Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Kuntilanak Yang Meresahkan


__ADS_3

Sudah tiga hari kepulangan Laras dan Andra dari Surabaya. Mereka berdua kembali ke aktivitas sehari-hari mereka.


Sedangkan lamaran Andra yang gagal. Akan di atur ulang oleh Andra, tapi karena terlalu sibuk, Andra tidak sempat merencanakan nya. Mungkin setelah kesibukannya mereda, baru ia memikirkan ulang untuk acara lamaran nya.


Laras sudah membagikan oleh-oleh yang dibawa dari Surabaya.


Diluar perkiraan nya, Nisa dan Mai sangat-sangat senang dengan pakaian-pakaian yang diberikan oleh Laras.


Walaupun mereka berdua cukup berada, tapi mereka tetap saja senang. Apalagi Nisa yang diberikan juga beberapa pakaian anak-anak dari Laras. Dulunya Nisa memang sangat menyukai berbelanja untuk dirinya sendiri, tapi setelah Rani lahir, ia lebih suka berbelanja untuk anaknya.


Sedangkan Mai, ia juga tak kalah senangnya. Apalagi pakaian yang diberikan Laras adalah pakaian branded dan tentu itu tidak murah. Bahkan Mai sekalipun tidak bisa berbelanja sampai puluhan pakaian seperti itu.


Dan ada yang aneh dari Andra, itu sih menurut Laras. Tapi bagi kita para pembaca tentu saja tidak.


Semenjak pulang dari Surabaya, Andra selalu memakai dasi yang diberikan oleh Laras saat ke kantor.


Bahkan Alan sendiri heran melihatnya, tiga hari berturut-turut tapi dasi yang digunakan bosnya itu tidak ganti-ganti.


Apa dia kekurangan dasi?


itu tidak mungkin, uangnya Sangat banyak. bahkan bisa membeli pabrik nya sekalian.


Tingkah Andra yang seperti itu, tentu membuat Laras senang.


Sekarang di kantor


" Ras, makasih yah. Untuk oleh-oleh nya ". Ardi mengucapkan terima kasih kepada Laras atas oleh-oleh yang diberikan kepadanya. Karena kedua wanita yang sangat di sayangi nya di dunia ini, sangat senang atas pemberian Laras.


" Iya, gak pa-pa. lagi pula aku beli nya pake uang mas Andra. Hihi ". Dan itu benar. Laras sama sekali tidak mengeluarkan sepeserpun dari kantongnya.


Yah begitulah kalau punya suami sultan, rasanya sudah seperti menjadi ratu. Tapi sayangnya, Laras tidak menggunakan harta suaminya dengan baik. Bahkan jarang sekali ia gunakan.


" Hahaha nikmati ajah ras, itu udah rezeki ". Jangan menyia-nyiakan suami yang hampir sempurna seperti Andra. Apalagi uangnya yang sangat banyak. Bukan bermaksud untuk menjadi wanita matre, tapi Siapa sih yang tidak senang saat suami punya banyak uang.


Mungkin juga wajahnya bisa dijadikan konten, pasti yang suka ada banyak.


" haha mas Ardi bisa ajah ". Jawab Laras " aku ke pantry dulu yah mas ". Pamit Laras, yah seperti biasanya Laras ingin bertempur dengan para alat-alat pembuat kopi.


" Oke ". Karena Ardi sudah tahu apa yang akan dilakukan Laras ke pantry, jadi dia biasa-biasa saja. Walaupun sekarang masih jam kerja. Tapi, memang nya Ardi punya keberanian untuk melarang istri bos nya itu? Tentu tidak. Kalau masih sayang nyawa mending di iyakan saja.


Laras pun pergi ke pantry.


" Assalamualaikum Rina, Kevin. Kalian udah ada ajah nih ". Saat baru datang, eh dua pasangan yang tidak ada akur-akur nya itu sudah stand by disitu. Eh! Bukan pasangan yah, tapi musuh bebuyutan.


" Waalaikum salam Ras ". Jawab kedua orang itu, yang terlihat menyeruput kopi nya. Habiskan sampai tetes terakhir.


Laras mengambil gelas yang memang sudah disiapkan disitu.


" Ras makasih untuk oleh-oleh nya. Gila! Bagus banget. Dan ohhh mana branded lagi ". Rina masih kegirangan dengan oleh-oleh yang diberikan Laras.


" Laki lo tajir bangat yah Ras. Masa baju yang satunya seharga motor itu dibagi-bagiin kaya sembako ajah. Black cardnya pasti banyak tuh ". Kevin menimpali.


" Haha yah gitu deh ". Hanya itu yang bisa dikatakan Laras, ia juga tidak tahu harus jawab apa.


Kopi Laras yang sudah jadi, langsung ia seruput. ayo habiskan sampai tetes terakhir.

__ADS_1


" Kalo aku jadi kamu yah Ras, mending berhenti ajah kerja. Secara suami kamu udah kaya ". Bagus nya sih seperti itu, tapi Laras merasa jika dirinya tetap butuh uang sendiri. Dan dirinya juga tidak terlalu suka berdiam diri di rumah.


" Aku lebih suka kerja gini Rin, dapat penghasilan sendiri. Lagi pula sekarang jaman modern, wanita karir di luar sana lebih mendominasi ". Jaman sekarang para wanita sudah jarang yang hanya tinggal di dapur untuk memasak. Walau memang juga ada.


" Tapi uang suamimu udah banyak kan ". Walaupun yang dikatakan Laras benar, tapi tetap saja membuat Kevin tidak habis fikir.


" Ohh mungkin nanti saat udah punya anak, kamu baru berhenti kerja yah Ras ". Rina memang selalu punya pendapat dan alibi nya sendiri.


Deg...


Pertanyaan yang simpel tapi menusuk


'anak yah.. emang bisa?'.


" Hahaha ". Laras hanya bisa tertawa menanggapi nya. Lagi-lagi ia tak tahu harus berkata apa. Dan tentu saja Kevin dan Rina menyadari nya, tapi enggan untuk melanjutkan topik pembicaraan nya. Mungkin Laras sedang ada masalah yang tidak bisa dia katakan. Pikir mereka. Dan itu memang benar.


Laras memang masih ragu dengan hubungan suami-istri yang dia jalani sekarang. Memang dia sudah mencintai suaminya. Tapi, memangnya suaminya itu mencintai nya juga? . Bagaimana jika perasaannya jatuh terlalu dalam dan sulit untuk keluar? Dan malah menyakiti dirinya sendiri?. Hal seperti itulah yang ditakuti Laras selama ia menyadari perasaannya kepada suaminya.


" Hmm aku mau balik kerja dulu yah ". Karena Laras menyadari admostfer disekitarnya menjadi sendu, dia memutuskan untuk pergi dari situ. Karena ia tahu kalau dirinya lah penyebab admostfer disekitarnya berubah.


" Iya, kami juga mau kembali ". Balas Rina, seperti tidak terjadi apa-apa.


Laras kemudian menaruh kembali gelas kopinya.


" Yaudah aku duluan. Assalamualaikum ".


" Waalaikum salam ". Balas keduanya


......................


Ardi pun mendongak dan mendapati seorang wanita yang bisa dibilang cantik sih.


Dengan pakaian formal nya tapi yah... Seksi.


Siapa lagi kalau bukan kuntilanak, eh! Ralat maksudnya Risa.


Risa datang ke perusahaan Anastasia Corp untuk membicarakan kembali tentang pembatalan kerjasama yang dilakukan oleh Andra. Risa mengira jika Andra hanya membual waktu di Surabaya, tapi sebenarnya tidak. Andra benar-benar menghentikan proyek nya yang sudah menghabiskan ribuan dollar itu.


" Iya? Anda siapa? ". Ardi memperhatikan dari ujung kaki sampai ujung rambut. 'ah! Diakan Risa liarna, sih pengusaha cantik katanya. Ngapain dia kesini? Padahal kerjasama nya sudah di batalkan'. Ardi bergidik ngeri saat mengingat kembali dimana Andra yang marah-marah ingin cepat membatalkan kerjasama nya, padahal sudah menghabiskan banyak biaya.


Sampai-sampai Alan sendiri tidak berani membantahnya. Yah siapapun yang berani mengusik Istri nya, akan berurusan langsung dengan pawangnya. Hmm memang pawang nya.


" Hmm saya dari Cantika Grub, ingin bertemu dengan pak Andra ". Ucap Risa, ia mencoba untuk seramah mungkin. Padahal dalam hatinya ia beberapa kali mengumpat Ardi yang sama sekali tidak mengenalnya. Padahal dirinya cukup terkenal.


" Maaf tapi kami sudah membatalkan kerjasama ini ". 'ini resepsionis kok ngijinin dia masuk sih'. Ardi tahu kalau Risa pasti sulit untuk di usir.


" Ha? Tidak bisa begini dong. Saya harus bertemu dulu dengan pak Andra ". Risa ngotot


" Tidak bisa ". Tegas Ardi. Jangan sampai ia menggunakan kekerasan.


" Saya ingin bertemu dengan pak Andra dan ini tidak ada hubungannya dengan anda ". Dan ia mulai melunjak


" Sekali lagi saya bilang tidak bisa. Dan sebaiknya anda pergi dari sini ". Sifat dingin Ardi akhirnya keluar juga.


Risa sempat takut, tapi ia tetap akan maju. Kalau tidak, dia yang harus menanggung semua ganti rugi dari pembatalan kerjasama ini. Dia juga masih tidak terima karena aksinya yang ingin menggodanya Andra gagal total.

__ADS_1


Risa nekat untuk menerobos masuk.


Ardi yang tidak menyangka tindakan Risa akan sejauh itu, ia belum sempat menyiapkan dirinya.


" Hei.. tunggu...!! ". Ardi terlambat, karena Risa sudah membuka pintunya.


" Ada apa ini? ". Andra yang sedang fokus dengan kerjaannya, terganggu karena pintu tiba-tiba dibuka. Sama sekali tidak sopan pada atasannya. Itulah yang dipikirkan Andra.


" Pak Andra, saya kesini ingin membahas tentang kerjasama kita yang anda batalkan waktu itu ". Risa langsung to the point.


" Oh.. kau sih kuntilanak. Eh.. Sih hmm Oh Risa yang waktu itu ". Benar-benar sebuah penghinaan bagi siapapun yang melihatnya. Terlihat sekali jika Andra sama sekali tidak mengingatnya, dan sengaja menghinanya.


Tapi sayang sekali Risa adalah orang yang bermuka tebal.


Setelah dihina seperti itu, ia sama sekali tidak tersinggung. Malah mencoba untuk tetap tersenyum manis.


" Di.. kau bisa tunggu diluar ". Andra mengusir Ardi menggunakan tangan nya yang di lambai-lambaikan di udara.


" Baik pak ". Ardi keluar dari ruangan itu 'apa yang dipikirkan pak Andra yah'. Dia tidak bisa ikut campur dengan urusan bosnya itu.


Risa tersenyum menang, ia bahkan menampilkan nya terang-terangan kepada Ardi. Dan tentu saja membuat Ardi kesal, tapi ia coba tahan.


'ingat di, kamu masih punya istri sama anak dirumah yang nunggu kamu. Jangan sampai khilaf buat nabok tuh cewek'. Batin Ardi, mengusap-usap dadanya.


Ardi kembali ke tempatnya, dan rupanya Laras sudah ada disitu.


" Mas Ardi dari mana? ". Saat datang, tempatnya sudah kosong.


" Dari ruangan suami mu ". Santai Ardi.


Sebenarnya Ardi memang tidak mengetahui alasan kenapa dibatalkan nya kerjasama kedua perusahaan. Ia tidak tahu kalau sebenarnya masalahnya ada pada Laras.


" Oh ". Singkat Laras. Ia mengira kalau Ardi pasti punya urusan tentang pekerjaan, itulah mengapa ia dipanggil ke ruangan Andra.


Laras belum tahu kalau musuhnya sedang ada di dalam ruangan suaminya.


Seorang karyawan pria datang dan menitipkan sebuah map berisi berkas, yang harus diberikan oleh Andra.


Seperti biasanya, Laras atau Ardi lah yang akan menerimanya dan mengantarkan nya ke ruangan pimpinannya.


" Ini yang antar, aku atau mas Ardi ajah? ". Laras bertanya setelah karyawan pria itu pergi.


" Mending kamu ajah deh ras ". 'aku masih kesal sama nenek lampir itu'. Nanti kalau dilihat lagi, bisa-bisa Ardi benar-benar ditahan polisi karena menyakiti seorang wanita.


Wah.. Ardi belum tahu saja masalah mereka.


" Oke ". Laras pergi membawa berkas itu.


Saat sudah sampai di depan pintu ruangan Andra. Inginnya Laras mengetuknya, tapi ia urungkan karena pintunya memang sudah terbuka sedikit.


Laras tanpa aba-aba langsung membuka nya. Matanya mebelalak melihat pemandangan di depannya. Map yang berisi berkas di tangannya langsung jatuh.


Yah jadi deja vu.


TBC

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya. hadiahnya jangan lupa


__ADS_2