
Berbahagialah kalian para pembaca setia, karena khusus hari ini aku update double😙
Semoga tidak ada typo yang bertebaran lagi 😌
...----------------...
Sedangkan di rumah sakit.
" Dok, ada tamu untuk anda ". Seorang perawat yang baru saja memberikan obat pada pasien datang memberitahukan Mai.
Mai mendongak " tamu? Siapa? ". pasiennya tidak akan datang di jam makan siang begini.
" Entahlah dok, dia hanya bilang ingin bertemu dokter, katanya ini sangat penting ". Merasa kalau itu memang suatu hal yang penting, Mai pun mengizinkan perawat itu untuk mempersilahkan tamu yang dimaksud nya masuk
'siapa yah?'.
Tak lama kemudian seorang pria masuk dengan membawa sebuket mawar merah.
" Assalamualaikum Maimunah ku ". Dengan percaya diri dan gagah Alan masuk kedalam ruangan Mai. Ingin membuat Mai terpesona. Tapi, yang terpesona malah para perawat wanita bukan dokternya.
'ha? Ngapain lagi nih orang datang. Tadi pagi apa belum cukup dia mengganggu'.
Dengan malas Mai bertanya " pak Alan. Maaf tapi saya dokter Anak, bukan doktet umum ".
Alan duduk dengan santai di sofa " tapi kamu dokter untuk hatiku ". Bukan Mai yang tersipu, malah para perawat yang tersipu.
" Hmmm apa kalian bisa keluar? Aku mau berduaan dengan Mai ku ". Dengan canggung para perawat yang sedari tadi menjadi penonton, dengan terpaksa harus keluar.
" Maaf pak Alan, apa anda juga bisa keluar? Anda mengganggu waktu istirahat saya dan saya bukan milik siapa-siapa ". Dengan wajah datarnya, Mai mengatakan nya. Cara bicaranya sangat sopan, tapi artinya sungguh kejam.
Tidak menggubris, Alan malah memberikan Mai buket bunga nya " aku datang kesini untuk melamar ulang. Dan ini bunga mawar yang pastinya harus ada dalam lamaran ". Memperlihatkan senyuman manisnya.
" Ingat! Aku waktu itu tidak sedang berdalih, dan ini sungguh-sungguh. Dan sesuai janjiku, aku kembali lagi ". Sekarang memperlihatkan wajah seriusnya. Alan benar-benar menepati janjinya.
Tapi, bukan Mai namanya kalau malah menggubrisnya. Mai tetap menatapnya datar.
" Haahhhh terserah anda saja ". Mengambil makanannya dan mulai memakannya.
Walau Alan tahu, kalau Mai belum menerima lamarannya, setidaknya ia tidak mengusirnya. 'mungkin dia sudah mulai menerima gue. He.. he.. pesona gue emang gak akan ada yang nolak'. Pedenya...
'hahhh dasar orang merepotkan'. Sifat Mai memang seperti itu, jika ada orang yang dianggap nya merepotkan, ia akan membiarkan nya begitu saja. Walau orang itu akan menganggap dirinya sudah diterima. Padahal kenyataannya masih jauh.
......................
" Dari mana ajah lo, tau-tau langsung ilang gitu ajah ". Andra menceramahi Alan yang jam makan siangnya sudah kelewatan.
" Hehe sorry... Gue habis memperjuangkan cinta gue ". Nyengir Memperlihatkan gigi nya yang berjejeran sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Lebay nya aktif lagi.
" Nah , gimana perjuangan cintanya? Berhasil? ".
" Sedikit lagi ". Bersiul dan melihat kearah lain.
'gue yakin gak berhasil'
'gak mungkin kan gue bilang kalo tadi gue diusir pake satpam. Karena gak mau pulang'. Dan pasti nya itu sangat memalukan.
" Hahhh udah deh, mending siapkan berkas-berkas yang bakalan gue bawa buat keluar kota ". Karena sekarang jam kerja, bukan saatnya menceritakan hal pribadi.
" Kenapa gak Laras ajah, kan dia yang bakalan pergi ". Ingin melempar tanggung jawab
Andra memperlihatkan tatapan devil nya " lo pikir Istri gue pembantu. Istri gue itu ratu tau gak ". Kalau bukan Laras yang memaksa untuk masuk kerja, tidak mungkin Andra akan mengizinkannya.
Alan yang melihatnya tentu saja nyalinya langsung dibuat menciut
" Iya... Iya ... Santai ajah kali. Nih gue siapin ". Tapi walau bagaimanapun ia tetap harus terlihat berani. Meski sebenarnya ia harus menelan salivahnya susah-susah. Keberaniannya sudah ada di ujung tanduk.
Andra pun kembali fokus dengan laptopnya.
'hahhh semoga ajah dengan pernikahan nya Andra dengan Laras Tidak membangunkan Andra yang dulu'. Melihat tatapan devil Andra tadi, membuat Alan menjadi cemas. Bagaimana jika sifat Andra yang dulu kembali lagi? Uhhh sudah tidak tahu apa yang akan di perbuat nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Iya mah... Tiga hari lagi kami mau keluar kota ". Ucap Laras di telpon, sambil menonton drakor nya.
__ADS_1
" ... "
" Haha insyaallah mah.. ".
" ... "
" Iya, Waalaikum salam ". Laras meletakkan ponselnya di nakas.
" Kenapa ras? Mama bilang apa? ". Fokus dengan laptop nya. Mereka memang sedang ada di sofa sambil menonton drakor nya, itu Kalau Laras. Tapi, Andra malah fokus dengan kerjaan nya di laptopnya. Ia hanya menemani istrinya itu menonton.
" Hmm gak pa-pa mas ,cuman bilang hati-hati sama katanya minta oleh-oleh ". Canggung Laras, seperti ada yang ditutupi nya.
" Oleh-oleh? Emangnya mama mau apa? ". Itu tidak biasa, karena memang jika Mama Ani ingin sesuatu, ia biasa membeli nya sendiri.
" Haha gak tau juga mas ". 'gak mungkin kan aku bilang kalau mama minta oleh-oleh cucu'. Dan memang itu tidak mungkin, cucu tidak akan langsung jadi dengan pergi berlibur saja. Sepertinya hal itulah yang ditutupi Laras
" Mama ada-ada ajah, dikira kita mau liburan apa ". Watak mama nya memang sangat berbeda, tapi itulah yang Andra suka.
" Haha ". Canggung Laras " oh yah mas, apa bu Risa juga akan pergi? ". Bukannya Laras tidak suka, tapi hanya memastikan nya saja. Secarakan proyek ini, adalah kerja sama perusahaan PT. Cantika Grub dengan Anastasia Corp.
Andra melihat Laras " iya, memang nya kenapa? ".
" Enggak pa-pa, cuman mastiin doang ". 'hahhh kok rasanya jadi gak semangat yah. Enggak Laras! Kamu gak boleh berfikiran sembarang. Tetap semangat'.
Andra yang melihatnya langsung menutup laptopnya dan ikut selonjoran di dekat Laras.
Andra memeluk Laras dari samping, mengusap-usap kepala nya
" M... Mas.. ada apa? ". 'ya Allah jantungku...'. tiba-tiba di peluk, tentu saja membuat siapapun pasti kaget.
" Gak pa-pa, memangnya salah kalo suami meluk istrinya sendiri?! ". Itu tidak salah, tapi mohon lakukanlah dengan perlahan
" Hmm enggak sih mas ". Tidak bisa dibantah, karena apa yang dikatakan Andra semuanya benar.
" Nah itu tau. Kalo tau jangan membantah ". Sifat arogannya disaat seperti ini, sangat membantu. Karena nyali Laras langsung menciut, tidak mau mengambil resiko.
Laras diam, ingin fokus ke tv nya juga susah. Dirinya hanya fokus pada bau suaminya yang sangat disukainya.
'aku mencintaimu ras... Sangat-sangat mencintaimu. Tidak akan aku biarkan siapa pun menyakitimu'. Cara bicara Andra berbeda. Apa mungkin dibalik caranya bicara ada sesuatu yang disembunyikan nya? Hmm kita akan membahasnya di lain waktu.
Ting...
Senyuman Pak Rin mengembang saat melihat pesan masuk dari bi Siti.
'benar-benar harmonis. Nona muda sudah membuat banyak perubahan pada tuan muda, dari dulu'.
Pak Rin meneruskan pesan dan foto itu ke mama Ani.
Ting...
Pesan masuk kedalam ponsel mama Ani, dengan gerakan cepatnya mama Ani melihatnya.
Setelah melihat nya, tentu saja ia langsung sumringah tidak jelas.
Papa Rangga mengerutkan keningnya melihat istrinya yang sumringah seperti itu " ada apa mah? Kok kayanya senang banget ". Meletakan laptop nya di atas meja. Laptop benar-benar sesuatu yang tidak bisa lepas bagi pengusaha.
" Besok mama mau kerumahnya Andra pah ". bukannya di jawab, malah mengatakan hal yang tidak nyambung.
" Hmm pergi ajah mah, tapi ngapain? ".
" Mau kasi Laras obat vitamin. Buat nambah gizi Laras ".
" Vitamin? Buat apa? Emangnya Laras hamil? ". Bukannya papa Rangga tidak senang dengan berita nya, hanya saja ia merasa tidak akan secepat itu.
Sebejat bejat anaknya, ia tidak mungkin menidurii istrinya yang belum siap.
" Sebentar lagi pah, coba liat ". Memperlihatkan foto yang baru saja dikirim pak Rin ke ponselnya.
" Mama mata-matain mereka lagi? Udah mah, jangan dilanjut. Kalo Andra tau bisa marah loh. Dan mama tau bagaimana kalau Andra marah kan? ". Tidak memperhatikan kemesraan didalam fotonya, papa Rangga malah menceramahi Istri nya. Papa Rangga saja tidak berani membuat Andra marah.
" Haisss benar juga sih. Huuufffhhhhh kalo gitu pas emang udah ngisi baru mama pergi deh ". Pasrah mama Ani, ia juga tidak berani membuat Andra marah.
" Nah gitu dong. Mending jangan membangunkan harimau tidur ".
__ADS_1
" Hahaha iya yah pah. Hanya Laras yang bisa menidurkan nya jika terbangun hahaha ". Menyamakan anaknya sendiri dengan harimau, dan mantunya adalah pawangnya.
Itu tidak salah sih.
...****************...
" Hmm eugghh.. ". Gumaman Laras saat ia baru bangun. Saat akan bangun dari tidurnya, dan berniat untuk pergi ke kamar mandi, dia terhenti sesaat lalu tersenyum melihat tangan suaminya yang melingkar di pinggang nya.
Laras memindahkan nya secara perlahan agar tidak membangun kan Andra. Tapi sayang, pergerakan yang dibuat Laras malah membangun kan Andra.
" Mau kemana ras? ". Suaranya serak khas bangun tidur. Membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan berfikir jika suaranya benar-benar seksii.
" Mau buang hajat kecil mas ".
Andra melepas pelukannya. Menahan hajat bukanlah sesuatu yang bagus.
" Udah bisa sholat ras? ". Ini baru dua hari, tidak mungkin kan langsung bersih.
" Belum mas, baru dua hari. Mungkin besok atau lusa udah bersih ". Laras benar-benar canggung, ditanya mengenai hal seperti itu, perempuan mana sih yang tidak canggung. Apalagi jika yang bertanya adalah laki-laki.
Cepat? Iyya, Laras memang tipe wanita yang hanya sebentar saat terkena datang bulan.
" Oh.. ". Andra duduk " kalo gitu mas mau sholat dulu ".
" Iya mas ". Andra Kemudian bersiap-siap untuk melaksanakan tugas nya sebagai muslim.
Sedangkan Laras, memilih untuk turun dan kedapur serta sekalian menjenguk koi-koi nya.
Sambil bersenandung kecil Laras memberikan makanan pada koi-koinya.
Sebenarnya Laras tadi ingin ke dapur, tapi saat melewati kolam, ia langsung berbelok haluan dan lebih memilih ke koi-koi nya.
Bi Siti yang kebetulan lewat di dekat kolam, melihat Laras yang asik dengan koi-koi nya, dan ia juga tidak heran lagi. karena Andra sudah memberitahu kannya bahwa diantara semua barang-barang di rumahnya, koi-koinya lah yang paling disukainya dan di sayanginya. Jadi, para pelayan harus memastikan kalau koi-koinya tetap terjaga.
Andra turun dan melihat istrinya yang masih asik dengan koi-koinya. Senyuman Laras tidak pernah hilang dari bibirnya.
Andra mendekat pelan-pelan, saat sudah sampai di belakang Laras, ia langsung saja memeluk Laras dari belakang.
" Assalamualaikum ". Membisikkan di telinga Laras.
Andra yang memeluk Laras tiba-tiba dari belakang, tentu saja membuat Laras kaget. Apalagi saat Andra membisikkan salamnya tepat di telinganya.
'Astaghfirullah'. " Waalaikum salam mas... Hmm mas ada apa? ". Lagi dan lagi dirinya di buat canggung dan harus menahan nafasnya.
" Enggak pa-pa ". Mencium-cium tengkuk Laras
" Ah.. ma.. mas terus kenapa peluk-peluk Segala ". Kaget, karena sesuatu yang lembek dan berlendir tiba-tiba diarasakan di tengkuknya
" pengen ajah ". Manjanya.
Laras diam 'ya Allah kok mas Andra jadi manja gini sih. Aduhhh malah makin cinta kan'.
Bi Siti yang memang dari tadi tidak beranjak dari tempatnya, dan malah melihat pemandangan yang sangat membahagiakan di depannya. Tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Ia dengan segera mengambil ponselnya dan memotret moment di depannya. Tapi, kali ini ia akan menyimpan nya sendiri. Karena pak Rin memang sudah tidak memerintahkannya untuk mengiriminya foto-foto mesra tuan muda dan nona mudanya. Kapan lagi bisa dapat foto seromantis itu.
" Mas gak mau pergi joging? ". Mencoba untuk mengalihkan Perhatian Andra, semoga dengan cara ini bisa berhasil.
" Mau, tapi nanti ". Masih Mencium-cium tengkuk Laras 'ahh wanginya'. Sebaiknya kau hentikan kalau tidak ingin tersiksa sendiri.
'ahh Shiitt!'. Andra melepaskan pelukannya
" Kalo gitu mas pergi dulu yah, Assalamualaikum ".
" Waalaikum salam ".
Dengan langkah cepat nya, Andra pergi dari tempat itu, meninggalkan Laras yang masih bengong melihat tingkah suaminya yang menurutnya aneh.
'tadi katanya nanti, kok tiba-tiba pergi'.
'ahh tenang dek, jangan bangun dulu napa. Kan hilang kesempatan nya'. Nah kan... Sudah dikatakan tadi, kalau kamu akan menyiksa dirimu sendiri.
TBC
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya 😙