
Tak terasa sudah 6 bulan sejak kelahiran baby Adhan. Dan 6 bulan juga sejak kepergian bu Aminah. Ada banyak hal yang berubah dari kehidupan Laras semenjak ia menikah dengan sang bos yang terkenal Arogant.
Pernikahan Rasya dan Aisya telah di gelar sekitar 3 bulan yang lalu, dan sekarang kedua pasutri itu kini berada di negara kincir angin. Tempat Rasya dulu. Rasya kembali untuk melanjutkan pekerjaannya, karena urusan ia di tanah air telah selelai namun ia tetap sesekali berkunjung ke tanah air.
Malam hari yang dingin ini, dikamar Laras tengah asik bermain dengan baby Adhan yang sedang belajar merangkak. Laras dengan sigap memperhatikan, mengawasi serta kadang-kadang menyemangati sang buah hati yang sedang berusaha berdiri.
" Ayo dhan... Kamu bisa, mommy selalu mendukung mu sayang... ". Bersemangat Melihat baby Adhan yang tengah berusaha. Sedangkan yang di semangati juga tak ingin kalah. Semakin kencang suara mommy nya berteriak, semakin baby Adhan berusaha.
" Waaa... Anak mommy hebat bangat ". Diambilnya ponsel yang tergeletak di lantai, lalu memotret anaknya yang berdiri untuk pertama kalinya. Sang anak terseyum pada Laras dengan kaki yang bergetar kaku.
Setelah memotret dengan cepat Laras langsung memeluk anaknya dan menggendong nya menaruh sang baby Adhan di pangkuannya. " Selamat sayang... Akhirnya kamu bisa berdiri ". Mencium seluruh wajah baby Adhan.
" Wah.. asik bangat nih kayaknya ". Andra datang menghampiri istri dan anaknya. Tak lupa ia mengecup kepala kedua kesayangan nya itu.
" Udah kerja nya mas? ".
" Hmm sebenarnya belum sih, dilanjut besok ajah ". Laras manggut-manggut mendengarnya.
Laras membelai pipi Andra. " Sibuk bangat yah mas, pasti capek. Mau Laras bantu? ". Akhir-akhir ini Andra memang sibuk dengan pekerjaan nya. Tapi ada hal lain yang membuatnya sibuk dan ia tidak ingin memberitahu Laras.
" Gak pa-pa sayang, mas bisa kok. Kamu juga sibuk kan ngurus Adhan ". Menggenggam tangan Laras yang ada di pipinya dan di cium.
" Hmm terserah mas ajah deh ". Yang di katakan Andra benar ada nya, tidak gampang mengurus bayi. Apalagi ini pengalaman pertama Laras ia masih harus banyak belajar.
Andra beralih Melihat baby Adhan yang rupanya sudah tertidur pulas. Entah sejak kapan ia tertidur, mungkin ia tidak ingin mengganggu Daddy dan mommy nya.
" Anak Daddy udah tidur ajah. Gak bilang-bilang ". Mencium pipi gembul baby Adhan yang ada di pangkuan Laras.
" Mungkin Adhan kelelahan yah dhan. Tadi abis belajar berdiri ".
" Oh yah? ". Wajah Andra terlihat berbinar
Laras mengangguk tak kalah berbinar dan bersemangat. Di ambilnya ponsel yang ada di samping, lalu Laras membukanya mencari foto yang ia foto tadi. " Ini mas, coba deh liat ". Menyodorkan ke depan wajah Andra.
Dengan semangat Andra menerima sodoran tangan Laras. " Wah... Iyya benar, anak Daddy udah bisa berdiri rupanya ". Mengelus rambut anaknya.
" Hehe iya dong, kan ada mommy yang ngajarin ". Laras menjawab dengan senyuman manis.
Andra yang gemas dengan wajah Laras, langsung mencium bibir Laras dan me*umatnya. " Ah.. mas.. jangan dulu mas, ada baby Adhan ".
Andra menghentikan ciumannya, dan mengambil baby Adhan. " Sini biar mas simpan di keranjang bayinya ". Belum mendapatkan jawaban dari Laras, Andra sudah lebih dulu menyimpan baby Adhan.
Laras yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala, suaminya sungguh tidak sabaran.
Setelah menaruh baby Adhan di keranjangnya, dengan cepat Andra menghampiri sang istri dan langsung menggendong nya.
" Haha sabar mas ".
" Gak bisa sayang ". Andra membaringkan tubuh Laras di atas ranjang dan mengukungnya. Tanpa basa-basi lagi, Andra mencium bibir Laras, me*umatnya dengan lembut dan lama-lama menjadi penuh gairah.
Yah dan setelahnya terjadilah yang memang harus terjadi. Bulan Ramadhan, harap maklum
.........
Pagi-pagi sekali Andra sudah berangkat ke kantor. Sudah dikatakan bukan, kalau akhir-akhir ini Andra sangat sibuk, bahkan ia sering lembur.
Hari-hari Laras hanya di isi dengan baby Adhan, galeri Laras penuh foto dan video baby Adhan. Seperti sekarang Laras, baby Adhan dan Milea sedang asik bermain di ruang keluarga. Dilantai berserakan mainan baby Adhan yang jujur tidak pernah di sentu baby Adhan. Bahkan dilirik sekalipun tak pernah.
Waktu pertama kali Laras heran melihat tingkah anaknya yang seperti itu, tapi saat mengingat suaminya ia jadi tak heran lagi. Padahal Laras berharap setidaknya sifatnya lah yang menurun ke baby Adhan, namun sayang ekspetasi tidak sesuai kenyataan.
" Nyonya muda, apa anda baik-baik saja? ". Tanya Milea saat melihat majikannya hanya diam dengan tatapan kosong.
__ADS_1
" Ah gak pa-pa ".
" Apa anda yakin? ".
" sebenarnya aku hanya khawatir melihat suamiku yang sangat sibuk, aku takut ia sakit ". Mengeluarkan unek-uneknya.
Milea menghela nafas lega, ia kira Nyonya mudanya curiga. " Anda tenang saja nyonya muda, sebelum menikah tuan memang sering lembur dan pergi pagi-pagi sekali ". Jelasnya
" Hmm semoga benar ". Jawaban Milea tetap tidak memuaskan bagi Laras.
'moga ajah nyonya muda tidak curiga'. Batin Milea. Hmm sebenarnya ada apa sih?!
.........
Malam pun tiba. Jam menunjukkan pukul 21.30 Laras telah menidurkan baby Adhan. Dan sekarang ia menunggu suaminya pulang, biasanya ia sudah tidur di jam segini.
Di sofa ruang tamu Laras sedang duduk sendiri dengan di temani bi Siti di belakang sofa menemani Laras. Beberapa kali bi Siti menguap.
Laras berbalik. " Mending bi Siti Istirahat ajah, biar aku ajah yang tunggu suamiku ".
" Tidak apa-apa nyonya ".
" Kalo gitu ayo duduk bi ". Menepuk tempat kosong disebelah.
" Tidak perlu nyonya ".
" Kalo gitu bi Siti istirahat ajah. Soalnya ada yang ingin aku bicarakan sama mas Andra nanti ". Laras mencari alasan agar bi Siti pergi istirahat. Bi Siti sudah tidak muda lagi, pasti ia cepat lelah.
Bi Siti terlihat berpikir. Ia tidak tega meninggalkan nyonya nya menunggu sendiri, tapi mengingat perkataan Laras tadi membuat pendirian yang dibangun dari tadi sore runtuh. " Baiklah nyonya, kalo gitu saya permisi ".
Laras tersenyum lega dan mengangguk.
" Assalamualaikum nyonya ".
Kini tinggallah Laras seorang diri. Ia beberapa kali menguap. Tak lama setelah kepergian bi Siti, terdengar suara langkah kaki berjalan mendekat. Sontak Laras langsung berdiri , ia mendapati suaminya sedang berjalan dengan menatap ponselnya. Jas dan dasi nya sudah ia lepas dan menggantungnya di lengannya. Ia sama sekali tidak menyadari Laras yang sedang mendekat kearah nya.
" Assalamualaikum mas ". Andra Terkejut, sontak ia mendongak.
" Wa'alaikum salam, sayang kok belum tidur? Hmm ". Laras mencium tangan Andra.
" Aku lagi menunggu mu mas ". Jawab Laras dengan senyuman manis.
" Kenapa nunggin mas? Coba liat kamu keliatan capek gini ". Menaruh rambut depan Laras ke belakang telinga Laras.
" Gak pa-pa mas ". Mereka berjalan beriringan menuju kamarnya sembari berbicara. " Mau mandi mas? Aku siapin ari hangat dulu yah ".
" Biar mas ajah ". Tahan Andra
" Gak pa-pa mas, biar Laras ajah. Kamu pasti capekkan ".
" Baiklah terserah kamu sayang ". Pasrah Andra, dilarang pun Laras tak akan mengalah. Padahal Laras sendiri juga sedang lelah.
...***...
Sekarang mereka berdua sudah berada di atas ranjang dengan posisi tidur, namun belum terlelap.
" Sayang ". Lirih Andra membuka matanya. Ia mengelus-elus rambut Laras.
Laras mendongak di pelukan suaminya. " Ada apa mas? ".
" Besok malam mas ada acara, kamu harus ikut yah ".
__ADS_1
" Tapi mas, baby Adhan gimana? ".
" Tenang ajah Adhan juga ikut ".
Laras manggut-manggut. " Memangnya acara apa mas? ".
" Ada.. kolega.. ". Laras langsung mengerti dengan acara yang dikatakan Andra.
" Besok sore bakalan ada orang yang kirim gaun ke rumah ".
" Gaun? Gak perlu mas, aku masih punya banyak di lemari. Bahkan masih ada yang belum kepake ". Tolak Laras, gaun-gaun nya bahkan belum tersentuh, ini malah nambah lagi.
" Gak pa-pa, soalnya ini spesial, terus kamu perginya bareng Milea sama Dilan oke? ".
" Eh! Kita gak pergi sama-sama mas? ".
" Hmm enggak, mas sama Adhan berangkat duluan. Gak papa kan? ".
" Eh! kenapa mas? kita pergi sama-sama ajah ". Raut wajah Laras seketika berubah kecewa. 'apa mas Andra malu pergi barang aku'. Nah pikirannya mulai kemana-mana.
" Hmm ada deh sayang, tapi ingat! mas bukannya malu, tapi memang mas punya alasan sendiri oke? mas gak mau yah kamu mikir hal aneh-aneh lagi ". Jelas panjang lebar Andra saat melihat wajah istrinya yang kecewa.
" Emm yaudah deh ". Laras tahu kalau suaminya pasti punya alasan tertentu.
Andra tersenyum lega, Istri nya tidak mencurigainya. " Baiklah ayo tidur ". Laras mengangguk, dan mereka pun tertidur.
...----...
Keesokan sore....
Andra sudah siap-siap dengan tuxedo navy yang melekat pada tubuh kekarnya. Bahkan Adhan juga ikut memakai tuxedo navy mirip dengan sang Daddy. Sedangkan Laras masih menunggu gaunnya.
" Mas beneran mau berangkat lebih dulu? ".
" Iya sayang? ".
Laras cemberut mendengarnya, membuat Andra merasa bersalah. 'maaf sayang, demi kelancaran acara'.
Laras melirik melihat baby Adhan di kereta dorongnya. Ia mencondongkan tubuhnya. " Baik-baik yah sayang, jangan rewel, nanti mommy nyusul ". Mengelus pipi baby Adhan dan dibalas senyuman oleh baby Adhan.
Laras kembali ke posisinya, masih dengan raut wajah cemberut. Karena untuk pertama kalinya ia akan berpisah dengan anaknya.
" Jangan cemberut dong sayang, janji deh kita bakalan ketemu di acara nanti oke? ". Mencium gemas pipi Laras.
Laras hanya mengangguk.
Setelah acara pamitan yang ber-dramatisir, akhirnya Andra pun pergi dengan baby Adhan dan Alan yang setia menjadi supir.
Laras menghela nafas, lalu masuk kedalam rumah. Namun baru ia akan berbalik seseorang datang dengan mengantarkan gaun yang akan di kenakan oleh Laras, beserta dengan arak-arakan nya. Bagaikan Laras akan menikah, MUA pun ikut datang untuk menyempurnakan penampilan Laras.
Awalnya Laras menolak. " Aku bisa melakukannya sendiri ". Kata Laras
" Tapi Nyonya muda ini perintah dari tuan Andra, kalau kami tidak melaksanakan nya..___ ". Ucap salah seorang menggantung sembari tertunduk.
Lagi dan lagi Laras menghela nafas, ia langsung bisa paham jika MUA di depannya ini tengah di ancam oleh suaminya. Sungguh Laras tak tau jalan pikiran sang suami.
Huhhff
" Baiklah ayo ". Para MUA pun Langsung tersenyum bahagia. Dan mereka mulai merias Laras.
TBC
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like, komen dan votenya