Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Berangkat


__ADS_3

semoga tidak ada typo yang bertebaran 😌


happy reading😘


...----------------...


" ras besok, kamu sama pak Andra ke Surabaya kan ". Suara Ardi membuat Laras mengalihkan pandangannya dari laptop ke Ardi


" Iya mas, mau pergi dinas. Memangnya kenapa? ". Tidak biasanya Ardi penasaran dengan urusan orang lain.


" Enggak... Sekalian mau honeymoon? ". Tanya Ardi yang sontak langsung ditepis oleh Laras.


" Ha?! Eng.. enggak lah, kan Mas Ardi juga tau kalo kami pergi buat dinas ". Wajah Laras sudah memerah.


Ardi memicingkan matanya " beneran? Cuman buat pergi dinas? Bukan yang lainnya? ". Rupanya Ardi sudah ketularan virus kepo-pers dari Nisa.


" Enggak lah, mas Ardi ngomong sembarang ajah. Emangnya dari siapa sih mas Ardi bisa ngenyempulin kaya gitu ". Sekarang Ardi sudah meresahkan


" Bukan dari siapa-siapa. Kemarin aku gak sengaja liat tanda merah di leher mu. Itu tanda anu-anu kan ". Pembicaraan mereka benar-benar vulgar


" Ha?! Anu-anu apaan sih. Udah ah mas Ardi gak seru ". Langsung pergi meninggalkan Ardi dengan wajah yang memerah. Malu, karena rupanya ada orang yang memperhatikan tanda merah di lehernya waktu itu.


" Astaghfirullah mas Ardi sekarang benar-benar meresahkan ". Menyeruput kopinya, saat sedang lelah memang pantry lah tempat paling disukai oleh Laras.


" Meresahkan? Meresahkan kenapa ras? ". Rina tiba-tiba datang dari arah samping Laras.


" Astaghfirullah Rin... Kalo datang tuh pake salam. Jangan langsung nongol kaya hantu gitu ". Mengusap dadanya. Jantung nya sudah hampir copot.


" Haha sorry. Assalamualaikum ".


" Assalamualaikum ". Ucap Rina dan juga kevin bersamaan.


" Waalaikum salam ".


" Kevin... Bisa gak sih, jangan ngagetin orang melulu ". Pekik Rina. Sekarang Rina yang kaget.


Kalau Laras tidak juga, soalnya ia sudah melihat tadi Kevin datang dari jauh dari arah belakang Rina


" Hahaha nah kan. Tau gimana rasanya di kejutin orang! Makanya jangan suka ngagetin orang, dapat karma kan hahah ". Laras benar-benar tertawa terbahak-bahak melihat wajah Rina yang kaget.


Kalau di slow motion, pasti jadinya. Mirip LOL yang di aplikasi t*k t**.


" Isss Ras... Kok ketawa sih. Gak seru ah ". Menurut Rina tidak seru, tapi menurut Laras dan juga Kevin beda lagi.


" Hahah sorry sorry ". Sangking terbahak nya, Laras sampai harus melap sudut matanya yang basah karena ketawa.


" Gue kira lo orangnya tenang dan kalem ras. Gak nyangka rupanya lo sebar-bar ini ". Kevin yang sedari tadi diam, akhirnya angkat bicara


" Ini bukan bar-bar Kevin. Tapi siapa sih yang gak ketawa kalo ngeliat wajah terkejut Rina ". Dan itu benar sekali


" Hahaha iya juga sih ". Kevin membenarkan


" Cik, kalian apa-apaan sih ". Mengerucut kan bibirnya. Kalo diikur pake penggaris mungkin panjangnya sudah 5 cm


Kevin mencubit gemas pipi Rina " gemes banget sih Rin ".


" Jangan pegang-pegang ". Menepis kasar tangan Kevin.


" Kalo minta dicium jangan monyong-monyongin bibir sampai lima senti juga kali Rin. Entar yang cium malah yang lain bukannya pangeran mu ". Laras benar-benar mudah akrab dengan orang-orang.


" Iya Rin. Kalo mau sini gue yang cium ". Memonyongkan bibirnya dan menyondorkan badannya ke arah Rina.


Rina yang melihatnya memberikan tatapan jijik nya dan berusaha menahan wajah Kevin agar tidak semakin mendekat.


" Hahaha kalian ini cocok banget yah ". Laras semakin dibuat terbahak.


" Isshhh sembarang ajah. Kami gak cocok, titik ". Rina tambah cemberut.


" Iya iya kalian gak cocok. Sorry aku kelewatan yah ". Laras memang sangat baik. Padahal Rina hanya bercanda, tapi Sudah di anggap serius oleh Laras.

__ADS_1


" Hmm aku maafin deh ". Mencubit pipi Laras. Rina benar-benar gemas melihat Laras yang baiknya keterlaluan.


" Adududuh... ". Menepis tangan Rina. " Ini sakit loh, jangan dikeras-kerasin ". Mengusap pipinya yang merah gara-gara Rina.


" Hehe kebablasan ". Nyengir tanpa dosa.


" Oh yah, Ras. Besok kamu pergi dinas ke Surabaya kan ".


" Iya, memangnya kenapa? ".


" Lo pergi dinas ke Surabaya besok? " Kevin ikut bertanya " iya, memangnya kenapa sih? ".


" Gak biasanya pak Andra pergi selain bersama Pak Alan kan. Pak Ardi ajah jarang di ajak ". Dia Istri nya, tentu saja Andra tidak ingin jauh-jauh dari istri nya.


" Hmm ". Laras nampak berfikir " mungkin karena waktu itu aku yang pergi ketemu klien nya, jadi nya aku juga lebih tahu tentang proyek yang sedang dikerjakan ini ". Dan memang itulah yang dipikirkan Laras. Ia tidak mencoba untuk menepis semua kemungkinan.


" Ohh.. tapi suami lo gak marah ras? Secarakan lo pergi berdua bersama laki-laki lain ". Perkataan Kevin, tentu saja membuat dua orang wanita itu tampak terkejut. Dari mana Kevin tahu kalau Laras sudah menikah? Dan apa jangan-jangan para karyawan di kantor sudah banyak yang mengetahui nya?. Pikir mereka berdua. kita akan mendapatkan jawaban nya setelah ini.


" Gimana kamu bisa tau aku sudah nikah, Kevin? ".


" Jangan-jangan sudah banyak yang tau tentang pernikahan Laras? ". Rina menebak.


" Apa maksud lo sih? Memangnya cin-cin yang dipakai Laras cuman buat pajangan ". Yah rupanya jawabannya sudah terpampang jelas.


" Oh haha itu toh. Enggak kok, Suamiku gak marah ". Laras mencoba untuk tidak canggung 'secarakan aku pergi nya dengan suamiku sendiri, siapa yang marah coba'


" suamimu kayanya baik banget yah. Mana pasti tajir lagi ". Membayangkan dirinya punya suami seperti suami Laras.


" Iya kayaknya tajir banget yah. Coba liat tuh cin-cin nya gak kaleng-kaleng. Itu buatan khusus kan ".


" Eh? Ini buatan khusus? ". Laras mengelus-elus cin-cin di jari manis nya 'aku gak tau, selama ini cuman pake-pake doang. Gak mikirin harganya'.


" Iya, masa kamu gak tau sih Ras. Apa mungkin suamimu sengaja ngelakuinnya, supaya kamu gak terbebani? ". Untung Rina punya alibi sendiri, dengan begitu Laras tidak perlu susah-susah mencari alibi buat menutupinya.


" Kayanya deh ". Dan harus disetujui oleh Laras.


" Iya, kok bisa tau? ". Bukan saudaranya kan


" Wah bu Risa yah. Bu Risa itu terkenal di jajaran pengusaha loh. Katanya sudah cantik, muda, berpendidikan mana pintar lagi ". Timpal Kevin. Rupanya reputasi Risa benar-benar bagus.


" Iya. Tapi nurut aku, pasti dibalik itu semua ada sesuatu yang.. ehem ehem ".


" Maksudnya? ". 'rupanya reputasi bu Risa bagus banget. Siapa yang tidak tertarik dengannya'. Hati Laras lagi-lagi dongkol mengingat Risa.


" Jangan di dengarin Ras. Ini nih pikiran yang biasanya ada pada orang-orang yang iri. Sukanya ngehina orang mulu. Dasar deterjen ". Deterjen, eh ralat Maksudnya netizen jaman sekarang memang seperti itu.


" Isshh bisa ajah kan benar ". Rina tak mau kalah.


" Haha iya Rin, jangan asal nuduh sembarangan ". Laras tidak mau mencari musuh, ia mencoba untuk melupakan tatapan Risa kepada suaminya pada saat pertemuan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sekarang di bandara , sudah terlihat sebuah jet pribadi. Yang pastinya hanya para sultan lah yang bisa memilikinya.


Dan jet pribadi itu, akan ditumpangi seorang Laras yang hanya seorang rakyat jelata, tapi karena sebuah keberuntungan ia menikah dengan seorang sultan yang pastinya bukan kw kw.


" Ayo Ras kita masuk ". Andra sudah akan melangkah masuk, tapi karena dia merasa Istri nya masih diam ia pun berbalik sembari membuka kacamata nya.


Andra melihat istrinya itu bengong melihat jet pribadi nya, dia pun tersenyum tipis 'ini juga milikmu ras'. Lalu memakai kembali kacamata hitamnya.


" Ras, ayo kita masuk ". Menarik tangan Laras.


" Ah.. i.. iya mas ". Laras masih tidak percaya kalau dirinya benar-benar telah menjadi istri sultan.


Bahkan di bandara, tidak ada orang selain mereka.


Laras mengikuti jejak suaminya dan masuk kedalam jet.


'besarnya... Jadi gini dalam jet pribadi'.

__ADS_1


Andra duduk di dekat jendela, dan Laras duduk di sampingnya.


Laras masih tercengang dengan pemandangan dalam jet itu. Tapi, bukan hanya itu ia lebih terkejut yang mendapati dirinya dan juga suami nya. Yang memakai pakaian kasual dan malah seperti pakaian yang biasa digunakan untuk liburan.


'ini gak salah nih baju'. Memegang-megang bajunya.


Andra membuka kacamata nya dan menggantungnya di kancing depan bajunya.


" Ada apa ras? ".


" Kenapa kita pakai baju seperti ini mas? Kita gak akan pergi liburan kan ".


" Emangnya kenapa? Sekali-kali kita juga harus santai. Walaupun kita lagi pergi dinas, tapi kan kerjaannya besok ". Menyandarkan kepalanya di kursi pesawat.


" Iya juga sih ". Bersantailah selagi masih bisa. Laras kembali melihat-lihat isi dalam jet pribadi itu.


" Ini benar-benar beda saat aku pergi dinas dulu ". Gumam Laras, tapi masih bisa didengar oleh Andra.


" Kamu dulu sering pergi dinas keluar kota? ".


" Iya mas, waktu Laras masih kerja di perusahaan terdahulunya Laras ". Menunduk dengan tatapan sendu.


Kalau misalnya Laras tidak cepat-cepat keluar dari perusahaan itu, entah apa yang sudah terjadi padanya


Laras keluar dari perusahaan nya dulu karena bosnya yang selalu ingin melecehkan Laras. Padahal bosnya itu sudah mempunyai Istri, tapi tetap saja menggoda Laras. Bahkan menawarkan dirinya sebagai sugar Daddy atau ingin menjadikan Laras simpanannya.


Dan tentu saja Laras menolaknya dengan keras, tapi bosnya itu malah memaksanya dan hampir melecehkannya. Tapi untung saja Laras bisa selamat.


Karena itulah Laras keluar dari perusahaan itu, walaupun jabatannya yang sudah tinggi. Kesucian seorang wanita lebih penting dari pada harga diri.


Andra menepuk-nepuk punggung Laras " jangan dipikirkan, sekarang kamu sudah bisa tenang ". Dan tentu saja Andra mengetahui semuanya. Tapi ia ingin menutupnya agar Laras tidak bersedih lagi.


Perjalanan yang cukup memakan waktu, akhirnya selesai juga.


Setelah pesawat mendarat, Andra berniat untuk keluar. Tapi ia terhenti sesaat melihat istri nya yang sedang nyenyak tidur.


Diambilnya ponselnya dan cekrek... Cekrek.. cekrek... Seperti biasa, Andra tidak akan melewatkan ekspresi tidur Laras yang menurutnya sangat menggemaskan.


Setelahnya barulah Andra menelpon bawahannya agar mengosongkan bandara.


Karena tidak ingin membangunkan Istri nya dari alam tidur nya, Andra pun menggendong Laras dan menyandarkan kepala Laras di dadanya sendiri.


Dengan leluasa, Andra menggendong istrinya bak seorang ratu. Karena bandara sekarang memang benar-benar kosong


Sampai di sebuah mobil, Andra menurunkan nya secara perlahan. Dan dia juga ikut masuk, barulah supir melajukan mobilnya menuju hotel penginapan nya.


Di sepanjang jalan, Laras sama sekali tidak terusik dari tidurnya, bahkan jika ada lubang atau jalanan yang rusak.


Sampailah mereka di sebuah hotel, dan tentu saja itu adalah hotel Andra sendiri.


Andra kembali menggendong Laras ke dalam hotel dan menuju ke kamarnya.


Tidak ada pengunjung yang melihatnya, karena Andra melewati lift pribadinya, jadi tentu saja tidak ada orang yang lewat.


Di kamar hotel


dengan sangat perlahan Andra membaringkan tubuh Laras ke atas ranjang.


" Kamu pasti capek banget yah ras " menatap dengan tatapan lembut.


" Selamat tidur bidadari ku ". Mencium kening Laras. Bukan hanya kening, tapi seluruh wajah Laras dan berakhir di bibir Laras. Untung Laras tidak terganggu.


" Ahhh kau sangat manis sayang... Mimpikan aku dalam tidur mu ". Kembali mencium Laras, tapi kali ini hanya satu kali dan ia memfokuskan ke bibir Laras.


Setelahnya barulah ia beranjak dan pergi ke dalam kamar mandi, membersihkan dirinya.


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2