
Dua Minggu berlalu saat perencanaan yang dikatakan Andra.
Seminggu yang lalu, Alan benar-benar membawa Mai ke rumah Andra dan memamerkan hubungan nya dengan Mai.
Yah tentu Laras yang mendengarnya kaget. Bukan karena hubungan mereka berdua, tapi cerita Alan yang mengatakan bahwa Mai duluan yang mengatakan dirinya sayang dan mengatakan tentang wajah tersipu Mai. Sungguh langkah.
Namun sayang waktu itu Mai malah memberikan wajah datarnya saat Alan bercerita, membuat orang yang mendengarnya sama sekali tidak percaya. Tapi, Mai menjelaskan bahwa mereka memang sudah resmi menjadi sepasang kekasih.
.........
Sekarang hari ini di tempat ini. Hiruk pikuk sosial media tak terhindarkan. Semua orang duduk manis di depan tv, mencari channel yang akan menayangkan berita yang sudah di umumkan sepekan lalu.
Para pekerja yang sibuk, menyempatkan dirinya untuk sekedar menonton acara pada malam hari ini.
Para wartawan sudah berada di luar studio penyiar tv, menunggu kedatangan sang pemeran utama hari ini. Rasa keingintahuan dan penasaran mereka, membuat nya kebal dengan dinginnya malam hari ini.
Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang... Wartawan mengerumuni mobil tersebut. Menanyakan tentang beberapa skandal yang terjadi akhir-akhir ini, tapi sayang harus di tutup oleh kekuasaan nya.
Sang pemeran utama pun keluar dari dalam mobil. Para wartawan semakin ingin mendekati untuk mendapatkan informasi atau hanya sekedar jawaban dan sapaan. Para pria berbadan tegap memakai pakaian hitam datang menghalangi para wartawan agar tidak semakin menggila.
Andra melangkah dengan wibawa nya melewati wartawan yang masih di selimuti pertanyaan di dalam kepalanya. Sang asisten Alan siap sedia di belakang Andra, mengikuti nya kemanan pun pergi. Tak membiarkan celah pada satu pun wartawan untuk memberikan pertanyaan interogasi nya.
Sesampainya mereka berdua di balik layar. Tempat panata rias, tempat untuk sekedar bersantai.
Andra langsung mendudukkan bokongnya di salah satu sofa tersebut. " Rame bangat... ". Mengipas tangannya ke arah wajahnya.
Alan ikut duduk " hahaha sabar bro.. ini belum seberapa. Entar pas jumpa pers pasti bakalan lebih rame ".
" Haaaahhh ". Keluar lah Helaan nafas Andra. " Oh yah handphone gue mana ".
Alan merogoh kantong nya dan memberikan apa yang diminta Andra. " Mau ngapain? Sebentar lagi acaranya mulai loh ".
" Gue cuman mau ngirim pesan sama Laras ".
Alan mengangguk. Ia juga mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Mai. "Setelah ini selesai aku bakalan gak sibuk lagi. Tunggu aku di rumah sakit yah". 'pesan gue kaya pesan kematian ajah. Nunggu nya di rumah sakit'. Alan geleng-geleng melihat pesannya.
Selama ini ia memang sudah tidak datang ke rumah sakit saat jam makan siang. Alan terlalu sibuk dengan pekerjaan nya. Terkadang Alan hanya mengirimkan makanan ke Mai.
Sedangkan di sisi Lain..
Laras sudah standby di depan layar tv nya. Ditemani oleh bi Siti, Mile dan Dilan. Menanti acara yang akan menampilkan seseorang yang mereka Sangat kenal.
Tak lupa dengan cemilan di depannya.
Ting..
Laras membuka ponselnya ia melihat sebuah pesan masuk dari Suaminya. Setelah di baca, senyuman Laras tak terhindarkan.
"jangan lupa nonton suamimu di tv". Pesan yang dikirim Andra
"Haha iya mas.. aku udah ada di depan tv nih".
"Yaudah acaranya udah mau dimulai nih. Assalamualaikum".
"Iya. Wa'alaikum salam". Laras menaruh ponselnya di tempatnya semula, dan kembali fokus ke tv, dimana pembuka acaranya sudah mulai membukanya sebelum tamu undangan di panggil ke atas panggung.
__ADS_1
Ting...
Ponsel Laras kembali berbunyi, menandakan ada pesan masuk. " Siapa yah ". Gumam Laras. Ia melap tangannya bekas cemilannya. Setelahnya barulah Laras mengambil ponselnya, dan dibukanya.
Ia tersenyum saat melihat pesan yang masuk. Yang rupanya dari suaminya yang sekarang sudah ada di dalam tv yang di nonton Laras.
"I Love You". Pesan singkat Andra yang mampu memporak-porandakan hati Laras.
"Too😘". Hanya itu yang dapat di balaskan Laras. Setelahnya barulah ia simpan kembali ponselnya.
...***...
Kita kembali Ke Andra
Tepuk tangan yang meriah terdengar saat Andra naik ke atas panggung. Dengan wibawa nya yang tak kurang ia duduk di sofa yang sudah di sediakan.
" Ahhh ganteng banget ".
" So cool ".
Kata-kata di atas tak akan pernah lepas dari seorang Andra. Andra hanya diam dengan wajah datarnya.
Sang mc mulai membuka suara. Satu persatu pertanyaan di lontarkan nya. Masalah bisnis dan tips-tips menjadi pengusaha sukses. Tak lupa pula Andra berterima kasih pada karyawan nya yang sudah membantu dalam membangun perusahaan nya semakin besar, dan juga pada orang-orang terdekatnya.
Semua pertanyaan dapat di jawab Andra dengan lancar, santai dan tanpa beban. Terkadang Andra tersenyum saat menjawab pertanyaan mc tersebut. Tidak mungkin kan Andra tetap datar saat memberikan tips pada para penonton.
Dan tibalah saat-saat yang di tunggu. Dimana di dialog mc tersebut, harus di tanyakan pada akhir acara.
Jantung wanita itu berdegup kencang. Keringat nya bercucuran, entahlah ia takut jika menanyakan hal tersebut dapat membuat Andra marah. Atau memang pertanyaan ini dapat di lontarkan?. Wanita itu melirik melihat Alan yang berada di sekitar kamera man. Dan yang dilihatnya memberikan anggukan tanda setuju.
Andra tersenyum " silahkan ". Ucapnya. Sudah dari tadi ia menunggu pertanyaan itu di keluarkan.
'hah! Boleh nih!!?'. Melirik ke arah Alan dan sekali lagi Alan hanya mengangguk.
" Ehem ". Wanita Tersebut berdehem, menetralisir kan perasaannya dulu. " Tuan muda ada banyak rumor yang beredar di luar sana tentang kedekatan anda dengan seorang wanita. Dan bahkan anda juga terlihat di rumah sakit bersama seorang wanita hamil ". Pertanyaan pun di keluarkan. Para penonton baik di dalam studio atau di rumah nya masing-masing sudah menunggu dari dulu akan jawabannya.
Andra tersenyum mendengarnya " yah rumor itu memang benar adanya ".
" Wah!! ". Sontak mc wanita berteriak. Dia mengakuinya!!
" Ahh maafkan saya tuan muda ".
" Hahah tidak apa-apa ".
Semua orang yang menonton nya melongo melihat seorang Andra yang terkenal dingin dan arogant yang selalu menampilkan wajah datar, tertawa seperti ini.
" Ahh tampannya... ". Kata-kata itu terucap di semua penonton yang melihatnya.
" Rumor itu memang benar. Dan memang ada wanita yang dekat dengan saya. Dan saya juga yang berada di rumah sakit ".
" Maaf tuan muda.. apa boleh tau Siapa wanita itu? ". Berhati-hati mc menanyakan nya. Setiap pertanyaan yang di keluarkan sang mc adalah pertanyaan yang mewakili orang-orang diluar sana.
Andra tersenyum " dia wanita yang sangat berharga dalam hidup saya, dan tak tergantikan. Dia adalah separuh nafas saya ". Ucapnya, dan tak luput ia tersenyum.
Semua yang mendengarnya melongo. Separuh nafas? Seberapa berharga kah wanita tersebut? Dan pertanyaan nya siapa wanita yang beruntung itu.
__ADS_1
" Wah.. siapakah wanita yang beruntung itu ".
" Haha dia wanita yang tak tergantikan ".
Sang mc hanya manggut-manggut.
Karena waktunya sudah hampir habis, dengan berat hati sang mc akan menutup nya. Padahal masih banyak pertanyaan yang ada di pikirannya belum terlontar.
" Apa saya bisa berbicara sesuatu dulu. Sebelum acaranya di tutup? ". Sang mc melirik melihat kru-kru dan Alan. Mereka semua mengangguk.
" Silahkan tuan muda ".
Andra langsung memposisikan dirinya. Ia menatap kamera dengan senyuman lembut nya, membuat yang menonton di rumahnya meleleh. Padahal senyuman Andra bukan buat mereka.
" Laras.. sayang.. mas ingin berterimakasih, karena telah datang melengkapi hidup mas ". Semuanya diam. Laras? Siapa dia? Itulah yang ada di pikiran mereka.
" Ada banyak kekurangan saya, tapi kamu tetap setia bersama saya. Dan tidak pernah mengeluh. Saya benar-benar beruntung mendapatkan mu. I Love you my wife ". Ucapnya dengan tersenyum lembut.
Para penonton yang mendengarnya menjadi ribut. Wife? Istri? . Sejak kapan sang pria idaman di negaranya menikah?!!!!.
" Tuan muda maksud anda? ". Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut wanita tersebut. " Ah.. maaf tuan muda ". Membekap mulutnya sendiri.
" Tidak apa-apa... Yah seperti yang saya katakan. Wanita yang sangat berharga bagi saya adalah istri saya sendiri. Laras ".
Semua yang bernama Laras menjadi salting. Padahal belum tentu mereka yang di maksud. Ah biarlah asalkan namanya juga Laras. Apalagi Andra mengatakan nya sembari tersenyum hangat.
Bahkan Laras yang di maksud pun ikut terisak. Ia terharu melihatnya. Bi Siti dan Milea hanya mengelus-elus punggung nyonya mudanya.
'terima kasih mas Andra ... I love you too my husband'.
" Tapi kenapa nyonya muda tidak datang bersama anda? ".
" Ahh sebenarnya saya sedikit pecemburu.. saya tidak ingin orang-orang melihat kecantikan istri saya ".
'cik, sedikit!! Dari mananya yang sedikit!'. Batin Alan.
Sedikit!! Yah para penonton yang mendengarnya melongo, saat Andra mengatakan sedikit.
" Oh hahah nyonya muda sungguh beruntung ". Canggung dia mengatakan nya. Sedikit!! What!!
" Bukan Laras yang beruntung. Tapi sayalah yang beruntung mendapatkan nya ".
" Wahh pasti nyonya muda sedang menonton nih ".
" Yah pasti! Apalagi sekarang istri saya sedang hamil ". Sebenarnya ini tidak nyambung. Tapi karena Andra ingin memamerkan nya, yah sudah.
" Wah... Selamat tuan muda ". 'ahh so sweet..'. teriak dalam hati.
" Yah.. nanti di jumpa pers baru lah istri saya ikut datang. Jadi bersiap-siap lah ".
" Wah.. kami sudah tidak sabar ". Sang mc menjadi perwakilan semua orang untuk mengatakannya.
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya
__ADS_1