Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Rumor lagi!


__ADS_3

" Astaghfirullah cin-cin nikah kita ketinggalan mas ". Menepuk jidatnya. Sekarang mereka sudah ada di dalam mobil untuk menuju ke kantor nya.


Akhirnya Laras ikut juga ke kantor, sebenarnya Andra sudah melarang nya. Bahkan mengancamnya akan memotong gajinya, tapi karena Laras memperlihatkan puppy eyes nya, dan ia juga menuntut. Bahwa seharusnya gajinya tidak di potong, apalagi ia rajin. Untung Istri nya, kalau tidak sudah berdemo Laras.


" Gak pa-pa, gak usah dipikirin ".


" Tapi mas..__ ".


" Jangan di pikirkan ". 'lagipula gue juga mau beli yang baru'. Oke! Sultan memang beda


" Yudah deh ". Pasrah Laras


Setelah 35 menit, akhirnya mereka pun sampai. Pak Supri memarkirkan mobilnya di parkiran VIP.


" Kalo gitu aku duluan mas ".


" Tunggu dulu... Kok buru-buru amat sih ". Tahan Andra


" Kenapa mas? Gak ada yang ketinggalan kok ". Suamimu ketinggalan


" Haish bukan gitu, kamu yakin baik-baik ajah? ". Walau bagaimanapun Andra tetap khawatir. Apalagi mengingat nanti dia harus keluar meeting bersama Alan.


" Iya mas, Insya' Alllah aku baik-baik ajah ". Memegang tangan Andra lalu mengelus-elus nya.


'besarnya tangan mas Andra'. Yah malah pikiran yang lain


" Baiklah terserah. Tapi nanti kalo sakit lagi. Langsung keruangan mas atau langsung pulang ajah. Oke! ". Mengelus kepala Laras


Laras mengangguk cepat


" Kalo gitu aku masuk yah mas. Assalamualaikum ". Mencium tangan kanan Andra yang sedari di elus-elus nya.


" Waalaikum salam ". Membalas sembari mencium kening Laras, lalu turun ke bibi Laras. Walaupun hanya sekilas


" Hihihi bay bay mas ". Lari Laras, sembari melambai-lambaikan tangannya seperti anak kecil


Andra yang melihatnya bingung sendiri. Tapi, tak urung dia membalas lambaikan tangan Istri nya. Bahkan pak Supri yang melihat tingkah Laras bingung sendiri.


...----...


" Assalamualaikum Di ". Sapa Laras saat sudah sampai. Lihatkan Ardi Memang karyawan rajin dan memang patut dicontoh.


" Waalaikum salam ". Jawab Ardi " senang bangat ras, dapat durian runtuh yah ". Goda Ardi, saat melihat Laras yang senyum-senyum sendiri.


Untung nyonya mudanya, kalau tidak sudah dikatai orang gila.


" Haha apaan sih Di ". Membuka laptopnya dan fokus dengan kerjaan nya.


Ardi yang melihatnya hanya mengedikkan bahunya sembari geleng-geleng kepala. Setidaknya balaslah candaannya. Jangan abaikan seperti itu.


Oke kita skip kemalangan Ardi


..........


Laras turun menggunakan lift, ia ditugaskan untuk mengontrol beberapa departemen di kantornya saat suaminya beserta dengan Alan sudah pergi meeting.


Ting...


Laras keluar dari dalam lift, saat ia sudah menampakkan dirinya. Semua mata yang ada disitu melihat Laras sembari bisik-bisik. Bahkan ada yang menatapnya sinis.

__ADS_1


Heran Laras, tapi ia tidak terlalu memperdulikannya. Ia berjalan santai sembari mengontrol divisi yang ditugaskan.


" Jangan menggosip, ini sedang jam kerja ". Tegur Laras pada beberapa karyawan yang terlihat berkerumun dan berbisik-bisik.


Bukannya menurut, mereka malah memandang sinis dan remeh Laras. Yang membuat Laras lagi-lagi mengerutkan keningnya 'ada apa ini'. Kenapa dirinya seperti seseorang yang telah melakukan kejahatan besar.


" Bubar... Kembali ke tempat kalian, atau ku laporkan pada pak Andra! ". Tegas Laras, yang membuat para karyawan yang berkumpul segera bubar dan kembali pada tempatnya. Namun ada salah seorang wanita yang sengaja menyenggol bahu Laras.


'apa-apaan di.. ' Hoek... Hoek...


Laras langsung berlari menuju kamar mandi yang memang ada di ruangan divisi tersebut. Parfum yang digunakan wanita tadi yang menyenggol Laras terlalu menyengat di hidung Laras.


Tingkah Laras yang seperti itu, mengundang bisik-bisik kan dari pada karyawan lagi.


" Dasar pelacur ".


" Tidak tahu malu ".


" Sok alim... Diluar kelihatan baik tapi di dalam.. ihhh iyuuuuh ".


" Pasti anak haram tuh ".


" Percuma cantik kalo kelakuan nya jadi penggoda ".


" Tapi moga ajah gak jadi pelakor "


Hinaan di keluarkan oleh para karyawan, tapi hanya sekedar bisik-bisik kan. Dan tidak sampai terdengar oleh Laras yang ada di dalam kamar mandi.


" Ahh Astaghfirullah... Kok parfumnya bau bangat sih, lebih harum makanan basi dari pada parfumnya ". Laras juga ikut memaki. Parfumnya tapi.


Setelah merasa sudah tidak terlalu mual, Laras keluar dari kamar mandi. Dan mendapati dirinya yang lagi-lagi jadi pusat perhatian, tapi anehnya para karyawan di divisi tersebut melihat nya dengan tatapan jijik dan sinis. Tapi, lagi-lagi Laras tidak mau terlalu memikirkan nya.


Setelah memeriksa departemen itu, Laras beralih ke departemen selanjutnya.


Sama, semua karyawan di divisi tersebut melihat nya dengan tatapan sinis nya.


" Assalamualaikum Rina... ". Sapa Laras, sebenarnya disitu bukan divisi keuangan tempat Rina. Hanya saja kebetulan Rina sedang lewat.


" Waalaikum salam ras.. eh! Ngapain kamu disini ras? ". Tidak mungkin turun jabatan kan


" Lagi ngontrol beberapa departemen ".


" Oh.... Tapi kamu gak Merasa aneh ras? Semua orang pada ngeliatin kamu dengan tatapan sinis ". Bisik Rina.


" Itu dia Rin aku gak tau kenapa mereka melihat ku seperti itu. Sudah dari tadi loh. Aku kira kamu tau ". Padahal niatnya Laras ingin bertanya pada Rina, tapi rupanya Rina juga tidak mengetahui nya


" Enggak, aku gak tau. Di divisi ku gak ada tuh rumor-rumor tentang kamu ".


" Eh! Ngapain kalian disitu? ". Kevin tiba-tiba datang menampakkan dirinya


" Gak ada.. tapi Vin, kamu tau gak sama rumor yang sedang beredar lagi? Soalnya mereka kaya ngeliat sinis ke aku terus ". Mungkin Kevin tahu, secarakan Kevin orangnya playboy dan gampang akrab


" Ha!? Mana mungkin gue sibuk ngurus rumor kaya gitu. Mending ngurusin kerjaan gue yang gak berkurang-kurang ". Nah benar tuh. Dari pada bergosip yang hanya mendatangkan dosa, mending kerja yang mendatangkan rezeki.


" Yah.. aku kira kamu tahu ". Kecewa Laras. Kini ia sudah penasaran dengan rumor yang telah menyebar, walaupun masih di beberapa departemen saja. Hatinya gundah, apalagi ini tentang dirinya


" Tumben lo gak tau, biasanya lo tuh yang suka nyebarin ". Seru Rina


" Yee... Kan tadi gue bilang mending kerja buat makan, dari pada bergosip yang unfaedah ".

__ADS_1


" Udah insyaf lo ".


" Terserah lo ajah deh. Memang yah laki-laki selalu salah ". Kevin mengalah. Yang waras mengalah, hal itu yang selalu di tanamkan Kevin dalam pikiran nya.


" Haha udah deh Kalian ". 'aku bangunin ring tinju juga kali yah buat mereka. Gak Nisa sama Mai, mereka berdua juga berantem mulu'. Sabar... Orang sabar pantatnya lebar, eh! Ralat maksudnya orang sabar di sayang Allah


" Huh! Eh! Ras... Cin-cin nikah mu mana? ". Tidak sedang marahan dengan suami kan


" Oh.. ketinggalan dirumah ". Menggaruk kepalanya yang tak gatal


" Tumben, biasanya gak ceroboh kaya gini ". Kevin ikut menimpali


" Gak tau juga... ___ ". Ucapan Laras terpotong karena mendengar suara melengking dari salah satu meja di departemen tersebut.


Brakk..


" Bisa tidak kalian berhenti menyebarkan rumor yang tidak jelas!!. Kak Laras tidak mungkin seperti itu! ". Suara Lantang seorang wanita terdengar. Suara yang sangat tidak asing di telinga Laras.


Laras, Rina dan juga Kevin segera melihat siapa suara tersebut.


" Hei anak magang! Gak usah sok-sokan lo... Mentang-mentang karena dekat ama pela*ur itu kamu jadi belain dia! ". Seru salah seorang karyawan wanita sembari menunjuk wajah Aisyah yang rupanya ialah yang sedang berdebat


" Jangan panggil kak Laras seperti itu! ". Aisyah tetap tidak terima. Sebenarnya ada apa sih


" Kau..___ ". Geram wanita itu yang berdebat dengan Aisyah.


" Aisyah... Jangan belain orang yang salah kaya Laras... Diluarnya saja yang baik tapi di dalam nya busuk ". Seru salah seorang lagi..


" Benar itu... Jangan gara-gara dia baik sama kamu, kamu bisa membelah dia yang memang salah ".


" Memangnya kalian punya bukti! Kalo kak Laras salah!! ". Aisyah tidak percaya dengan perkataan orang-orang


" Ini lihat nih! ". Menyodorkan ponselnya. Yang rupanya disitu ada foto Laras yang sedang di pegang oleh seorang pria gemuk.


" Pasti itu tidak benar. Pasti ada alasan nya ". Tidak mungkin Laras yang baik-baik seperti itu


" Apalagi kalo materi... Uang itu mah ".


Laras tiba dan sempat mendengar perdebatan mereka yang mengatakan yang tidak-tidak tentang dirinya. Bahkan Rina dan Kevin yang mendengar nya ikut geram.


" Hei!!... Apa-apaan kalian! Jangan nuduh sembarangan! ". Teriak Rina


Semua orang yang mendengarnya sontak beralih Melihat sumber suara. Lagi-lagi terdengar bisik-bisik kan. Yang tidak mengenakkan saat melihat Laras juga ada disitu.


" Bukan nuduh! Tapi kenyataan ".


" Iya!! Dasar pela*ur ! ".


" Hei!! Jaga lah mulut mu wahai betina !! ". Suara Lantang Kevin terdengar.


" Tch pasti lo juga udah di goda kan Kevin!! ".


Laras yang mendengar sahut-sahutan mereka, tidak sanggup berkata lagi. Kepalanya tiba-tiba pusing... Tidak dapat ia lihat jelas wajah-wajah yang ada di depannya.


" Iya pasti itu!! Bahkan aku juga melihat sih pela*ir itu sangat akrab sama pak Ardi! Pasti pak Ardi juga di goda oleh nya ".


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya

__ADS_1


__ADS_2