
Andra keluar dari dress room dengan memakai kemejanya, sedangkan jas dan dasinya masih menggantung di lengan kekarnya.
Ia berjalan dan duduk di atas sofa sembari memperhatikan Laras yang sedang berdandan di depan cermin menurut Andra.
Ia mendekat kearah Laras yang berada di depan cermin. " Gak usah dandan cantik-cantik ". Gerutunya. Kesal Andra saat melihat istrinya berdandan cantik karena akan menghadiri Jumpa pers pada hari ini.
" Ini cuman skincare-ran doang mas... ". Melihat pantulan Andra di cermin.
" Gak usah! Entar para laki-laki melotot lagi melihat wajah mu ".
Laras tidak mengubrisnya, lagipula apapun yang di katakan nya tak akan di dengarkan. Laras memakai lipstick pada bibirnya hanya sedikit agar tidak terlihat pucat.
Tapi Andra yang melihatnya semakin bersungut-sungut melihat seksoy nya bibir Laras.
" Ayo mas kita berangkat. Pasti Alan sudah karatan menunggu ". Menggandeng tangan Andra, namun yang di gandeng tak kunjung bergerak dari tempatnya.
" Ada apa mas ehmmmmmp ". Belum sempat Laras melanjutkan kata-katanya, bibir Laras sudah di bungkam oleh bibir Andra.
Andra menarik tengkuk Laras untuk memperdalam ciumannya, serta tangannya yang satu ia gunakan untuk menarik pinggang Laras agar lebih mendekat dengan nya. Andra menyesap dan me*umat bibir Laras. Laras yang terbuai membalas l*umatan demi l*umatan Andra.
" Ahk... Mas Andra kok di jilat sih ". Laras mendorong Andra saat ia merasakan sesuatu menjilat bibirnya.
Andra tersenyum menang " manis ". Ucapnya seraya menjilat bibirnya dan melapnya dengan jempol.
" Ihh mas Andra, lipstick ku kan jadi hilang ". Bercermin kembali, dan benar saja lipstick nya hilang. Walaupun bibir Laras tetap pink tanpa lipstick.
" Memang itu tujuan mas ". Lagi dan lagi Andra tersenyum menang.
" Udah ahk ayo ". Menarik tangan Andra, bisa-bisa riasan nya hilang semua kalau tetap berada di kamar.
Sebelum keluar, Laras menyempatkan untuk memasang dasi Andra pada tempatnya bukannya di lengan. Setelahnya barulah mereka keluar dari kamarnya dan turun.
" Wisss cantik bangat dah kaka ipar gue yang satu ini ". Itu bukan sekedar buaian saja, tapi memang Alan tertegun melihat kecantikan natural dari nyonya muda nya. Tapi ia dalam hatinya 'ingat! Cantikan Mai'. Katanya dalam hati. Ia tetap tidak ingin kalah
" Wah.. minta di tampol lo yah ".
" Ye.. gue cuman muji doang ".
" Udah.. udah.. katanya udah telat, kok masih sempat-sempatnya berantem sih ". Kesal Laras lalu mendahului kedua orang itu masuk ke dalam mobil.
" Eh! Tunggu sayang ". Andra berlari dan ikut masuk ke mobil duduk di sebelah Laras.
Alan yang melihatnya hanya terkekeh lalu ikut masuk juga ke dalam mobil, tepat nya di belakang stir.
.........
Sesampainya di acara jumpa pers nya. Di dalam mobil tadi, Laras kembali memakai lipstick nya. Walaupun sebenarnya ia kesal karena beberapa kali Andra menghapus nya. Pertama menggunakan jarinya, Laras tidak memperdulikan nya. Kedua menggunakan mulut nya, kali ini Laras menggigit bibir Andra. Sampai yang punya bibir berdarah.
" Rasakan!! ". Setelah mengatakan nya, Laras kembali memakai lipstick.
Andra juga sudah tidak bisa apa-apa. Pasrah, hanya itu yang di lakukan nya.
Kembali lagi, mereka bertiga sudah keluar dari mobil dan berjalan menuju ke tempat acara. Di dalam gedung, tempat mereka beristirahat menunggu acara jumpa pers nya dimulai.
__ADS_1
Di luar sudah banyak wartawan yang datang, dari berbagai studio penyiar berita. Baik berita gosip maupun tidak. Baik yang dari penyiar terkenal ataupun tidak. Mereka semua sedia menunggu dari beberapa jam yang lalu.
Andra yang melihat banyaknya pria yang datang membuatnya semakin bersungut-sungut.
" Udahlah Andra, Laras juga gak dandan terlalu menor, udah dari sononya memang yang cantik ". Alan buka suara saat melihat Andra tetap kesal.
Andra beralih melirik Alan dengan wajah kesalnya " istri gue memang cantik ".
" Nah itu tau, jadi mau di polesin make up atau enggak sama ajah. Tetap cantik. Lagian Laras dandan juga biar tampil maksimal dan gak buat malu lu ".
" Ha!! Istri gue gak pernah buat malu. Enak ajah lo ngomong!!! ". Bukannya amarah Andra reda, malah semakin bertambah saat mendengar perkataan Alan.
'yah salah lagi gue'. Menggaruk keningnya. Ia sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan agar bosnya bisa mengerti, kalau Laras dandan untuk Suaminya sendiri.
" Ada apa sih mas, kok marah-marah mulu ". Laras datang dari arah toilet.
" Gak tau nih Ras. Urus suamimu sendiri ". Menunduk, memilih melihat ponselnya dari pada bosnya yang cemburuan.
Laras duduk di sebelah Andra " ada apa mas? ". Tanya Laras selembut mungkin, walaupun sebenarnya dalam hatinya ingin ia marah tapi itu tidak mungkin, nanti bukannya luluh malah tambah kacau. Ingat! Batu yang keras semakin lama akan berlubang jika di tetesi air, namun batu yang keras jika di tumbuk menggunakan batu juga, maka batu itu akan hancur.
Andra melihat Laras dengan tatapan sendunya, sudah bukan tatapan kesal. " Kamu sih cantik bangat ". Rengek nya
Alis Laras menyatu " memangnya salah kalo aku cantik? ". Tanyanya. Suaminya ada-ada saja, bukannya senang melihat istrinya cantik, ini malah tidak suka.
" Bukan salah kalo cuman mas ajah yang ngeliatnya, tapi salah kalo diliat orang lain ". Rengek nya lagi, dengan nada manja. Sampai Alan yang mendengarnya bergidik serasa ia ingin muntah mendengarnya.
'kuping gue kayak nya bermasalah'. Alan
" Huhhh kan ini semua juga buat mas ".
Laras hanya geleng-geleng melihatnya. sungguh Suaminya sangat posesif, tapi itulah juga salah satu kelebihan Andra dan tentu disukai oleh Laras. Karena itu membuktikan bahwa Andra sangat mencintai dan menyayangi Laras.
...***...
Yang ditunggu-tunggu para wartawan pun tiba, sang pemeran utama memasuki panggung.
Andra dan Laras bergandengan tangan memasuki tempat jumpa pers tersebut.
Cekrek... Cekrek... Cekrek...
Kilatan lampu kamera menyilaukan mata. Para wartawan dan kamera man berbondong-bondong untuk mengambil gambar sang nyonya muda dari keluarga Ansari.
Laras yang memang tidak terbiasa dengan hal ini, bersembunyi dibalik lengan kekar suamminya, saat berjalan menuju kursi nya " Jangan takut, angkat kepala mu. Hari ini Kamu adalah bintang nya ". Bisik Andra.
Laras mendongak melihat suaminya, dan yang dilihatnya senyuman manis dari Andra. Laras kemudian mengangkat kepalanya dan tidak lagi bersembunyi 'benar apa yang di katakan mas Andra. Aku juga gak boleh buat malu!'. Walaupun sekarang dirinya sudah sedikit lebih percaya diri, namun tetap tangannya berkeringat dingin dan bergetar.
Apalagi saat mereka sudah sampai di tempat duduknya yang dimana ada banyak microphone di depan meja. Sebelum duduk, Andra menarikkan kursi untuk si ibu hamil dulu. Setelah Laras duduk, barulah Andra ikut duduk di sebelahnya dengan memasang wajah datarnya.
" Uhhh so sweet... ".
" Wah cantik bangat ".
" Eh! Kayanya aku sering liat dia deh ".
__ADS_1
Bisik-bisik para wartawan memenuhi ruangan, membuat Laras semakin gemetar. Andra yang melihatnya memegang tangan Laras " santai sayang ". Yah bagi Andra hal seperti ini sudah biasa, tapi beda bagi Laras yang baru ini seumur hidup nya ia hadir di tempat ini. Bukan sebagai penonton ataupun wartawan namun sebagai pemeran utama yang sudah di nanti-nanti.
Saat keadaan mulai hening, salah satu wartawan wanita yang berada di baris depan memberikan pertanyaan " tuan muda... Apa yang berada di samping anda adalah nyonya muda? ".
" Iya benar sekali.. " beralih Melihat Laras dengan tatapan lembut, Laras juga membalas tatapan Suaminya " wanita cantik di samping saya ini adalah istri saya, separuh nafas saya dan cinta pertama saya ". Ucapnya lembut dan mengecup punggung tangan Laras.
" Wah.. so sweet.... ".
" Ahhkk gila!! Pengen bangat ". Sorak-sorak dari dalam tempat memenuhi ruangan, saat Andra mencium tangan Laras. Apalagi saat melihat wajah istrinya dengan tatapan lembut, berbeda sekali saat melihat para wartawan, Andra malah memberikan wajah dingin nan datarnya.
" Eh! Wanita itu yang sering datang ke supermarket ".
" Gue pernah ngeliat cewek itu di halte bus ".
" Lah itukan Laras, mantan sekelas gue waktu kuliah ".
" Hahh!!! Sejak kapan Laras sih mantan sekretaris bos Barjo jadi mantu di keluarga Ansari ".
" Eh bukannya dia yang pernah bantu aku yah ".
" wahh gila! cantik ".
Para makhluk-makhluk yang menonton acara live jumpa pers ini juga tak kalah heboh dari yang ada di gedung, bahkan mungkin lebih heboh. Apalagi orang-orang yang memang mengenal Laras atau pernah bertemu dengannya.
Keadaan kembali hening, salah satu wartawan kembali melontarkan pertanyaan " tuan muda, anda tadi bilang cinta pertama bukan? Maksudnya? ".
" Seperti yang saya katakan tadi. Laras adalah cinta pertama saya sejak di bangku SMA sampai sekarang dan akan menjadi cinta terakhir saya. Saat keadaan saya yang terpuruk Laras datang membawa cinta tulus nya kepada saya ". Ucapnya tegas.
Semua orang yang mendengarnya dibuat semakin terharu. Dan jangan lupa dengan Laras yang juga tak kalah Terharu nya sampai ia tak tahan untuk tidak menangis, tapi ia mencoba untuk tetap menahannya agar tidak malu.
" Hmm nyonya muda, bagaimana perasaan anda yang kini telah menjadi menantu dari keluarga Ansari? ".
" Ehmm ". Laras gugup, tapi sebisa mungkin ia menahannya. " Tentu saja saya sangat senang, bukan karena tentang harta atau kasta, tapi karena cinta dan kasih sayang yang di berikan oleh mertua dan juga suamiku ". Ucapnya lancar tanpa gagap. Yap Laras sangat cepat beradaptasi, apalagi ia sudah biasa jika harus tampil dan mempresentasikan sesuatu. Ingat! Laras dulunya adalah sekretaris dari perusahaan besar.
Andra hanya tersenyum mendengarnya.
" Apalagi sekarang sebentar lagi saya akan jadi wanita seutuhnya ". Tersenyum sembari mengelus perutnya yang sudah sedikit buncit.
Semua yang melihat senyuman Laras langsung terpesona 'pantas saja tuan muda Andra sangat menyayangi nya....'. batin mereka semua terhubung.
Dan tatapan terpesona semua orang disitu tak luput dari mata Andra. Seketika wajah Andra berubah kesal dan dingin. Ia menarik pinggang Laras dan menatap semua orang disitu dengan tatapan tajam yang siap memangsa.
" Ehemm.... Silahkan apa ada lagi? ". Alan segera memecah keheningan yang menyeramkan.
Pertanyaan demi pertanyaan pun terlontar, dan tentu mereka bedua siap menjawab nya. Bahkan beberapa kali Andra memperlihatkan keromantisan nya yang membuat para jomblo iri, dan para wanita yang sangat ingin menjadi Laras.
Ada juga yang menjadikan nya bahan referensi untuk novel atau koleksi foto-foto couple romantis nya. Karena yang mereka nonton sekarang sungguh seperti yang ada di novel-novel. Walaupun memang di novel sih.
Setelah jumpa pers selesai....
Andra dan Laras kembali ke mobil nya untuk langsung pulang saat melihat wajah istrinya yang sepertinya kelelahan, namanya juga ibu hamil. Sangat mudah lelah.
TBC
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya. jangan lupa share juga