Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant

Ku Panjatkan Doaku : Kesayangan CEO Arogant
Encok


__ADS_3

***Hari Senin tiba.... waktunya mampir dan votenya 😘


biar othor bisa tambah semangat 😁


kalo ada typo nya harap maklum 😌. Biasalah othor nya nulis tengah malam, sambil terkantuk-kantuk 😴😙***


...ΩΩΩΩΩ...


Sayup-sayup Laras membuka matanya.


" Hmm eugghh ". Biasa sedang mengumpulkan semua nyawanya yang berterbangan saat dia tidur, mencari mimpi untuk dirinya.


" Hmm si.. siapa ini?! ". Laras mulai panik saat mendapati dirinya di peluk seseorang.


Ia membuka matanya lebar-lebar " wahhh rupanya hanya mas Andra ". Laras berbalik memeluk suaminya dengan erat yang sedang terlelap dalam tidur nya sembari memeluk nya.


Lama-lama....


" Hiks... Hiks... ". Mulai terisak dalam dekapan Andra. Mengingat hal yang hampir saja terjadi tadi membuat nya sakit hati. Bukannya hanya fisik atau mental nya, tapi juga hati nya sebagai seorang wanita.


Kenapa!!? Kenapa Lala mau jadi seperti itu. Oke!! Kita akan membahas tentang apa yang membuat hati Laras teriris yang sempat melihat hal yang sangat memalukan bagi wanita.


Tidak perlu pake flash... flash... Dari kemarin hanya itu yang dilakukan. Kita langsung bahas saja sekarang.


Saat Bonjo menariknya masuk kedalam mobil nya dengan paksa. Laras mencoba untuk menahan tubuhnya dengan berpegangan pada pintu mobil agar tidak masuk kedalam mobil, tidak sengaja melihat Lala sekretaris Bonjo. Sedang asik mengisap rokoknya dengan keadaan stengah telanjang. Bahkan Lala menghembuskan asap rokok ke depan wajah Laras. Dengan senyuman liciknya ia ikut menarik Laras.


Laras yang tak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya, sempat mematung sesaat.


" A.. apa ". Sampai tangannya di tarik kembali masuk kedalam. Tapi untunglah Laras tidak masuk kedalam mobil yang penuh dengan hal-hal tidak senonoh. Dimana ****** ***** dan bh serta pakaian wanita yang berhamburan di tempat duduk mobil. Belum lagi terlihat sesuatu seperti k*ndom juga yang masih basah dan robek. Sepertinya baru saja sudah digunakan. Padahal di dalam mobil hanya ada Bonjo dan juga Lala. Sebenarnya apa yang telah mereka lakukan!!!?


Farhan langsung datang membela Laras agar bisa pergi dari situ. Tapi tetap saja Laras masih belum bisa berfikir jernih waktu itu. Lala yang ia anggap seorang wanita baik-baik, lemah lembut dan ramah. Melakukan hal yang tidak senonoh dengan bosnya bahkan di sekitar tubuh nya penuh dengan tato. Apa mungkin orang yang di dalam adalah orang yang tidak sama?? Tapi pakaian yang berhamburan di kursi mobil adalah pakaian Lala yang ia gunakan saat bertemu dengannya.


" Hiks.. hiks.. hua... ". Tangis Laras semakin pecah saat mengingat senyuman yang sempat diberikan Lala padanya.


Andra tersentak mendengarnya. Ia menunduk dan mendapati istrinya yang sedang menangis tersedu-sedu di dadanya.


" Sayang ada apa? Ada yang sakit? ". Andra panik. Ia khawatir Istri nya itu sakit.


Laras menggeleng pelan, lalu...


" Huaaaa .... Kenapa dunia kejam sekali hiks.. hiks.. ". Tangis Laras pecah kembali, bahkan lebih keras lagi. Ia semakin menenggelamkan kepalanya di dada sang suami.


" Eh!! ". Andra yang melihatnya jadi bingung, apa yang harus dia lakukan. Ini pertama kalinya ia melihat istrinya yang seperti itu. " Ada apa sayang?? Hmm cerita sama mas? ". Mencoba untuk selembut mungkin


Laras mendongak " mas.... Kenapa dunia ini sangat kejam ". Sesegukan.


" Sudah jangan nangis... Semuanya sudah berakhir. Mas udah ada disini ". Membelai lembut kepala Laras. Ia mengira Laras menangis saat mengingat hal yang tadi. Iyya sih memang hal itu yang membuat Laras menangis, tapi bukan itu saja.


" Mas... Memangnya harga diri seorang wanita itu tinggi nya bagaimana sih??! Aku bahkan gak tau pikiran wanita-wanita lain diluar sana ". ucap Laras saat ia sudah mulai tenang


Andra bingung mendengar perkataan Istri nya, tapi ia mencoba untuk memutar otak nya agar jawaban yang diberikan nya memuaskan.


" Hmmm menurut mas sih, harga diri seorang wanita itu bisa di lihat dengan kelakuan wanita itu. Tapi bagi mas... Tidak ada yang berharga dari semua yang ada di dunia ini dibandingkan dengan Istri mas ini ". Mengapit kedua pipi Laras


Laras terdiam, ia mencoba mencerna perkataan Andra.


'apa gue salah ngomong ya'. Bukan!! Kau tidak salah bicara. Perlakuan lah Istri mu sebaik mungkin.


" Hmm mas... ".


" Hmm ada apa? ". Membelai wajah Laras


" Aku kangen Nisa sama Mai ". Ucap tiba-tiba Laras

__ADS_1


" Ha!? ". Kenapa jadi ke sahabat-sahabat nya? Istrinya tiba-tiba bertingkah aneh.


" Mas... Aku ingin ketemu Nisa sama Mai ". Rengek Laras. Wajahnya ia buat seimut-imut mungkin. Dan pastinya hal itu mampu membuat Andra goyah.


" Iya... Kita suruh mereka datang kesini ajah, gimana? ". Tidak mungkin kan, Laras yang baru saja mengalami kejadian seperti itu harus keluar.


Laras langsung mengangguk cepat " baik mas ". Bangun untuk mengambil ponselnya.


" Biar mas ajah ". Terpaksa Andra yang harus bangun dan berjalan berputar untuk mengambil ponsel Laras yang ada di nakas samping Laras.


Laras menerima ponsel yang disodorkan suaminya, dan duduk bersandar di sandaran ranjang. Andra ikut duduk disamping Laras.


Laras mulai membuka ponselnya dan masuk kedalam aplikasi berwarna hijau.


kolom obrolan nya


"Assalamualaikum guys☺️ aku datang nih😘".


"Waalaikum salam"


"Waalaikum salam.... Kamu gak pa-pa kan ras😣"


"Memangnya Laras kenapa?". Benar-benar deh sih Mai. Chatnya saja datar-datar.


"Kenapa emangnya Nis? 🤨".


"Nisa.... Kalo ngomong tuh yang jelas. Orangnya ajah gak tau kamu lagi ngomong apa".


"Isss kamu tuh yang gak tau apa-apa😑 Mending yang datar-datar diam ajah dulu 😤".


"Haha kalian ini udah deh, jangan ribut mulu🙄. Tapi apa maksud mu Nisa yang tadi🤔". Tidak di virtual atau di real life mereka selalu saja bertengkar. Tidak sekalian di buatkan ring untuk adu tinju.


"Mas Ardi bilang, katanya tadi suamimu buru-buru keluar kantor nya.... Dan mas Ardi bilang biasanya hanya karena urusan kamu ras yang bisa membuat nya uring-uringan. Ciee.... 🥺".


Laras Melihat suaminya yang sedari tadi hanya memperhatikan nya, sembari memainkan rambut Laras. Ia kemudian tersenyum kepada Andra. Yang membuat Andra bingung sendiri, kok tiba-tiba dirinya yang dilihatin seperti itu. Walaupun ia senang sih.


Laras yang melihatnya Terkekeh, dan kembali fokus kepada layar ponselnya


"Hmmm aku gak pa-pa kok, semuanya baik-baik saja😊". Laras tidak menyangka kalau rupanya Andra akan sepanik itu hanya karena dirinya. Wah... Untung ada yang menahan Andra tadi, kalau tidak sudah diratakan tempatnya tadi.


"Beneran? 🥺".


"Suami mu gak ngapa-ngapain kamu kan ras".


"Hahah yah enggak lah. Sumpah aku benar baik-baik saja ✌️. Oh yah kalian datang ke rumah ku yah, kangen~~😚".


" sama~☺️"


"Dirumah mu yang kontrak kan dulu?".


"Enggak lah, pasti dirumah konglomerat itu kan. Secara suamimu kayanya jangan ditanya lagi😉".


Laras Terkekeh membacanya


"Iya, kerumah mas Andra. Kalian datang yah, kalo bisa sama Rani dan Ardi sekalian😁".


"Rani sedang sama ibuku😌, aku sama mas Ardi ajah yah😄".


"Yah...😢, Iya deh gak pa-pa".


"Oke, sharelock lokasi nya ajah".


"Oke otw nih😙".

__ADS_1


Laras tersenyum melihat dan membaca percakapan nya.


Sedangkan Andra yang sedari tadi hanya dicuekin sembari memainkan rambut Laras, hanya bisa diam. Ia tidak mau mengganggu Istri nya, tapi ia juga tidak mau di diamkan seperti ini. Hahhh kaya dia yang jadi wanita nya.


Andra merebut paksa ponsel yang dipegang Laras , sontak hal tersebut membuat Laras kaget. " Disini suamimu yang mana sih ". Oke mode kanak-kanak nya on.


" Hehhe maaf mas, kebablasan ". Nyengir


" Hmm palingan kamu lebih mentingin hp mu kan daripada suami mu ini ". Melipat tangannya di dadanya. Sembari membuang muka. Pura-pura marah saja dulu, siapa tahu dapat durian runtuh.


Laras yang melihatnya menjadi panik, seperti nya ia sudah membuat kesalahan " enggak mas... Gak gitu. Mas nomor dua di hati aku ". Ha!!!? Dua?? Ada yang lain??


" Cuman nomor dua! ". Sebenarnya Andra kaget mendengar kalau dirinya cuman jadi nomor dua. Jadi nomor satunya siapa?


" Iya, kan ibu yang jadi nomor satu ". Nah.. itu benar. Utamakan ibu mu dulu.


Andra menghela nafas ny lega, untung yang nomor satu nya ibu mertuanya sendiri, bukan ada yang lain. Walaupun hatinya masih jeder.... jeder.. karena harus nomor dua. Tapi itu pun ia sudah sangat bersyukur. Untung nomornya lebih tinggi daripada koi-koi Laras.


" Udah yah mas... Janga ngambek~~ Laras benar-benar minta maaf deh. Laras bakal turutin apa kata mas deh ".


Akhirnya kesempatan datang juga " ehem ". Berdehem untuk menetralisir senyuman kemenangan yang sudah ingin di kembangkan.


" Benar bakal mau ngelakuin apa yang mas minta? ". Beralih melihat Laras


Laras mengangguk " iya mas, Laras janji ". menggali kuburan nya sendiri


" Kalo gitu.... Cium mas ". Kesempatan tidak boleh di buang sia-sia


" Eh!! Ta.. tapi ". 'duh salah nih, kalo kebablasan kan... Encok'. Tuh kan menggali kuburan nya sendiri.


" Hmm gak mau? Padahal sudah janji ". Manja Andra.


" Emm ba.. baiklah... Akan ku cium ". Ucap Laras dengan wajah yang memerah.


Laras mulai memajukan wajahnya, sembari menutup matanya. Sedangkan Andra yang melihatnya menjadi gemas sendiri.


'manisnya istriku'.


Cup...


Satu kecupan di layangkan Laras di bibir Andra " nah sudah ". Lega akhirnya selesai


" Lagi~~ ". Ngelunjak!. Dengan nada manjanya Andra mengatakan nya


" Ehhhh!!? ".


" Hmmm ".


Laras akhirnya pasrah dan kembali mencium bibir Andra, tapi belum sempat ia menariknya kembali. Andra langsung memegang tengkuknya untuk memperdalam ciumannya. Ditariknya pinggang Laras agar lebih mendekat kearahnya.


Nah ini yang ditakutkan Laras. Kalau-kalau suaminya itu melakukan nya lagi. Kan sayang dengan pinggang nya yang sudah mau encok. Tenang saja pasti dibawa ke tukang pijat.


" Hmm m..mas ". Ciuman Andra sudah turun ke lehernya, bahkn tangan nakal Andra sudah menyusup di balik bajunya.


" Kita buat dede bayi yuk sayang ". Ucap Andra di telinga Laras. Suaranya serak seperti menahan hasratnya, tapi kenapa? Kenapa bisa sangat seksi ditelinga Laras.


Laras yang memang sudah menahan hasratnya, dan tergoda dengan suara suaminya. Akhirnya hanya bisa mengangguk lemah dengan menggigit bibir bawahnya.


Dan... Terjadilah apa yang memang sudah sering dilakukan Andra kepada Laras. Laras hanya busa berdoa agar junior nya benar-benar bisa tumbuh, disertai dengan doa semoga pinggang nya tidak tambah encok.


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya.

__ADS_1


__ADS_2