Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Akhirnya... Andra junior


__ADS_3

Di dalam mobil yang membawa Andra dan Laras pulang. Suasana di dalamnya tegang, khawatir, takut. Fiks mirip gado-gado


" Mas... ". Rintih Laras


" Iya sayang... Jangan takut mas udah datang ". Membelai lembut pipi Laras serta mencium kepala Laras.


" Lan, kamu sudah memanggil Rasya ".


" Sudah tuan muda ".


" Bagus... ".


Keadaan kembali hening...


" Hiks.. sakit.. ". Laras kembali merintih yang membuat Andra tambah khawatir.


" Bertahan lah sayang... ". Yah, Laras bukannya sekarat


" Cepat Lan ".


Alan mengangguk dan menambah gas mobil nya menjadi maksimal. Untung jalan sedang lenggang, kalau tidak sudah pasti mereka akan diteriaki sana sini. Sudah seperti kalau ke tanah abang. Sayang anak.. sayang anak.. murah.. murah.. eh!! Bukan seperti itu yah.


" Hiks.. hiks... ". Laras kembali menangis, dan hal itu tentu semakin membuat Andra khawatir.


" Lama bangat sih Lan ". Andra terlihat sudah kesal pada Alan. Sabar...


" Ini sudah kecepatan maksimal tuan muda ". Kalau mau mati tidak usah bawa-bawa orang juga kali


Brakk...


Andra menendang kursi mobil di depannya, untung bukan kursi kemudi. Tapi tentu hal itu tetap membuat Alan Terkejut.


" Tidak usah banyak bicara... Bawa saja mobil nya dengan benar ". Hardik Andra


Alan akhirnya diam, ia tidak mau salah bicara lagi


Hingga setelah 20 menit akhirnya mereka sampai. Andra langsung turun saat mobil sudah berhenti dengan perlahan ia berjalan, agar tidak membangun kan Istri nya yang tertidur.


Oke kita skip... Entar nanti kaya deja vu' lagi.


.........


Di dalam kamar


Terlihat Rasya memeriksa kondisi Laras yang sekarang sudah bangun dan tengah menyandarkan kepalanya di sandaran kasur


" Jadi gimana? ". Andra bertanya saat sudah beberapa saat Rasya memeriksa Laras


" Kondisi nyonya muda baik-baik saja tuan muda ". Ucap Rasya.


Laras yang mendengarnya menyerngitkan dahinya, sejak kapan Rasya jadi sopan seperti itu. Bahkan Rasya memanggilnya dengan sebutan nyonya muda.


" Apa maksud mu baik-baik saja! Apa kau tidak lihat wajah istriku yang pucat ". Bentak Andra. Sepertinya Andra belum cukup puas dengan penjelasan Rasya.


" Mas... Gak usah bentak-bentak. Harusnya bersyukur Laras baik-baik ajah ". Nah benar tuh.


'huaaa hiks.. hiks.. terimakasih nyonya muda...'. batin Rasya terharu. Dirinya sudah sejak dari tadi kena marah oleh Andra. Bahkan saat ia melangkahkan kakinya di kediaman tuan mudanya itu, ia sudah dapat semburan mematikan.


Andra yang mendengar Laras membela Rasya hanya mendengus kesal, tapi tidak bisa berkata-kata.


" Begini saja tuan muda, sebaiknya nyonya muda periksa urin anda saja dulu ". Menyerahkan sebuah tes pack yang memang selalu ada di tasnya. Ingat kan! Rasya itu dokter pribadi keluarga Ansari, yang pasti hebat dalam hal medis apapun.


Laras menerima tes pack tersebut dengan keheranan. Padahal tes pack yang sudah ia beli sudah di buang oleh suaminya tadi pagi. Tapi ini, ia malah di berikan tes pack lagi.

__ADS_1


Sama, Andra juga keheranan melihat Rasya yang malah memberikan tes pack pada Istri nya. Yang pasti alat itu sudah di cap oleh Andra sebagai alat laknat.


" Kenapa kamu malah memberikan Istri ku alat laknat ".


" Ha? Alat laknat? ". Bukannya menjawab Rasya malah balik bertanya. Ya iyalah siapa sih yang tidak akan heran mendengar pernyataan Andra.


" Udah mas.. mending aku coba ajah dulu ". Andra yang mendengarnya hanya pasrah, ia tidak bisa membantahnya.


Laras pun akhirnya berdiri perlahan-lahan. " Pelan-pelan sayang.. ". Heran Andra Melihat Laras yang sepertinya sangat bersemangat untuk memeriksa urine nya. Sedangkan dirinya sendiri malah gugup dan tegang.


" Hhehe iya mas.. ". Yah malah di balas dengan kekehan. Tidak bisa yah, Melihat wajah suaminya yang khawatir campur tegang.


Setelahnya, akhirnya Laras berhasil ke kamar mandi dengan bantuan suaminya.


Setelah Laras masuk dan menutup pintunya, terlihat Andra yang bolak-balik di depan pintu. Wajahnya nampak tegang.


Rasya yang melihatnya tahu kalau sekarang tuan mudanya itu sedang gundah dan takut. Kalau hasil yang akan di perlihatkan tidak sesuai ekspektasi nya. Tapi, Rasya justru menikmati wajah ketegangan tuan muda nya itu, sangat jarang terlihat. Padahal Rasya sudah memastikan hasilnya, hanya saja ia tetap perlu bukti agar tidak kena semburan lagi.


Setelah beberapa saat...


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka, yang semakin membuat Andra tegang. Apalagi saat ia melihat istrinya yang meneteskan air matanya.


Andra segera menghampiri Istri nya yang masih ada di depan pintu kamar mandi.


" Sayang ada apa? Jangan nangis yah... Kita bisa berusaha lagi ". Andra membelai rambut Laras sembari memeluknya. Tebakan Andra, kalau hasilnya masih sama seperti sebelum-sebelumnya.


" Hua.. mas.. ". Sontak Laras langsung membalas pelukan suaminya dengan erat.


" Sayang janga nangis yah... Cup.. cup.. ". Mengelus punggung Laras, ia mencoba menenangkan Laras. Tapi caranya seperti anak kecil saja bukan?


" Mas... A.. aku akan jadi ibu hiks.. ". Lirih Laras yang ada di dalam pelukan suaminya.


Laras mengangguk " iya mas ".


Seketika mata Andra langsung berbinar, ia kembali memeluk istrinya erat-erat


" Alhamdulillah ya Allah.. engkau telah mengabulkan doa hamba mu ini ". Andra bersyukur akhirnya apa yang ia do'akan selama ini akhirnya terkabul kan.


" Alhamdulillah ya Allah ". Laras turut menimpali perkataan suaminya.


Andra tak henti-hentinya mencium pucuk kepala istrinya, sembari mengucapkan rasa syukurnya.


Sedangkan Rasya, ikut bahagia melihat tuan mudanya dan nyonya muda nya bahagia. Apalagi Andra junior sudah ada di dalam perut Laras.


Yah walaupun ia senang, tetap saja sakit melihat kemesraan mereka. Tidak tahu tempat, dunianya serasa milik berdua. Yang lain cuman numpang, apalagi Rasya yang hanya mencintai seseorang dalam diam.


Rasya berniat pergi dari situ, ia ingin memberikan ruang bagi Laras dan Andra untuk melepas kebahagiaan nya.


Baru juga Rasya berbalik, eh namanya sudah di panggil lagi.


" Rasya tunggu ". panggil Andra yang langsung membuat Rasya jeder.. jeder..


Rasya berbalik " iya tuan muda? ". Jawabnya


Andra melepas pelukannya dan melangkah mendekati Rasya.


'apa lagi nih'.


Setelah sampai, Andra merangkul pundak Rasya " hahah apa-apaan sih bro... Tuan muda.. tuan muda... Santai ajah kali ".


Terkejut Rasya, akhirnya tuan muda yang ber cap sahabatnya itu kembali seperti semula. " Hahaha iya.. iya.. selamat yah bentar lagi jadi orang tua nih ". Rasya membalas rangkulan Andra.

__ADS_1


" Iya makasih bro ".


Laras yang melihatnya ikut tersenyum dengan ke-akraban mereka.


" Oh yah... Tadi kenapa istri gue pingsan? ". Melepas rangkulannya, dan kembali ke Laras. Sebenarnya Laras heran melihat mereka yang bertingkah seperti orang berbeda.


Tadi, mereka terlihat seperti bawahan dan atasan, sekarang malah sangat akrab. Semoga dugaannya tidak benar kalau suaminya dan orang-orang sekitarnya punya kepribadian ganda.


" Sebaiknya Laras Istirahat dulu Andra ".


" Oh iya ya ... Ayo sayang ". Menuntun Laras ke ranjang.


Setelah sampai, Andra membantu Laras untuk naik ke atas ranjang. Setelah nya, Laras tidak tidur melainkan hanya duduk sembari menyandarkan tubuhnya pada pan ranjang.


" Jadi kenapa tadi Istri gue pingsan? ". Terlontar kembali pertanyaan yang pertama


" Itu karena Laras terlalu lelah dan juga sepertinya ia juga dapat tekanan di sekitarnya yang membuat ia tambah kelelahan. Apalagi Laras sedang hamil trimester pertama, yang tentu membuat dia cepat lelah ". Jelas panjang Lebar Rasya.


Laras hanya manggut-manggut mendengarnya. Sedangkan Andra kembali marah, tapi di dalam hatinya. Walaupun ia tenang di luar, tapi di dalamnya ia kembali marah. Apalagi pas ia mendengar kata tekanan, berarti bisa jadi kejadian yang tadilah yang membuat Laras pingsan.


" Oh.. tapi kalo wanita hamil, ada yang perlu gue sebagai suami perhatiin gak? ". Andra khawatir tidak dapat menjaga Istri nya.


Laras yang mendengarnya menjadi terharu. Suaminya benar-benar memperhatikan nya dengan sangat baik.


" Entar aku kasi tau ". Kalau di jelaskan lagi akan panjang.


" Oke ".


" Oh yah dokter... Kehamilan ku udah berapa lama? ".


" Ah benar juga... Udah berapa lama ? ".


" Sini biar ku periksa ulang ". Rasya kembali memeriksa Laras. Saat ini Andra tidak kesal melihat nya, karena perasaannya kini sangat amat bahagia. Sudah lama ia memimpikan nya


Setelah di periksa...


" Gimana? Udah berapa lama? ".


" Kayanya udah hampir lima minggu ". Jawab Rasya


" Wah.. udah lama rupanya ".


" Tapi gak kerasa, kalo aku hamil. Malahan baru akhir-akhir ini. Aku mual-mual ".


" Itu udah biasa... Tenang ajah ".


Mereka berdua hanya manggut-manggut mendengarnya. Mending dengarkan ahli nya saja.


Setelah semua nya tenang... Dan Rasya merasa sudah tidak punya urusan, akhirnya ia memilih untuk keluar. Dan Andra beserta Laras tentu mengizinkan nya.


Setelah Rasya keluar, dan pintu kamarnya kembali tertutup, kini tinggal kedua suami istri yang sedang dilanda kebahagiaan.


" Trima kasih sayang... Sudah mau jadi ibu dari anak-anakku ". Memeluk Laras, dan memberikan kecupan di seluruh wajah Laras


" Hahaha iya mas... Aku juga senang, akhirnya bisa jadi ibu ". Mengelus perutnya yang masih rata.


Andra ikut mengelus perut Laras " yang sehat yah nak... Bantuin daddy jagain mommy mu ". Mengecup perut Istri nya


" Hahaha mas apa-apaan sih, masih di dalam perut juga ". Laras beralih mengelus-elus kepala suaminya yang masih setia mencium perut Istri nya.


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya

__ADS_1


__ADS_2