Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Penyesalan


__ADS_3

" jadi, apa yang akan kau bicarakan? ". Andra memulai pembicaraan.


" Jadi begini pak Andra, saya ingin membicarakan kembali tentang pembatalan kerjasama yang anda batalkan Sepihak ". Tidak disuruh duduk, yah harus langsung to the point lah.


Andra tersenyum mengejek " itu sudah batal dan sekarang sudah tidak ada yang harus dibicarakan ". Itu benar sekali


" Tapi pak, ini sama sekali tidak masuk akal. Anda membatalkannya hanya karena kejadian waktu itu?! Apalagi dia hanya seorang sekretaris biasa ". Risa masih tidak mau kalah. Kan.. benar-benar tidak sayang nyawanya sendiri.


Andra berdiri dan mendekati Risa dengan tatapan tajamnya. Ia tidak suka jika Istri nya dibicarakan seperti itu.


Tentu saja, Risa takut tapi ia mencoba untuk tetap tenang.


" A.. ada apa pak ". Keringat nya sudah bercucuran.


Andra malah semakin mendekat. Lalu Andra mendekati telinga Risa dan membisikkan sesuatu " kalau masih sayang nyawamu sebaiknya kau pergi dari sini ". Bisik Andra yang tentu membuat Risa semakin takut namun geram.


Risa mengangkat tangannya dan ingin menampar Andra, tapi langsung ditepis oleh Andra. Dengan tidak sengaja memegang tangan Risa. Apalagi jarak dikeduanya yah bisa dibilang dekat.


Bruk...


Sontak kedua orang itu menengok ke arah sumber suara.


Dan yang dilihatnya, Laras berdiri dengan wajah terkejut namun kecewa.


Dan yang lebih parahnya lagi, setetes air mata Laras berhasil jatuh membasahi pipinya.


Andra segera melepas cengkaman tangannya dari tangan Risa.


" Ras.. ". Belum sempat Andra berkata, Laras sudah lari pergi begitu saja.


Dan terlihat jika ia menghapus kasar air matanya. Hal itu membuat Andra sakit melihatnya.


Risa yang melihatnya tentu tersenyum menang 'Risa Liarna dilawan. Tau sendiri kan akibatnya'. Walau tidak sesuai rencana Risa, ia tetap senang dengan hasilnya.


Laras berlari dan tidak memperdulikan orang-orang sekitarnya yang melihatnya aneh dan heran. Bahkan saat Ardi bertanya, Laras membisu dan lari begitu saja.


Ia juga berpapasan dengan Alan di lobi, tapi tidak dihiraukannya. Alan yang tadinya ingin bertanya, ia urungkan dan langsung naik ke atas ruangan Andra. Pikirannya sudah kemana-mana.


Laras hanya ingin pergi dari situ, untuk menenangkan dirinya.


Andra ingin segera menyusul Laras, namun ditahan oleh Risa.


" Kau... Lepas ". Lagi-lagi Andra membentak Risa dan menepis kasar tangan Risa, hingga ia tersungkur di lantai.


Dan tentu saja itu sakit.


" Bos.. ". Tiba-tiba dari arah pintu, Alan dan Ardi datang bersamaan.


Mereka berdua melihat jika bos-nya itu sepertinya marah besar.


'aduh.. apalagi yang dilakukan sama wanita ini'. Alan menelan salivahnya susah-susah.


'sebenarnya apa yang terjadi sih'. Sedangkan Ardi masih bingung dengan keadaan sekarang


" Ardi... Pastikan hari ini juga buat Cantika grub gulung tikar. Aku tidak mau melihat mereka besok lagi ". Lantang Andra.


Ardi tentu tidak bisa menolak " baik tuan ". Dengan cepat Ardi beranjak dari situ. Dan melaksanakan perintah Andra.


Risa yang mendengarnya langsung pucat, perusahaan yang ayahnya rintis susah payah akan bangkrut hari ini juga, karena kesalahannya.


Alan diam, ia juga tidak bisa membantah perkataan Andra.


" Dan kau... ". Menunjuk Risa yang masih ada di lantai. Air matanya sudah mengalir, kakinya lemas melihat tatapan Andra, bahkan untuk bersuara juga dirinya tidak sanggup.


" Aku akan membunuhmu ". Ucap Andra serius. Yang membuat siapapun yang mendengarnya langsung bergidik ngeri.


Begitu pun Risa, ia sudah salah mencari masalah dengan Andra. Sekarang dirinya baru menyesali perbuatannya.


Penyesalan memang akan datang di akhir.


Alan yang sedari tadi diam, akhirnya membuka suara.


" Tuan, jika anda membunuhnya. Apa yang akan terjadi pada nyonya muda? Dirinya pasti akan sedih dan kecewa terhadap anda jika mengetahui suaminya telah membunuh seseorang ". Ucap Alan sopan. Iyya sangat sopan, siapapun yang mendengarnya pasti terkejut.


Tapi tidak dengan Andra, dibalik sikap mereka yang kekanakan. Sebenarnya tersimpan suatu hal yang tersembunyi.


" Lalu? Kau mau apa!!. Dia sudah membuat air mata istri ku jatuh begitu saja! ". Andra masih kesal.


'ha!? I.. Istri? Ja.. jadi sekretaris itu nyonya muda dari keluarga Ansari?'. Penyesalan Risa semakin menjadi.


" Bagaimana kalau urusan ini biar saya saja yang tangani. Sebaiknya anda mengejar nyonya muda ". Alan memberikan saran, jika dia tidak segera mengalihkan pembicaraan, maka ruangan itu akan benar-benar menjadi lautan darah.

__ADS_1


" Ha? Astaga... Oke, aku serahkan dia kepada mu. Pastikan dirinya menyesal sudah berurusan dengan ku. Kalau tidak kau tau sendiri akibatnya ". Andra langsung keluar dari ruangan itu.


Alan mengangguk menanggapi nya.


Dia melihat Risa dengan tatapan jijik dan meremehkan seakan mengatakan 'inilah akibatnya kalau kau bermain-main dengan tuan muda Andra'.


Risa cepat-cepat mengalihkan pandangannya, takut melihat tatapan itu. Dirinya sekarang benar-benar menyesal, bahkan untuk bersuara ia tidak sanggup, bukan hanya itu menggerakkan tangan dan kakinya saja rasanya ia tidak bisa. Dirinya seperti dibuat lumpuh dengan keadaan sekitar nya.


Dan dibalik sikap mereka yang seperti mempunyai kepribadian ganda, kita akan membahasnya sekarang.


Semua bercerita tentang Andra yang dulunya mempunyai seorang adik laki-laki, yang jarak umurnya sekitar 3 tahun.


Adik laki-laki nya itu bernama Muhammad Indra Ansari, ia seorang crossdressing.


Indra Sangat menyukai menggunakan pakaian wanita, dan berdandan layaknya seorang wanita. Bahkan rambutnya saja panjang dan lurus. Mana lembut lagi! Indra sudah melebihi kecantikan seorang wanita. Wanita yang melihatnya dan mengetahui yang sebenarnya pasti akan iri.


Dan tentu sifat Indra yang seperti itu, sangat tidak disukai oleh kedua orang tuanya. Hanya Andralah yang selalu membela adiknya disaat Ia kena marah.


Bahkan Andra rela membuat rambutnya juga ikutan gondrong, demi adiknya itu.


Saat disekolah, Indra biasanya memakai rok. Bahkan banyak yang mengira dirinya memang seorang wanita, tak ayal banyak juga yang mengira jika Andra dan Indra adalah sepasang kekasih.


Karena itulah salah satunya Andra tidak pernah berhubungan dengan wanita lain.


Karena Indra yang selalu bergantung pada Andra, papa Rangga mengirim Andra ke pesantren pada saat ia beranjak SMP. Dimana disitu, umur Indra masih sepuluh tahun, Andra juga tidak bisa membantah. Bahkan untuk menemani Andra dipesantren, Alan dikirim bersama Andra ke pesantren.


Saat usia Andra beranjak 17 tahun, dan ia duduk di bangku kelas 2 SMA. Sedangkan Indra duduk dibangku kelas 2 SMP.


Ada sebuah tragedi yang harus merenggut nyawa Indra.


Tepatnya saat Andra dan Indra baru pulang sekolah.


Ada sebuah mobil hitam yang mengikuti mereka dari belakang. Mungkin mobil itu adalah kiriman dari musuh sang papa dari dunia bisnis atau mungkin juga musuhnya di dunia gelap. dan tentu itu membuat sang supir panik.


Andra dan Indra juga ikutan panik, tapi Andra mencoba untuk menenangkan dirinya dan juga Indra kalau semuanya akan baik-baik saja.


Namun naas, mobil yang ditumpangi mereka tertabrak dan jatuh ke jurang. Andra waktu itu terlempar keluar, alhasil ia terguling-guling dijalan raya, Yang membuat nya tidak sadarkan diri.


Sedangkan sang supir dan Indra jatuh bersama mobil nya di dalam jurang.


Yang tak berselang lama terdengar ledakan dari dalam jurang.


Saat baru sadar, Andra sudah ada di rumah sakit. Dia melihat mamanya menangis sejadi-jadinya sambil memeluk foto Indra.


Kaki Andra dinyatakan lumpuh sementara, akibat saat ia terlempar dari dalam mobil.


Dari tim polisi menemukan, jasad Indra yang hanya tersisa bagian kepala sampai perutnya saja, sedangkan kakinya diduga ikut meledak, sedangkan sang supir hanya didapati sebuah tangan nya saja.


Sungguh naas.


Sejak saat itu, Andra selalu menyalahkan dirinya atas kematian adiknya. Ia bahkan enggan untuk mengobati kakinya. " Kaki Indra bahkan hilang semua, dan aku hanya begini? Ini tidak adil!! ". Andra selalu berteriak seperti itu. Ingin Dibawa ke psikiater, tapi Andra selalu menolak.


Dan saat keterpurukan Andra disaat itu, Laras yang entah dari mana datangnya mengisi kekosongan hati Andra. Oh maksud nya Laras yang sedang dari sekolah, Dan tahu-tahu nya ia malah mendapati Andra.


Tapi kita akan ceritakan itu di lain waktu.


Sedangkan Alan sebenarnya adalah penasehat khusus untuk Andra, apalagi di saat-saat seperti ini, disitulah peran sesungguhnya Alan, ia akan memberikan nasehat yang tidak akan merugikan tuan mudanya.


Alan memang sudah mengira jika suatu hari nanti Laras akan menjadi bom yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan sifat Andra yang dulu. Tapi ia juga tidak bisa menyangkal kalau berkat Laras lah, yang akhirnya mengeluarkan Andra dari keterpurukannya dulu.


Sedangkan Ardi adalah anak dari sekretaris dari papa Rangga dulu nya. Ia dibesarkan bersama Andra, Alan, dan Rasya. Tapi saat masih berumur 13 tahun, Ardi dan Rasya dikirim keluar negeri untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, agar dapat membantu keluarga Ansari di masa mendatang.


Sedangkan Andra dan Alan malah dikirim ke pesantren.


Jadi bisa dibilang Ardi adalah CEO kedua dari Anastasia Corp jika Andra tidak ada.


Alan, Ardi dan Rasya sebenarnya adalah anak dari bawahan terdekat dari keluarga Ansari. Dan dari kecil mereka memang di didik agar dapat membantu Andra di masa mendatang. Tapi Andra tidak pernah menganggap mereka bawahan, malah menganggap mereka sebagai sahabatnya sendiri.


Baik kita kembali pada topik masalah.


Andra turun dari lift dengan berlari, bahkan semua karyawan yang melihat nya menjadi bertanya-tanya, tapi tak ada yang berani bertanya.


Saat di depan pintu masuk perusahaan Anastasia Corp, Andra mencoba untuk bertanya pada satpam. Tapi karena pikirannya saat itu memang tidak jernih, dirinya malah seperti membentak satpam itu


" Hei... Pergi kemana Istri ku ". Bentak nya. Bukan, sebenarnya ia bertanya.


Tentu satpam yang ditanya langsung pucat pasih, ia tidak tahu apa salahnya tapi langsung dibentak seperti itu. Dan yang mengejutkannya, ia tidak tahu siapa istri tuannya yang dimaksud.


'ha??! Istri? Memangnya tuan Andra sudah menikah?'.


" I.. istri tuan? ". Jawab Satpam itu gugup.

__ADS_1


" Iya istriku. Pergi kemana dia? ". Pikiran Andra benar-benar tidak jernih sekarang.


'siapa istri tuan Andra? Aduh... Siapapun yang merasa istri tuan Andra kumohon mendekat lah'.


" Hmmm maaf tuan, ta.. tapi si.. siapa istri tuan ". Ia bertanya dengan sangat hati-hati. Satpam itu melap susah-susah keringat nya.


" Cik, sekretaris ku. Laras Kemana dia? ". Akhirnya Andra sadar kalau dirinya lah yang memutar-mutar pertanyaan.


" Maaf tuan.. saya tidak melihat nona Laras. Larena ta... Tadi saya sempat ke toilet dan meninggalkan tempat saya ". Wah... Kesalahan yang cukup fatal.


" Ha?! Kau bodoh yah. Bagaimana kalau ada yang masuk begitu saja kedalam ". Sekarang topiknya jadi berubah.


" Ma.. maaf tuan ". Satpam itu menunduk.


" Cepat periksa CCTV, dan lihat kemana Laras pergi ". Nah akhirnya mendapatkan jalan pintasnya juga.


" Ba.. Baik tuan ". Dengan sigap satpam itu menelpon salah satu temannya untuk memeriksa CCTV.


Tapi, pak Supri langsung datang.


" Selamat siang tuan.. apa anda mencari nyonya muda? ". Karena tadi pak Supri tidak sengaja melihat Andra marah-marah di depan kantor. Membuat nya penasaran.


" Iya. Apa kau melihat nya ".


" Iya tuan, tadi saya sempat melihatnya lari dan menaiki sebuah taksi ". Ucap pak Supri.


" Kau bodoh apa!! Kenapa tidak menghentikannya ". Andra benar-benar memaki semua bawahan kalau begini terus.


" Cepat kejar taksi yang ditumpanginya ". Belum sempat Pak Supri menjawab, Andra sudah melangkah duluan.


Sedangkan para karyawan yang mendengarnya tercengang. CEO tampan dan idola mereka rupanya sudah menikah.


Tapi mereka tidak tahu siapa istrinya, karena memang tidak ada yang menguping pembicaraan nya. Takut. iyya siapa sih yang tidak takut. Mereka hanya bisa bisik-bisik sana sini.


" Alan sebenarnya apa yang terjadi? ". Ardi bertanya setelah melihat, jika Alan sudah memberi pelajaran pada Risa.


" Ada deh. Entar gue ceritain. Oh yah, gimana tugas dari tuan Andra? ". Akhirnya mengatakan tuan juga.


" Udah beres, sebentar lagi beritanya juga muncul di tv ". Wah... Benar-benar kompeten.


" Baguslah, kalo gitu gue ada urusan dulu ".


" Oke ".


...----------------...


Laras yang tidak tahu harus kemana dan asal mengehentikan taksi. Akhirnya terpaksa berlaju sampai ia memilih berhenti di sebuah taman.


Tapi sayangnya taman itu sangat jarang orang. Mereka memilih berdiam diri di rumah nya, dan mengabaikan tamannya.


Laras duduk di bangku taman. Ia menunduk dan menangis tanpa suara, hatinya kembali sakit saat mengingat kejadian tadi, dimana suaminya dan juga Risa bermesraan. Padahal kan tidak.


" Seharusnya aku udah tahu kalau akan jadi begini hiks.. hiks.. ". Ia mengusap air matanya " tapi kenapa aku harus jatuh cinta padanya, dan sudah terseret jauh.. ahh bodoh bodoh bodoh hiks .. ". Air matanya Kembali menetes.


Laras cepat-cepat menghapus nya.


Ia kemudian mengalihkan pandangannya di samping nya.


Laras mengusap-usap tempat duduk di samping nya.


" Oh yah, aku jadi ingat dengan kakak gondrong dan cacat itu. Sekarang dia dimana yah ". Laras masih mengusap-usap nya sampai...


" Ahk ". Laras memgang kepalanya yang tiba-tiba sakit. Lama-lama pengelihatannya berubah menjadi buram....


Dan


Bruk...


Sebelum pingsan, Samar-samar Laras melihat seorang pria memanggil-manggil namanya. Pria yang sangat dicintainya.


......................


Mobil yang ditumpangi Andra berhenti di sebuah taman, saat mereka mendeteksi Gps ponsel Laras, ia membimbingnya sampai ke taman yang sangat tidak asing bagi Andra, menyimpan kenangan kelam namun ada juga kenangan indahnya.


Andra segera berlari keluar dan mencari Istri nya. Ia celingak-celingukan mencari Laras, dan didapatinya di sebuah bangku taman yang tidak asing baginya.


'bangku itukan, bangku tempat pertama kali aku bertemu dengan Laras'.


Andra mendekati Laras, saat akan duduk di samping Istrinya itu, tiba-tiba tubuh Laras jatuh. Untung dengan sigap Andra menahannya dan langsung menggendong nya ala bridal style.


" Ras... Ras bangun... Sayang... ". Andra menepuk-nepuk pipi Laras sebelum menggendong nya.

__ADS_1


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya


__ADS_2