Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Laki-laki selalu salah


__ADS_3

Laras sudah siap dengan pakaian kerja nya. Hari ini, pagi ini mereka akan memantau langsung perkembangan dari proyek yang dijalani nya. Yang bekerja sama dengan Risa.


Laras bersiap-siap akan memanggil Andra di kamar sebelah. Sebenarnya ia enggan untuk memanggil nya, mengingat kejadian tadi subuh yang benar-benar membuat nya malu.


Flashback on


Subuh-subuh Laras sudah bangun, untuk mandi bersih. Lalu sholat.


Akan tetapi, saat Laras sudah keluar dari kamar mandi, ia lupa kalau semalam dia tidak membawa kopernya yang berisi semua perlengkapan nya ikut pindah, sangking buru-buru nya dia.


" Aduh, bajuku masih ada di kamar sebelah lagi, gimana dong ". Menepuk jidatnya.


Apalagi sekarang ia memakai jubah mandi.


" ah! Pake baju yang yang sebelumnya ajah dulu. Hahah Laras.. Laras, masa kamu gak kepikiran kesitu sih ". Seperti mendapatkan durian runtuh, ia benar-benar senang.


Laras kembali ke dalam kamar mandi untuk mengambil pakaian yang sebelumnya ia pakai.


Tapi, saat sudah sampai di dalam kamar mandi, pakaian nya rupanya basah gara-gara tadi tidak sengaja jatuh ke lantai. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.


" Ya Allah... Kenapa pake basah coba! ". Durian runtuh nya hilang begitu saja.


Laras keluar kamar mandi, dan sudah ada di depan pintu.


" Aduh.. apa aku harus kekamar sebelah? ". Mondar-mandir di depan pintu sembari menggigit ujung kuku nya. Siapapun yang melihatnya pasti akan dibuat juling dengan tingkah Laras.


" Ahkkk " mengacak-acak rambutnya. Penampilan nya sudah seperti orang gila.


" udah ah! Mending ke kamar sebelah ajah ". Akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamar sebelah untuk mengambil kopernya.


Tapi sebelum itu, ia sempat merapikan kembali rambutnya yang sempat di acaknya.


Laras membuka perlahan pintu kamarnya, ia mengeluarkan kepalanya dan celingak-celingukan. Memantau, apakah tidak ada orang di luar.


Dan yah, tidak ada orang diluar. Karena keadaan memang masih subuh, semua orang masih bergelayut di dalam selimut nya.


Dengan cepat Laras ke kamar Andra, tapi ia terhenti di depan pintu.


Ingin langsung masuk, tapi takut dianggap tidak sopan. Seharusnya sih tidak, Andra kan suaminya sendiri.


Tok.. tok.. tok...


Sebenarnya Laras ragu mengetuknya, tapi tidak mungkin juga ia akan menggunakan jubah mandi terus.


Tidak ada jawaban.


Hingga Ketukan yang sudah beberapa kali, akhirnya Andra membuka pintu nya.


" Cik, siapa sih. Masih subuh-subuh juga ". Terdengar suara Andra yang sepertinya ia sangat malas membukakan pintu nya.


" M.. mas ". Andra terkejut melihat istrinya yang sedang berdiri didepannya subuh-subuh seperti itu. Bukan! Bukan itu, tapi ia lebih terkejut melihat pakaian yang dikenakan Istri nya itu. Itu bukan sembarang pakaian, tapi lebih tepatnya pakaian yang digunakan Laras adalah jubah mandi.


Mana muka Laras merah lagi. Sungguh menggoda.


Andra langsung menarik tangan Laras masuk kedalam kamarnya dan menutup pintunya.


Andra menatap tajam Laras " apa yang kau lakukan ". Kesal dia. Istrinya yang sedang memakai jubah mandi selutut, dengan rambutnya yang panjang terurai dan basah keluar dari kamarnya begitu saja sambil memakai jubah mandi. Kalau ada yang lihat, tidak tahu apa yang akan terjadi pada nya.


" Ma.. maaf mas, koper Laras ketinggalan di kamar ini ". Menunduk, ia meremas jubah mandi nya. 'pasti mas Andra marah, karena aku ganggu dia subuh-subuh gini'. Itu tidak benar. Setidaknya peka lah sedikit Laras. Andra malah senang dia datang


'ah! Astaga gue lupa. Ngasih semalam'. Padahal Andra sudah sadar kalau koper Istri nya itu ketinggalan, tapi ia lupa mengembalikannya.


" Haaahhhh. Mau gimana lagi, sini mas kasi ". Andra berjalan memgambil koper besar Laras.


Laras pun mengikuti Andra. Setelah koper nya sudah berada di tangan Laras, ia hendak keluar tapi dihadang oleh suara suaminya.


" Mau kemana? ". Dingin Andra, ia mencoba untuk tidak tergoda dengan penampakan didepannya.


Laras berbalik " mau ke kamar sebelah mas. Ganti baju ". Jawab Laras dengan muka polosnya.


" Tidak! Ganti disini ". 'mau keluar dengan pakaian seperti itu. Oh.. tidak semudah itu'. Bagaimana kalau ada yang melihatnya?

__ADS_1


" Eh!? Di.. disini? ". Dan diangguki Andra 'kenapa? Apa Laras gak mau! Apa dia mau keluar menggunakan jubah mandi begitu saja! Mau memamerkan tubuhnya!!!' Andra kesal. Tentu saja, itu istri tercintanya loh.


" di.. didepan mas Andra? ". Gugup Laras, ia merasa dirinya disuruh untuk memamerkan tubuhnya sendiri, walaupun hanya di depan Suaminya. Tapi pasti Laras tetap malu kan.


Andra baru tersadar, kalau dia seperti menyuruh istrinya membuka pakaiannya di depan nya sendiri.


" Ah... Tunggu saya keluar dulu ". Andra hendak keluar.


" I.. iya ". 'astaga aku kira beneran disuruh ganti pakaian di depan mas Andra'. Laras juga ikutan melangkah untuk masuk lebih dalam ke kamar, karena sekarang dirinya sedang ada di depan pintu yang masih tertutup.


Saat akan melangkah, tali jubah mandi Laras tidak sengaja tersangkut di Ganggang pintu.


Yang otomatis, saat Laras akan berjalan menjauh. Jubah mandi yang digunakannya langsung merosot jatuh.


" Eh!!! ". pekik Latas, Dirinya membeku.


Andra yang melihatnya juga ikutan membeku. Sesaat keaadan menjadi Hening. Hingga...


Blush..


Dengan gerakan yang super cepat nya, Laras kembali memakai jubah mandi nya, lalu menarik kopernya dan memunggungi Andra.


" A... Aku ganti di kamar sebelah ajah mas ". Belum sempat dapat persetujuan, Laras langsung lari ke kamar sebelah.


Andra masih diam. Ini pertama kalinya ia melihat tubuh polos seorang wanita. Apalagi ini tubuh istri tercintanya. Sungguh hebat dia bisa menahan hasratnya.


" Ahhkkkkk gila!! Gue udah gak tahan ". Adeknya langsung bangkit, saat mengingat tubuh polos Laras.


Andra kembali ke dalam kamar mandi untuk mengguyur dirinya dengan shower. Pagi-pagi hasratnya sudah dibuat naik.


Sedangkan Laras, masih membeku di depan pintu kamarnya.


Sekarang dirinya benar-benar ingin menghilang saja dari muka bumi.


" Ahkkk siapapun sembunyikan aku ". Tapi jangan sampai dedemit yang melakukanya. Bisa-bisa novel ini tidak bisa lanjut lagi. Atau mungkin genrenya akan berubah menjadi horor, dengan judul 'disembunyikan dedemit'. Itu sama sekali tidak lucu.


Flashback off


Di tariknya nafasnya " oke! Aku siap ". Saat tangannya hampir menyentuh pintu, ia terhenti saat mendengar suara seseorang menghentikannya.


" Tunggu.. ". Risa datang dengan jalan anggun nya yang ditemani sekretaris nya di belakangnya.


" Bu Risa? ". Risa juga tinggal dihotel itu, untuk reservasi katanya.


" Assalamualaikum bu. Ada yang bisa saya bantu? ". Dan mulailah Laras dengan kata-kata ala pegawai mini market.


" Biar aku saja yang mengetok nya ". Tidak menjawab salamnya.


" Hmm silahkan bu ". Sebenarnya Laras heran melihat Risa, bukan! Dia sedikit kesal melihat Risa yang sudah seperti Sangat akrab dengan Andra.


Tapi Laras juga senang, karena dirinya masih canggung dengan Andra.


Tok.. tok.. tok...


Risa mengetok, baru satu kali ketukan Andra langsung membukanya.


'dasar mas Andra. Tadi pas aku yang ketuk lama banget dibukanya, sekarang giliran bu Risa langsung garcep'. Hati Laras lagi-lagi dibuat dongkol. Sekarang ia sudah tidak ber mood untuk melakukan pekerjaan nya.


Andra yang memang sudah menunggu ketukan dari Laras dengan sengaja berdiri di depan pintu. Ia ingin menggoda istri nya dengan kejadian tadi subuh. Tapi, siapa sangka saat ia membuka pintu, bukan hanya Istri nya yang ia dapati, tapi ada tiga wanita di depan pintu kamar nya.


Sudah seperti ia memiliki tiga Istri.


Andra yang tadi bermuka riang, langsung kembali ke mode dingin nan arogant nya.


Ia menatap Risa sekilas yang sedang tersenyum manis padanya. Tapi malah di balas datar oleh Andra.


Andra pun beralih Melihat Laras yang menatapnya dengan tatapan kesal.


" Selamat pagi pak Andra ". Risa menyapa duluan, tapi tidak digubris nya.


Andra malah melangkah mendahului nya dan menuju ke Laras yang ada di belakang Risa.

__ADS_1


" Selamat pagi pak ". Sapa Laras dengan nada sedikit ketus.


Andra menyerngitkan dahinya 'gue ada salah apa lagi nih'.


" Pagi. Ayo ras ". Pergi meninggalkan Risa yang masih mematung dengan senyuman manisnya bersama sekretaris nya.


Andra benar-benar tidak menganggap keberadaan Risa. Di matanya hanya ada Istri nya yang menurut nya paling Manis dan cantik.


" Ah.. tunggu pak, saya juga ikut ". Risa mencoba mendekati Andra.


Tapi Andra malah meninggalkan nya begitu saja. Dan diikuti oleh Laras.


" Kami duluan bu, sampai berjumpa di tempat proyek. Assalamualaikum ". Ucap Laras dan melangkah mengikuti Andra dari belakang.


" Isssh... Rese banget sih. Liat ajah gue pasti dapatin lo Andra ". Dengan senyuman liciknya ia mengatakan nya. Senyumannya sudah seperti di sinetron-sinetron saja, tinggal kurang music-music yang biasanya mendukung dalam kata-kata jahat seperti itu.


Sekretaris nya yang berada di belakangnya hanya bisa geleng-geleng melihat nya.


Sungguh tidak tahu malu bosnya itu, jelas-jelas sudah ditolak secara terang-terangan, tapi masih saja di dekati.


...****************...


Di tempat proyek


Lagi-lagi Laras harus menahan kesalnya melihat Risa yang selalu mencoba untuk mendekati Andra.


Tapi, untung saja Andra tidak pernah menggubris nya.


Yah, walau bagaimanapun itu tetap saja membuat Laras kesal. Kalau begitu dekati dan bilang jangan dekat-dekat dengan suami orang. Ahh... Itu pasti tidak mungkin.


Laras melirik kearah samping nya dan ia melihat sekretaris Risa yang sepertinya juga risih dan malu melihat tingkah bosnya itu.


Katanya sangat terkenal di kalangan pengusaha sebagai wanita mandiri, cerdas dan cantik. Pokoknya sempurna, tapi kok karakternya mines yah. Di dunia ini memang tidak ada yang sempurna.


" Hmm a.. anu mbak ". Laras mencoba untuk berbicara dengan sekretaris Risa. Walau sebenarnya ia gugup, tapi dia juga tidak mau menganggap orang lain musuh begitu saja.


Wanita itu menoleh melihat Laras " iya? Ada apa? ". Tanyanya sopan.


" Hmm tidak ada, aku hanya ingin akrab saja ". Dan itu benar.


" Oh.. kalo gitu kita punya pemikiran yang sama ". Jawabnya tersenyum ramah. Jawaban yang benar-benar memuaskan.


'Alhamdulillah, aku kira dia gak bakalan suka aku ajak ngobrol'. " Oh yah, wah... Bisa akrab dong kitanya. Ohyah, kenalin aku Laras ". Menyodorkan tangan nya.


" salam kenal, Aku Gita ". Menyalami tangan Laras. Akhirnya dapat teman baru.


" Salam kenal Gita ". 'dia ramah'. Tidak seperti seseorang yang.. ehem.. ehem. Dilarang meroasting seseorang.


" Ohyah Gita, kamu udah lama kerja jadi sekretaris bu Risa? ". Menggali informasi tentang musuh, tentu saja harus dimulai dari orang yang sudah lama bersama dengan nya. Tapi, sebenarnya Laras tidak punya maksud seperti itu, ia benar-benar tulus ingin berteman dengan Gita. Dia hanya mencoba untuk mencari topik pembicaraan.


" Hmm sekitar satu setengah tahun deh ". Wah sudah lumayan lama.


" Oh.. udah lumayan yah ".


" Haha yah gitu deh. Kalo kamu Laras? Udah lama jadi sekretaris pak Andra? Pasti enak yah tiap hari liat muka good looking kaya gitu ". Siapa yang tidak senang melihat wajahnya yang sangat tampan.


" Hahahha kamu ada-ada ajah. Baru jalan dua Minggu kok ".


Mereka berdua asik mengobrol dibelakang dan sudah melupakan bosnya yang ada di depannya.


Andra berbalik dan melihat istrinya yang sedang asik mengobrol dengan sekretaris Risa.


'cik, asik banget. Sumpah pengen gue umpetin Istri gue lama-lama kalo kaya gini'. Untung Gita wanita, kalau pria sudah hilang dia di bumi.


" Ras ". Andra mendekati Laras.


" Ah? Iya pak? Ada apa? ". Laras menjawab dengan nada ketus nya 'issh sana ganggu saja. Sudah punya yanh disana juga'. Laras masih kesal.


" Ayo kita makan siang ". 'gue salah apa lagi sih'. Jadi laki-laki memang selalu serba salah di mata wanita.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya


__ADS_2