
Flash back on
Setelah penolakan yang dilakukan Mai waktu itu, Rasya sengaja menyibukkan dirinya di rumah sakit. Tapi bukan tentang penolakan yang ia pikirkan, melainkan wanita berhijab yang memberikan nya nasehat saat itu.
" Aisyah. Namanya Aisyah kan, ahhkk kenapa aku penasaran bangat sih dengan dia ". Gumam Rasya frustasi.
" Kalo emang jodoh pasti bakalan ketemu lagi, aku yakin!! ". Meyakinkan dirinya
" Dokter pasien selanjutnya sudah akan masuk! ". Seorang perawat wanita memecah gumaman Rasya.
" Iya suruh dia masuk ". 'ada-ada ajah aku, mending fokus dulu ajah deh'. Rasya terus menunduk, sampai ia mendengar langkah kaki yang sangat lembut masuk, membuat nya mengingat Aisyah yang juga mempunyai langkah yang sangat lembut saat berjalan meninggalkan nya waktu itu.
Sontak Rasya mendongak, senyumannya langsung terukir 'kayanya beneran jodoh nih'.
" Kamu! ". Aisyah keget melihatnya
Rasya berdiri " hehe kita ketemu lagi Aisyah, ayo silahkan duduk ".
Aisyah pun duduk " aku gak nyangka kalo kaka seorang dokter ".
Aisyah pun mengatakan keluhannya, dengan sigap Rasya memeriksa kondisi Aisyah. " Minggu depan datang lagi yah, untuk pemeriksaan lebih lanjut ". Ucapnya setelah memeriksa Aisyah. Sebenarnya ada alasan lain ia memanggil Aisyah di Minggu selanjutnya, apalagi kalau Rasya ingin pdkt.
" Baiklah dok ".
" Panggil kakak ajah ". Karena panggilan itu lebih enak di dengar di telinga Rasya.
" Baiklah kak ". Ucap Aisyah sedikit Terkekeh.
Semenjak hari itu, Aisyah dan Rasya selalu bertemu dan menjadi akrab.
Mulai dari percakapan-percakapan ringan, hingga tanpa mereka sadari kalau mereka seakan saling membutuhkan satu sama lain. Mulai dari itu Aisyah selalu bertemu dengan Rasya saat ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan nya.
Lambat laun perasaan di antara mereka mulai tumbuh, yang membuat Rasya melupakan penolakan yang pernah di lakukan oleh Mai. Ia juga sadar kalau selama ini ua hanya terobsesi dengan Mai dan hanya biasa mencintai Mai. Tapi kali ini dirinya benar-benar merasa ada yang berbeda saat dekat dengan Aisyah.
Flash back off
Kita kembali ke acara lamaran dadakan Rasya.
Terima..
Terima..
Sorak-sorak para tamu undangan memenuhi aula hotel. Keringat jagung Keluar dari kening nya, ia menelan susah-susah salivahnya. 'please.. terima'. Mantra-mantra yang ia ucapkan di dalam hatinya.
Aisyah menarik nafasnya, ia benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Sungguh dirinya dibuat terharu dengan penuturan Rasya.
'Bismillahirrahmanirrahim'. Aisyah kembali menarik nafasnya pelan lalu menghembuskan kanya. " Insyallah aku mau ". Ucapnya sangat lirih sembari menunduk. Wajahnya sudah memerah.
" Alhamdulillah... ". Ucap para tamu bersamaan, walaupun suara Aisyah begitu lirih dan pelan tetapi tetap bisa di dengar. Karena keheningan yang dibuat mereka bahkan suara jarum jam pun dapat terdengar dengan jelas.
'yessssssssss'. Kalau tidak ada orang disitu, yakin dan pasti Rasya sudah guling-guling di lantai dan di akhiri dengan roll kedepan.
Rasya langsung berdiri, ia memasangkan cincin di jari manis Aisyah " terimakasih Aisy. Aku sungguh senang ". Rasanya Rasya sangat ingin memeluk Aisyah, namun ia tahu kalau pasti Aisyah akan menolak, karena memang bukan muhrim.
Rasya kembali mengambil mic yang di titipkan pada pelayan tadi dan melanjutkan nyanyiannya.
__ADS_1
Mungkin... Saat ini ku akan... Melepas masa lajangku..🎶
Kan ku persunting dirimu 🎶
Rasya menggenggam tangan Aisyah dan membawanya ke panggung bersama dirinya, menjadikan kedua pasangan yang baru resmi itu sebagai tontonan. 'gak papa lah yah kalo cuman pegangan tangan'. Sebenarnya tidak boleh, tapi karena Rasya tidak tahan terserah dia saja. Yang dapat dosa juga kan Rasya.
Jadilah Pasangan ku dan hidup menua bersama ku 🎶....
Rasya terus menyanyikan nyanyian nya sampai akhir.
" Wah... Romantis banget, suara Rasya juga merdu. Aku baru tau kalau Rasya bisa pake gitar, kerena abis ". Puji Laras dengan wajah berbinar.
Laras tak sadar dengan tatapan tidak suka Andra saat Laras memuji dan mengagumi Pria lain. Dengan cepat Andra menarik pinggang Laras " saya juga bisa kalo sekedar menyanyi dan memakai gitar ".
" Iya mas aku percaya ". Ucap Laras seadanya. Ia terlalu fokus melihat kemesraan Aisyah dan Rasya, apalagi kalau mendengar suara merdu Rasya tidak ada yang bisa memalingkan wajahnya dari Rasya. Bahkan saat Laras menjawab Andra, ia sama sekali tidak melihat Andra membuat Andra kesal.
" Sayang... Kita pulang! ". Ucapnya dan langsung menarik tangan Laras.
" Eh! Eh! Mas.. kenapa pulang? ". Padahal acara nya belum selesai, kenapa harus pulang?!
" Saya sudah lelah, kamu juga harus istirahat! ". Ucapnya penuh penekanan sembari menarik tangan Laras tanpa melihat kearah Laras. Oke kali ini benar-benar tidak bisa di bantah lagi.
Laras diam, ia baru sadar kalau suaminya marah, tapi entah marah karena apa!. Laras dibuat linglung. Ia pasrah di tarik keluar dari aula hotel, meninggalkan Ardi dan Nisa yang menatapnya tanpa berani menghadang.
Sesampainya di parkiran, Andra langsung membuka pintu mobilnya dan menyuruh Laras masuk, setelah Laras masuk ia pun ikut masuk di belakang kemudi.
Andra menjalankan mobilnya menjauhi hotel tersebut, yang masih meriah di dalam.
Keadaan di dalam mobil hening, terlihat jelas wajah kesal Andra. Sungguh Laras tidak tahu suaminya marah karena apa.
" Mas.. ".
" Mas marah yah ".
Andra menoleh sekilas ke arah Laras dan kembali melihat jalan raya di depannya " menurut mu ".
Laras diam 'pasti marah nih. Tapi kenapa!! Ayo Laras!! Pikirkan'. Mereka berdua terhanyut dalam pikiran nya masing-masing, hingga tak terasa mobil sudah memasuki pelataran rumahnya.
Andra keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Laras yang terlihat masih melamun. " Sudah sampai ... Ayo turun ". Ucapnya datar
" Eh! Sudah sampai yah ". Laras pun turun. Ada rasa sesak di dada Laras saat mendengar perkataan suaminya.
Andra menarik tangan Laras dan masuk kedalam rumahnya yang sepi, karena para penghuni lainnya sedang berada di pernikahan Alan.
Sesampainya di kamarnya, Andra melepas genggaman tangan nya. Ia melepas jas dan dasi nya, karena terlalu kesal rasanya jas dan dasinya juga ikut susah dilepas.
Melihat suaminya seperti sedang kesusahan melepas jas dan juga dasinya, Laras pun mendekat dan mengambil alih, dan Andra membiarkan hal itu. Ia serius menatap wajah cantik istrinya yang telaten melepas jas dan juga dasinya. Jarak di antara mereka berdua sangat dekat hingga hembusan nafas keduanya dapat terdengar di telinga masing-masing.
Andra terua fokus ke arah bibir ranum Istri nya, seperti ada magnet yang menarik nya agar menciumnya. Dan benar saja Andra langsung mencium bibir menggoda Laras, ia me*umatnya dengan kasar, membuat Laras kewalahan dan tak bisa bernafas. Laras memukul-mukul dada bidang suaminya sampai akhirnya Andra melepaskan ciumannya.
Hah.. hah.. hah..
Mereka berdua sama-sama ngos-ngosan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Andra menuntun Laras, dan mendudukkan Laras di atas sofa.
" Duduklah saya mau mandi dulu ". Ucapnya masih dengan nada datar.
__ADS_1
Sekali lagi, rasa sesak di dada Laras semakin terasa saat mendengar nada suara datar Suaminya yang tentu selama ini tidak pernah di dengar oleh Laras sendiri, kecuali jika Andra berbicara dengan bawahannya.
Andra hendak berdiri, namun Laras menarik tangannya. Laras juga ikut berdiri " mas apa kamu masih marah ". Ucapnya menunduk
Huufhhh
" Sudahlah saya mau mandi! ". Sebenarnya Andra sudah sedikit kesal saat Laras bertemu dengan kakak kelasnya, tapi ia mencoba untuk mengabaikannya karena hari ini adalah hari pernikahan sahabatnya, tapi ia dibuat tambah kesal saat Laras memuji dan mengagumi Pria lain di depannya, bahkan tidak mengubris perkataan nya.
" Apa mas marah karena aku tadi memuji Rasya ". Setelah bertarung dalam lamunannya tadi di dalam mobil, akhirnya Laras mendapatkan titik terang.
Huuffhh
Lagi-lagi Andra menghela nafas nya " saya mau mandi ". Ketus Andra 'kalo udah tau gak usah tanya'.
" Maafkan aku mas... ". Masih menunduk, ia tidak sanggup jika harus melihat tatapan dingin suaminya.
" Hmm ". Andra berbalik, hendak pergi ke kamar mandi.
" Ma.. maafkan aku m.. mas... ". Suara Laras bergetar, fiks pasti air hujannya sudah turun " ja.. jangan tinggalkan aku.. ".
Andra yang mendengar suara bergetar Istri nya, langsung berbalik. Ia mendekap tubuh Laras walaupun tidak terlalu rapat karena terhalang perut besar Laras. Sungguh ia tidak bisa melihat istri nya menangis, Apalagi kalau istrinya menangis karena dirinya.
" Jangan nangis sayang... Oke, mas ngalah.. mas maafin kamu ". Suara Andra kembali melembut, ia mengusap-usap kepala Laras
" Hiks.. jangan tinggalkan aku mas ". Lirih nya
" Iya sayang mas gak akan ninggalin kamu, udah yah jangan nangis ". Mengelus-elus surai panjang Laras
" Hiks tapi janji yah mas jangan ninggalin Laras hiks ". Andra mengerutkan keningnya, ia heran dengan perkataan Istri nya yang menurutnya sangat aneh. Siapa sih yang akan meninggalkannya!
Andra melerai pelukannya, ia memegang kedua bahu Laras " siapa yang bakalan ninggalin kamu sayang, gak ada tuh ".
Laras mendongak " bohong, pasti mas mau ninggalin Laras dan cari wanita yang lebih seksi dari Laras. Coba lihat badan Laras sudah sedikit berisi ".
" Ck ngomong apa sih sayang. Mas gak bakalan ninggalin kamu, badan kamu itu lebih seksi di banding badan wanita mana pun di dunia ini ". Setidaknya itulah yang dilihat Andra. Yah sebenarnya, Andra Memang tidak melirik wanita lain selain istrinya.
" Beneran? Gak bohong? ".
" Enggak mas gak bohong ".
Laras kembali memeluk Andra " janji yah mas! ".
" Iya sayang ". Sungguh Andra tidak bisa marah dengan istri kecilnya.
Malahan Andra sendiri heran, jika mendengar cerita Laras yang mengatakan kalau Laras sering di marahi atasan nya dulu di kantor lamanya padahal ia tidak berbuat salah, atau biasanya temannya yang memarahi Laras yang bahkan Laras sendiri tidak tahu apa salahnya!. Siapa sih yang bisa memarahi orang semanis istri nya, yap itulah yang dipikirkan Andra.
.........
Setelah acara pernikahan Alan dan Mai berlalu sekitar dua Minggu lalu. Dimana saat selesai dan keesokan nya, Alan sungguh-sungguh memarahi bosnya yang pergi tanpa permisi begitu saja. Padahal itu adalah hari bersejarah nya. Namun Andra tidak menanggapi nya. Siapapun yang melihatnya pasti di buat kesal.
Hari ini Andra dan Laras mengadakan syukuran 7 bulanan Laras. Mereka mengundang para pemuka agama, dan juga anak-anak santunan dari pesantren dan panti asuhan untuk mendoakan agar persalinan Laras lancar.
Acara demi acara telah selesai, dan para tetangga pulang dengan bingkisan mereka masing-masing.
Dan tanggal pernikahan Aisyah juga sudah dikatakan Rasya. Kalau mereka akan menikah saat Laras melahirkan anaknya. Katanya agar anaknya juga bisa dibawa ke acara pernikahan nya.
__ADS_1
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya