
Andra sampai di kantornya dengan di supiri pak Supri.
Saat ia keluar mobil, dirinya sudah menjadi pusat perhatian.
Bagaimana tidak, aura kebahagiaan nya benar-benar terlepas begitu saja. Bukan lagi saat para karyawan nya menyapa nya atau tersenyum padanya, Andra pasti membalasnya dengan ramah.
Wah.. benar-benar langkah, semua orang di kantor jadi heboh.
Ada apa dengan bosnya? Apa dia menang lotre? Oh itu tidak mungkin, uang nya lebih banyak dari pada pemenang lotre.
Andra berjalan memasuki lift, dengan senyuman yang tidak pudar dari bibir nya.
Rupanya bosnya itu bisa tersenyum, mereka kira ekspresi bosnya itu hanya muka datar saja.
Ting....
Andra keluar dari dalam lift, saat ia melewati Ardi yang tengah asik dengan pekerjaannya. Andra menyempatkan untuk menyapanya.
" Assalamualaikum Di ". Ardi mendongak
" Wa.. waalaikum salam tuan ".
" Kerja bagus Di. Kerjaan mu kemarin Sangat memuaskan ". Andra menepuk pundak Ardi
Ardi sempat diam sesaat
" Terimakasih tuan muda ". Menundukkan kepalanya
" Hahaha gak usah formal-formal kaya gitu Di. Jadi geli gue ". Yah kenapa tidak bilang dari kemarin
" Haha iya pak ". 'dia yang mulai, kok jadi dia sendiri yang geli'
" Kalo gitu gue duluan yah. Assalamualaikum ".
" Waalaikum salam ". Andra pun masuk ke dalam ruangan nya.
" Alhamdulillah... Untung tuan muda sudah kembali ke dirinya lagi ". Mengeluss dadanya.
Ceklek...
" Assalamualaikum Lan ". Andra masuk dengan membawa aura kebahagiaan yang luar biasa. Alan yang melihatnya sungguh dibuat terkejut.
" Waalaikum salam ". Ketu Alan
Bosnya itu benar-benar penuh kejutan. Kemarin, mereka dibuat panik dan tidak bisa berkutik, Namum sekarang rasanya ia benar-benar ingin menampol bosnya itu.
Andra Dengan santainya berjalan mendekat ke arah sofa dan duduk tanpa dosa di sebelah Alan.
Alan melirik melihat bosnya dengan tatapan kesalnya
" Lan tatapan lo biasa ajah dong natap gue ".
" Dari mana ajah lo, jam segini baru datang. Ini udah bukan pagi bambank... Jam dirumah lo rusak semua yah ". Alan mengomel panjang kali lebar.
" Terserah gue dong. Gue bosnya ". Dan Andra tentu tidak akan diam saja.
" Cik, serah lo ajah deh ". Malas sendiri melihat bosnya yang seperti mempunyai kepribadian ganda. Yah, tidak sadar diri
__ADS_1
" Haiisss lo lagi dapat yah. Marah-marah mulu ".
" Lo kira gue cewek apa ". Alan dibuat tambah kesal
" Hahaha sorry.. sorry.. cuman becanda kali. Tapi kalo mau jadi transgender silahkan.. Hahaha ". Alan menatap datar bosnya yang sedang tertawa terbahak bahak.
'ya Allah... Tabah kan lah hamba'. Ingin sekali rasanya ia menangis, menghadapi tingkah bosnya itu.
" Udah? ". Datar Alan
" Hahaha Udah ". Menyeka sudut matanya yang berair karena tertawa.
Alan hanya bisa geleng-geleng dibuat nya.
Andra melepas jasnya dan di taruhnya di meja sofa.
" Eh! Itu di leher lo? ". Mata Alan terbelalak melihat tanda merah di leher Andra.
Andra meraba tanda merah yang ada di lehernya dan langsung tersenyum. Itu adalah tanda yang tidak sengaja dibuat oleh Laras.
" Tenang ajah gue bakalan naikin gaji lo ". Hati Andra kini sedang dilanda dengan kebahagiaan.
" Wisss beneran nih? ". Dan Andra mengangguk.
" Rupanya kalo bos udah belah duren bahagia nya sampe ke anak buahnya yah ". Kini Alan juga ikut bahagia.
" Hahah makanya kalo kerja tuh yang kaya kemarin. Gak pake setengah-setengah ". Andra menasehati.
" Siap bos ". Mengangkat tangannya ke dahinya membentuk hormat.
" Oh yah, gimana rasanya bos? ". Jiwa kepo nya tiba-tiba keluar.
'ya Allah pecat ajah gue jadi manusia'. Alan mengusap kasar wajahnya. Kan.. Bosnya sungguh minta di tabok.
" Oh yah Lan. Sih kuntilanak itu selalu awasin dia. Tig hari lagi bawa ke hadapan istri gue ". Mode fokus di aktifkan
" Baik bos ". Jawab Alan " tapi, apa itu tidak pa-pa bos? Takut nya nyonya muda, tidak enak hati melihatnya dan malah membantunya ". Lanjut Alan
" Tenang saja, saya ada kok disitu. Tidak akan aku biarkan dia macam-macam dengan istriku ". Menatap ke sembarang arah dengan tatapan membunuhnya.
Glekk..
Alan menelan susah salivahnya " semoga saja seperti itu ". 'bukan itunya bos, ahhhk gue cuman bisa berdoa ajah'
Mengingat sifat baik dari Laras, tidak ada yang tidak akan berpikir. Jika bisa saja Laras malah membelah Risa.
" Emangnya dimana dia sekarang? ". Tanya Andra. Ia memang tahu kalau Alan sudah membereskan nya, tapi ia belum mengetahui kalau sebenarnya Risa di buat jadi apa. Yang jelas bukan membunuhnya pasti.
" Risa sekarang ada di pemukiman kumuh bos. Saya telah menyita semua barang-barang nya. Bahkan perusahaan nya juga sudah di akusisi sama Ardi. Dan laporan yang baru-baru saya terima, katanya Risa dan keluarga nya kini sedang memulai usaha baru ". Jelasnya panjang lebar
" Usaha baru? ".
" Iya bos. Risa dan keluarganya membuka warung kecil-kecilan yang menjual gorengan ".
" Heee benar-benar pengusaha yah ". Jatuh miskin tidak membuat mereka kehilangan harapan. Sungguh keluarga yang baik.
" Iya bos. Keluarga nya sangat baik, tapi sayang kelakuan anaknya benar-benar mirip kupu-kupu malam ". Sebenarnya Alan tidak tega, kalau sampai harus menyeret keluarga nya juga, secara mereka tidak bersalah. Hanya anaknya saja yang bersalah, dan seharusnya memang hanya Risa yang di hukum.
__ADS_1
" Aku tau kau tidak tega menghukum keluarga nya kan ". Andra seperti tahu apa yang ada dipikiran Alan " tenang saja, setelah sih kuntilanak itu meminta maaf. Baru saya pikirkan ulang untuk membantu mereka ". Wah.. rupanya memang dia orang baik.
" Jadi, apa saya harus menghentikan mereka jualan ? ". Kalau seperti itu, sungguh tega dia.
" Tidak perlu. Biarkan saja ". Hmm untung masih punya hati.
" Baik bos ". Lega Alan. Ia memang tidak suka dengan Risa, tapi bukan berarti dia juga harus tidak suka dengan keluarga nya yang memang terkenal baik-baik.
...----------------...
" Hahhh bosan nya ". Helaan nafas berhasil keluar dari mulut Laras. Ia menaruh sembarang ponselnya di atas kasur.
Sedari suaminya pergi ke kantor, ia hanya duduk di kasur sambil berselancar ke sosmed. Mana chat nya juga kosong, para sahabat-sahabatnya sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.
" mending turun ajah deh. Sekarang juga pinggang ku udah gak sakit ". Menurunkan kakinya, tapi tiba-tiba ia menghentikan kakinya yang memang belum sampai di lantai. Ia mengingat perkataan suaminya. 'gak boleh turun kebawah, apalagi sampai bantu-bantu'. Ia ingin kembali menarik kakinya.
" Nanti aku jelasin ajah deh. Lagian aku juga gaj bakalan bantu-bantu, bisa habis aku kalau ketahuan bantu-bantu ". Mengurungkan niatnya untuk menarik kembali kakinya, ia malah menurunkan nya dan pergi ke bawah.
Laras menyempatkan diri nya untuk ke koi-koinya, dari jauh ia melihat Milea, bi Siti dan Dilan sedang di kolam. Dan sepertinya mereka memberikan makanan pada koi-koi nyonya muda nya.
Laras mendekat " Assalamualaikum ".
Mereka bertiga langsung berbalik " Waalaikum salam ". Jawab ketiganya, walaupun mereka terkejut tapi tetap harus dijawab
" Kalian lagi ngapain? ".
" Emm emm.. ti.. tidak sedang apa-apa nyonya ". Milea menjawabnya dengan gugup
Laras mengerutkan keningnya, heran dia melihat wajah Milea yang gugup " ada apa? Kamu kenapa Milea? ".
" Bukam apa-apa nyonya " sekarang gantian bi Siti yang menjawabnya, ia dengan sangat tenang menjawab nya
" Wahh hayoooo lagi ngomongin apaan kalian... ". Laras malah semakin dibuat penasaran
" Bukan apa-apa nyonya ". Dilan akhirnya angkat bicara.
" Hmm saya permisi dulu nyonya, ingin kembali ke dapur ". Pamit Dilan
" Oh oke "
" Saya juga nyonya, pe.. permisi ". Milea pergi dengan buru-buru.
" Kalo bi Siti juga Mau pergi? ".
" Iya nyonya, masih ada pekerjaan yang harus saya urus di belakang ".
" Hmm oke ". 'mereka kenapa sih'. Laras mendengus kesal, tapi saat ia melihat koi-koinya. Kekesalan nya langsung sirna.
" Hahhh hampir saja ". Milea menghela nafasnya.
" Lain kali harus hati-hati ". Bi Siti menyambar dari belakang.
" Hehe baik bi, maaf ". Menundukkan kepalanya " tapi, memang nya nyonya muda dan tuan muda tidak marah kalo kita melaporkan nya kepada tuan besar dan nyonya, kalau nyonya muda sebentar lagi akan hamil? ". Yah, baru juga sekali mereka melakukan nya. Sudah digadang-gadang akan langsung hamil.
" Jangan ngomong gitu, semoga saja nyonya muda cepat hamil. Biar rumah ini semakin berwarna ". Kedatangan Laras memang membuat kehidupan mereka semakin berwarna, benar-benar majikan yang langkah
" Amin... ".
__ADS_1
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya