
Laras dan Andra keluar dari restoran dan berjalan menuju mobil.
" Kita mampir makan di restoran yang lain dulu yah ". Ucap Andra yang hendak masuk mobil.
Dia memang tidak sempat makan tadi, bukannya ia tidak mau. Hanya saja dirinya langsung tidak berselera saat melihat Risa. Dia juga ingin makan berdua bersama istrinya itu.
" Hmm ". Singkat Laras menjawab. Entah mengapa ia masih kesal saat mengingat jika suaminya itu tergoda dengan gundukan Risa. Padahal kan tidak.
Lalu Laras masuk kedalam mobil. Sedangkan Andra masih bengong 'ah.. ada apa? Apa gue ngelakuin kesalahan?' herannya, tapi tetap ia masuk kedalam mobil.
Pak Supri pun melakukan mobilnya mencari restoran baru.
'kenapa gak sekalian makan di dalam tadi sih. Kan bisa lebih lama-lama sama bu Risa. Cik'. Laras masih kesal. Wajah Laras terlihat sekali kalau dia sedang kesal. Bukannya menjadi sangar, malah menggemaskan.
'istri gue gemes banget sih, tapi dia marah kan?. Kenapa?'. Untung tidak dia keluarkan kata-kata itu. Kalau di keluarkan, siap-siap saja di wajah tampan seorang Andra akan melekat predikat tanda tangan yang waw.
'aduh.. apa Laras marah yah gara-gara kelamaan berdiri.. ah! Gak mungkin lah, Istri gue gak gitu. Tapi kenapa?'. Andra benar-benar tidak bisa mengetahui apa yang dipikirkan Laras.
Lama perjalanan yang membingungkan dan heningnya seperti kuburan itu, akhirnya pak Supri menghentikan mobil nya di depan sebuah restoran yang tak kalah megahnya dari yang tadi.
Laras turun yang dibukakan pak Supri " trima kasih pak ". Pak Supri hanya mengangguk
Andra juga turun. Mereka kemudian masuk kedalam restoran, saat baru masuk. Managernya Langsung datang menghampiri mereka dengan tergopoh-gopoh.
" selamat datang Tuan Andra, dengan kehormatan kami akan memberikan pelayanan yang akan memuaskan anda. Silahkan ikut saya ". Ucapnya. Manager tadi sudah di hubungi oleh Andra, kalau ia akan datang. Restoran itu memang Andralah yang memiliki nya. Secara perusahaan nya juga ikut dalam bidang kuliner.
Tapi Andra sama sekali tidak menggubrisnya, hanya diam saja dengan tatapan tidak bersahabat nya itu menatap manager restoran. Seorang pria paruh baya.
Sedangkan Laras masih berdiri di belakang Andra, ia juga tidak berani melangkah lebih dulu, kalau Andra masih berdiam diri.
'aduuh... Ada apa lagi ini, kenapa tuan Andra tidak mau ikut aku'. Keringat manager itu sudah keluar. Takut kalau dia membuat kesalahan.
Dengan posesif, Andra menarik pinggang Istri nya itu. " Kau melupakan istriku ". Tatapan tidak bersahabat Andra lagi-lagi keluar, saat manager itu terlihat bingung dan terkejut.
Deg
Jantung Laras dipacu, dia senang karena Andra mengenalkan nya sebagai istrinya. Tapi, apa tindakan ini memang sudah benar?
" Ah!?.. i.. iya , nyonya muda. Maafkan saya yang tidak menyadari anda tadi ". Gugup. Takut, kesalahannya benar-benar besar.
'aku mana tau kalo tuan Andra sudah menikah'. Melap keringat nya.
" Hmm sebaiknya kau mengingat nya. Kalau tidak siap-siap saja ". Ancam Andra dan langsung meninggalkan manager yang penuh ketakutan itu. Tekanan aura Andra sangat mendominasi nya.
Laras diam, hanya mengikuti ajakan suami nya, semakin lama pelukan Andra yang dipinggang Laras semakin erat.
Laras tidak menolaknya juga, karena semakin Laras ingin memindahkan tangan Andra, semakin di pererat tangan Andra. Laras juga masih kesal dengan Andra, walau sudah sedikit berkurang.
Hingga mereka sampai di tempat duduk VVIP pastinya. Barulah Andra melepas tangannya di pinggang Laras.
Laras duduk, diam seribu bahasa. Andra juga ikut duduk di depan Laras.
Sedari tadi Laras hanya menunduk, lagi-lagi hanya diam seribu bahasa.
'sebenarnya Laras kenapa yah? Apa gue ngelakuin kesalahan. Tapi apa!'.
" Kamu mau makan apa ras? ". Andra mencoba untuk membuka suara, ia bertanya dengan sangat hati-hati.
" Terserah mas ajah ". Ketusnya. Biasanya memang Laras menjawab seperti itu, bedanya sekarang Laras berbicara dengan nada ketus. Apalagi sangat ketanda.
'wanita ini sudah tidak sayang nyawanya apa!'. Pelayan disitu terkejut mendengar dan melihat tingkah Laras yang berani pada Andra.
Sedangkan di dalam hati nya Laras bersusah payah untuk memantapkan hatinya mengatakan perkataan yang menurutnya memang sangat kurang ajar.
" Hmm kalo gitu bawakan makanan dan minuman terbaik kalian ". Ucap Andra kepada pelayanan pria di depannya.
Ia sama sekali tidak tersinggung dengan sikap Laras.
'ha?! Tuan Andra tidak marah? Biasanya pasti sudah di depak orang yang kurang ajar pada beliau'. Andra benar-benar di hormati.
Setelah pelayan pria itu pergi, mereka kembali diam.
Inginnya Andra bertanya, tapi ia takut kalau malah memperkeruh suasana hati Laras. Andra memang tidak berpengalaman dalam memahami wanita.
Ingat! Laras adalah cinta pertamanya, dan hubungan pertama yang ia jalani.
Mereka diam hingga seorang pelayan wanita datang membawakan makanan terbaik mereka.
Pelayan itu mempunyai body yang uh.. aduhai.
Gundukan kembar nya saja sudah besar tidak masuk akal, ditambah dengan bokongnya yang pasti bisa membuat para kaum Adam melongo melihat nya.
Lagi-lagi Laras mencebikkan bibirnya, dan hal itu tidak luput dari mata Andra.
Ia kembali memikirkan sebenarnya apa yang membuat Laras marah seperti itu, karena ini memang pertama kalinya.
__ADS_1
Setelah pelayan itu pergi
" Ayo ras kita makan ".
" Hmm ". Laras masih marah
" Hmm ra.., ". Andra mencoba untuk bertanya pada Laras. Ia tidak suka di ketusin seperti itu.
" Kayanya yang besar lebih enak yah, apalagi kalo lembut ". Ucap tiba-tiba Laras yang fokus pada steak di depannya, dengan menusuk-nusuk kan garpunya ke daging steak nya. Padahal Steaknya tidak salah apa-apa tapi ia yang harus jadi pelampiasan.
Sebenarnya bukannya Laras tidak bersyukur dengan apa yang di dapatkannya sekarang, malahan dulu dia berfikir lebih bagus yang kecil karena tidak mengahalangi dan juga pastinya lebih ringan.
Tapi mengingat jika suaminya itu tergoda pada yang besar tadi. Padahal tidak. Membuatnya kembali dongkol dan kesal. Apalagi punyanya pas-pasan, tidak kecil tapi tidak besar juga.
" Ah?! ". 'apa?!'. Sekarang Andra lah yang tidak berani pada Laras.
Dengan perasaan dongkol nya, Laras memakan steak di depannya.
Andra masih bengong, mencoba untuk memahami hati wanita yang dicintainya. 'besar? Maksud nya steaknya?. Tapi kok nurut gue perkataan nya bukan ke steak yah'.
'Besar?.. besar?...' Andra masih mencoba memikirkannya.
'Laras tadi kesel saat keluar dari restoran kan. Trus tadi juga dia ngeliatin, siapa tadi?.. oh iya Sih Risa'. Masih berfikir, Andra mennganggap Kalau Laras sengaja melihat Risa terus agar bisa mengingat wajahnya. Oh ayolah Andra Laras tidak seperti mu yang suka melupakan orang tidak penting.
'ah!! Jangan.. jangan.., pff istri gue lucu banget'.
" Tapi menurut saya yang pas-pasan juga gak kalah. Buat apa besar kalo cuman di pampangin ". Sambil memakan steak Andra mengatakan nya.
Laras langsung mendongak dan melihat suaminya yang dengan santainya memakan steak nya. Seperti perkataannya tadi tidak dia ucapkan.
Laras langsung sumringah... 'hehehe... Senangnya'. Tanpa sadar Laras mengatakannya.
Andra melirik melihat istrinya itu yang sedang senyum-senyum sambil memakan daging steak nya.
'apa tadi Laras cemburu yah. Hahaha padahal gue gak mandang fisik'. Sebenarnya bukan itu yang di cemburukan Laras.
Laras cemburu karena salah paham jika suami tajirnya itu tergoda dengan yang besar.
Ah.. sudahlah capek-capek author nulis, karena pasti tidak akan bisa terdengar.
Setelah acara makannya selesai, Andra dan Laras kembali ke mobilnya.
" Pak, kita akan kembali ke kantor? ". Laras membuka suara. Ia kembali ke Laras yang sebenarnya. Sudah tidak marah juga.
" I.. iya mas ". Memegang salbetnya, ia kembali canggung. Berbeda sekali dengan saat tadi yang sangat berani, tapi sekarang ia langsung kembali canggung.
" Jadi kita kembali ke kantor mas? ". Mengulagi pertanyaan, setelah di koreksinya.
" Enggak, kita langsung pulang ". Sontak Laras melihat Andra dengan wajah penuh tanya. Kenapa? Padahal masih banyak pekerjaan? Itulah yang dapat Andra baca dari ekspresi Laras sekarang.
" Saya bosnya jadi terserah saya ". Oke, sudah tidak bisa dibantah.
Laras langsung diam, sudah tidak mau membantah.
" Cik, ini pasti sih bos langsung pulang nih. Padahal kerjaan masih banyak ". Menunjuk berkas segunung di hadapannya.
" Namanya juga pasutri baru.. ". Ardi ikut menimpali, walau sebenarnya ia juga marah. Tapj, mau bagaimana lagi. Dirinya tidak sanggup membantah bosnya.
" Huuufffhhhhh ". Helaan nafas yang sangat panjang berhasil keluar dari mulut Alan. " Liat ajah, kalo gue udah nikah. Bakalan libur satu bulan gue ". Memangnya sudah punya calon.
" Hahahha kalo masih pengen gajimu, mending urungkan ajah deh ". Dan itu benar.
" Haahhh dasar bos semena-mena, suka mempekerjakan karyawan nya dengan kerja roda ". Dan drama alay Alan pun dimulai.
" Lebay deh.. ". Ardi langsung memotong nya. Muak sendiri melihat atasannya yang terus mengeluh
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Laras sedang berada di kamarnya, sedangkan Andra seperti biasa sudah stand by di ruang kerjanya.
Setelah makan malam tadi, mereka langsung sibuk dengan urusannya masing-masing.
Laras mengambil ponselnya dan berniat membuka grub wa nya, dimana di dalam hanya ada Mai, Nisa dan juga dirinya.
Sudah beberapa hari ini Laras tidak membukanya. Bukan karena tidak mau, tapi kesibukannya sangat banyak, dan Laras sendirilah yang mencarinya. Seharusnya Laras tinggal duduk manis dirumahnya sambil menunggu suaminya yang tajir itu pulang, tapi dia malah membuat dirinya capek-capek bekerja.
Di bukanya grub nya 'Trio Bidadari'. Nama grub yang sangat alay, dan yang memberikan nama alay itu Siapa lagi kalau bukan guru kita, Nisa. Sudah sangat banyak notifikasi yang masuk dari grub itu.
"Assalamualaikum guys ☺️". Laras memulai pembicaraan
"Waalaikum salam. Akhirnya keluar juga dari goa, pasutri baru ini😬". Nisa langsung menimpali, pesannya baru terkirim beberapa detik, balasan langsung datang dong.
"Waalaikum salam. Kemana ajah sih ras". Dan Mai juga ikut.
"Maaf para bestie, akhir-akhir ini aku lagi sibuk. Banyak kerjaan😩"
__ADS_1
"Bukannya bos mu itu, suamimu yah. Kenapa kamu harus capek-capek pergi kerja".
"Tunggu dulu ras...😶. Nama suami mu itu siapa?"
"Mas Andra, memangnya kenapa?🤨"
"Muhammad Andra Ansari?".
"Iya🙂"
"Ha? Maksudnya Muhammad Andra Ansari CEO dari Anastasia Corp?". Di dunia Real dan maya, tidak membuat sifat Mai yang datar itu berubah. Caranya membalas pesan, lurus seperti jalan tol saja.
"Iya😗"
"Tapi kamu tau dari mana Nis?"
"Mas Ardi yang bilang, tapi kamu kok gak kasih tau kami sih ras😬☹️".
"Maaf🙏, sebenarnya aku hanya gak percaya dan gak nyangka kalo bisa nikah sama orang terkaya di negara ini😅"
"Huffh jadi merasa bersalah kan aku, mana aku udah sebut-sebut dia brengsek lagi. Moga ajah Mas Ardi gak di pecat 😢"
"Tapi itu memang kenyataan kan, Dia ambil keuntungan saat Laras lagi dalam musibah"
"Iya sih, rupanya memang brengsek 😤". Pikirannya benar-benar Cepat berubah
"Aduh, jangan ngehina mas Andra terus deh. Sekarang aku Istri nya loh, aku juga marah loh kalo suamiku di hina😑😤"
"Wah... Cie.. cie.. kayanya ada yang sudah jatuh cinta nih😚🤣"
"Ras, kamu udah jatuh cinta sama suamimu itu?"
"Aku juga gak tau😓"
"Maksudnya kamu udah beneran jatuh cinta?🙀"
"Entahlah, ada yang aneh sama aku kalo dekat-dekat sama mas Andra. Rasanya jantungku mau copot ajah🙃"
"Ha?! Kalo gitu cepat bawa ke rumah sakit". Balasan nya langsung muncul
"Itu bukan sakit Maimunah...🙄"
"Nafas mu juga kaya diburu gitu ras?, Terus rasanya kaya sesak nafas?"
"Kok bisa tau sih🤔"
"Kamu juga kayanya perlu ke rumah sakit deh Nis"
"Nah fix, kamu udah jatuh cinta sama suamimu itu😘" tidak menggubris balasan Mai, jiwa bucinnya langsung bangkit saat Laras mengatakan bahwa kemungkinan ia sudaj jatuh cinta
"Apa hubungannya sesak nafas sama jatuh cinta?. Kayanya kamu kudu dibawah ke psikiater deh Nis".
"Itu tanda-tanda orang jatuh cinta. Pasti kamu senang kan ras , kalo suamimu itu dekat-dekat kamu terus. Bahkan ngeliat mukanya ajah udah buat hati kaya berbunga-bunga gitu😁"
"Iya sih, aku juga kaya cemburu gitu ngeliat mas Andra dekat ama wanita lain😄😶"
"Cie... Fix deh kamu udah jatuh cinta😍"
"Ohh gitu yah rasanya jatuh cinta. Kaya orang jatuh sakit yah. Mending gak usah deh main cinta-cintaan kalo buat sakit". Jiwa sebagai dokternya keluar.
"Itu gak buat sakit, malah makin sehat 😤😌"
"Guys, udah dulu yah. Aku ada urusan nih. Assalamualaikum 😊"
"Iya buat ponakan yang banyak🤣🤣🤭, Waalaikum salam"
"Wassalam salam".
Laras menjatuhkan dirinya di atas kasur,
" Apa aku beneran jatuh cinta sama mas Andra yah". Wajahnya langsung memerah, ia menggigit ujung ponselnya.
" Tapi gimana kalo mas Andra tidak cinta sama aku, dan nanti malah mengusir ku ". menaruh sembarang ponselnya di atas kasur.
" Ya Allah.. kalau memang mas Andra tidak cinta sama aku, moga saja cinta yang aku punya juga tidak semakin dalam padanya. Dan jika memang mas Andra mencintaiku, dekatkanlah cinta kami ya Allah, Amin... ". Langsung bisa menyadari kalau dirinya sedang jatuh cinta.
Latas kemudian mengingat semua perlakuan Andra terhadapnya.
Ia guling kesana-kemari dengan memeluk bantal guling.
Wajahnya memerah jika hanya mengingat bahwa dirinya sekarang jatuh cinta, apalagi ia mencintai seseorang yang sangat perhatian padanya. Tapi Laras masih tidak tahu perasaan Andra yang sebenarnya kepadanya.
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dam vote nya, jangan lupa hadiahnya 🙂
__ADS_1