Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Keadaan bu Aminah


__ADS_3

Andra melepas ciumannya dan melihat jika istrinya itu ngos-ngosan, dugaannya benar kalau Laras menahan nafasnya saat berciuman. Benar-benar tidak berpengalaman.


Tuk...


" Auuu ". Laras memegang dahinya dengan kedua tangannya. " Kenapa dahi Laras di sentil sih mas? ". Kesal? Pastinya, sudah di cium paksa, setelah nya dahinya langsung di sentil.


" Kalau ciuman itu, bernafas. Kamu mau mati kekurangan nafas gara-gara ciuman ". 'kan gak lucu kalau istriku dead gara-gara ciuman. Astaghfirullah... Semoga gak terjadi'. Ucapan adalah doa, jadi berhati-hatilah saat berkata.


" Mana Laras tau ". Lirihnya pelan. Masih dengan memegang dahinya, seperti sakit sekali, padahal Andra menyentil nya sangat pelan. Biasalah ia hanya malu dan jadi salah tingkah, apalagi saat mengingat ciumannya tadi. Dengan memegang dahinya ia jadi tidak terlalu canggung.


Andra yang melihatnya menjadi merasa bersalah


" Sudahlah jangan dipikirkan ". Memegang tangan Laras yang dari tadi memegang dahi nya. " Jangan dipegang lagi. Mana yang sakit? ". Melihat dahi Laras.


" Maaf yah, mas gak bermaksud menyentil nya ". Mengelus-elus dahi Laras.


" I.. iya mas ". Laras menjauhkan kepalanya dari tangan Andra " sudah tidak terlalu sakit juga ".


Dan terpaksa Andra harus menarik kembali tangannya. Padahal ia cukup nyaman dengan posisinya tadi.


Hening....


Sampai... " Oh yah mas, nanti pulang dari kantor Laras mau pergi jenguk ibu dulu ". Mengutarakan niatnya yang memang di tahanan nya dari tadi. Hanya saja niatannya juga itu lagi-lagi menyelamatkan nya dari kecanggungan.


" Kalo gitu kita bareng ajah ".


" Emangnya mas gak sibuk? ". Sibuk pastinya, hanya saja ia tidak mungkin membiarkan istrinya pergi sendiri.


" Enggak.. mas gak sibuk ". Dustanya.


" Enggak sibuk pala lu!. Ini berkas masih banyak bambank, bukan lagi nanti kita bakalan rapat dengan dewan direksi. Dan ingat itu gak bisa di kensel ". Tiba-tiba Alan datang.


Sebenarnya sudah dari tadi Alan ingin masuk, niatnya ingin mengejutkan Andra dan juga Laras yang sedang makan, tapi waktu di intip, eh.. ia malah melihat pemandangan yang dapat menyakitkan bagi para jomblo. 'sialan nih bos, ciuman kok dikantor. Gak tau tempat'. Tapi sepertinya niat awal Alan yang ingin mengejutkan nya terkabulkan, dilihat dari wajah terkejut mereka berdua.


" Woi.. asisten gak ada akhlak, kalo masuk tuh ketuk dulu, terus salamnya juga gak ada ". Rasanya ia benar-benar ingin segera memusnakan asistennya itu. Tapi karena sayang, jadi itu tidak mungkin.


" Nah kayanya mas memang sibuk, gak pa-pa mas Laras bisa pergi sama pak Supri kan ". Ucap Laras.


" Haaahhh oke ". Pasrah Andra. " Tapi ingat! Kalo selesai langsung pulang ". Nasehat nya, seperti menasehati anaknya saja.


" I.. iya mas ". 'rasanya aku kaya jadi anaknya saja'.


Alan yang melihatnya Terkekeh sendiri. Bosnya itu memang aneh.


" Kalo gitu Laras keluar mas, Lan ".


" Hmmm ".


" Oke ".


" Assalamualaikum ". Salam pamit Laras.


" Waalaikum salam ". Jawab keduanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kita skip.. dan langsung saat Laras akan berangkat bertemu ibunya.


Di rumah sakit.


" Assalamualaikum bu ". Salam Laras dan langsung masuk kedalam. Dilihatnya rupanya ada dokter Rasya yang sepertinya sedang memeriksa ibunya.


" Waalaikum salam ". Jawab keduanya.


" Sedang diperiksa yah dok? ". Menaruh buah tangannya di atas nakas.


" Iya, kamu sendiri datang ngejenguk ibumu yah? ".


" Haha ya iyalah dok, mau apalagi ". Masa datang menertawakan orang sakit. Kan tidak mungkin.


" Ras, gak pa-pa nih datang ke rumah sakit. Nak Andra gak marah? ". Karena wajah Andra yang terlalu dingin, membuat siapapun yang melihatnya pasti merasa jika Andra orangnya galak. Walau mukanya bak idol k-pop.


" Enggak bu, malahan mas Andra ngijinin ".


" Haha Andra pasti gak Bakalan marah bu, walau tampang nya dingin kek gitu, sebenarnya hatinya hangat dan tulus loh bu ". Timpal Rasya, padahal ia tidak dimasukkan ke dalam obrolan. Tapi karena mendengar nama sahabatnya di sebut makanya ia juga ikut menimpali.


" Oh iya yah, kalo tidak salah dokter Rasya ini teman lama nak Andra yah ". Jadi tidak enak sendiri.


" Haha iya bu, kalo gitu saya permisi dulu yah bu, Ras. Masih ada urusan ". Pergi secepat nya dari situ, sebelum di tembaki banyak pertanyaan.


" Iya dok ".


" Assalamualaikum ".


" Waalaikum salam ".


" Maaf yah bu, kemarin Laras gak datang ". Karena terlalu sibuk, yah mau gimana lagi bukan.


" Gak pa-pa, tau kamu baik-baik saja, sudah cukup buat ibu. Apalagi kemarin juga Nisa sama Mai datang ".


" Iya, Laras udah tau. Soalnya kemarin mereka cerita sama Laras ". Dan gara-gara ibunya lah, ia harus mendapatkan pertanyaan yang menyita waktunya berjam-jam. Tapi, apa Laras marah? Tentu tidak, ia sama sekali tidak bisa marah jika di hadapkan dengan ibunya. " Gimana keadaan ibu? Baik-baik ajah kan? ".


" Alhamdulillah baik ". Tersenyum bu Aminah mengatakan nya, terpaksa! iyya, dia terpaksa tersenyum. tapi, kenapa? entahlah. " Oh iya, sepertinya kamu juga baik-baik saja kan Ras, soalnya besan ibu tadi datang. Mereka baik-baik banget ". mengalihkan pembicaraan.


Perkataan bu Aminah membuat Laras heran sendiri. 'Besan? Mereka? Maksudnya mama sama papa'. Laras membulatkan matanya


" Maksudnya mama sama papa nya mas Andra tadi datang mah? ".


" Iya, tadi mereka datang. Bahkan sampai ngobrol-ngobrol ". Bu Aminah heran melihat keterkejutan anaknya itu. Dikiranya besannya itu sudah mengatakannya pada Laras, tapi sayang seperti nya tidak.


" O.. oh.. ". 'ngapain yah mama sama papa datang? Tapi gak pa-pa deh, soalnya mereka juga baik banget'.


" Mereka baik-baik banget yah ras ".


" Iya bu, mama sama papa baik banget. Gak seperti di sinetron-sinetron yang bisanya cuman menindas mantu miskinnya hahah ". Laras mulai bercanda.


" Hahaha apa-apaan sih kamu ras, tapi benar juga sih ". Rupanya buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya. Ibu sama anak sama saja.

__ADS_1


" Tapi, nak Andra kok gak datang? ". Baru sadar kalau anaknya hanya datang seorang diri tanpa suaminya.


" Ohh mas Andra lagi banyak kerjaan bu, makanya Laras datang sendiri. Tadinya sih pengen bareng tapi karena pekerjaannya gak bisa ditunda yah jadi gak bareng ". Jelasnya panjang lebar.


" Oh.. ". Dan hanya itu yang dijawabkan nya, setelah mendengar cerita Laras.


" Ingat ras, sekarang kamu udah jadi seorang istri. Kalo suami kamu sibuk seperti itu, disitulah peran mu sebagai istri untuk bisa melayani nya dengan baik. Membantu meringankan beban nya ". Nasehat bu Aminah. Sekarang ia menjadi mode ibu yang tegas.


" Iya bu, insyaallah ". Dan sekarang Laras lah yang menjawab nya dengan singkat. 'tapi ini cuman nikah kontrak bu, aku gak yakin bisa ngurangin beban mas Andra'. Monolog nya dalam hati.


Seandainya Laras tahu kalau hanya dengan melihat senyumnya saja sudah bisa mengurangi beban Andra.


" Di usahakan ".


" Iya Bu ".


" Kalo gitu gih sana ".


Laras menyerngitkan dahinya " kemana? ".


" Yah pulang ke tempat suami mu ". Harus dijelaskan dulu baru paham.


" Ngusir nih bu? ".


" Iya-in ajah, sudah sana layani suami mu dengan baik. Ingat! Surga mu sekarang ada si suami mu ". Walau terdengar jahat, tapi Bu Aminah tidak punya pilihan lain selain mengusirnya.


Andra terlalu baik kepadanya Dan kepada keluarganya, ia tidak ingin anaknya tidak melayani dan menjadi istri yang baik bagi Andra yang memang suami yang baik.


" Ish.. iya bu, kalo gitu Laras pulang. Assalamualaikum ". Pasrah Laras, dan kemudian mencium tangan kanan bu Aminah.


Bu Aminah tersenyum " waalaikum salam ".


Setelah punggung Laras sudah tidak terlihat lagi, Bu Aminah langsung mengeluarkan tangisannya.


" Maafin ibu nak, harus ninggalin kamu. Semoga nak Andra bisa membahagiakan mu dunia dan akhirat hiks.. hiks.. ". Haa? Maksudnya apa yah.


Tak lama setelah nya dokter Rasya masuk, lalu berjalan menuju bu Aminah yang sedang menangis. Rasya mengelus-elus punggung bu Aminah.


" Sabar bu, semua pasti ada hikmahnya. Allah sudah memberikan jalan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya ". Tidak tega sendiri Rasya melihatnya.


" Iya dok, trima kasih ".


" Tapi, ibu memang tidak ingin mengatakan tentang keadaan ibu yang sebenarnya? ". Sebenarnya keadaan nya bagaiman, hanya mereka yang tahu.


Bu Aminah menggeleng " gak perlu dok, saya tidak mau melihat Laras terpuruk dan menangis di pojokan lagi, kalau tau mengenai kondisi saya sekarang. Apalagi sekarang sudah ada suaminya yang bisa jagain Laras ".


" Insyaallah bu, Andra pasti jagain Laras ". Secarakan Andra sudah cinta dengan Laras dari Laras masih umur 13 tahun.


Bu Aminah tersenyum " amin.... ".


sebenarnya keadaan bu Aminah memang sedang tidak baik-baik saja. Saat selesai operasi memang semuanya lancar tapi setelah satu hari, keadaan bu Aminah mulai mengalami penurunan. entah lah Hanya dokter yang tahu. Bahkan Andra sendiri juga tidak tahu karena memang tidak di beritahu.


Laras pun pulang kembali ke mansion keluarga Ansari, dengan di supiri siapa lagi kalau bukan pak Supri.

__ADS_1


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya


__ADS_2