
Di dalam mobil
Alan sebagai supir, sedang kan yang duduk di belakang tentu ada Andra dan Laras yang sedang tertidur dan bersandar di dada Andra. Serta calon anak mereka yang belum lahir ke dunia.
" Oh yah Lan gue kira lo mau lamar kekasih lo ". Andra angkat bicara saat beberapa menit hening
Alan melihat bosnya di kaca depan " iya gue emang mau melamar Mai. Memangnya kenapa? ".
" Enggak. Gue cuman mau nawarin ".
Alan menyatukan alisnya " nawarin apa? ". Ini bukan sedang mengiklankan produk
" Mau gak gue temanin buat melamar, biar bisa langsung di terima ". Ucap percaya diri Andra. Ia yakin jika dirinya menampakkan wajahnya di acara lamaran tersebut pasti diterima dan tidak ada yang akan menolaknya. Dan sayang itu benar.
" Hohoho gak perlu. Walaupun tanpa lu juga pasti lamaran gue di terima ". Percaya diri sekali bosnya.
" yakin lu ".
" Heh! Tentu, siapa sih yang bakalan nolak Alan Raymond ".
" Cih palingan lu terkenal gara-gara jadi asisten gue ".
" Terserah! ". Kesal Alan, bosnya sungguh perhitungan. Tapi apa yang di katakan Andra benar adanya. Kalau bukan karena nama keluarga Ansari, belum tentu Alan akan terkenal seperti sekarang, bahkan melebihi artis-artis papan atas.
" Kalo paman sama bibi bagaimana? Lu udah kasi tau mereka? ".
" Udah dong ".
" Gimana reaksi mereka? ".
Huuuhh
Alan menyerngit mendengar helaan nafas dari Alan. Apa mungkin hubungan mereka tidak direstui? Tapi, itu tidak mungkin. Sudah lama papa dan mama Alan ingin agar anaknya bawa wanita ke rumahnya. Jadi, kenapa Alan menghela nafasnya?
" Kenapa lu? ".
" Jadi gini...___ ". Alan pun menceritakan semuanya, sampai detil-detilnya. Tidak ada yang terlewat atau di skip.
Kita flash back dulu..
Pagi itu Alan sedang sarapan bersama kedua orangtuanya di meja makan. Tapi, ini bukanlah hal yang biasa, biasanya Alan akan memilih sarapan di rumah Andra atau bahkan tidak sarapan sama sekali karena terlambat.
Dalam sarapan tidak ada yang buka suara, dan juga tidak ada suara dentingan sendok karena mereka hanya makan roti bakar serta secangkir kopi untuk papa Angga, secangkir teh untuk mama Anggi dan susu untuk Alan. Beraneka ragam.
Setelah sarapan yang begitu hening, canggung, tegang dan tentu yang melihatnya pasti merasa aneh. Begitulah yang di lihat para ART di kediaman Raymond.
" Ehem ". Alan berdehem, membuat kedua orang tuanya meliril ke arahnya.
" Ada apa Lan? Keselek? ". Tanya papa Angga santai. Setidaknya kalaupun Alan keselek panik lah sedikit.
" Minum Alan kalo keselek, bisa mati loh kalo dibiarin ". Timpal mama Anggi yang juga responnya sangat santai, bahkan masih sempat mencomot anggur di depannya.
Alan hanya melihat datar kedua orangtuanya yang telah manjaga nya dari kecil itu 'kayanya gue bukan anak kandung mereka deh'.
" Ck bukan. Ada yang pengen aku omongin ". Jawab Alan, yang moodnya sudah tidak sebagus tadi sebelum sarapan.
__ADS_1
" Omongin apa? ".
" Jadi___".
" Jangan omongin tentang melamar anak orang loh Lan ". Mama Anggi terlihat serius mengatakan nya.
" Memangnya kenapa? ".
" Yah iyalah karena kami tau kamu pasti bohong ". Timpal papa Angga
Alan menyerngit " tau dari mana kalo bohong? ".
" Ya iyalah.. mana ada perempuan di luar sana mau nikah sama kamu hahahahah ". Ucap papa Angga dan mama Anggi bersamaan, sambil tertawa terbahak-bahak. Fiks.. sudah diragukan tentang identitas Alan.
Alan yang melihatnya hanya menatapnya datar 'dosa gak yah kalo gue tampol mulut mama sama papa gue. Ah! Astaghfirullah... Bisa dikutuk jadi batu gue'.
Alan mengusap kasar wajahnya. Ia heran melihat papa dan mamanya, padahal dulu kedua orang tuanya sangat bersemangat saat Alan bercerita tentang seorang wanita walaupun bercanda, tapi sekarang saat Alan ingin serius malah di ketawain.
" Udah? ".
Mama Anggi dan papa Angga berhenti tertawa " ehem.. jadi apa yang mau kamu omongin? ". Papa Angga bertanya.
Huuuhh!!
" Jadi gini. Aku mau mama sama papa melamar kekasih ku Minggu depan ". Ucap tegas Alan plus wajah seriusnya, agar tidak di katakan bercanda. Sembari melihat kedua orang tuanya secara bergantian.
" Serius? ". Tanya mama Anggi, dan Alan mengangguk mantap.
Mama Anggi dan papa Angga saling pandang dan " hahahahahaha ". Keduanya tertawa terbahak-bahak.
Mama Anggi dan papa Angga beralih Melihat Alan " haha... ". Tertawa canggung " serius? ". Tanya mama Anggi.
Alan memutar bola matanya " serius mamaku yang cantik nya melebihi lady Gaga ".
" Hehe tau ajah kamu Lan ". Yah mama Anggi malah salting. Sedangkan Alan yang melihatnya lagi-lagi memutar bola matanya malas.
" Kamu gak ngada-ngada kan ". Sekarang papa Angga yang bertanya.
" Mana mungkin lah ".
" Lan kamu gak maksa wanita itukan, astaga kasian bangat wanita itu ". Ucap mama Anggi dramatis.
" Astaghfirullah mama gak ada yang maksa kekasih ku... Ah udah deh jangan lupa Minggu depan aku mau mama sama papa pergi lamar kekasih ku ".
" Ini beneran kan pah ". Beralih melihat suaminya
" Iya mah ini beneran!! ".
" Bukan mimpi kan ".
" Bukan ".
" Alhamdulillah...... ". Ucap kedua orang itu. Bahkan mereka sampai sujud syukur mendengarnya. Sungguh keluarga yang dramatis, entah bagaimana nanti jika Mai sudah bergabung dalam keluarga nya.
" Haisss ". Alan geleng-geleng melihatnya tapi tak luput ia juga tersenyum senang.
__ADS_1
Flashback off
" Hahahha hahahaha apa-apaan tuh ". Andra benar-benar terhibur dengan cerita Alan.
" Cih ketawa ajah terus..... ".
" Ehmmm ". Suara terdengar dari mulut Laras yang sedang tertidur, sepertinya ia terganggu dengan suara kedua lelaki itu.
Dengan sigap Andra mengelus-elus surai panjang Laras " cup.. cup.. tidur lagi yah... ". Dan benar saja Laras kembali tertidur.
" Lo sih Lan, kalo ngomong tuh gak usah kencang-kencang! ". Tegur Andra.
" Astaghfirullah kok jadi gue sih, padahal yang ketawa kencang tadi kan situ ".
" Yah karena lo juga kan gue ketawa. Kalo tadi lu gak cerita gak mungkin juga gue ketawa ".
" Astaghfirullah kan tadi situ yang nanya ". Kenapa malah jadi menyakahkan Alan.
" Ck ngejawab mulu lu! Udah diam!! ".
Alan mengusap kasar wajahnya 'untung stok kesabaran gue banyak, kalo enggak udah gue lempar nih orang'. Sungguh bos selalu benar.
Tak terasa mereka sudah sampai di kediaman Andra, saat memasuki pekarangan rumah sudah terlihat mama Ani dan papa Rangga menunggu di kursi depan pintu.
Alan menghentikan mobil nya tepat di depan pintu, lalu ia keluar dan membukakan pintu mobil untuk Andra, dan keluar lah Andra sembari menggendong istri kecilnya. Eh! Ralat Maksudnya istrinya kecilnya yang perutnya tidak kecil lagi.
Mama Ani dan Papa Rangga langsung berdiri saat melihat anak dan mantunya keluar dari mobil.
" Assalamualaikum ". Ucap kedua lelaki itu.
" Wa'alaikum salam ". Jawab Mama Ani dan papa Rangga secara bersamaan.
Alan berjalan mendahului Andra dan menyalami tangan papa Rangga dan mama Ani, sedang kan Andra hanya menganggukkan kepalanya karena tangannya ia gunakan untuk menggendong Laras.
" Kenapa Larasnya? ".
" Kecapean nyonya besar, biasalah bumil ". Alan menjawab.
" Oh yaudah, gih masuk Andra bawa istri mu dulu ke kamar ".
" Nah ini mau masuk tapi malah di palang di depan pintu ". Dan itu benar, pintu dikuasai oleh mama Ani dan Papa Rangga. Sudah seperti penjaga pintu.
" Haha iya yah, pah minggir gih ". Papa Rangga pun menyingkir sedikit, setelah melihat celah yang bisa di lewati, Andra pun masuk. Saat melewati papa Rangga, bahu Andra di tepuk oleh Papa Rangga.
" Papa bangga sama kamu nak ". Ucapnya. Papa Rangga sungguh bangga dan senang saat menonton jumpa pers siang ini.
Andra hanya tersenyum " iya dong ". Katanya dan langsung pergi dari situ.
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya
selamat berbupuasa untuk yang mengerjakan nya🙏
ayo... angkat tangan yang udah puasa mulai tanggal 2 ini😁.
__ADS_1
Hadir✋