Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Hormon kehamilan


__ADS_3

Laras membuka kembali ponselnya, saat suaminya sudah keluar.


Ia membuka aplikasi berwarna hijau yang hampir android atau pun tidak, pasti di dalamnya sudah ada tuh aplikasi. Terbayang ada di mana-mana. Untung cuman aplikasi bukannya mantan.. eaaa.


Nisa


"Jadi beneran Ras kamu hamil☺️?".


Laras


"Hehe iya😊"


Nisa


"Cieeeee selamat nih calon ibu😚"


Mai


"Pantasan pas terakhir ketemu, tingkah mu aneh ras". Bukannya memberi selamat.


Laras


"Aneh? Maksudnya?🤔"


Nisa


"Mungkin karena hormon kehamilan mu kali🤗"


Mai


"Iya.. itu pasti karena hormon kehamilan mu, jadi Ras jangan heran atau kaget, saat kamu merasa ada yang aneh dengan tingkah mu". Mai menjelaskan, secarakan dia dokter. Walaupun tidak sehaluan.


Laras


"Hmm iya.. Insyaallah... Aku gak bakalan mikir yang macam-macam 😘"


Mai


"Kalo gitu selamat 🎉"


Nisa


"Haaa?? Kamu Mai kan?😱". Nah Nisa mulai lagi nih


Mai


"Apaan sih? Aku Mai"


Laras


"😅Pasti gara-gara tiba-tiba Mai pake emoji yah"


Nisa


"Iya.. wah.. jangan-jangan ada yang bajak hp Mai lagi😬. Woi.. yang nyamar jadi Mai siapa lo😡". Sifat preman nya keluar nih


Mai


"Woi.. preman kampung, gue tuh Mai.. mama muda". Mai juga turut memperlihatkan taringnya


Laras


"🤣 Udah lama bangat kita gak pake panggilan lo gue yah.., udah berapa tahun tuh🤔"


Nisa


"Iya juga yah.. kalo gak salah pas lulus SMA deh.. gue kangen manggil pake sebutan gue lo. Atau gimana kalo mulai sekarang kita kembali kaya dulu lagi?😏". Wah.. Memang ingin memperlihatkan taringnya nih.


Mai


"Kalo gue terserah ajah.. soalnya lebih gampang ngeluarin unek-unek make tuh panggilan. Lupain ajah tuh persetujuan gak jelas Pas lulus SMA"


Laras


"👌Oke gue setuju. Tapi cuman di antara kita-kita doang yah.. jangan sampe ke suami🙂"


Nisa


"Pastinya dong😘"


Mai


"Tapi gue belum punya suami"


Nisa


"🤣🤣Nasib jomblo... Makanya cari jodoh neng"

__ADS_1


Laras


"Sabar Mai.. orang sabar pantatnya lebar🤣😂😂"


Mai


"Dasar gak ada akhlak.. kampret lo pada". Rupanya benar, labih gampang mengeluarkan unek-uneknya


Laras


"Canda gue Mai😗"


Nisa


"Gue juga Mai.. walaupun benar sih😅🤣"


Laras


"Bestie.. gue pamit dulu yah.. tiba-tiba pengen makan cemilan nih😋"


Mai


"Wah.. ngidam tuh"


Nisa


"Kayanya.., yaudah gih sana.. jangan sampe ponakan gue ileran🙃"


Laras


"Iya.. iya..😒 Assalamualaikum.."


Laras menaruh kembali ponselnya di atas nakas, lalu turun dari ranjangnya. Ingin ke dapur, untuk cari cemilan.


...*******...


Sedangkan di bawah..


Andra turun ke bawah. Saat sudah sampai.. ia melihat tiga orang yang ada di cctv yang saat kejadian terjadi, Mereka lah yang berada di kubu istri nya


Aisyah, Rina dan Kevin langsung berdiri saat melihat CEO nya turun.


'jadi ini rumahnya pak Andra'


'duh.. kenapa malah di bawa ke rumahnya pak Andra'


'kalo ini rumahnya pak Andra.. berarti kak Laras nya juga ada dong'.


Andra duduk di sofa di hadapan mereka bertiga dan hanya berbatasan meja. Dengan kaki yang sebelahnya ia pangku


" Ayo duduk.. kenapa berdiri ". Ucapnya sembari meminum minuman yang sudah tersedia di meja.


Ketiga orang itu saling pandang, lalu memandang Alan. Alan yang di pandang hanya mengangguk menyetujui.


Setelah mendapat persetujuan, mereka bertiga pun duduk. Kopi di depannya belum di sentuh barang sedikit pun. Alan juga sudah malas memaksanya, mereka terlalu takut padanya yang cuman seorang manusia biasa. Dan tidak mungkin akan memakannya.


" Ayo diminum kopinya ". Andra mencoba untuk ramah, walaupun suaranya sangat dingin dan penuh penekanan.


" Ayo diminum! ". Kali ini suara tegas Alan yang terdengar. Yah seperti itulah mereka berdua. Jika Andra tidak suka terlalu banyak bicara pada orang lain kecuali orang terdekat nya, maka Alan lah yang akan menggentikan Andra bersuara, beserta dengan tekanan dan juga suara yang ditinggikan.


" B.. Baik ". Jawab mereka bertiga, lalu mengambil gelas yang berisikan kopi dengan gugup.


Lalu meminumnya, biasanya kopi susu akan terasa manis, tapi lain dengan kopi yang baru saja mereka seruput. Hambar.. rasa ketegangan


Andra menatap satu-persatu wajah mereka. Yang tentu membuat mereka tambah tegang.


" Kevin... Rina.. dan Aisyah ". Panggil Andra dengan nada datar walaupun tidak terlalu dingin.


" I.. iya pak ". Jawab mereka bertiga serentak


Menyeruput kembali kopinya, yang membuat atmosfer nya kembali tegang. Hanya dengan pergerakan sedikit dari Andra, mampu membuat ketiga orang yang perasaannya seperti baru saja melakukan kejahatan menegang. Keringat nya bercucuran di keningnya, saling meremas tangannya. Ini pertama kalinya bagi mereka berhadapan langsung dengan CEO nya itu, biasanya memang melihat nya tapi hanya saat lewat di lobi saja.


Menaruh kembali gelas kopinya di atas meja. Lalu melipat tangannya di dadanya.


" Alan ".


" Iya pak ".


" Berikan mereka bertiga bonus, dan naikkan gajinya tiga kali lipat ". Kata Andra yang membuat Mereka bertiga Terkejut. Bahagia? Tentu! Tapi, kenapa tiba-tiba?


" Baik pak ". Jawab Alan tanpa nego-nego, lagipula itu tidak akan membuat bosnya bangkrut


" Dan Aisyah.. ".


Orang yang di panggil bertambah tegang


" Mulai sekarang kamu sudah jadi karyawan tetap di perusahaan Anastasia Corp ". Ucapnya lagi yang berhasil membuat Aisyah mematung. Karyawan tetap? Dirinya? Padahal baru berjalan satu bulan! Sungguh tidak bisa di percaya.

__ADS_1


" T.. terima kasih pak ". Ucapnya. Sebenarnya bukan hanya itu yang ingin di katakan nya. Ada banyak pertanyaan di benaknya, tapi tak sanggup ia keluarkan.


Keadaan kembali hening...


" E...mmm p.. pak Andra ". Rina memberanikan dirinya untuk bertanya


Andra beralih melihat nya " ada apa? Tidak perlu gugup ".


" Hmm b.. begini.. ke.. kenapa pak Andra ti.. ".


" Jangan gugup! Omongan mu jadi tidak jelas! ". Suara dinginnya mampu membuat ketiga orang itu menjadi tegang kembali, saat tadi beberapa saat mereka bernafas lega.


" Lanjutkan! Ada apa ".


Rin hanya diam.. ia takut salah bicara, Kevin yang melihatnya dan mengerti pun akhirnya membuk suara dan menggantikan Rina berbicara. Tugas pria tidak akan pernah membuat seorang wanita kerepotan. Yap, Memang pantas mendapatkan gelar playboy cap ayam kampung


" Begini pak.. kenapa tiba-tiba anda memanggil kami ke rumah bapak? Hanya untuk mengatakan hal ini ". Dengan satu tarikan nafasnya, Kevin mengatakan nya. Ia terlalu gugup, tapi tidak mau terlihat gelagapan. Walau bagaimanapun dia seorang pria.


" Oh.. itu karena..___ ".


" Rina, Aisy, Kevin..... Kalian kenapa disini? ". Tiba-tiba dari arah dapur datang seorang wanita yang memeluk setoples cemilannya.


Andra yang melihatnya segera bangkit dari tempatnya. " Kok turun sih sayang... Kan tadi mas udah bilang agar istirahat ". Memegang tangan Laras dan menuntutnya untuk duduk di sofa.


Ketiga orang yang masih duduk di satu sofa panjang itu, Terkejut melihat serta mendengar perlakuan dan nada bicara bosnya yang tiba-tiba berubah saat berbicara dengan Laras. Sekarang mereka sudah yakin 1000% kalau Laras Memang Istri bosnya.


Tapi, kenapa Laras masih bekerja di Perusahaan suaminya? Dan bukannya uang Suaminya sudah banyak, kenapa harus kerja segala?. Pertanyaan demi pertanyaan kembali muncul dalam pikiran mereka. Mana tadi Andra belum sempat menyelesaikan perkataannya.


Sudah terbayang dosa mereka selama ini kepada Laras. Rina yang selalu menjahili Laras, dan Kevin yang tak henti-hentinya menggoda Laras, serta Aisyah yang selalu merepotkan Laras.


Apa hal itu dapat di maafkan? Jangan tanya lagi, karena tentu Laras tidak akan mempermasalahkan nya.


" Kenapa turun sih sayang? Kan kalo capek gimana? ". Andra mengelus rambut Laras lembut.


" Aku tadi pengen makan cemilan mas... Jadi nya harus turun deh ". Memperlihatkan gigi nya yang berderet rapi, setelah nya ia membuka toples cemilannya.


" Tapi... Kenapa kalian bertiga ada disini? ". Bukannya tidak enak, tapi Laras merasa ia tidak pernah memberikan alamat rumahnya pada mereka. Otaknya belum sinkron


" Mereka ada urusan pekerjaan sayang ".


Laras hanya mengangguk sembari memasukkan cemilan ke dalam mulutnya.


" Kalian tadi bertanya mengapa aku membawa kalian kesini kan? ". Dan mereka bertiga mengangguk, bahkan Laras yang tidak mengerti apa-apa disitu, juga ikut mengangguk. Gara-gara hormon kehamilan nya, membuat nya bersikap polos seperti anak-anak.


Andra merangkul pundak Laras " aku ingin berterimakasih, karena kalian sudah membela istriku waktu itu ". Ucapnya tapi tidak melihat mereka bertiga, tapi fokus melihat Laras yang masih asik memakan makanannya tanpa memperdulikan Suaminya.


'apa hormon kehamilan yang membuat Laras seperti itu yah... Gue turut berdua bos'. Sayang sekali Alan... Tapi Andra malah menyukai sifat Laras yang kekanakan dan manja seperti ini.


" Ti.. tidak pak, itu sudah menjadi tugas kami! Karena nyonya muda adalah teman kami ". Panggilan nya sudah berubah.


" Baguslah ". Kata Andra tapi tidak melihat pria yang berbicara tadi, ia malah asik melihat istrinya. Apalagi pipi gembul Laras yang semakin gembul saat mengunyah makanannya.


Andra menekan-nekan telunjuk nya di pipi Laras. Dan sesekali Terkekeh.


" Mas... Ah ganggu ". Menepis tangan Andra.


" Hahha habis gemas bangat sayang~ ".


Ketiga orang itu, Terkejut dan tak bisa berkata-kata melihat tingkah bosnya yang sangat berbeda dengan apa yang dilihatnya selama ini.


" Isssh mas... ". Laras mulai kesal.


'nih sih bos.... Benar-benar gak tau tempat'. Alan mendekat dan duduk di salah satu sofa tunggal disitu, capek berdiri.


" Eh! Tapi Kevin... Kok bilang nyonya muda sih... Laras ajah ".


Kevin yang mendengar nya tidak tahu harus berbuat apa.


" Tapi nyonya muda... Saya tidak berani ".


" Iya nyonya muda.. ". Timpal Rina dan diangguki oleh Aisyah.


Laras menghela nafasnya 'ini nih, yang aku gak mau kalo mereka tau identitas ku'. ". jangan gitu lah.. panggil biasa saja ". Laras tetap kekeh


Mereka bertiga saling pandang.. dan beralih melihat Alan yang tengah fokus dengan ponselnya. Laras yang melihat mereka melihat Alan ikut melihat juga, Andra juga tak mau kalah ia juga ikut melihat.


Alan yang serasa di tatap oleh banyak tatapan, ia mendongak " ada apa? ". Tanya nya, Memang ia tidak mendengar pembicaraan tadi. Kalau sudah ada Laras, ia tidak perlu ikut campur lagi.


Laras melihat ketiga orang itu kembali " ada apa? ". Laras kembali bertanya.


Ketiga orang tersebut gelagapan tidak tahu harus berbuat apa. Sedangkan Andra yang sedari tadi menonton, hanya bisa menahan tawa nya melihat Tingkah orang-orang di depan dan samping nya ini. Semuanya bingung.


" Turuti keinginan istriku saja ". Suara datar Andra memecah keheningan.


" Ba.. Baik pak ". Jawab serentak ketiga orang tersebut.


Sedangkan Alan yang tidak mengerti tentang apa yang baru saja terjadi hanya mengangkat sebelah alisnya lalu mendelikkan bahunya.

__ADS_1


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya


__ADS_2