
~ Buah Memang tidak jatuh jauh dari pohonnya. Tapi, kalo pas jatuh ada orang yang nangkap atau pas jatuh malah tergelinding atau mungkin ada yang memungutinya. Atau bisa saja di makan sama hewan.
Eh!! jadi gimana tuh... Yah gak jadi deh kata-kata bijak ku😄😙 ~
so tetap optimis menjalani harimu
happy reading
...****************...
" Iya pasti itu!! Bahkan aku juga melihat sih pela*ur itu sangat akrab sama pak Ardi! Pasti pak Ardi juga di goda oleh nya ". Sahut salah seorang lagi, mereka akhirnya mengeluarkan unek-uneknya pada Laras.
Keirian mereka pada Laras karena terlalu dekat dengan para petinggi perusahaan Anastasia Corp.
" Dasar tidak tau malu! ".
" Dasar kalian gila! Kalo iri gak usah nuduh sembarangan juga ". Aisyah menyahuti
" Hei!! Anak magang tidak perlu ikut campur!! ".
Karena sahut-sahutan mereka yang membuat ricuh di kantor, membuat orang-orang dari departemen lain keluar dan pergi menuju suara yang ricuh tersebut.
" Apa maksud kalian? ". Akhirnya Laras membuka suara, setelah merasa kepalanya sudah tidak terlalu pusing.
" Gak usah sok lembut kaya gitu, dasar pela*ur!! ".
" Hei jaga mulut mu! ". Geram Laras
" Apa kau tidak terima !!! ".
" Dasar kalian! Memangnya kalian siapa yang bisa bicara sembarangan!! ". Kevin ikut menimpali
" Gak usah dibela.... Tadi aku liat Laras muntah-muntah... Pasti hamil diluar nikah tuh! ". Salah seorang yang dari divisi tempat Laras muntah-muntah membuka suara
" Pasti tuh... Anak haram pasti itu!! ".
" He... Laras udah nikah tau!! ". Rina terlihat tidak terima
" Mana buktinya!! Di berkas data dirinya tertulis kalo dia belum nikah ".
" Iya coba lihat!! Bahkan Di jari nya tidak terlihat cin-cin nikah ". Seorang pria mengangkat tangan Laras. Yah.. pria tersebut adalah pria yang sempat di tolak Laras. Makanya ia menjadi dendam
Laras menepisnya kuat. Kepalanya kembali pusing apalagi saat mendengar mereka kembali bersahut-sahutan.
Laras memegang kepalanya 'ahhhk sakit bangat... Mas Andra...'. Laras terduduk di lantai sembari memegag kepalanya
" Ras... Kamu gak apa-apa? ".
" Kak Laras... ". Aisyah ikut berjongkok dan mengelus-elus lengan Laras. " Kakak gak apa-apa? ". Khawatir Aisyah.
" Hu!! Pasti pura-pura tuh.. biar bisa lari ".
" Apa-apaan sih kalian!! ". Rina terlihat sudah maju ingin menggampar orang yang berbicara tadi
" Sabar Rin... ". Kevin menahan. Bisa tambah ribut nanti kalo pakai adu tinju
" Gak usah tahan gue... Biar gue jahit tuh mulut nya ". Sepertinya tali kesabaran Rina sudah putus
" Tahan... Gue juga pengen jahit tuh mulut nya. Tapi nanti bisa berabe ". Sahut Kevin memegang tubuh Rina agar tidak benar-benar maju.
" Lepasin gue... ".
" Hei...!!! Apa-apaan kamu Rina... Ini bukan urusan mu ". Terlihat beberapa orang ketakutan melihat Rina yang benar-benar ingin menggampar nya.
" Ha!! Dan terus... Urusan lo apa coba!! Mengurusi hidup Laras ". Sebenarnya Kevin juga ingin membungkam mulut Mereka
" Udah vin lepasin gue... ". Mengambilkan sepatu high heels nya
" Eh!! Lo mau apa!! Itu kdrt Rina!!! Turunin gak ". Pria tadi yang mengangkat tangan Laras, langsung mundur saat melihat Rina mengangkat sebelah sepatunya high heels nya yang setinggi hampir 10 cm.
" Apa, takut lo!! Huhh!! ".
" Gak usah pake kekerasan dong Rina.. jangan membela yang salah ".
" Benar tuh.. ".
Saat mereka sedang asik menyahut-nyahuti, saling menghina. Ada yang menghina dan memaki Laras, sedangkan Rina Kevin dan juga Aisyah mencoba membela Laras.
Ada juga beberapa orang yang terlihat bodo amat dan tidak perduli. Dipikiran mereka selalu merapalkan mantra 'itu bukan urusan ku.. tidak perlu ikut campur'. Itu lebih baik daripada yang menggonggong tidak jelas tanpa tahu yang sebenarnya.
Kepala Laras semakin sakit mendengarnya... Ardi juga tidak Tahu akan hal itu, dia sedang ada panggilan alam. Tidak akan terdengar keributan itu.
__ADS_1
" Ahhk kepalaku sakit.. aduh.. perutku juga sakit ". Keluh Laras yang masih berjongkok sembari memegang kepala dan juga perutnya, air matanya sudah keluar, gara-gara sakitnya. Apalagi mendengar ocehan unfaedah orang-orang.
" Kak Laras... Kaka baik-baik saja? ". Aisyah yang memang berada paling dekat dengan Laraslah yang mendengarnya.
Sedangkan orang-orang di sekitar sama sekali tidak mendengar nya.
Hingga...
Dua orang lelaki memasuki lobi. Mereka merasa ada yang aneh karena tidak ada karyawan yang memuji-muji mereka. Bahkan lobi terlihat sepi, hanya ada resepsionis yang sepertinya tidak mengetahui kedatangan mereka. Resepsionis nya lebih penasaran dengan Dan suara ricuh di salah satu departemen, tapi ia tidak berani untuk meninggalkan tempatnya.
" Ada apa nih? ". Alan membuka suara
" Yah mana gue tau, orang baru datang juga! ".
" Iya juga yah ".
" Noh sana pergi tanya ". Menunjuk resepsionis dengan dagunya.
" Cik iya.. iya ".
Dengan langkah malasnya, Alan menghampiri resepsionis yang sama sekali tidak sadar akan dirinya.
" Ehem... ".
" Eh iya? Ah pak A.. Alan ". Akhirnya resepsionis wanita tersebut sadar.
" Ada apa disana? ".
" I.. itu pak... ". Resepsionis tersebut tidak tahu harus berkata apa. Walau bagaimanapun dia tahu kalau Laras dan juga Alan termasuk cukup dekat. Salah bicara sedikit mungkin dirinya sudah tidak ada besok.
Sedangkan Andra, ia memilih untuk memperhatikan Alan berbicara dengan Resepsionis tersebut.
'napa coba tuh resepsionis gugup kaya gitu'. Tidak mungkin di ancam kan. Cuman disuruh bertanya tidak perlu pakai ancaman
Setelah Andra Melihat Alan sedikit memaksa, akhirnya resepsionis tersebut berbicara, namum tidak di dengar oleh Andra. Setelah mendengar perkataan resepsionis tersebut, wajah Alan langsung berubah. Kesal, marah, Terkejut, serta takut. Sudah deh, campur aduk ekspresi yang di berikan Alan, sudah seperti es campur.
Alan berjalan perlahan ke Arah Andra. Andra yang melihatnya heran, ada apa sih?.
Bukan lagi perasaannya yang tiba-tiba saja tidak enak saat melihat perubahan ekspresi Alan, ia selalu teringat akan Istri nya. Apakah dia baik-baik saja, atau apa ada sesuatu yang sudah terjadi?
" Ada apa lan? ". Tanya Andra saat Alan sudah sampai
" Hmm ini tuan muda... ". Gugup Alan. Andra menyerngitkan dahinya mendengar Alan memanggil nya dengan sebutan tuan muda
" Nyo.. nyonya m.. muda tuan...___ ".
Andra yang mendengarnya membulatkan matanya, dan langsung beranjak ke arah keributan yang terjadi, tanpa mendengar perkataan selanjutnya dari Alan.
'duh... Siap-siap ajah'.
Andra berlari ke arah kerumunan, sedangkan Alan mengikuti dari belakang sembari berlari. Alan merogoh kantong nya dan mengambil ponselnya. Ia menelpon Ardi.
'ini Ardi mana lagi!'.
Beberapa panggilan, akhirnya di angkat oleh Ardi.
" Lo kemana ajah sih Di ". Bukannya salam malah langsung menerobos
" Lagi ada panggilan alam... Memangnya kenapa? ". Ardi masih santai
" Tch bisa-bisa nya lo masih mikirin panggilan alam... Cepatan deh turun! Kalo gak mau tuan muda marah! ". Yah mau bagaimana lagi... Namanya sudah dapat panggilan alam, mana bisa di tolak.
Ardi yang mendengar nada bicara Alan yang berbeda dan terlihat serius. Tidak bertanya lagi dan langsung mengiyakan.
" Baik. Aku segera turun! ".
Setelah mendengar perkataan Ardi, tanpa aba-aba Alan pun menutup telepon nya dan kembali mengikuti langkah Andra.
Saat sudah dekat, terdengar suara memaki dan juga perdebatan panas di antar kerumunan. Mungkin lebih panas perdebatan ini daripada perdebatan para D*R.
Andra semakin di buat khawatir serta panik. Apalagi saat ia mendengar orang-orang yang memaki Istrinya. Darahnya langsung mendidih, ingin di jahit mulut mereka satu-persatu.
" Minggir!!! ". Bentak Andra pada kerumunan tersebut.
Tadinya yang ributnya seperti di pasar loak, akhirnya diam. Saat mendengar bentakan Andra.
Hening...
Mereka semua langsung tunduk. Andra tidak memperhatikan mereka, ia segera menerobos ke dalam kerumunan.
Matanya terbelalak melihat istrinya yang sedang menangis di lantai sembari memegang kepala dan perut nya.
__ADS_1
" Laras... ". Teriak Andra, ia berlari mendekati Laras.
Aisyah yang memang sudah sedari tadi di samping Laras, akhirnya berdiri saat melihat bosnya datang menghampiri mereka dengan berlari.
" Sayang.. kamu kenapa? ". Lembut Andra. Tidak! Dia sedang menahan amarahnya yang siap meledak kapan saja. Tapi ia mencoba untuk menahannya, agar tidak menakuti istri nya.
Semua orang yang mendengar Andra memanggil Laras dengan sebutan 'sayang', tercengang. Apa yang sebenarnya terjadi.
" Huu mas Andra... ". Lirih Laras
" Iya sayang.. ini mas... ". Membelai pipi Laras yang dibasahi air mata. Andra menggendong Laras ala bridal style.
Yang sekali lagi membuat para karyawan yang menontonnya kembali terkejut. Bahkan tadi yang menghina Laras langsung takut dan menciut.
" Sa.. sakit ". Rintih Laras yang semakin membuat Andra marah. Rahangnya mengeras, wajahnya memerah menahan amarahnya.
" Alan! ". Teriak Andra
" Iya tuan muda ". Di saat-saat seperti ini, Alan memperlihatkan kesigapan nya
" Cepat siapkan mobil kita kembali ". Berjalan membelah kerumunan
" Baik ". Alan melangkah mendahului Andra.
Andra berhenti, ia berbalik sembari masih menggendong Istri nya yang ia sandarkan di dadanya. Andra menatap tajam para karyawan disitu, yang tentu membuat semua orang yang di tatap Andra menjadi takut. Keberanian nya yang tadi di pakai memaki Laras hilang begitu saja.
" Ardi! ". Lagi! Andra teriak
" Iya tuan muda! ". Wah... Seperti nya sudah sedari tadi Ardi berada disitu.
" Cari tau apa yang terjadi! Dan laporkan padaku! ".
" Baik tuan ".
" Aku juga menunggu penjelasan mu! ". Menatap tajam Ardi
'mampus'
" Baik tuan muda! ". Walaupun takut, Ardi tetap menjawab
" Mas... Laras takut ". Lirih Laras
" Iya sayang... Kita pulang yah ". Suara garang Andra langsung berubah saat ia berbicara dengan Laras.
Andra pun pergi meninggalkan orang-orang, para karyawan nya yang masih terlihat Terkejut dan bingung. Mereka masih tidak percaya. Bosnya yang nota betnya tidak pernah lembut dengan seseorang, bisa lembut bahkan menggendong Laras. Yang mereka pikir seorang pela*ur.
Bahkan Rina, Kevin dan Aisyah, mereka juga terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Sangking Terkejut nya, mereka tidak bisa berkata-kata.
Setelah kepergian Andra... Keadaan kembali hening...
Ardi menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajamnya, seolah akan memakan mereka hidup-hidup. Sabar Di...
" Kalian dengar!! ". Lantang Ardi
Mereka semua tertunduk sembari sesekali melirik kearah salah satu petinggi perusahaan itu.
" Apa yang sudah kalian lakukan!! Apa kalian tidak tau siapa yang kalian buat menangis seperti tadi Hah!! ". Masih dengan suara keras nya
" Di.. dia hanya s.. seorang pela*ur p...__ ".
Brakk...
Ardi menendang salah satu meja disitu, hingga membuat meja itu jatuh beserta dengan berkas-berkas dan juga laptopnya. Yang membuat semua orang terkejut dan kembali ketakutan, apalagi wanita yang sempat menjawab tadi, bahkan perkataan nya belum ia selesaikan.
" Berani sekali kamu!! ". Ardi mendekati wanita tersebut.
" Apa kamu tidak tau kalau wanita yang kau sebut pela*ur itu adalah nyonya muda dari keluarga Ansari. Menantu keluarga Ansari, dan Istri kesayangan tuan muda Andra ". Ardi tidak terima nyonya mudanya di katai seperti itu.
Wanita itu langsung diam. Takut dengan wajah gahar Ardi serta pernyataan Ardi yang langsung membuat tubuhnya bergetar. Bukan hanya dia, semua karyawan yang tadi ikut memaki Laras juga ikut bergetar ketakutan.
Apakah mereka masih ada besok atau tidak, hanya itu yang ada di pikiran mereka.
Satu-satunya jalan yang ada di pikiran mereka yaitu hanya dengan meminta maaf.
Para karyawan yang mendengarnya lagi-lagi di buat Terkejut dan tercengang. Entah sudah berapa kali kejutan yang mereka terima, bukannya kejutan bahagia malahan kejutan yang membuat mereka syok dan tak dapat dipercaya. Untung rata-rata dari mereka masih muda, kalau sudah berumur pasti sudah di larikan ke rumah sakit akibat Serangan jantung.
" Sudahlah... ". Ardi membuang nafas nya kasar. 'gara-gara panggilan alam tadi aku juga harus kena masalah nih. Mana haisss ". Ardi hanya bisa geleng-geleng.
Ia mengambil ponselnya dan sepertinya ia menelpon seseorang. Setelah panggilan nya terputus, Ardi kembali menatap tajam wanita tadi dan juga orang-orang yang ada disitu.
Ardi tidak mengatakan apa-apa dan langsung pergi meninggalkan mereka kembali ke ruangannya. Mencari tahu sebenarnya apa yang sudah terjadi. Gampang.. tinggal lihat cctv.
__ADS_1
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya