Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Rencana Andra


__ADS_3

Sayup-sayup Laras membuka matanya, ia mengerjapkan beberapa kali matanya. Mencoba untuk mengumpulkan kembali semua nyawanya.


" Eughh... Ini dimana? ". Saat baru bangun dari tidur, dan tempat yang di lihat asing, tentu saja yang pertama dikatakan. Yah sama seperti Laras.


Laras memilih untuk duduk dan menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.


Ia mengusap-usap matanya dan beberapa kali meregangkan otot tubuhnya. Rasanya terlalu kaku, tidak tahu sudah berapa jam lamanya ia tidur.


" Ini dimana yah, perasaan tadi masih di pesawat deh. Kok bisa langsung disini. Apa mungkin aku terleportasi? Hahah gak mungkin lah ". Itu memang tidak mungkin, karena jika semua orang bisa terleportasi, maka mobil, motor, pesawat, kereta dan kapal tidak akan berlaku lagi.


Ceklek..


Pintu terbuka dan tentu saja sontak Laras melihat kearah pintu.


Andra masuk sembari membawa sebuah nampan yang berisi makanan. Pakaian nya sudah ganti, sepertinya ia sudah selesai mandi.


" Kamu udah bangun ras?. Ini makan dulu ". Menaruh makanannya di atas nakas.


" Ini dimana mas? Ini bukan di dalam pesawat kan ". Kalau memang masih, anggap saja pesawat itu sebagai rumah mu sendiri.


" Ini sudah di hotel ". Duduk di samping Laras.


" Ha?! Ini sudah dihotel? Jadi aku tidur dari saat di pesawat sampai sekarang? ". Benar-benar seperti kebo


" Iya ". Singkatnya " ini makan dulu. Kamu belum makan semenjak penerbangan kita dari Jakarta ". Menyodorkan makanan ke mulut Laras.


" Eh! Gak usah di suap kaya gini mas, aku bisa sendiri ". Baru bangun, jantungnya sudah di bikin marathon.


" Hmm baiklah. Kalo gitu saya keluar dulu, ada yang mau saya urus ". Pasrah Andra, dipaksa juga Laras tidak mungkin mau.


Laras hanya mengangguk. Setelahnya barulah Andra keluar dari kamar hotel.


Setelah punggung Andra sudah tidak terlihat, Laras mengambil makanan yang ada di atas nakas, dan dengan cepat melahapnya. Dia memang sudah lapar sedari tadi, dan saat ia lapar. Makanan langsung datang.


...----------------...


Andra keluar menelpon seseorang


" Halo "


" Iya bos? ".


" Bagaimana persiapan nya? ". Hmmm persiapan apa yah.


" Hampir beres bos ". Jawab seseorang dari seberang.


" Saya akan kesitu untuk melihatnya sendiri ".


" Baik bos ".


Tut.. tut.. tu..


Andra memutuskan sambungan nya sepihak


" Moga ajah semuanya lancar. Gue harus ngungkapin perasaan gue sebelum pulang kembali ke Jakarta ". Wah... Sepertinya sebentar lagi akan ada pertunjukan yang bagus.


" Rupanya saran dari Alan ini gak buruk-buruk amat ". Mengingat kembali sehari sebelum pergi ke Surabaya.


Flashback on


Terlihat dua orang pria dewasa nan tampan, tengah sibuk dengan urusannya masing-masing. Walaupun mereka satu ruangan, tapi kesannya seperti melihat hantu saja, yang sama sekali tidak berbicara atau mengobrol sesuatu.

__ADS_1


Sampai salah satu dari mereka membuka suara.


" Bos, besok lo jadi pergi ke Surabaya kan? ". Cara bicaranya memang tidak sopan.


Andra mendongak melihat Alan yang sedang ada di sofa, sedangkan dirinya tentu saja di kursi kebesarannya. " Jadilah, memangnya kenapa? ". Tidak mungkin Andra akan melepaskan kesempatan begitu saja.


" Oh... Sama Laras juga kan ".


" Ya iyalah, memang nya sama siapa lagi. Ada apa sih nanya-nanya mulu ". Iya, ayolah Alan katakan bagian intinya saja. Agar para pembaca tidak tanggung.


" Bukan... Hanya saja, gue kepikiran ide yang cemerlang ".


Andra mengerutkan keningnya " ide cemerlang? Buat apa? ".


" Nah gini, lo kan belum ngungkapin perasaan lo ama Laras ". Itu benar


" Trus? ".


" Jadi, nurut gue nih yah. Gimana kalo lo ambil kesempatan saat di Surabaya buat ngungkapin perasaan lo. Kaya ABG ABG gitu ". Andra bukan orang lebay seperti mu.


" emangnya harus banget yah, ngungkapin perasaan? Bukannya Dengan tindakan semuanya akan jelas ". Orang yang berpikir logis, pasti setuju dengan pendapat nya.


" Haisss. Nih yah bos gue kasi tau ". Mulai berbicara serius " kadang, sebuah perkataan akan lebih bermakna dari pada seribu perbuatan. Jadi, maksud gue. Wanita itu butuh kejelasan di mulut juga bos. Kalo cuman ngandalin perhatian bos selama ini, itu gak akan cukup. Adik perempuan ajah, pasti juga bisa diperhatikan seperti itu kan ". Kata-kata mutiaranya akhirnya keluar.


Andra menaruh tangannya di dagunya dan mengusap-usap nya, ia berrfikir, mencoba mencerna perkataan Alan.


" Hmmm benar juga sih. Ahhh saran lo gak salah. Jadi apa yang harus gue lakuin? ". Sangat cepat termakan perkataan temannya.


" Nah tinggal ajak diner romantis ajah kan. Diiringi musik, sambil lihat pemandangan terbuka, misalnya seperti langit berbintang. Kalo Timing nya udah dapat, baru deh lo nyatain perasaan lo. Pake cin-cin yang mahalnya bukan kaleng-kaleng ". Jelasnya panjang lebar. Benar-benar sudah seperti berpengalaman.


" Wisss kayanya bagus tuh. Tapi, kalo soal cin-cin. Gue udah kasi ke Laras saat ijab qobul waktu itukan. Lo sendiri juga liat ". Itu tidak salah sih, tapi setidaknya peka lah sedikit.


" Pertanyaan gue nih? Emangnya Laras tau kalo cin-cin itu harganya selangit? Emangnya Laras tau kalo cin-cin itu lo pesan khusus dari Paris dan dari diseiner terkenal? Emangnya Laras tau kalo cin-cin itu lo pilih sendiri model nya? ". Hanya sebuah cincin, tapi harganya pasti tidak kaleng-kaleng.


" tapi, pasti Laras kiranya lo cuman pilih sembarang di toko perhiasan ". Perkataan Alan benar, karena memang itu yang dipikirkan Laras.


" Benar juga sih, oke gue ikutan rencana lo ". Akhirnya setuju.


Dan


Flashback off


" Terserah Laras gak Cinta gue, yang penting gue udah ngungkapin perasaan gue pada nya ". Keputusan yang bagus. Kalau di pendam juga tidak akan mendapatkan apa-apa.


Andra kemudian melajukan mobilnya menuju restoran yang sudah ia backing dari kemarin. Padahal acaranya masih ada tiga hari lagi. Tapi yah, itulah Andra semua yang berurusan dengan Istri nya harus lah sempurna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah Laras makan, ia beranjak dari tempat tidur ke dalam kamar mandi. Ingin mandi tentunya.


Setelah sekitar 15 menit bertarung dengan air, shower, bathub dan anggota-anggota lainnya di dalam kamar mandi, ia pun keluar. Tidak ada uang tahu siapa yang menang.


Dan bergegas memakai baju.


Kemudian ia duduk di sofa kamar hotel itu, sambil memeriksa beberapa berkas untuk proyek yang sedang ia kerjakan.


Tak lama kemudian..


Ceklek...


Suara pintu terbuka yang membuat Laras menoleh melihat siapa yang masuk. Yah siapa lagi kalo bukan Andra coba. Hanya dia yang bisa keluar masuk sesuka hatinya

__ADS_1


Andra masuk " Assalamualaikum ras ". Berjalan mendekati Laras dan ikut duduk disampingnya


" Waalaikum salam mas ". Menyalami tangan Andra, dan seperti biasa Andra akan memberikan ciuman lembut di kening Laras.


" Udah mas, urusannya? ". Laras bertanya. Sebenarnya ia penasaran dengan urusan apa yang di katakan oleh Andra, tapi ia mencoba untuk tidak bertanya yang memang bukan urusannya.


" Udah ". Singkatnya, dan keadaan menjadi Hening.


" Kamu gak tanya tentang urusan yang saya bilang? ". Sudah dikatakan, kalau Laras penasaran. Tapi ia juga takut bertanya.


" Hmm enggak tuh ". Dan pastinya ini bohong.


'mau nanya, tapi takut'. Bagaimana kalau dirinya terlalu lancang bertanya seperti itu? Oh ayolah dia suamimu sendiri.


" Oh... ". Andra ber-oh ria. Dan lagi-lagi hening. Selalu seperti itu.


Sampai ...


" Emm mas ".


" Hmm? ". Fokus dengan ponselnya


" Kita bakalan tidur satu kamar? ". Pertanyaan Laras, berhasil membuat Andra mengalihkan perhatian nya dari benda pipih persegi panjang yang dipegangnya ke arah Laras.


" Iyalah ras , kita kan suami istri ". Tidak tahu apa yang dipikirkan istrinya itu.


" Tapi kalo ada yang liat gimana mas? Aku kan cuman sekretaris mas Andra doang, di mata orang-orang ". Menunduk, entah mengapa ia bersedih saat mengingat dirinya menikah, seperti diam-diam. Padahal ia sendiri yang mau.


" Gak pa-pa, gak salah juga ". 'lagian semua bawahan gue udah tau semua'. Dan itu benar. Bahkan sampai ke pelayan hotel dan pekerja hotel itu. Bukan hanya itu, bawahan Andra hampir seperempat dari penduduk kota Jakarta. Yang artinya pernikahannya bisa dibilang sudah bukan rahasia lagi.


" Tapi bu Risa kan nginap di hotel ini juga. Gimana kalo dia liat kita dalam satu kamar hotel? ".


" Yah gampang, tinggal bilang ajah kalo kamu masuk ke kamar saya. Untuk urusan pekerjaan ". Kali ini Andra tidak mau kalah.


" Mas... Ayolah mas ". Rengek Laras. Keberanian nya sudah terkumpul untuk berperilaku seperti itu. Dan Laras juga sama tidak mau kalah.


" Huufff baiklah. Terserah kamu saja. Gunakan kamar di samping saja, biar lebih dekat ". Tadi ia keras kepala, tapi saat mendengar rengekan Istrinya. Ia langsung luluh. Benar-benar suami idaman.


" Baik. Kalo gitu Laras pergi ke kamar sebelah yah mas ". Laras bersemangat. Bukannya ia tidak mau tidur satu kamar dengan suaminya, hanya saja akhir-akhir ini jantungnya selalu tidak terkendali saat dekat dengan Andra. Ia ingin menenangkan dirinya, agar tidak terlalu dalam mencintai Andra. Takut jika harapannya akan jatuh sia-sia.


" Tunggu dulu ". Menarik tangan Laras. Yang sontak membuat Laras jatuh kedalam pangkuan nya.


" Ahhkkk ". Pekik Laras, sekarang dirinya sudah ada di pangkuan Andra. " A.. ada ap ehmmmm ". Belum sempat Laras bertanya, bibir nya sudah dibungkam oleh Andra.


Andra menarik tengkuk Laras untuk memperdalam ci*umannya.


Laras hanya bisa menerimanya, ditolak juga pasti dosa. Nah tau, jadi kenapa selama ini ia selalu menolaknya.


Setelah beberapa saat, Andra melepaskan ci*umannya.


" Jangan lupakan ciuman ini ". Kembali mencium Laras, tapi kali ini ia mencium hidung Laras, yang tidak terlalu mancung tapi tidak pesek juga.


Andra melepas pelukannya, dan dengan sigap Laras menjauh dari Andra. Dan langsung keluar begitu saja tanpa kata. Ia berlari menuju kamar sebelah yang kebetulan memang tidak dikunci.


" Hahah manisnya istriku. Kalo gini terus bisa-bisa gue gak tahan buat nerkam dia ".


Laras mengunci pintunya, Dirinya benar-benar malu, dibalik pintu ia kembali menekan dadanya yang jantungnya serasa mau copot.


" Hahhh ya Allah, kalo gini terus. Bisa-bisa aku malah makin cinta ".


TBC

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya


__ADS_2