Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Masalah Selesai


__ADS_3

guys... guys... guys...


like dan komen nya😙


votenya juga jangan lupa. Selalu ada vote baru di hari senin, kalo udah hari Senin. Jangan lupa mampir dan beri vote nya🙂 biar othor tambah semangat.


apalagi ini masih sakit🤒 cuman di paksain ajah supaya bisa update buat kalian-kalian😉


...


" Hm em... su... sudah... sudah.... sebaik nya bu Risa dan mmm tuan dan nyonya berdiri dulu ". Karena bingung harus apa, Laras memilih untuk merubah posisi yang menurutnya canggung ini.


" Aku mohon maafkan kami nyonya muda ". Risa kembali berlutut dan bersujud


" Maafkan lah anak kami nyonya ". Lagi-lagi kedua orangtuanya membantu


" Baiklah.... Tapi tolong berdirilah dulu ". Hendak membantu Risa untuk berdiri


" Apa yang kau lakukan sayang.... Tidak perlu di bantu ". Dan terpaksa Laras mengurungkan niatnya


Saat mereka bertiga tidak kunjung bangun dari lantai, Laras kembali bersuara


" Tolong berdirilah... Kita sesama manusia derajatnya sama di mata Allah. Tidak diperbolehkan bersujud kepada manusia lain, apalagi merendahkan diri sendiri ". Ucap bijak Laras.


Andra yang mendengarnya, menjadi tidak enak. Kata-kata Istri nya sungguh mulia, tapi perkataan itu seharusnya di tujukan untuk suaminya yang tak jarang membuat orang-orang berlutut bahkan sampai bersujud di kakinya.


Bukan melerainya untuk segera berdiri, Andra malah memandang rendah mereka.


Ketiga orang yang sedang duduk di lantai itu kemudian saling pandang satu sama lain. Apa mereka harus berdiri? Atau tetap pada posisinya?. Saat langkah yang di ambil sekeluarga itu salah, maka akan berakibat fatal.


Terjadi keheningan beberapa saat.....


...


Dan sekarang di sebuah ruangan, dimana Laras dan Andra sedang duduk di sofa, sedangkan ketiga sekeluarga itu masih ada di lantai dengan posisi duduk tegap.


Bi Siti berdiri di samping Alan dari arah sisi belakang ketiga orang yang sedang duduk dilantai.


Oke!! Sepertinya acara sidangnya akan dimulai. Sungguh menegangkan, lebih menegangkan dari pada sidang skripsi.


Bukan lagi taruhan lulus atau tidak, tapi apakah setelah keluar dari sana mereka bertiga masih selamat atau tidak?.


🎶Sari roti.... Roti sari ...


Iklan di tv mengganggu acara persidangan nya. Semua yang mendengarnya ingin tertawa, tapi segera ditahan.


" Haha tv nya belum di matiin ". Menggaruk tengkuknya yang memang gatal, mungkin gara-gara atmosfer nya yang berbeda.


" Sini biar mas matiin ". Andra Kemudian mengambil remote dan mematikan nya. Ia tidak marah pada Istri nya, malahan dirinya gemas dengan tingkah Laras.


Oke kita kembali ke permasalahan. Iklan rotinya kita pending dulu.


Pilihan yang sekeluarga itu ambil adalah, tetap pada posisinya. Tapi setidaknya mereka tidak lagi bersujud.


" Ayo bicara sayang ". Nah akhirnya si pelaku yang membuat kejadian ini terjadi, angkat bicara.


Laras melihat suaminya yang berada di samping nya, dan yang dilihatnya memberi kan senyuman manisnya. Laras membalasnya dengan senyuman kikuknya. Entahlah... Ia masih tidak tahu harus berkata apa. Apalagi pada posisinya sekarang.


Masa ia harus berbicara pada orang-orang yang sedang berlutut di hadapannya, setidaknya berdirilah dulu. Barulah nyaman untuk berinteraksi dengan mereka.


Laras kemudian beralih melihat ketiga orang itu. Ditariknya perlahan nafasnya..... Lalu dihembuskan pelan juga. Jangan ditahan lama-lama, kalau dead gara-gara hal itu kan tidak lucu.


" Memang apa yang dilakukan bu Risa menurut saya itu adalah perbuatan yang sangat tidak baik ". Mencoba menjadi pelakor memang tidak baik, apalagi kalau hanya untuk materi saja, mending jadi penjual bakso daripada menjual diri sendiri.


" Dan jujur itu hal yang sangat sulit untuk dimaafkan.... ". Keringat mereka bertiga sudah banjir, Untung tidak sampai banjir beneran.


Mendengar perkataan Laras membuat mereka mengada-ada jika nyonya muda dari keluarga Ansari itu tidak akan melepaskan mereka begitu saja.

__ADS_1


" Tapi... Selama bu Risa tidak mengulangi nya, saya rasa itu tidak apa-apa ". Lanjut Laras yang membuat sekeluarga itu langsung mendongak. Tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Laras barusan


" Tunggu sayang... Kok tidak apa-apa sih ". Andra yang tidak terima disini.


Mendengar Andra bicara, ketiga orang itu sontak kembali menunduk.


" Gak pa-pa mas.... Selagi gak di ulangi lagi ".


" Tapi kalo dia mengulang nya gimana?! ". Kalau hal itu terjadi, sudah bukan khikaf lagi.


Eh!? Khilaf!! Memangnya waktu itu Risa khiilaf? Sepertinya tidak.


" Mas.... ". Mengambil tangan Andra, lalu menggenggam nya " sesama manusia harus saling memaafkan.... Allah saja dapat mengampuni dan memaafkan hamba nya yang sudah berbuat lebih dari ini. Masa kita sebagai makhluk ciptaannya, tidak bisa ". Lembut Laras. Ia berusaha meyakinkan suaminya.


Andra terdiam sejenak. Istrinya terlalu baik, itulah salah satunya yang membuat Andra jatuh cinta pada Laras.


Menghela nafasnya... " Baiklah sayang... Asalkan kamu bahagia ". Nah.... Judul lagu akhirnya keluar.


Sekeluarga yang sedang berlutut itu, refleks mengangkat kembali kepalanya.


Hanya karena kata-kata Istri nya, Andra sang Tuan muda dan CEO Arogant nan dingin itu, bisa langsung menurut.


" Beneran mas? ".


" Iya sayang ". Mengelus rambut Laras


" Makasih mas... ". Andra yang sudah tidak tahan melihat wajah istrinya yang lagi-lagi menurutnya menggemaskan, langsung menangkup pipi nya dan memberikan tembakan ciuman di seluruh wajah Laras tanpa celah.


Dan berakhir di bibirnya, cukup lama ia disana.


Semua orang yang ada di sana dan menyaksikan pasutri yang sedang beromantis-ria.


Tentu, Terkejut. Itu sih Risa , Raka dan juga Karin. Tapi para bawahan dan pelayan yang turut jadi penonton sama sekali tidak terkejut. Itu adalah hal biasa bagi mereka.


Alan tersentak dari terkejutan nya.


'ini sih bos.... Gak tau tempat kalo mau sosor bininya. Tch bikin repot ajah!! Tau gini mending gue keluar tadi'. Penyesalan hanya datang saat detik-detik terakhir


" Hmm m.. mas... Lepasin ahhh ". Laras melepas ciuman Andra dengan paksa. Sambil nafasnya yang masih ngos-ngosan ia menatap orang-orang di sekitarnya yang sedang menunduk.


Walau begitu, ia tetap malu. Karena dipastikan mereka tetap melihat adegan pertama nya.


" Hahaha ihhhhh gemes banget si kamu sayang.... ". Benar apa yang dikatakan Alan, bosnya itu tidak tau tempat kalau ingin menyosor Istri nya.


" Mas... Malu.... ". Bisik Laras. Wajahnya sudah memerah.


" Kita naik ke kamar yuk yank..... ". Bisik Andra. Laras yang mendengarnya mengerutkan keningnya. Kamar? Untuk apa? Ini masih siang, belum saatnya tidur. Ehhhh!!! Bukan! Bukan itu! Masih ada urusan yang harus di selesaikan kenapa harus ke kamar?.


" Biar mas perkasain Istri mas ini ". Nah.. kata-kata nya tidak di saring.


" Mas.. udah ah ... ". Mendorong wajah Andra untuk sedikit menjauh


" Udah Lan... Bawa mereka bertiga pergi dari sini ". Andra sudah tidak sabar melanjutkan aksinya yang tadi.


" Mas... Yang sopan... ". Tegur Laras


" Hmmm ". Singkatnya. Untuk apa sopan kepada orang yang hampir merusak rumah tangga nya sendiri!! Untung Andra garcep dalam menyelesaikan masalahnya dan tidak terjerumus godaan, coba kalau Andra terjerumus ke dalam godaan kuntilanak itu! Sudah dipastikan, Laras jadi janda kembang


" Bu Risa... Ny....___ ".


" Gak usah terlalu sopan sayang ".


" Hmm Risa... Dan... Emmm sekeluarga nya. Saya sudah memaafkan kalian... Jadi tolong berdirilah ". Masih risih melihat ketiga orang itu berlutut


Mereka bertiga nampak ragu-ragu...


Hingga....

__ADS_1


" Istriku bilang berdiri... Apa kalian tuli!! ". Ucapnya penuh penekanan


Sontak mereka bertiga langsung berdiri. Laras yang mendengar suara suaminya seperti itu, hanya geleng-geleng kepala.


" Lan bawa mereka pergi ". Sudah muak melihat Risa. Kalau ayah dan ibu nya? Tentu tidak, mereka tidak ada kaitannya sama sekali.


Laras sudah tidak bisa membantu ketiga orang itu, hanya sampai disini yang ia bisa. Selanjutnya hanya takdir dan nasiblah yang akan menentukan jalan hidup mereka kedepannya.


" Baik tuan muda ".


" Tu.. tunggu dulu... ". Ucap Risa, yang menghentikan langkahnya dan juga langkah kedua orangtuanya.


" Ada apa lagi! ".


" Mas... ". Mengelus lembut lengan Andra


" Ada apa? ".


" Sa... Saya i.. ingin tuan muda Andra untuk mengembalikan perusahaan papa saya ". Ngelunjak!. Di kasi hati minta jantung


Andra tersenyum mengejek mendengar nya. Memang tidak mudah mengubah kepribadian seseorang.


Kalau memang materialistis, pasti akan selalu seperti itu.


" Risa!!! ". Raka tidak habis fikir dengan jalan pikiran anaknya. Masih untung mereka bisa keluar hidup-hidup dari dalam rumah megah itu, tapi ini. Ia malah mencari jalan ke neraka nya sendiri


" Ny.. nyonya muda... Tolong... Kembalikan perusahaan papa saya. Kami sudah kekurangan biaya untuk kebutuhan sehari-hari kami, apalagi hanya dengan mengandalkan hasil dari jualan gorengan mama saya. Itu tidak cukup!! ". Tidak cukup pala mu! Yang membuat nya tidak cukupkan dirimu sendiri, kenapa harus mengadu ke orang yang tidak bersangkutan


'nih orang gak ada rasa syukurnya yak'. Pandangan Alan terhadap Risa semakin jatuh


'ada yah orang seperti dia'. Bahkan bi Siti tidak bisa lagi berkata-kata


" Risa!! Cukup!! ". Karin sendiri ikut malu mendengar perkataan anaknya.


" A...___ ".


" Kalau masalah rezeki, sudah diatur sama yang maha kuasa. Kita sebagai hambanya hanya bisa terus berdoa dan berusaha untuk mendapatkan nya. Lagi pula jualan gorengan tidak salah, pelan tapi pasti. Yang penting halal ". Nah ceramah Laras akhirnya keluar.


Dan memotong perkataan Andra.


Semua orang yang ada disitu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju, kecuali Risa yang menunduk.


" Sudah Lan bawa mereka ". 'kuntilanak yang satu ini memang tidak bisa di lepasin gitu ajah!! Entar gue suruh Alan buat ngawasin dia'. Walaupun Ris sudah berlutut bahkan sampai bersujud, tak urung sifatnya yang memang minim akhlak masih ada. Membuat Andra kembali was-was


Alan pun mengantar ketiga orang itu pergi dari sana.


...


" Mas kira tadi kamu mau ngasih mereka sumbangan sayang ". Memeluk Laras yang ada di samping nya. Kini hanya tinggal mereka berdua di ruangan tv.


" Hahah apaan sih mas... Sumbangan... Sumbangan.... Mana ada lah ". Dikira Laras adalah donatur, dan ketiga orang tadi adalah orang-orang dari yayasan.


" Hahah kali ajah sayangku... Cintaku.. padamu... ". Ucapnya sembari mencubit pipi Laras.


" Ihh mas... ". Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


Andra yang melihatnya langsung menyerang bibir Istri nya. Pelan... Pelan... Lama-lama jadi rakus dan menuntut.


Me*umat ... Menggigit ... Andra melakukan semua itu agar Istri nya mau di ajak membuat junior-juniornya kelak.


Melihat istrinya yang sudah tidak tahan, Andra tak ingin buang-buang kesempatan, dengan gerakan cepat nya, ia menggendong Istri nya ke dalam kamar dan... Seperti yang kita tahu. Terjadilah yang memang seharusnya terjadi....


Melanjutkan aksinya yang memang niatnya ingin dilanjutkan tadi.


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2