bisa dan akhirnya hanya bisa menerimanya saja. Tanpa ia balas.


Dengan lembut Andra mengecupnya, menyesap bibir sexy dan candu Istri nya, Birahi nya benar-benar sudah naik.


Laras yang terbuai dengan ciuman lembut suaminya itu, tanpa sadar ia memeluk leher Andra dan membalas ciuman lembut Andra. Adegan ci"uman hot pun tak terelakkan.


Setelah puas, Andra turun kebagian leher Laras dan mencium nya dengan ganas.


" Ah... ". Desah Laras yang tak sengaja keluar saat Andra menggigit Leher nya.

__ADS_1


TBC


jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya, jangan lupa hadiahnya 🙂


__ADS_2